JAKARTA, NIASONLINE – Curah hujan yang sangat tinggi di Kabupaten Nias Selatan beberapa waktu terakhir mulai menimbulkan dampak buruk. Sore ini, hujan deras menyebabkan tanah longsor di Desa Barujö, Kecamatan Mazö, Kabupaten Nias Selatan. (more…)
Archive for November, 2011 | Monthly archive page
Hujan Masih Mengguyur, Kota Gunungsitoli Mulai Normal
Wednesday, November 30th, 2011
Luapan Air di Sungai Nou. Foto Diambil pada 29/11/2011 dari Sisi Mudik. Tampak rumah-rumah di seberang sungai digenangi air sekitar 1 meter. (Foto: Beza Lase)
Warga Keluhkan Penurunan Drastis Harga Karet
Wednesday, November 30th, 2011Rasio Polisi Nias 1 Banding 1.019 Warga
Wednesday, November 30th, 2011Gunungsitoli, (Analisa). Kapolres Nias mengatakan, situasi umum Polres Nias pada saat ini menangani 4 Kabupaten/Kota dengan jumlah personil sebanyak 458 orang. Jumlah itu tidak sebanding dengan jumlah penduduk sebanyak 466.630 jiwa atau rasio 1:1.019. Idealnya sesuai dengan ketentuan PBB, personil Kepolisian harus berbanding 1:400 dengan jumlah penduduk. (more…)
Rektor UPMI: Nias Menanti SDM Terampil untuk Membangun Daerah
Monday, November 28th, 2011Medan, (Analisa). Rektor Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan Drs.H. Alimukti Tanjung, SH, MM mengatakan, daerah Nias menanti sumber daya manusia (SDM) terampil guna membangun daerah tersebut. (more…)
AJI Desak Pemerintah Ungkap Pembunuhan 10 Wartawan, Termasuk Asal Nias
Wednesday, November 23rd, 2011JAKARTA, NIASONLINE – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendesak pemerintah menunjukkan keberpihakannya pada upaya penegakan hukum, termasuk dalam kasus pembunuhan wartawan di Indonesia. (more…)
Gubernur: Desa di Sumut Dibantu Rp 50 Juta
Wednesday, November 23rd, 2011Medan, 16/11 (ANTARA) – Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mengatakan, seluruh desa di provinsi itu akan diberikan bantuan sebesar Rp 50 juta pada tahun 2012. (more…)
BNKP dan Polres Nias Akan Susun MoU Dalam Pembinaan Umat
Wednesday, November 23rd, 2011Gunungsitoli, (Analisa) – Dalam waktu dekat akan disusun nota kesepatakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Polres Nias dengan BNKP (Banua Niha Keriso Protestan) yang ditujukan dalam menjalin kerjasama untuk pembinaan umat dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif serta pelibatan personil Polres Nias untuk penyampaian sosialisasi hukum dalam kegiatan penggembalaan BNKP. (more…)
Surat Bantahan Dari Area Manager OBI Cabang Nias Bernard
Tuesday, November 22nd, 2011Tribun Medan – Selasa, 22 November 2011 16:03 WIB
Salam Hormat,
Dalam hal ini kami sengaja melampirkan gambar surat resmi yang menunjukkan bantahan yang diajukan Area Manager Cabang Nias Bernard kepada tribun-medan.com. (more…)
Bernard Klarifikasi Pernyataannya Tentang Warga Desa Bawömataluo di Tribun Medan
Tuesday, November 22nd, 2011JAKARTA, NIASONLINE – Area Manager Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI)-Nias, Bernard, melalui situs www.tribun-medan.com, telah mengklarifikasi pernyataannya pada berita berjudul “Orientasi Warga Desa Bawomataluwo Kabupaten Nias Selatan Selalu Uang” yang ditayangkan di situs itu pada Kamis, 17 November 2011, pukul 00:51 WIB.
Berikut ini kami kutipkan secara utuh pernyataan klarifikasi tersebut, seperti dimuat di situs www.tribun-medan.com dengan judul Surat Klarifikasi Atas Berita “Kesehatan dan Pendidikan Masalah Serius di Nias”, yang ditayangkan pada Senin (21/11/2011), pukul 18:27 WIB.
Surat Klarifikasi Atas Berita “Kesehatan dan Pendidikan Masalah Serius di Nias”
Rekan Medan yang terhormat, Terkait berita “Kesehatan dan Pendidikan Masalah Serius di Nias” yang dipublikasikan Tribun-medan.com pada 17 November 2011 pukul 00.45 WIB, salah satu wartawan Trubun Medan terdapat kutipan Yayasan Obor Berkat Indonesia (Berkat) di http://medman.tribunnews.com/2011/11/17/kesehatan-dan-pendidikan-masalah-serius-di-nias dan sudah terbit juga di http//niasonline.net/2011/11/17/kesehatan-dan-pendidikan-masalah-serius-di-nias/ (more…)
Karir Dua Personel Polres Nias Tergantung Persidangan
Monday, November 21st, 2011Medan, 17/11 (ANTARA) – Karir dua personel Kepolisian Resor Nias Briptu EI dan Briptu AP yang ditangkap karena diduga menggunakan narkoba sangat tergantung dari hasil persidangan yang akan dijalani di Pengadilan Negeri (PN) Gunung Sitoli. (more…)
Pernyataan Pimpinan OBI-Nias Juga Dikecam Warga Luar Nias
Friday, November 18th, 2011JAKARTA, NIASONLINE – Kepala Desa Bawömataluo Ariston Manaö mengatakan, pihaknya tetap mengambil sisi positif dari pernyataan-pernyataan Area Manager Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI), Bernart, di www.tribun-medan.com tentang Desa Bawömataluo.
Namun, di sisi lain, untuk menghindari kesalahpahaman, pernyataan-pernyataan yang dibeberkan ke media seperti itu, juga harus diklarifikasi kebenarannya. Sebab, kenyataannya, di lapangan tidak seburuk yang dipaparkan di media tersebut. Karena itu, atas nama warga Desa Bawömataluo, dia menuntut pemberi pernyataan itu juga minta maaf atas pernyataannya yang berlebihan dan melukai warga Desa Bawömataluo.
Ternyata, pernyataan-pernyataan itu juga mendapat kecaman dari luar warga Desa Bawömataluo. Di antara mereka, bahkan bukan warga Pulau Nias, namun beberapa kali ke desa itu.
Donny Iswandono, salah satu pimpinan majalah online www.nias-bangkit.com yang berkali-kali ke desa itu dalam dua tahun terakhir ini, mengaku kaget dengan pernyataan dan pemberitaan itu. Dia mengatakan, pernyataan-pernyataan itu sama sekali tidak benar.
“Wah, gak benar itu. Saya bisa bersaksi, kok,†kata dia kepada Nias Online, usai membaca berita tersebut di Jakarta, Kamis (17/11/2011).
Dia juga menilai berita itu tendensius karena tak menjelaskan kenapa itu terjadi. Menurut dia, kalaupun itu terjadi, para pelaku itu adalah korban dari sikap abai dari pihak-pihak yang seharusnya bertanggungjawab.
Seorang kamerawan profesional dari sebuah Production House (PH) di Jakarta, yang awal bulan ini mengunjungi desa Bawömataluo dan melakukan syuting di desa itu untuk kegiatan sebuah lembaga di lingkungan kantor Sekretariat Wakil Presiden, juga mengaku kaget membaca berita itu. Kepada Nias Online, pria yang biasa dipanggil Pey tersebut bahkan mengaku sangat betah di desa itu dan berjanji akan ke sana lagi.
“Wah gak bener tuh. Saya baik-baik saja dan betah selama di sana. Emang siapa yang bilang begitu? Itu orang yang gak suka Nias maju, pastinya†kata Pey.
Dia mengaku, saat di sana, dia juga didatangi oleh para penjaja cinderamata dan juga para pemuda yang menawarkan atraksi lompat batu. Namun, tidak ada yang minta-minta uang seperti ditulis di media itu. Menurut dia, kehadiran para penjual cinderamata itu masih wajar dan tidak sedramatis yang digambarkan di tulisan itu. Begitu juga dengan permintaan kompensasi bagi para pelompat batu bila diminta melakukan atraksi.
“Kalau yang lompat batu itu, wajib ada imbalannya. Sebab, itu berisiko. Tarif Rp 150 ribu itu masih wajar. Kecuali kalau diminta Rp 500 ribu sekali lompat. Dan, gak mungkinlah minta tarif sebesar itu,†tandas dia.
Sementara itu, Apolonius Lase, seorang pekerja media di Jakarta yang mengunjungi desa itu belum lama ini mengatakan, pernyataan-pernyataan dalam berita tersebut merupakan bentuk pemberian stigma negatif kepada desa dan warga Bawömataluo.
“Saya pikir berita tersebut terlalu berlebihan. Pengalaman buruk yang bersangkutan harusnya tidak sampai menjadi alasan generalisasi bahwa itu merupakan sifat semua penduduk Bawömataluo,†kata dia.
Dia menambahkan, bahwa ada satu-dua anak-anak seperti yang bersangkutan lihat, hal itu bisa dimaklumi. Namun, tidak pada tempatnya lalu kemudian si bersangkutan membuat stigma negatif terhadap semua penduduk desa adat Bawömataluo.
“Kita minta yang bersangkutan menyampaikan klarifikasi atas pernyataannya ini,†kata dia.
Pernyataan Bernart itu muncul di situs tribun-medan.com edisi Kamis (17/11/2011). Pernyataan itu sendiri disampaikan ke media itu pada Rabu (16/11/2011). Kontroversi berita itu sudah kelihatan dari judulnya, “Orientasi Warga Desa Bawomataluwo Kabupaten Nias Selatan Selalu Uangâ€.
Berikut adalah beberapa kalimat kontroversial dalam berita itu. Di antaranya,
“Contoh kecil, ia memberikan gambaran bagaimana masyarakat di Desa Bawomataluwo, Kabupaten Nias Selatan, orientasinya hanya uang. Kawasan yang sangat familiar dengan kegiatan adat lompat batunya tersebut, tidak bisa melepaskan pengunjung begitu saja. Ia mengaku, setiap pengunjung datang 100 masyarakat di sana baik tua, muda, pria, wanita, anak-anak atau dewasa, selalu mengulurkan tangan meminta uang kepada pengunjung.â€
“….masyarakat di desa tersebut memberlakukan turis lokal dan manca negara seperti “bank berjalanâ€.â€
“Jangan berfikir mereka mau melakukan atraksi lompat batu tanpa Anda bayar. Sekali lompat Anda akan dikenakan bayaran Rp 150 ribu. Jadi hitung saja jika mereka melompat 10 kali berarti Anda membayar Rp 1,5 juta,†ujarnya.†( EN)
Warga Desa Bawömataluo Kecam Keras Pernyataan Pimpinan Yayasan OBI-Nias
Thursday, November 17th, 2011JAKARTA, NIASONLINE – Pernyataan Area Manager Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) di Nias, Bernart, tentang warga desa Bawömataluo yang suka meminta uang kepada pengunjung dikecam berbagai pihak. Pernyataannya dianggap tendensius dan menggeneralisir secara serampangan. (more…)
Eksepsi Mantan Bupati Nias Selatan Ditolak
Thursday, November 17th, 2011JAKARTA, NIASONLINE – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan menolak eksepsi penasihat hukum Fahuwusa Laia, mantan Bupati Nias Selatan dalam kasus penyuapan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Saut Hamonangan Sirait. (more…)
Kesehatan dan Pendidikan Masalah Serius di Nias
Thursday, November 17th, 2011TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Sebagai daerah kepulauan yang masuk dalam sub bagian Sumatera Utara, Nias, boleh jadi masih tertinggal dalam beberapa hal.
Pendidikan dan kesehatan yang kurang baik, menjadi ekspos utama di beberapa kawasan ini. Seperti penuturan Area Manager Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) cabang Nias, Bernart, Rabu (16/11).
Ditemui saat berada di Hotel Soliga Jalan Diponegoro, Gunung Sitoli, Nias, ia mengaku dari dua masalah tadi yang menjadi masalah kritis sebenarnya di segmen kesehatan. Ekonomi masyarakat yang belum layak, ditambah akses menuju lokasi warga yang cukup sulit, membuat distribusi pakan yang pantas tidak bisa terpenuhi.
“Kalau mencari orang kaya di Nias ini cukup mudah. Tetapi jika mencari orang miskin cukup sulit. Mereka umumnya berada di hutan-hutan atau perkampungan yang lokasinya sangat sulit ditempuh baik melalui jalan kaki maupun menggunakan mobil off road,” ungkapnya.
OBI yang bergerak dalam bidang kesehatan dan pendidikan di Nias, melihat meski mereka memberikan sosialisasi dan pemahaman dalam hal kesehatan termasuk memberikan bantuan, tidak terprogres dengan baik.
Ia mencontohkan, setiap rentang waktu dua atau tiga bulan, pihaknya yang merawat abnak-anak bergizi buruk sebanyak 20-30 orang, nyatanya setelah sehat akan kembali seperti semula. Hal itu diakibatkan, asupan atau suplai kebutuhan gizi bagi anak yang usai sembuh tidak terpenuhi secara berkala.
“Sia-sia tidak, tetapi harusnya ada keberlajutan yang ditanggapi pemerintah lokal dari apa yang kami lakukan. Memang benar, masalah kesehatan yang terjadi di Nias ini sudah lintas sub dinas. Artinya, jika kesehatannya kita bantu, bagaimana dengan ekonomi dan pendidikannya yang masih ambigu,” ujarnya. (Irf/tribun-medan.com)
Sumbber: Tribun Medan, 17 November 2011
