Medan (SIB) – Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Kamis, (21/10), menetapkan menunda proses pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Nias Selatan melalui sidang yang dipimpin hakim ketua majelis Puji Rahayu SH MH dengan anggota Hartati SH MH dan Nasrifal SH dengan panitera pengganti Netty MS SH.
Di putusannya, Ptun Medan memerintahkan KPU Nisel untuk menunda pelaksanaan Pemilukada Nisel menunggu adanya putusan hukum tetap atau adanya penetapan lain dari hakim. Putusan PTUN Medan tersebut berdasar gugatan Fahuwusa Laia SH Mh dan Rahmat Alyakin Dakhi SKM MKes, pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Nias Selatan (Nisel), atas proses penetapan calon bupati dan wakil bupati Nisel.
Didampingi ketua tim sukses Pegangan Dachi, Irwanta Rasmadan SH, kuasa hukum Fahuwusa Laia SH Mh dan Rahmat Alyakin Dakhi SKM MKes, mengatakan, putusan ptun Medan sehubungan kliennya keberatan atas SK KPU Nisel nomor 41.Kpts.KPU-Kab-002.434832/2010 tertanggal 4 Oktober 2010 tentang perubahan atas Keputusan KPU Nisel nomor 39/Kpts/KPU-Kab-002.434832/2010 tentang penetapan bakal pasangan calon menjadi pasangan calon peserta Pemilukada dan wakil kepala daerah Nisel tahun 2010.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Sukses Farada — Fahuwusa Laia SH Mh dan Rahmat Alyakin Dakhi SKM MKes— Pegangan Dachi menyambut baik putusan ptun Medan tersebut sebagai bukti adanya hal yang tidak pada tempatnya. “Putusan ptUN itu kami bawa dan serahkan ke KPU RI serta instansi terkait guna ditindaklanjuti. Putusan ptun medan pun idealnya dijadikan evaluasi kinerja KPU Nisel sebagai indikasi adanya ketidakprofesionalan kerja yang mengganggu proses demokrasi,†tandas Pegangan Dachi.
Dari Telukdalam, pasangan Fahuwusa Laia SH MH – Rahmat Alyakin Dakhi SKM MKes meminta KPU RI memerintahkan KPU Nisel menjalankan keputusan PTUN Medan demi terciptanya kondusivitas di Nisel.
Selain bersurat ke KPU, duet pasangan itu menyurati Presiden RI, Ketua DPR RI, Ketua Satgas Mafia Hukum, Mendagri, Kapolri, Bawaslu, Ketum DPP Partai Demokrat dan pimpinan 5 partai politik pengusung serta instansi terkait lainnya sehubungan putusan PTUN Medan dimaksud. (r10/x)
Sumber: hariansib.com
Buat bung TS Farada
kita jangan terlalu maju x, Dari situ kami menilainya Bahwa Barisan Farada itu Sistem Otoriter.klo memang dah mantan Jaksa apa kami Masyarakat Nias SElatan TAkut dengan HAl itu.
Kita ini Negara HUkum, Bukan Negara SUka – suka loe.
Yang suka menakut-nakuti Masyarakat Terutama Dikalangan PNS DAN KADES.
yang jelas kita ini harus konsisten dalam pemilukada ini, siapa pun yang jadi pemimpin nisel itulah BUPATI NIAs selatan.
“Asalkan BUKan Lagi FARADA”
Jaksa itu termasuk sipil, yg bukan sipil adalah dari golongan TNI. Jadi FL, manta jaksa itu, juga seorang sipil. Ini hanya meluruskan kata2 TS-Farada, bhw ada kelebihannya dgn sipil.
Kalau pun psgn Farada ikut sbg peserta pilkada Nisel,hampir dipastikan kalau dia kalah tender dgn pasangan No.Urut 3.Karena pasangan ini Calon Wakil Bupatinya Drs.Hukuasa Ndruru,MAP.2/3 suara kec.Gomo akan mendukung beliau,Lahusa minimal 1/2 karna ada Raradodo Ndruru disitu,T.Dalam 90 persen suara krn basisnya Drs.Idealisman Dachi(C.Bupati),Amandaya,Lolomatua,Lolowau dipatikan 80 persen krn Cukup mengenal Hukuasa Ndruru dan Herman Laia(Sangat Berpengaruh)dan PP.Batu 60 persen karena Hukuasa juga berpengaruh waktu pengangkatan GTT,GBD,dan pembukaan sekolah baru dipelosok(semasa mjd Kadisdik Nisel).
“udah jelas pun tidak memenuhi syarat ngotot,makanya jgn terlalu pelit
lao.kek raja pun asal dijumpai.itupun nihil………..
TS Farada, berpikir jernih dong… udh jelas pun Farada udh tercoret dr bursa calon, upaya hukum apapun tdk mungkin lg. Putusan sela PTUN Medan, tdk menggagalkan tahapan pemilu, krn itu bukan wilayah tugas PTUN. FL skrg menerima ganjaran dan hukumannya. Selama ini menderita para PNS dia buat, klu tdk cocok dan sepaham dgn dia, dilempar kemana2. Maka FL dan kroni2mu: rasain lu…!!
Saudaraku, Pemilukada Nias Selatan membutuhkan dukungan kita semua. Jangan kedepankan arogansi dan janji yang muluk.Fitnah dan cemoohan bukan pada tempatnya kita perdebatkan. Ingat siapapun yang akan menang dan jadi Bupati/Wakil Bupati Nias Selatan berarti itu yang dipilih Tuhan untuk memimpin kita. Tak ada yang sempurna.Mari kita memberikan energi yang positif bagi keberhasilan pemilukada, jangan sebarkan isu yang bersifat mengancam maupun isme, Nias Selatan milik kita bersama, mari kita restorasi masa depan kita dengan bijak. Hati nurani kita yang berbicara pada saatnya nanti ketika kita sampai ke bilik suara. Klaim itu bukan hal yang bijak.
Mari kita kawal pemilukada Nisel agar tidak digagalkan oleh org2 yg tidak bertanggung jawab.karena indikasi ttg itu ada dan rezim penguasa saat ini sgj mengulur2 waktu agar suasana jd kacau.
Apa yg dilakukan oleh FARADA ada benarnya & itu hak mereka, saya juga heran klu Pak F.Laia dikatakn ” tdk punya STTB & Ijazah “, krn sy kenal btl beliau pertama diangkat di Kejati Riau, nah berikan mrk kesempatan utk membela diri & nemuntut hak lewat gugatan ke PTUN, biarkan keputusan yg berkekuatan hukum tetap menentukan, sy yakin Pemilukada bkn utk digagalkan dan diulur-ulur, segala sesuatunya itu penting sbgi pengalaman ke depan. tak perlu kita berkomentar menghakimi, biarkan masyarakat menilai sendiri, karena manusia hanya mampu merancang, tapi Tuhan yang menetukan, karena siapapun dia Bupati & wklbupati kelak, itulah putra nias selatan yang terbaik, selamat buat seluruh pasangan cabup & wabup, selamat bertarung dengan sehat dan diridhoi Tuhan, GBU
8.
kalau saya lebih cenderung memilih Pak Fahuwusa Laia…krn selama kepemimpinannya banyk perubahan yg sdah di laksanakn,.qt tau pembngunan gedung2 sekolah,pmbangunan ifanstruktur,pembngunan jln mnuju desa2,dan bnyk hal lagi yg tdk bs saya sebutkn satu persatu,,dan yg paling penting adlh sosialisasinya pd msyarakt sngt baik,bicaranya jg ndk muluk2,janji kmpanyenya jg selalu d tepati..saya yakin Masyarakat Nias selatan dmn pun brada,mrka pasti tau & mersakan bnyk perubhan yg sdh terlaksanakn..yg sya kwatirkan seandainya yg memimpin Nias Selatan adalh org2 yg tdk berpengalamn ap jdinya nanti nias selatan…qt kembali lg ke nol..tentang isu2 yg terjadi tntng Ijazah palsu atau korupsi itu hal wajar dlm berpolitik,krn untuk mnjatuhkn lawan dan ingat smuanya itu hany palsu..yg perlu d pertnyakan klu mang benar dia memiliki ijazah palsu knp bru skrang bru kliatan dan muncul,pdhal kita tau Pak Fahuwusa Laia itu udh lama mnjd kepala kejaksaan,dan jg mnjd Bupati Nias Selatan..sblum menduduki smua jbatan tersbut trlbh dahulu pasti ada syrat2 yg hrus d penuhi,,sdangkan korupsi,,yg mlakukan korupsi itu adalah ank buahnya..makanya bnyk ank buahny yg dicopot dr jabatnnya sbgai bagian dr ketegasannya dlm memimpin..omongn yg sering qt dengr bgini ini saya rasa sudh kuno..untuk menutupi rasa malu mreka sendiri,sehingga memutar balikakn smua fakta alias mengkmbing hitamkan org lain…
saya hanya menghimbau kpada smua tmn2 masyarakat nias selatan dmnpun brada, mari kta mendukung BPk.Fahuwusa Laia..krn hanya dia yg pantas memimpin nias selatan..jgn qt beri kesempatan kpd org2 yg ujung2nya melakukan korupsi dan memperkaya diri sndiri,,skarang bnyk kampanye2 yg slalu tdk masuk akal dlm pkirn kita,ad yg mngtakan pendidikan Gratis,pnghpusan pajak,mana ad org mau pntar tp gratis..ni coba qt pikirkan,sharusnya tdk bgitu,tp dgn memberi beasiswa kpd org tdk mampu atau ank berprestasi,ni kmpanye yg besifat gombal mnggombal..ingat dlm melakukan pmbangunan itu ad aturanya jd bukan seenknya sndiri,ad jg undang2 yg mngatur ttng pmbangunan,,,klu emang pajak d hapus trus mau melakukan pmbangunan biaya drmn, klu bkan dr pajak,pa pkai uang kantong sndiri,pajak itu bukan di hapus tp dikurangin,,belum2 aja udh bnyk qt dengr ttng korupsi2 yg mreka lakukan…korupsi tentang koperasi,,pengadaan kapal laut yg akhir2 d jual kembali,tp uangny ndk jelas arahnya…jd mari kita membuka mata utk mlihat smua fenomena ini..jgn terpngaruh dngn bnyk isu2..smua maslh yg trjadi seakan2 di arahkn smua kpd BPk Fahuwusa Laia,padhal mreka sndiri yg mlakukan…ingat disini saya berbicara saya tdk punya ikatan dgn Bpk Fahuwusa Laia,dan saya jg tdk d bayar..tp sy hany memberikan pmahaman kpd msyarakt nias,agar mereka lbh tau sharusnya yg trjadi,,dan tdk terjerumus dgn kekuatan uang..krn ini sngt membahayakn sistem demokrasi dan merusak nilai2 budaya qt.maju trus nias selatan….Tuhan memberkati kita smua.
Leave a Reply
Kepada saudara yg menyampaikan komenter baik no:3,6,7,9 sepertinya anda ini belum pernah duduk dibangku sekolah. kalau anda mempelajari semua permasalahan ini, sudah pasti ada permasalahan. kalau anda membaca dan mengerti HUKUM apalagi tentang UU KPU semua proses yg dilakukan oleh FARADA melalui jalur hukum jadi, anda jangan asal ngomong dan komentar. saya kasihan aja sama anda, bisa-bisa anda ini tidak sekolah sama sekali makanya pola pikirnya picik. apalagi saudara no: 9, mana ada seorang anggota MK dapat memberikan pandangannya kepada anda, emangnya anda itu siapa dalam kapasitas apa. janganlah kita membangun opini yg kurang sehat melalui komentar kita ini, sebaiknya marilah kita mengikuti semua proses yg tersedia ( yg telah diatur oleh UU ). saya bukan berpihak kepd pasangan FARADA, kalau pasangan lain mau bermain secara sehat, marilah kita bermain dgn secara jantan, kok belum bertarung sudah mencari-cari kelemahan orang emangnya kalau mereka-mereka itu memimpin bisa dijamin akan tercipta GOOD GOVERNANCE, belum tentu saudara-saudara. tapi coba kita lihat kemajuan yg telah dicapai NISEL, baik dalam hal infrastruktur maupun sarana lainnya, chan sudah kelihatan janganlah anda ini menutup mata atas itu. kalau kita benar-benar orang NIAS, marilah kita dukung yg telah memberikan kontribusi yg baik di NIAS. saya mendo’akan semua pasangan yg akan bertarung diberikan kesehatan dan keselamatan oleh TUHAN KITA YESUS KRISTUS. Ya’ahowu