
Kondisi Atap Omo Sebua di Bawömataluo yang Masih Dibiarkan Terbuka paska diterjang angin kencang (foto: Ariston Manaö

Kondisi Atap Omo Sebua di Bawömataluo yang Masih Dibiarkan Terbuka paska diterjang angin kencang (foto: Ariston Manaö

Keadaan Atap Belakang Omo Sebua di Bawömataluo Paska Diterjang Angin Kencang (Foto. Ariston Manaö)
JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan & RB) memastikan, tenaga honorer yang telah bekerja di lembaga pemerintah sebelum 1 Januari 2005 tidak terkena kebijakan penangguhan sementara (moratorium) penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlaku selama 1 September 2011-31 Desember 2012. (more…)
Di urutan kedua, ditempati oleh pelari asal Jawa Barat I Gede Karangasem dengan catatan waktu 32:22,19. Dan di urutan ketiga, ditempati oleh pelari asal Nias, Mari Yusuf Gulö dengan catatan waktu 32:43,64. Tiga terbaik tersebut semuanya dari kelompok putra.
Wakil Ketua Panitia “Nias Island 10 K†Herman Waruwu, kepada Nias Online menjelaskan, meski tiga nama tersebut, merupakan peraih urutan teratas, namun panitia membagi semua pemenang dalam dua kelompok, yakni putra dan putri, dengan masing-masing peringkat 1-10. Semua yang masuk dalam kelompok 10 besar tersebut mendapatkan hadiah yang telah disediakan panitia.

Tiga Pelari Tercepat: Mari Yusuf Gulö (nomor dada 01, kiri)), I Gede Karangasem (nomor dada 597, tengah, berbaju hijau) dan Ferdy (nomor dada 7077, sebelah kanan) (Foto: Herman Waruwu)
Pembukaan lomba tersebut diawali dengan tembakan start oleh Bupati Nisel Idealisman Dachi dan disemarakkan oleh atraksi drum band dari Yayasan Sekolah Katolik, Bintang Laut. Penjurian dipimpin oleh wasit nasional Suharjo, Sutarman dan mantan pelari nasional asal Sumatera Utara, Mardi Lestari. Dua lainnya berasal dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang juga dibantu oleh 80 orang guru olahraga se-kabupaten Nisel.
“90% peserta berhasil sampai garis finish,†jelas Herman.
Adapun rute perlombaan itu, yakni dari Simpang Lima, pusat kota Teluk Dalam yang juga sebagai ibukota Kabupaten Nisel. Selanjutnya menuju ke arah dan berhenti di Desa Hiliamaeta Niha, tidak jauh dari pantai tempat surfing, Pantai Lagundri/Sorake.
Untuk pemenang lomba lari tersebut, Pemerintah Kabupaten Nisel menyediakan hadiah dengan nilai total Rp 150 juta atau US$ 17.500 dan trofi dari Bupati Nisel.

Juara I Kelompok Putra Ferdy (Bangka Belitung) dan Juara I Kelompok Putri Supriati Sutono (Jawa Barat) (Foto: Herman Waruwu)
Daftar pemenang lomba lari “Nias Island 10 K”
Kelompok Putra:
1. Ferdy (Bangka Belitung)
2. I Gede Karangasem (Jawa Barat)
3. Mari Yusuf Gulö (Nias)
4. Ari Swandana (Jawa Tengah)
5. Fery Junaidi (Maluku)
6. Sutrisno (Sumatera Barat)
7. Welman Pasaribu (Tapanuli Utara)
8. I Nyoman Sudana (PAAD Kodam I/BB)
9. Agus Andiro (Sumatera Barat)
10. Hamdani (Sumatera Barat)
Kelompok Putri:
1. Supriati Sutono (Jawa Barat)
2. Nyai Prima Agita (Medan)
3. Unik Sekyorini (Jawa Tengah)
4. Novita Andriani (Jawa Tengah)
5. Erni Uiat Ningsih (Jawa Tengah)
6. Yuliati Utari (Sumatera Barat)
7. Siti Muawanah (Jawa Tengah)
8. Yanita Sari (Riau)
9. Bayu Trianatasari (Sumatera Barat)
10. Aprilia Kartina (Sumatera Barat) (EN)
Gunungsitoli, (Analisa). Setelah melakukan penyidikan dan gelar perkara akhirnya Polres Nias menahan dua tersangka dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi penyaluran subsidi minyak goreng di Kabupaten Nias tahun 2008, Rabu, (19/10) malam.
Dua tersangka SHLY selaku Direktris PT. EP dan DMN SE sebagai Kadis Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Nias TA 2008 selaku Ketua Tim Verifikasi Penyaluran Subsidi Minyak Goreng di Kabupaten Nias 2008.
Kapolres Nias AKBP Mardiaz Khusin Dwihanto S.Ik. M.Hum, Kamis, (20/10) melalui telphon selulernya membenarkan telah ditetapkan dan ditahannya kedua tersangka tersebut di Mapolres Nias guna penyidikan lebih lanjut.
Kapolres Nias menjelaskan, awal penyelidikan kasus tersebut didasarkan pada laporan hasil Audit Investigatif BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara atas Kegiatan Penyaluran Subsidi Minyak Goreng di Kabupaten Nias Tahun Anggaran 2008 dengan Nomor : LHAI-2092/PW02/5/2010 tanggal 04 Mei 2010.
Selanjutnya, pihaknya meningkatkan ke tahap penyidikan, dalam hasil pelaksanaan gelar perkara kasus tersebut dapat dipastikan telah terjadi kerugian negara dalam Penyaluran Subsidi Minyak Goreng di Kabupaten Nias TA. 2008. Terjadi kerugian negara sebesar Rp.473.555.000 dari dana yang dianggarkan oleh Pemerintah sebesar Rp.690.565.055 untuk penyaluran Minyak Goreng Bersubsidi di wilayah Kabupaten Nias pada tahun 2008.
Kapolres Nias menambahkan, pihaknya tetap atensi mengenai kasus korupsi yang menyengsarakan rakyat. Saat ini Polres Nias sedang melakukan penyelidikan terhadap 14 kasus korupsi.
Dari 14 kasus di antaranya, dugaan korupsi pekerjaan pematangan lahan Kantor Bupati Nias 2007. Dugaan korupsi dalam pemalsuan tandatangan Bendahara Umum Daerah (BUD) Kabupaten Nias Barat. Dugaan korupsi penggunaan Dana BOS SMPN 1 Gidö dan Terbuka 1 Gidö TW. I dan TW. II 2011. Dugaan korupsi pada Pembangunan Garasi dan Pos Jaga pada rumah Mantan Pj. Bupati Nias Utara 2010. (kap)
Sumber: www.analisadaily.com – Senin 24 Oktober 2011
MEDAN – Dinas Kesehatan Sumatera Utara berharap pemerintah di daerah itu dapat menganggarkan pembelian peralatan cuci darah (Hemodialisa) untuk Kabupaten Nias, karena tidak memiliki alat tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Chandra Syafei di Medan, mengatakan pihaknya mendorong agar Pemprov Sumut melalui Bantuan Daerah Tertinggal (BDB) untuk menganggarkan peralatan cuci darah (Hemodialisa) di Kepulauan Nias.
Sebab masyarakat terutama penderita ginjal di Kepulauan Nias yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota itu, harus keluar dari kepulauan tersebut ketika melakukan cuci darah.
“Dinas Kesehatan Sumut tidak bisa menganggarkan pembelian alat cuci darah itu melalui APBD,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, pihaknya bersama DPRD Sumut sudah mendorong ketersediaan alat cuci darah tersebut melalui BDB.
“Bisa juga melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau melalui APBN. Kita sangat setuju dengan langkah ini untuk menyediakan peralatan cuci darah di Kepulauan Nias, agar masyarakat tidak perlu repot-repot harus keluar dari wilayah tersebut,” katanya, hari ini.
Ketika ditanya berapa idealnya kebutuhan alat cuci darah di kepuluan tersebut, ia tidak dapat memastikannya. Sebab harus diketahui dulu seberapa banyak pasien setiap harinya membutuhkan layanan kesehatan untuk cuci darah.
“Harga satu unit peralatan cuci darah itu, saya tidak tahu pasti. Tetapi soal berapa banyak alat yang diperlukan, semuanya dilihat dari jumlah pasien yang membutuhkan,” katanya.
Sebelumnya, Anggota DPRD Sumatera Utara Analisman Zalukhu mengatakan, masyarakat di lima daerah di Kepulauan Nias sangat membutuhkan peralatan cuci darah.
“Kebutuhan alat itu diketahui dari kunjungan kerja baru-baru ini,” katanya.
Menurut dia, pihaknya mengetahui jika banyak warga di Kepulauan Nias yang selalu melakukan cuci darah. Namun sayangnya, warga tidak dapat melakukan pengobatan di Kepulauan Nias karena ketiadaan peralatan cuci darah.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di empat kabupaten dan satu kota yang ada di Kepulauan Nias mengenai upaya penyediaan peralatan cuci darah.
“Sayangnya, mereka belum mampu,” katanya.
Sumber: www.waspada.co.id – Sabtu 22 Oktober 2011
NIAS BARAT – Sejumlah ruas jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Nias Barat dan Gunungsitoli, dimulai dari Miga-Lolowau, Lolowau Sirombu dan Sirombu-Afulu butuh perbaikan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut). (more…)
Gunungsitoli, (Analisa) – Walikota Gunungsitoli Martinus Lase merasa prihatin karena 10 ribu anak atau 30 persen dari jumlah anak di Kepulauan Nias hidup di bawah garis kemiskinan. Akibatnya, anak-anak tersebut tidak mendapat perhatian dan kasih sayang seperti layaknya anak lain yang hidupnya cukup. (more…)
Medan, (Analisa) – Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Nias Selatan (Nisel), Rahmat Alyakin Dachi, dituntut dua tahun penjara dalam dugaan korupsi pengadaan obat-obatan generik tahun 2007, Kamis (13/10) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan pada Pengadilan Negeri (PN) Medan. (more…)
Jakarta, ( Berita) – Anggota MPR RI Yasona H Laoly mengajak masyarakat Gunung Sitoli-Nias untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang merupakan jati diri bangsa Indonesia. (more…)
Gunungsitoli, (Analisa) – Setelah melakukan berbagai upaya penyelidikan, Polres Nias berhasil menangkap dan ungkap pelaku pembunuhan atas nama Martini Gulo alias Tini, serta menangkap daftar pencarian orang pada kasus pembunuhan dan penganiayaan atas nama Bawonama Halawa alias Kabowo Halawa. (more…)
Nias Online – Steve Jobs pendiri Apple Inc. – perusahaan multinational yang bergerak di bidang eletronik, PC, perangkat lunak dan telephone genggam, meninggal dunia hari Selasa (5/10/2011) dalam usia 56 tahun.
“Apple telah kehilangan seorang yang visioner dan genius kreatif, dan dunia kehilangan insan yang luar biasa. Kami yang beruntung mendapat kesempatan mengenal dan bekerja dengan Steve Jobs kehilangan sahabat karib dan mentor pemberi inspirasi. Steve Jobs meninggalkan perusahaan satu-satunya yang ia dia dirikan, dan semangatnya akan menjadi semangat Apple untuk selamanya,” demikian pengumuman di situs perusahaan Apple Inc.
Anda yang gemar mendengar musik tentulah sangat akrab dengan pemutar musik digital iPod; anda juga tentu sangat kenal dengan telephon genggam iPhone, telepon genggam yang hadir dengan berbagai fitur multimedia dan internet, dan tablet iPad. Ini semua datang dari Apple yang di bawah Steve Jobs pernah mengalami pasang surut.
Sungguh, dunia kehilangan seorang yang sangat kreatif dan yang menorehkan kenangan kepada jutaan manusia yang pernah dan masih menikmati berbagai hasil kreativitasnya. Selamat jalan, Steve. (brk)