Archive for October 14th, 2010 | Daily archive page

Para Penambang Chile Berhasil Diselamatkan

Thursday, October 14th, 2010

Nias Online – Seluruh penambang yang terkurung di bawah tanah selama 69 hari di penambangan Copiapo, San Jose, Chile berhasil diselamatkan.

Begitu Luis Urzua, 54, penambang terakhir yang ditarik ke atas ke luar dari kapsul penyelamatan, rakyat Chile larut dalam kegembiraan yang tiada tara.

Presiden Chile, Pinera, telah menanti dekat ujung pipa penyelamatan sepanjang 624 m ketika Luis Urzua muncul ke permukaan dengan sambutan tepuk tangan, nyanyian dan suasana gembira. Para penyelamata langsung menyelimutinya dengan bendera negara Chile.

Tindakan penyelamatan mulai terealisasikan ketika kapsul penyelamatan menurunkan Manuel Gonzalez, Rabu (pukul 0215 GMT, 9.15 WIB) ke dalam terowongan di mana para penambang terkurung. Sebenarnya, Gonzales hanya diminta melihat kondisi para penambang, kembali dan melaporkannya ke markas penyelamatan. Akan tetapi yang terjadi adalah ia meminta Florencio Avalos memasuki kapsul untuk kemudian ditarik ke atas. Avaloslah penambang pertama yang diselamatkan, disusul berturut-turut oleh ke 32 penambang lainnya.

Para penambang memakai pakaian “bio-harness” yang dirancang untuk para astronot. Pakaian ini juga memonitor detak jantung, kondisi pernafasan, suhu dan konsumsi oksigen. Mereka juga diperlengkapi dengan kacamata ‘peredam’ cahaya untuk melindungi mata mereka dari kilauan daerah pertambangan gurun Copiapo.

Avalos mencapai permukaan pada pukul 0310 GMT (10.10 WIB) Rabu pagi disambut anggota keluarganya, para anggota tim penyelamat dan Presiden Pinera beserta istri.

Setelah itu tim penyelamat mampu mempersingkat waktu penurunan dan pengangkatan dari satu jam menjadi 25 menit. Pada hari Rabu petang waktu setempat menjadi jelas bahwa penyelamatan dapat dilakukan dalam waktu setengah dari yang diperkirakan semula.

Kesehatan para penambang ini pada umumnya lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya dengan sejumlah pengecualian. Penambang tertua Mario Gomez, 63, dirawat karena menderita pneumonia penyakit paru-paru silikosis. Penambang kedua yang keluar dari terowongan, Mario Sepulveda, juga terkena silikosis.

Dalam pidatonya kepada rakyat Chile Presiden Pinera berkata:”Para penambang bukan lagi insan yang sama yang terjebak pada .. tangal 5 Agustus lalu. Mereka telah keluar dari sana lebih kuat, dan mereka memberikan kita pelajaran.Tetapi Chile juga tidak sama lagi.”

“Saya pikir Chile hari ini lebih bersatu dan lebih kuat dari waktu-waktu sebelumnya, dan saya pikir Chile hari ini lebih dihormati dan lebih bernilai di selurh dunia.”

“Apa yang pada akhirnya merupakan berkat Tuhan dimulai sebagai sebuah kemungkinan tragedi. Akan tetapi persatuan, keyakinan, kompromi, kejujuran, solidaritas rakyat Chile selama 69 hari itu membuat kita sangat bangga,” katanya menambahkan.

Para penambang itu terjebak dalam terowongan pertambangan tembaga dan emas San Jose di gurun Atacama, Chile, pada tanggal 5 Agustus 2010. Pada saat itu, mereka hanya memiliki bekal untuk 48 jam. Setelah penggalian selama 17 hari akhirnya tim penyelamat berhasil mengadakan kontak dengan mereka. (brk)

Lembaga Surfaid International PHK Karyawan Secara Sepihak

Thursday, October 14th, 2010

Gunungsitoli – Lembaga Surfaid International Cabang Nias melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sepuluh tenaga kerjanya secara sepihak tanpa memberikan kompensasi berupa pesangon.

Bahkan lembaga itu terkesan memaksakan kehendak terhadap tenaga kerja untuk menandatangani surat persetujuan pengunduran diri yang telah disiapkan oleh manajemen Surfaid International.

Akibat eprsengketaan itu para mantan tenaga kerja telah berulangkali melakukan mediasi kepada pihak manajemen Surfaid International agar hak-hak tenaga kerja yang telah di PHK berupa pesangon dapat dibayarkan sesuai yang tertuang dalam UU RI No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan namun hingga saat ini belum ada tanggapan positif dari lembaga dimaksud.

Hal ini terungkap pada pertemuan antara tenaga kerja yang terkena PHK dengan Managemen Surfaid International yang difasilitasi DPRD Kota Gunungsitoli, Jumat (8/10).

Pertemuan dilaksanakan di Gedung DPRD Kota Gunungsitoli dan dipimpin Ketua Komisi B Damili R. Gea didampingi Wakil Ketua DPRD Armansyah Harefa, SE, Hadirat ST Gea, serta sejumlah anggota dewan, para mantan tenaga kerja Surfaid International, Manajemen Surfaid International Cabang Nias masing-masing Manager Program, Asrial dan Office Manager, Caroline.

Pada pertemuan itu, juru bicara mantan tenaga kerja Surfaid International, Christian Elfianus Gea menyebutkan. Maret 2010 yang lalu pihak manajemen Surfaid International Cabang Nias mereka telah menandatangani Kontrak Kerja selama enam bulan yang berakhir pada 13 September 2010. Namun pada Juni 2010 pihak manajemen memanggil mereka untuk menandatangani persetujuan pemutusan hubungan kerja yang telah disediakan oleh pihak Surfaid International. Disebutkan bagi yang tidak menandatangani surat tersebut tidak akan dibayarkan hak-haknya oleh Lembaga Surfaid International.

Disebutkan pada Surat Pernyataan persetujuan itu dengan Kop Surat Surfaid International terlihat sudah ada tandatangan di atas nama mereka yang dibubuhi meterai Rp6.000 sehingga terindikasi pemaksaan dan pemalsuan tandatangan.

Sementara Program Manager Surfaid International yang hadir pada kesempatan itu mengakui adanya surat pernyataan dari tenaga kerja yang telah terlebih dahulu ditandatangani oleh pihak manajemen sebelumnya dan pihaknya telah menyampaikan permintaan maaf kepada para tenaga kerja sembari menggantinya dengan surat pernyataan yang baru.

Setelah mendapatkan klarifikasi dari kedua belah pihak yang bersengketa, DPRD Kota Gunungsitoli merekomendasikan agar manajemen Surfaid International bersama para mantan tenaga kerja menyelesaikan persengketaan tersebut secara kekeluargaan dalam kurun waktu 7 hari (a35) – Sumber: Harian Waspada Cetak – 11 Oktober 2010)