Begitu dunia tahu bahwa 33 petambang yang terjebak di tambang emas dan tembaga San Jose di dekat Copiapo, Cile, itu ternyata masih hidup dan selamat, Pemerintah Cile belum tahu pasti bagaimana cara menyelamatkan mereka. Harian The New York Times menuliskan, para pejabat Cile belum familier dengan teknologi pengeboran untuk membuat lubang penyelamatan. (more…)
Archive for October 15th, 2010 | Daily archive page
Setelah Pemekaran, Ketua DPRD Nias Definitif Belum Ada
Friday, October 15th, 2010*Anggota DPRD Minta Gubsu Buat SK Ketua DPRD Nias
Nias – Sejak DPRD Nias dibagi ke kabupaten yang dimekarkan Mei 2010 Ketua DPRD Nias definitif tidak ada.
Faigiasa Bawamenewi SH anggota DPRD Nias Komisi C mengatakan belum ditetapkannya ketua dan wakil ketua karena PDIP tidak setuju wakil ketua dari PNBK. PDIP berpendapat yang seharusnya menjadi wakil ketua dari PDIP karena sebelum dibagi ke kabupaten yang dimekarkan PDIP yang terbanyak tetapi setelah dibagi PNBK yang terbanyak.
F Bawamenewi dihubungi SIB via SMS (11/10) menyatakan belum ada rapat paripurna untuk menetapkan ketua dan wakil ketua definitif dan belum tahu kapan.
Anggota DPRD Nias Fajar Waruwu dari PDIP yang juga ketua PDIP Kabupaten Nias dihubungi SIB di kantor PDIP Gunung Sitoli, Kamis (7/10) mengatakan masalah penentuan wakil ketua hanyalah masalah penafsiran yang berbeda. Menurut dia tidak perlu lagi penetapan karena penetapan sebelum Mei 2010 sudah sah. Sebaiknya Gubsu membuat saja SK tentang ketua dan wakil ketua agar tidak ada perdebatan, pintanya.
Anggota DPRD Komisi C dari PKPB (Partai Karya Peduli Bangsa) Darwis Zendratõ yang juga fungsionaris Pemuda Pancasila yang diminta SIB tanggapannya Senin (11/10) via Ponsel mengatakan hendak Gubsu Samsul Arifin segera menetapkan ketua dan wakil ketua definitif. Dia meminta agar Gubsu mengesampingkan oknum yang tidak perduli dengan kesejahteraan masyarakat. Akibat belum adanya ketua dan wakil ketua yang definitif, APBD yang sudah dibahas tidak dapat disahkan, padahal 2 (dua) bulan lagi tahun anggaran berakhir. Dan 14 Ranperda belum juga selesai dibahas, ujarnya.
Menurut Ronal Zai anggota DPRD dari PNBK yang dihubungi SIB via SMS (5/8) mengatakan sudah ada surat dari Ditjen Otda yang menyatakan wakil ketua dari PNBK.
Ketua DPRD sementara S Zai yang diminta SIB tanggapannya via SMS Senin (11/10) belum bersedia memberi tanggapan dengan alasan sedang di luar kota. Ditanya kapan ada kesediaan, dijawab nanti saya hubungi, namun hingga berita ini diketik belum dihubungi. (SIB, 14-10-2010)
Bahas Daerah Tertinggal di Hotel Berbintang
Friday, October 15th, 2010* Ada peningkatan kapasaitas dan bantuan peningkatan infrastruktur di kabupaten Nias
MANADO – Di Indonesia masih terdapat daerah tertinggal. Daerah ini merupakan di tingkatan Kabupaten yang masyarakat dan daerahnya yang memiliki indeks kemajuan pembangunan ekonomi dan sumberdaya manusia dibawah rata-rata indeks nasional.
Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Kementrian Pembanguna Daerah Tertinggal, Lucky H Korah dalam sambutannya di acara Donor Meeting Kerjasama Bilateral, Multilateral dan Non Goverment Organization di Daerah Tertinggal regional II dan III di hotel berbintang Swissbelhotel Maelosan, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (14/10/2010).
“Harus ada intervensi pembangunan yang tepat strategi dan tepat sasaran sesuai dengan karakteristik serta keterkaitan fungsionalnya,†tuturnya.
Untuk itu, Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal sampai saat ini terdapat beberapa bantuan luar negeri yang ditanganinya secara langsung . Satu di antaranya program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus, pelaksanaannya dilakukan masyarakat sedangkan nilai proyek sekitar Rp 1 triliun yang didistribusikan kepada 53 kabupaten daerah tertinggal dengan sistem pelaksanaan dikerjakan langsung oleh masyarakat. “ Berlangsung sampai dengan tiga tahun,†ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2010, Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal diberikan kepercayaan untuk melanjutkan program setelah BRR seperti Nias Island Rural Access and Capacity Buliding Project dengan nilai project 10 juta dolar Amerika Serikat yang dilakukan oleh international Labour Organization dengan program kegiatan. “Ada peningkatan kapasaitas dan bantuan peningkatan infrastruktur di kabupaten Nias,†tuturnya.
Lainnya adalah Program Aceh Economic Development Financing Cafacity yang diperoleh dari bantuan dana berupa hibah dari Multi Donor Trust Fund dengan nilai proyek sebesar 50 juta dolar Amerika Serikat dengan tujuan meningkatkan kualitas dan nilai tambah, khususnya disektor pertanian dan perikanan. “Pelaksanaan kegiatannya selama tiga tahun,†kata Lucky. (www.tribunnews.com – 15-10-2010)