Mutu Lulusan S2 Payah, 60% Beasiswa S3 Nganggur

Tuesday, October 19, 2010
By borokoa

MALANG – Serapan beasiswa program doktoral (S3) yang disediakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) hanya capai 40%. Dari 5.000 beasiswa/tahun yang disediakan, hanya 2.000 beasiswa yang terserap. Penyebabnya, banyak peserta program ini belum berkualitas.

Prof Dr Supriyadi, Direktur Ketenagakerjaan Dikti Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan, selama ini yang dikirim untuk program doktoral mayoritas alumnus S2. Ironisnya, banyak yang kualitasnya masih rendah atau belum layak menjadi doktor.

“Pada tahun ini kami membuka peluang bagi alumnus S1 untuk mengikuti program beasiswa. Bila sejak S1 sudah bisa menunjukkan kualitasnya, otomatis sejak S2 dan sekaligus S3 kami siapkan beasiswa,” urai Supriyadi di Kampus Universitas Negeri Malang, Senin (18/10).

Prosesnya, bagi lulusan S1 yang lolos ujian seleksi beasiswa, bisa menempuh jalur S2 di dalam negeri atau disesuaikan darimana S1-nya ditempuh. Keistimewaannya, peserta yang lolos ini saat menempuh proses S2 juga bisa langsung menempuh program doktor di luar negeri. Teknisnya saat ini sedang disiapkan.

“Dananya bisa diambilkan dari pihak ketiga karena setelah mendapat gelar doktor bisa langsung mendapatkan posisi pekerjaan sesuai keahliannya,” tukas Supriyadi yang enggan menyebut berapa dana yang dipersiapkan untuk program itu.

Program ini di Dikti disebut program Calon Tenaga Akademik Baru (CTAB). Yakni, mengambil lulusan S1 yang berkualitas untuk disekolahkan menjadi doktor. Dikti memiliki target ideal setiap tahunnya mengirimkan calon doktor sekolah ke luar negeri sebanyak 5.000.

’’Selama ini, Dikti hanya mampu mengirimkan dua ribu orang. Sementara jatahnya lima ribu orang. Jadi masih membutuhkan banyak calon doktor yang layak dan berkualitas untuk di sekolahkan,” kata Supriyadi.
Menurut dia, di Indonesia memang banyak alumnus S2, tetapi kualitasnya rendah. Penyebabnya, jejang S2-nya bisa dilalui karena jaringan, bukan karena kemampuan akademis yang dimilikinya.

Data di Dikti menyebutkan, setiap tahun lulusan sarjana strata 1 atau S1 sebanyak 200 ribu sampai 300 ribu mahasiswa. Sementara untuk mahasiswa baru yang masuk di perguruan tinggi diperkirakan 1,6 juta mahasiswa sampai 1,8 juta mahasiswa per tahunnya. (www.surabayapost.co.id – 19-10.2010)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

October 2010
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031