Archive for July, 2010 | Monthly archive page

Govt, MDF launches final rehab projects in Nias

Saturday, July 31st, 2010

Nias, North Sumatra – Five years after the magnitude-8.8 earthquake that devastated the North Sumatra island of Nias, the central government and Multi Donor Fund of the World Bank launched Friday their last three projects on rehabilitation and reconstruction program in the area.

The projects, worth US$24 million, comprise Nias Islands Transition Project, Nias Islands Rural Access and Capacity Building Program (RACBP) and Nias Livelihood and Economic Development Program (LEDP).

Backed by the UN Development Program and Home Affairs Ministry, the transition project aims to prepare the local government and people to take over and maintain the assets, which were built by the Aceh-Nias Reconstruction and Rehabilitation Agency (BRR).

The BRR operation ended in April last year.

The MDF will end its program in 2012.

The RACBP is dedicated to build basic infrastructure, including village roads and bridges, as well as train local people to maintain it. The project is jointly executed by the International Labor Organization and the Ministry of Disadvantaged Regions.  

The last project aims to boost economic activities of the local people, focusing on cocoa and rubber plantations, rice and vegetable production as well as livestock. The World Bank is assisting the Ministry of Disadvantaged Regions to implement the LEDP.

“It is time for Nias government, people and NGOs to build the region by themselves. The central government will continue supervising the construction and training local people to maintain their assets,” director of local government and special autonomy at the Home Affairs Ministry, Soni Sumarsono, said during the project launch at Nias regent office in Gunungsitoli.

Nias regional secretary R.E. Nainggolan said that the regency administration would fully support the final projects.

MDF has a total 14 rehab and construction projects worth $115 million in Nias since 2005. (The Jakarta Post, 30 July 2010)

Forum Peduli Kota Tuntut Pasar Yaahowu Difungsikan

Friday, July 30th, 2010

Forum Peduli Kota Gunungsitoli unjuk rasa di gedung DPRD, Kamis (28/7). Mereka menuntut supaya pasar Yaahowu yang berada di inti kota Gunungsitoli segera di fungsikan.Massa berjalan kaki menuju gedung DPRD kota Gunungsitoli dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan dari Polres Nias, Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Mereka diterima pimpinan dan anggota dewan.

Pimpinan aksi Leon Zebua dan koordinator lapangan Mira Zebua menegaskan bahwa pasar Yaahowu sudah berdiri sejak 2008 yang lalu, namun belum difungsikan sampai sekarang. “Apa sengaja dibiarkan sampai jadi gedung tua di inti Kota Gunungsitoli,” katanya.

Padahal pembangunan pasar yang dibangun oleh BRR NAD-Nias dengan biaya Rp21 miliar ditujukan untuk menaikkan taraf hidup masyarakat ota Gunungsitoli yang sempat terpuruk oleh gempa bumi.

Untuk itu pihaknya menuntut agar segera memfungsikan pasar Yaahowu dan minta kepada dewan segera mempersiapkan Perda yang dapat mendorong pemerintah daerah segera memilih dDireksi yang mengelolah pasar Yaahowu.Setelah keluar dari gedung DPRD, massa menuju pasar Yaahowu dan memasang spanduk yang bertuliskan “Segera difungsikan Pasar Yaahowu”. Namun begitu mereka pulang, oknum satpol PP kabupaten Nias mencopoti spanduk itu.

Ketua DPRD kota Gunungsitoli Armansyah Harefa SE menjelaskan bahwa sesuai Undang undang No. 47 Tahun 2008 disebutkan penyerahan aset dilakukan selambat lambatnya lima tahun setelah pemekaran.

“Dan kami juga sadar bahwa asset yang belum di serahkan pemkab Nias masih banyak lagi. Untuk itu kami dari wakil rakyat telah berupaya dengan menyurati Mendagri,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD kota Gunungsitoli Hadirat ST Gea kepada Global menilai Pemkap Nias tidak serius untuk menyerahkan asset yang merupakan pelayanan masyarakat ke Kota Gunungsitoli.

“Buktinya pasar Yaahowu ini sudah dua tahun berdiri tapi sampai saat ini belum difungsikan. Ada kesan Bupati Nias sengaja membiarkan Kota Gunungsitoli terlantar,” ujarnya dengan nada kesal. (www.harian-global.com – 30 Juli 2010)

Bocah Tertembak Senapan Angin

Friday, July 30th, 2010

MEDAN – Yan Solid Hia, 10, warga Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara (Sumut), kritis setelah kepalanya tertembak senapan angina saat bermain-main bersama temannya.

Hingga Kamis (29/7) bocah itu masih terbaring lemah di ruang perawatan anak Kelas 3 di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan. Yan yang merupakan anak pasangan Fama Haisi Hia dan Rimae Nalai dirujuk ke Medan pada Kamis dinihari karena minimnya peralatan medis di rumah sakit di Nias. RS di Nias tidak bisa mengeluarkan peluru yang masih bersarang di kepalanya.

Di RSU Pirngadi Medan Yan yang didampingi ibunya terus mendapat perawatan medis, antara lain infus secara rutin untuk membantu tubuhnya yang tidak berdaya. Bibi korban, Rros Upika Dachi, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika Yan baru pulang sekolah dan langsung bermain dengan anak tetangga yang juga temannya di sekolah.

Saat itu lah, temannya mengacungkan senapa angin dengan laras diarahkan kepada korban tanpa maksud apa-apa. Ternyata, tanpa sepengetahuan mereka, senjata itu berisi peluru dan seketika meletus.

“Yan pun terkapar bersimbah darah setelah peluru menembus kepala bagian kanannya. Dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Gunung Sitoli,” ujar Ros.

Humas RSU Pirngadi Medan Edison Peranginangin mengatakan pihaknya segera membentuk tim untuk menangani Yan yang kini kondisinya lemah. “Untuk awal, kita akan menfokuskan pada pengeluaran peluru yang masih bersarang di kepalanya,” ujarnya. (www.mediaindonesia.com – 29 Juli 2010)

Hujan Deras, Penerbangan di Bandara Binaka Gunung Sitoli Tertunda

Wednesday, July 28th, 2010

Jakarta – Akibat hujan deras, penerbangan menuju Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Nias, menjadi tertunda. Pesawat yang tadinya akan mendarat, terpaksa terbang berputar.

“Hujan kadang deras, kadang nggak, tapi nggak berhenti. Kalau nggak salah mulai pukul 15.00 WIB tadi,” cerita salah seorang calon penumpang, Habibie, kepada detikcom, Selasa (27/7/2010).

Habibie yang hendak terbang ke Medan ini menceritakan, ada 2 pesawat Wings Air yang masih berada di udara. Pesawat itu terbang berputar-putar karena tidak jadi mendarat.

“Mungkin karena hujan sangat deras dan landasan becek bahkan ada genangan air,” tuturnya.

Menurut Habibie, 2 pesawat telah sejak 10 menit yang lalu mulai terbang berputar-putar di atas. Sebelumnya, pesawat tersebut hendak mendarat, tapi tiba-tiba hujan kembali lebat, pesawat pun tidak jadi turun.

Habibie menjelaskan, seharusnya pesawat Wings Air yang hendak ditumpanginya berangkat pukul 15.30 WIB. Namun, kemudian pihak bandara mengumumkan bahwa pesawat ke Medan belum bisa berangkat.

Akhirnya Habibie dan puluhan penumpang lainnya terpaksa menunggu tanpa kepastian di bandara. “Belum ada kepastian penerbangan ditunda hingga kapan. Bisa saja besok pagi,” ucapnya.

Menurut dia, jumlah penumpang di bandara ada sekitar 80 orang. Tetapi, belum ada satupun penumpang yang mengeluh.

“Karena kalau sudah begini mau bagaimana lagi. Karena tidak banyak armada yang beroperasi dari Gunung Sitoli, hanya ada 3. Setiap harinya hanya ada 2 jadwal penerbangan, kalau nggak pagi ya sore,” ujarnya. (www.detiknews.com – 27 Juli 2010)

Sambut Ramadhan Walikota Gunungsitoli Canangkan Gerakan Bersih Masjid

Wednesday, July 28th, 2010

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadahan 1431 H 2010, Walikota Gunungsitoli canangkan gerakan bersih Masjid se Kota Gunungsitoli yang ditandai dengan penyerhan alat gotongroyong kepada lima Nadzir Masjid di sekitar Gunungsitoli, Jumat pagi (23/7).

Kelima Nadzir Masjid penerima alat gotongroyong di antaranya cangkul dan alat kebersihan lainnya secara simbolis yakni Nadzir Masjid Jami Ilir, Azhar Caniago SE Nadzir Masjid Al-Ihsan Landatar, H. Syarif Usman Mendrofa M.Si, Nadzir Masjid Al Furqan Kelurahan Pasar Gunungsitoli, H Mukhlis Sikumbang Nadzir Masjid Jami Saombo, H.Arham Dusky Hia M.Si dan Nadzir Masjid Jami Olora Mawardin Caniago.

Acara yang dipusatkan di Halaman Masjid Jami Ilir Gunungsitoli tersebut turut dihadiri Ketua MUI Kabupaten Nias, Drs Ja’far Harefa, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nias, Mukhtar Telaumbanua, Asisten III Pemko Gunungsitoli H Syaiful Gulo S.IP, Kadis Parbudpora Kota Gunungsitoli Drs Yulianus Harefa MED TESOL, Ustadz Mohamad Suherman S.Ag, MA Lurah Ilir Harlen Tanjung, sejumlah jama’ah dari berbagai masjid se-Kota Gunungsitoli.

Walikota Gunungsitoli Drs Martinus Lase M.SP dalam arahannya mengatakan pencanangan gerakan bersih Masjid di Kota Gunungsitoli merupakan awal dimulainya gerakan kebersihan kegiatan ini diharapkan untuk dapat dilakukan secara reguler di setiap bulan.

Kebersihan Masjid merupakan urgensi kebersihan dalam ibadah dan ibadah tidak sempurna tanpa kebersihan, maka saya mengajak seluruh warga Kota Gunungsitoli khususnya umat islam untuk melaksanakan kebersihan Masjid di Kota ini dan melakukan kebersihan lingkungan masing-masing agar kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi warga masyarakat.

“Kami dari Pemerintah Kota Gunungsitoli menyatakan mendukung semua kegiatan masyarakat yang bersifat membangun Kota dalam meningkatkan kebersihan ditengah-tengah masyarakat. Karena kebersihan merupakan sebagian dari iman,” katanya.

Kegiatan Gerakan berish Masjid ini merupakan bagian dari gerakan bersih Masjid di Sumatera Utara oleh Bapak Gubernur H.Syamsul Arifin SE yang pembukaanya serentak dilaksanakan pencanangannya di wilayah Kota Gunungsitoli.

Untuk itu diharapkan kepada seluruh warga Kota Gunungsitoli dapat menindaklanjuti pembudayaan gerakan bersih dilingkungannya masing-masing dan kegiaatan ini dapat berkesinambungan terus-menerus, himbau Walikota Martinus Lase.

Pada acara pencanangan gerakan bersih Masjid itu Ketua MUI Kabupaten Nias Drs. H. Ja’far Harefa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Drs Mukhtar Telaumbanua dan mewakili Nadzir Masjid Sekitar Kota Gunungsitoli Azhar Caniago SE senada menyambut baik gerakan bersih Masjid karena masjid adalah rumahnya Allah dan tempat sholat bagi Jamaah Muslim makanya wajib kita meningkatkan kebersihan karena kebersihan adalah bagian dari iman. (www.analisadaily.com – 27 Juli 2010)

9 Pejabat Struktural Eselon II di Lingkungan Pemko Gunungsitoli Dilantik

Wednesday, July 28th, 2010

Gunungsitoli – Walikota Gunungsitoli, Drs Martinus Lase MSp, mengambil sumpah / janji 9 (sembilan) pejabat struktural eselon II di ruang rapat Samaeri kantor Walikota Gunungsitoli, Jumat (16/7) pagi.

Kesembilan pejabat struktural yang diambil sumpah/janji sesuai dengan Keputusan Walikota Gunungsitoli nomor : 821.23/ 120 /BKD/K/2009 tanggal 16 Juli 2010 yakni Sorayana Zebua SE (Pj Sekwan Kota Gunungsitoli); Drs Firman Harefa SPd MSi (Pj.Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial); Temaziduhu Lombu SKM (Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan); Drs Edison Ziliwu MM MSi (Pj Kadis Kesehatan); Ir Nurkemala Gulo (Pj.Ka Bappeda); Ir Efi Yuniman Mndrofa (Pj.Kadis PUD); Toroziduhu Mendrofa SE (Pj Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informasi); Fuliaro Zendrato SE (Pj.Kadis PPKAD (pendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah) dan Toroziduhu Gea SE MSi kepala BPPT (badan pelayanan perizinan terpadu) Kota Gunungsitoli.

Walikota Drs Martinus Lase MSp pada arahannya mengatakan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam jabatan struktural merupakan agenda penting dalam rangka mengisi jabatan struktural yang masih lowong pada daerah otonom baru Kota Gunungsitoli sehingga diperlukan rotasi jabatan berupa pergeseran pada jabatan struktural eselon yang sama dan promosi PNS pada eselon yang lebih tinggi.

Melalui kesempatan ini saya menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Gunungsitoli : terkait dengan pelaksanaan Pemilukada Kota Gunungsitoli yang direncanakan bulan Desember 2010 atau di bulan Januari-Pebruari 2011 dihimbau agar tidak terpengaruh akan pengaruh negatif dan terjebak dalam persoalan politik, kata Walikota.

Acara pelantikan itu dipandu oleh BKD (badan kepegawaian daerah) Kota Gunungsitoli T Hulu, disaksikan oleh Asisten III HA Syaiful Gulo SIp dan Drs Sochifao Zega (Inspektur) dan rohaniawan Pdt Bewamati Zega MTh dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, Kajari Gunungsitoli Edy Swarno, Pasiter Kodim 0213 Nias Kapten Inf S Siregar, Kabag Ops Polres Nias Kompol HR Situmorang, Hakim PN Gunungsitoli Yudistira, dan para pejabat struktural eselon II Kota Gunungsitoli di antaranya Drs Yulianus Harefa MEd TESOL, Kabag Setko, Para Kabid/Sekdis dan Kadis PP dan KB Kabupaten Nias Dr P Zendrato SKM. (SIB, 26 Juli 2010)

Ketua Fraksi Sesalkan Pernyataan Ketua DPRD G.Sitoli

Wednesday, July 28th, 2010

Ketua Fraksi Pelopor Berkarya DPRD Kota Gunungsitoli, Poltak Mendrofa menyesalkan pernyataan Ketua DPRD Sowa’a Laoli, terkait “penguasaan sejumlah aset” di daerah ini.

“Pemkab Nias telah menyerahkan beberapa aset kepada tiga daerah otonom baru, yakni Kabupaten Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunungsitoli pada 9 September 2009.

Dan selanjutnya secara bertahap akan diserahkan semua aset-aset yang berada di wilayah masing-masing,” ujarnya, ketika ditemui Global, kemarin.

Seperti dilansir media massa pada minggu yang lalu, DPRD Kota Gunungsitoli mendesak Pemkab Nias agar segera menyerahkan empat aset, yakni Pasar Ya’ahowu, Pasar Beringin, Pasar Eks Gudang Garam dan Terminal Bus.

Bahkan Pj. Walikota Gunungsitoli bersama-sama dengan Ketua DPRD Gunungsitoli telah menyurati Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan untuk mendesak agar Perda No. 2 tahun 2010 tentang Pasar Ya’ahowu.

Lebih mengecewakan lagi, di media massa para legilator dari Kota Gunungsitoli memberikan pernyataan yang berlebihan. Di salah beberapa media mereka menyatakan apabila pasar Yaahowu tidak di serahkan akan membaikot kegiatan pasar Yaahowu.

Padahal jelas Poltak Mendröfa, bahwa Ketua DPRD Kota Gunungsitoli semasih menjadi anggota DPRD Kabupaten Nias juga turut menyetujui Perda tersebut, sehingga pantas dipertanyakan sikap dari Sowa’a Laoli tersebut yang seolah-olah tidak mengetahui latar belakang keberadaan Perda No. 2 tersebut.

Politisi dari Partai Pelopor ini mengatakan pernyataan ini menghasut masyarakat untuk melakukan suatu tindakan. Seterusnya juga membentuk opini seolah Pemkab Nias telah melakukan kesalahan dalam pengelolaan aset yang ada.

Dikatakannya, sebaiknya Pemkot dan DPRD Gunungsitoli bekerja dulu dan memperlihatkan kinerjanya baru meminta aset. Dikatakannya, Pemkot dan DPRD Gunungsitoli terlalu banyak berkomentar sehingga membingungkan masyarakat. “Mereka membentuk opini seolah Pemkab Nias tidak rela memberikan aset,” ujarnya.

Poltak Mendröfa menyebutkan. Pemkot dan DPRD Gunungsitoli tidak pernah berpikir bahwa pemekaran bukan untuk memiskinkan kabupaten induk. Padahal kabupaten induk yang berjuang memekarkan kota dengan syarat akan membantu pemko. (www.harian-global.com – 27 Juli 2010)

Pilkada Pulau Nias Diusulkan Bersamaan Waktunya

Friday, July 23rd, 2010

Anggota DPRD Kabupaten Nias dari komisi B Darwis Zendatõ mengatakan agar pilkada dapat dilaksanakan bersamaan pada bulan Februari tahun 2011 di empat kabupaten se-Kepulauan Nias dan tiga Daerah Otonomi Baru (DOB).

Tiga DOB itu yakni kabupaten Nias, kabupaten Nias Utara, kabupaten Nias Barat dan kota Gunungsitoli. Karena wilayah daerah keempat kabupaten tersebut sangat berdekatan.

Hal ini dikatakan Darwis Zendatõ di ruang kerjanya, Kamis (22/7). Menurutnya ada beberapa hal yang dapat di hindari bila pilkada di empat wilayah kabupaten tersebut dapat di laksanakan secara bersamaan.

Seperti terhindar dari mobilisasi massa. Karena status kependudukan antara empat kabupaten tersebut sampai saat ini masih banyak yang berdomisili di kota Gunungsitoli, sementara mereka mempunyai kartu tanda penduduk di daerah yang lain.

Selain itu, mengefektifkan waktu, dan dapat memberikan pengamanan yang lebih kondisif sehingga dapat mendorong semua pihak untuk bekerja secara maksimal termasuk pencapian keakuratan data di daftar pemilih tetap (DPT).

“Bila pimpinan di empat wilayah daerah otonomi ini dapat menerima pilkada dilaksanakan secara bersamaan, maka marilah kita duduk untuk membicarakan masalah ini,” ajaknya. (www.harian-global.com – 23 Juli 2010)

Penemu Kotak Hitam Itu Telah Tiada

Thursday, July 22nd, 2010

Istilah kotak hitam, black box atau flight data recorder sudah menjadi kosa kata harian banyak orang, terutama yang bergelut dengan dunia penerbangan. Namun banyak dari kita yang tidak mengenal penemunya.

Ialah adalah David Waren, seorang ilmuwan dan penemu dari Australia yang tiga hari lalu (19/7/2010) meninggal dunia.

Dr Warren adalah kelahiran Groote Eylandt, sebuah pulau lepas pantai Northern Territory – Australia.

Idenya merekam suara para pilot dan bacan-bacaan instrumen pesawat muncul ketika ia sedang bekerja sebagai ilmuwan di Melbourne’s Aeronautical Research Laboratory dan menolong menyelidiki kecelakaan misterius pesawat Comet pada tahun 1953.

Ketika itu idenya ditanggapi dingin di Australia. Namun Dr. Warren tetap antuasias dan bersama teman-temannya bekerja memproduksi ARL Flight Memory Unit, sebuah kotak hitam prototip yang merekam suara pilot dan bacaan-bacaan instrument pesawat selama 4 jam pada kabel baja, pada tahun 1956.

Mesin perekam itu menjalani tes dengan berhasil, tetapi Departemen Penerbangan Sipil Australia, para pilot dan RAAF (Angkatan Bersenjata Australia) mengabaikannya.

Harian The Australian mengisahkan, RAAF malah sampai menyampaikan keraguannya dengan menyatakan bahwa “alat semacam itu tidak diperlukan … ia akan mengundang hujatan daripada menghasilkan penjelasan-penjelasan”.

Inggris-lah yang akhirnya menyediakan berbagai sumber daya yang dibutuhkan Dr. Warren untuk mengembangkan temuannya di negeri Ratu Elizabteh itu setelah seorang pejabat penerbangan Inggris melihatnya pada tahun 1958. Dr. Warren dan rekan-rekan ilmuwan mengembangkan model-model baru, menyimpannya dalam kotak tahan api dan tahan benturan dan menjualnya di seluruh dunia.

Dari biografi David Warren yang ditayangkan di situs Depertamen Pertahanan Australia (www.dsto.defence.gov.au), ayah David Warren merupakan korban kecelakaan udara “Miss Hobart” pada selat Bass pada tahun 1934. Sebelum musibah itu, ayahnya memberinya hadiah berupa sebuah radio kristal sederhana (crystal set) yang menumbuhkan minatnya pada elektronika.

Kini kotak itu dipasang di pesawat-pesawat penumpang komersial dan menyelematkan banyak jiwa setelah para peneliti belajar dari berbagai hasil-hasil rekamannya dan menggunakannya untuk memperbaiki teknnologi keselamatan penerbangan.

Ironisnya, Australia merupakan negara pertama di dunia yang mewajibkan pemakaian kotak hitam pada tahun 1960, setelah jatuhnya pesawat Fokker Friendship di Queensland.

Kotak tahan benturan tahan api yang menyimpan alat temuan Dr. Warren ini sebenarnya tidak berwarna hitam sebagaimana namanya. Seperti terlihat dalam gambar, warnanya cukup cerah untuk memudahkan pencarian kotak itu di daerah reruntuhan pesawat. Konon, istilah ‘kotak hitam’ diyakini diperkenalkan pada sebuah pertemuan di Inggris untuk membawa pesan ‘misterius’ dari temuan yang luar biasa ini.

Kini, maskapai-maskapai penerbangan diwajibkan memasang kotak hitam pada semua pesawatnya; informasi yang dikumpulkan dari alat ini telah menjadi bahan utama dalam penentuan sebab musabab berbagai kecelakaan pesawat terbang.

Dr. Warren dan timnya menerima Lawrence Hargrave’s Award untuk temuan mereka pada 2001. Maskapai Penerbangan Australia Qantas memberikan nama David Warren pada salah satu pesawat A380-nya. Warren juga menerima penghargaan Officer in the General Division of the Order of Australia dari Pemerintah Australia pada tahun 2002.

(Sumber: The Australian, Wikipedia, www.dsto.defence.gov.au. Gambar: Dr. David Warren dengan prototip kotak hitam temuannya – sumber: wikipedia – http://en.wikipedia.org/wiki/David_Warren_(inventor))

Walikota Gunungsitoli Minta Panitia Berikan Kesempatan kepada Seluruh Etnis

Thursday, July 22nd, 2010

Gunungsitoli – Walikota Gunungsitoli meminta kepada panitia peringatan hari ulang tahun ke-65 RI, untuk memberi kesempatan kepada seluruh warga dan etnis yang ada di Kota Gunungsitoli, menampilkan budaya-budaya yang ada.

Hal itu ditegaskan Walikota Gunungsitoli Drs Martinus Lase M.SP pada arahanya seusai melantik Panitia HUT Kemri Ke 65 Kota Gunungsitoli di Ruang Rapat Samaeri Kantor WaliKota Gunungsitoli, Jumat (16/7).

Lebih lanjut Walikota mengatakan tujuan dikatakan itu untuk memberi kesempatan kepada seluruh suku atau etnis yang berdomisili di Kota Gunungsitoli agar seluruh warga Kota Gunungsitoli ini dapat menyalurkan kegembiraannya dalam rangka HUT ke-65 RI ini.

Seperti tarian barongsai dari suku Tionghoa, Tari Wayang orang dan Tari Topeng dari Suku Jawa, Tari Saman dari Aceh, Tari Cawan dan Tari Tortor dari Batak Sumut, Tari Eta’e Wosi dari Papua Barat, dan berbagai tarian khas Nias seperti Tari Perang, Tari Tuwu, Tari Ya’ahowu, Tari Moyo, Tari Hiwo dan Tari Maena serta Lompat batu.

“Saya telah bertemu dengan Kepala RRI Gunungsitoli dan beliau telah menyampaikan kesediaannya untuk selalu siap menyiarkan semua kegiatan Panitia Peringatan HUT ke-65 RI tahun 2010 di RRI Gunungsitoli, sehingga kegiatan dapat didengar seluruh warga Indonesia di Kepulauan Nias dan sekitarnya,” kata walikota.

Ketua Umum Panitia HUT ke-65 RI di Kota Gunungsitoli, Drs Firman Harefa S.Pd, M.Si (Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesos Setko Gunungsitoli) mengatakan perayaan HUT RI tahun ini di Kota Gunungsitoli diupayakan meriah agar masyarakat Kota Gunungsitoli berbaur dalam nuansa kegembiraan, maka kepada seluruh personil panitia diminta untuk membuat program kegiatan melalui seksi masing-masing,

Sedangkan Ketua IV Drs Yulianus Harefa MEDTESOL (Kadis Parbudpora Kota Gunungsitoli) menghimbau agar semua cabang-cabang olahraga di Kota Gunungsitoli dapat berpartisipasi mengikuti pertandingan Olahraga seperti, Bola kaki, Volli Ball, Bulu Tangkis dan olahraga lainnya, karena pihaknya ingin mencari bibit olahragawan yang dapat diutus bertanding ke tingkat nasional dan apalagi pihak Indofood dan PLN Gunungsitoli telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi sponsor pad kegiatan sekali ini.

Susunan Personil Panitia HUT ke-65 RI Kota Gunungsitoli, Ketua Umum Drs Firman Harefa S.Pd, M.Si, Ketua I-V Kapten Inf.S Zalukhu Pasi Pabung Kodim 0213 Nias), AKP Fas Gulo ( Kasat Samapta Polres Nias), H.A. Syaiful Gulo S.Ip (Asisten Bidum Kota Gunungsitoli), Drs Yulianus Harefa MEDTESOL (Kadis Parbudpora) dan Drs Edison Ziliwu MM,M.SI (Kadis Kesehatan Kota Gunungsitoli). Sekum Theodore Hulu S.Pd (Ka BKD) Sekretaris I-IV Meiman K Harefa S.Sos, M.Sp, Drs Duhunasokhi Zai, Drs Arham Duski Hia M.Si, dan Drs Soziduhu Lombu M.Pd. (www.analisadaily.com – 22 Juli 2010)

DPRD dan Pemko Gunungsitoli Surati Mendagri

Wednesday, July 21st, 2010

DPRD dan Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli menyurati Pemeintah Pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Keuangan Republik Indonesia agar mendesak Bupati Nias untuk menyerahkan aset yang merupakan pelayanan publik di kota ini.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPRD Hadirat ST Gea saat temu pers di gedung dewan, Jumat lalu, dengan beberapa anggota DPRD Rince SS Gea SH dari Partai Demokrat, Alfonsus M Telaumbanua SE dari Partai Damai Sejahtera, Yanto dari Partai Perjuangan Demokrat Indonesia, Meiman Harefa dari Partai Demokrat.

Hadirat ST Gea menjelaskan kepada sejumlah wartawan bahwa aset pelayan publik yang belum di serahkan Pemkab Nias itu Pasar Yaahowu, Pasar Beringin, Pasar Eks Gudang Garam dan terminal antar kabupaten di Desa Faekhu, Kecamatan Gunungsitoli.

Lebih lanjut di jelaskanya sebelum mengirim surat ke pemerintah pusat, pihaknya terlebih dahulu konsultasi kepada Kasudbid Barang Milik Negara di Departemen Keuangan RI Tias Miyanto dan Kasudbid Fasilitasi Aset Milik Daerah di Depdagri di Jakarta dan mereka mengatakan bahwa semua aset yang berhubungan langsung ke pelayanan publik harus diserahkan lebih awal.

Makanya DPRD kota Gunungsitoli berharap kepada Gubsu Samsul Arifin SE segera menfasilitasi penyerahan aset yang merupakan pelayanan publik di Kota Gunungsitoli dan apabila tidak di fasilitasi penyerahan aset ini maka DPRD kota Gunungsitoli akan memboikot kegiatan kegiatan Pasar Yaahowu.

Alfonsus M Telaumbanua SE dari Partai Damai Sejahtera yang yang sebelumnya anggota DPRD Kabupaten Nias sebelum pengalihan ke DPRD kota Gunungsitoli mengatakan kepada Global bahwa sangat menyesali Pasar Yaahowu sudah dua tahun belum difungsikan.

Alfonsus MTelaumbanua berharap pasar Yaahowu ini segera difungsikan untuk pelayanan publik dan selain itu jaga dapat menunjang Pendapatan Asli Daerah. (www.harian-global.com – 21 Juli 2010)

Gubernur Sumut Tidak Keberatan Penggabungan Daerah Pemekaran

Wednesday, July 21st, 2010

Medan – Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin menyatakan, pihaknya sama sekali tidak keberatan jika ada daerah pemekaran di provinsi itu terpaksa harus kembali digabung ke kabupaten induk karena alasan kurang berhasil atau justru menimbulkan masalah baru.

“Sama sekali kita tidak keberatan, karena itu (penggabungan kembali ke kabupaten induk, red) sudah merupakan amanat undang-undang,” katanya di sela rapat paripurna DPRD Sumut di Medan, Senin [19/07].

Hal itu dipertanyakan kepadanya menyusul pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebutkan sekitar 80 persen dari 205 daerah pemekaran baru selama 10 tahun terakhir kurang berhasil dan justru menimbulkan masalah baru.

“Terus terang dengan bertambahnya 205 daerah pemekaran baru dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini banyak masalah di lapangan, 80 persen daerah pemekaran kurang berhasil,” kata Presiden usai melakukan pertemuan konsultasi dengan DPR di Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/7) pekan lalu.

Menurut Kepala Negara, di masa mendatang harus dipastikan bahwa keputusan pemekaran wilayah betul-betul efektif mencapai tujuan antara lain pelayanan publik yang lebih baik, peningkatan perekonomian dan memberikan keadilan bagi daerah.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Daerah mengatur bahwa sebuah daerah pemekaran dapat digabung kembali ke kabupaten induk jika dinilai tidak berhasil.

Menyikapi hal itu, Gubernur Syamsul Arifin mengaku sangat tidak keberatan. “Kita siap jika ada daerah pemekaran di Sumut yang memang harus digabung kembali,” ujarnya.

Di Sumut sendiri sejak tahun 1999 telah terjadi pemekaran 14 kabupaten/kota, sehingga di daerah itu kini terdapat 33 kabupaten/kota.

Ke-14 daerah pemekaran itu masing-masing Kota Padang Sidempuan yang dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Selatan pada 21 Juni 2001, kemudian Kabupaten Pakpak Bharat (Kabupaten Dairi, 25 Februari 2003), Kabupaten Nias Selatan (Kabupaten Nias, 25 Februari 2003), Kabupaten Humbang Hasundutan (Kabupaten Tapanuli Utara, 25 Februari 2003) dan Kabupaten Serdang Bedagai (Kabupaten Deli Serdang, 18 Desember 2003).

Kemudian, Kabupaten Samosir (Kabupaten Toba Samosir, 18 Desember 2003), Kabupaten Batubara (Kabupaten Asahan, 2 Januari 2007), Kabupaten Padang Lawas (Kabupaten Tapanuli Selatan, 17 Juli 2007), Kabupaten Padang Lawas Utara (Kabupaten Tapanuli Selatan, 17 Juli 2007), Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Kabupaten Labuhanbatu, 24 Juni 2008).

Selanjutnya, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Kabupaten Labuhanbatu, 24 Juni 2008), Kabupaten Nias Barat (Kabupaten Nias, 29 Oktober 2008), Kabupaten Nias Utara (Kabupaten Nias, 29 Oktober 2008) dan Kota Gunung Sitoli (Kabupaten Nias, 29 Oktober 2008).

“Kita siap jika ada dari 14 daerah pemekaran itu yang dinilai harus kembali digabung dengan kabupaten induk,” ujar Syamsul Arifin.

Ketika disebutkan perihal penilaian Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) tentang daerah-daerah pemekaran yang dinilai tidak berhasil, ia mengaku belum menerima.

“Pada prinsipnya kita siap jika ada daerah pemekaran di Sumut yang memang harus digabung kembali ke kabupaten induk, karena undang-undang memang mengamanatkan seperti itu,” katanya. (beritasore.com – 20 Juli 2010)

NU Berdiri untuk Semua Golongan

Wednesday, July 21st, 2010

Niat besar Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Cabang Gunung Sitoli, Abdul Majid Chaniago, SE maju sebagai bakal Calon Walikota Gunung Sitoli, Nias mendapat dukungan penuh dari Ketua Tanfidziyah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Utara H. Ashari Tambunan.

Dalam pembicaraan via telpon dengan penulis, Ashari merasa bangga karena ada niat besar dari anak buahnya untuk ikut terjun dalam pemilihan umum kepala daerah kota Gunung Sitoli untuk yang pertama kalinya. “Tapi tetap saja Pak Majid harus menghitung kekuatan politik dan finansialnya,” ujarnya.

Menurut Ashari, niat pencalonan anak buahnya itu hendaknya disikapi dengan elegant tanpa curiga akan sesuatu hal, karena pada prinsipnya, keberadaan kaum nahdliyin di Indonesia bukan untuk tujuan mendominasi sebuah ajaran, tetapi untuk menghidupkan demokrasi yang lebih sehat.

“Namun, bukan berarti orang diluar NU tidak baik, karena NU menganggap semua orang atau golongan itu baik, maka NU tidak pernah menolak bekerjasama dengan siapa saja, terlebih itu untuk kepentingan rakyat,” tandas Ashari.

Ashari menjelaskan, keberadaan orang NU ditengah-tengah masyarakat dipastikan akan membawa manfaat ketimbang mudhorotnya. Sebab, lanjut pengusaha itu, dibidang agama, NU akan melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada persatuan dalam perbedaan. Dibidang sosial budaya, NU akan bekerja keras untuk kesejahteraan rakyat dengan semangat kebudayaan yang sesuai dengan nilai-nilai ke-Islaman dan kemanusiaan.

Dibidang ekonomi, lanjut Ashari Tambunan, mengusahakan pemerataan kesempatan untuk mendapatkan hasil pembangunan dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi yang berbasis kerakyatan. Kalau dibidang sosial politik, NU akan menjaga seluruh tumpah darah Indonesia agar tetap bersatu, tentunya juga akan merangkul dan bekerjasama dengan semua golongan. “Almarhum GUs Dur membuktikan itu, NU mampu dihormati dan disegani di seluruh dunia karena sikap toleran-nya yang sangat tinggi,” tandas pengusaha sukses di Medan itu.

Dalam menghadapi pemilu kada nanti, kata Ashari, warga NU yang mau maju dalam percaturan politik itu, dia sangat mendukung dan dia juga yakin bahwa warga NU itu akan mampu bersikap demokratis, elegan dan tidak ekslusif. Warga NU akan terbuka dengan perbedaan karena diyakini dari perbedaan itu akan muncul persamaan yang muaranya kepada persaudaraan. “Orang NU lebih senang bersaudara daripada musuhan,” ujarnya.

Menyinggung minimnya dukungan untuk Abdul Majid, Ashari tidak mempermasalahkan, karena dia yakin sebagai ketua cabang NU Nias, Majid akan mampu bersikap negarawan dalam melihat situasi dan kondisi secara objektif. “Kalau mampu teruskan, kalau tidak hentikan,” tandasnya. Sebagai Ketua NU Wilayah Sumatera Utara, dirinya tidak berhak menghentikan langkah Abdul Majid karena yang tahu akan peta kekuatannya itu dia sendiri. “Saya hanya mendukung sebatas dukungan moral,” kata Ashari.

Pengagum berat almarhun Gus Dur itu juga menghimbau kepada semua khalayak untuk tidak alergi akan keberadaan orang NU yang minoritas di satu wilayah, karena pada dasarnya NU tidak pernah membedakan status, golongan atau agama seseorang. Sikap pluralisme yang diwariskan almarum Gus Dur terbukti mampu mempersatukan ummat semua golongan dan terbukti kuat. “Warga NU sangat menghormati semua manusia terlepas apa agama dia, suku, golongan dan adat istiadatnya dan siap bekerjasama dalam bingkai untuk kepentingan bersama,” tandas Ashari Tambunan. (www.kabarindonesia.com – 21 Juli 2010)

Firman Harefa Ketua Dekopinda Kota Gunungsitoli

Thursday, July 15th, 2010

Gunungsitoli – Firman Harefa SPd MSi terpilih sebagai Ketua Dekopinda Kota Gunungsitoli periode 2010-2015 dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke I Dekopinda Kota Gunungsitoli di Aula Samaeri Lantai II, Kantor Walikota Gunungsitoli, Sabtu (3/7).

Walikota Gunungsitoli diwakili Sekda Kota Gunungsitoli, Drs Kemurnian Zebua BE dalam sambutan tertulisnya mengatakan, setelah terbentuk Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui UU No 47 tahun 2008 maka pemerintah dan masyarakat Kota Gunungsitoli mulai berbenah diri dari keterpurukan pengelolaan organisasi pemerintahan dengan satu tekad berpegang tangan menuju perubahan ke arah yang lebih baik.

“Koperasi kita ketahui bersama merupakan suatu badan usaha yang beranggotakan orang-orang dan atau badan hukum koperasi, yang dijadikan sebagai soko guru perekonomian bangsa kita,” tutur Sekda.

Bagaimana koperasi itu dapat menjadi soko guru perekonomian bangsa, hal itu memungkinkan terwujud apabila koperasi itu sendiri terbentuk karena adanya kepentingan yang sama antara seluruh anggota.

Musyawarah daerah itu merupakan Musda I sejak terbentuknya pemerintah kota Gunungsitoli. “Kami menaruh harapan yang besar, melalui musyawarah daerah tersebut akan terbentuknya Dekopin Daerah Kota Gunungsitoli yang dipimpin pengurus yang rela meluangkan waktu tenaga dan pikiran untuk kemajuan Dekopinda Kota Gunungsitoli” katanya.

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli pada sambutannya mengatakan, koperasi merupakan soko guru perekonomian bangsa yang selama berapa dekade ini telah banyak mempengaruhi ekonomi masyarakat. Sangat bermanfaat dirasakan ketika pengaruh globalisasi dan praktik monopoli merambah dunia usaha.

Susunan kepengurusan Harian Dekopinda Kota Gunungsitoli periode 2010-2015 pada Musda I itu Ketua Drs Firman Harefa SPd MSi. Wakil Ketua terdiri Theodore Hulu SPd, Sekretaris Bowosokhi Zebua.

Dewan Pakar Ketua Hsa Lase, Anggota Drs Yasato Harefa, Berdinardine Telaumbanua SH, Orani Zebua SE MSi, Aroziduhu Mendrofa, Penasehat Drs Martinus Lase MSP, Sowaa Laoly, Drs Kemurnian Zebua BE, MD Telaumbanua BA. (www.analisadaily.com – 15 Juli 2010)

TPQ Al-Khaerat Desa Mudik Khatam dan Wisuda 20 Santri

Wednesday, July 14th, 2010

Gunungsitoli – Dalam pembinaan pendidikan non formal khususnya, pembinaan generasi penerus dalam membaca Al-quran, Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Al-Khaerat Desa Mudik Gunungsitoli khatam dan wisuda dua puluh orang santri dan santriwati yang telah mampu membaca Alquran di Masjid Agung Kabupaten Nias. Minggu, (11/7).

Turut hadir pada kesempatan itu, Mewakili Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nias, Ermansyah Polem, S.Ag, Nazir Masjid Agung Kabupaten Nias, Abdul Malik Harefa, Mewakili Kepala Desa Mudik, Akmal Nas Hulu, sejumlah tokoh agama dan tokoh mayarakat serta orang tua/wali TPQ Al-Khaerat Desa Mudik.

Ermansyah Polem S.Ag dalam arahanya mengatakan sangat berterimakasih TPQ kepada Al-Khaerat yang telah membantu dan menyukseskan program pemerintah khususnya Kementerian Agama dalam pembinaan umat agama di Kabupaten Nias, terutama pembinaan pendidikan baca tulis Alquran.

Selanjutnya Ermansyah Polem S.Ag mengatakan, dalam pembinaan Kementerian Agama Kabupaten Nias tetap akan memberikan perhatian kepada TPQ_TPQ yang adi di wilayah Kabupaten Nias namun disisi lain karena keterbatasan dana pihak Kementerian agama untuk sementara hanya mampu membantu lembaga pendidikan formal seperti TK, MIN/MIS hingga ke tingkat yang lebih atas.

“Selama bedirinya TPQ Al-Khaerat kurang lebih 20 tahun saya mengetahui telah banyak menelurkan santri dan santriwati yang mampu bersaing dengan yang lainnya bahkan saya melihat dan mengetahui bahwa tidak jarang alumni TPQ Al-Khaerat yang telah berhasil seperti PNS, Dokter dan lainnya,” katanya.

Selain itu, tambah Ermansyah TPQ Al-Khaerat juga mampu untuk bicara baik di event-evet tingkat Kabupaten, tingkat Provinsi bahkan di tingkat nasional seperti keikut sertaan TPQ Al-Khaerat pada perlombaan anak sholeh.

Sebelumnya, Pengurus TPQ Al-khaerat Desa Mudik Ahmad Sani Waruwu dalam sambutanya mengatakan TPQ Al-Khaerat yang telah berdiri pada 2 Agustus 1990 lalu hingga saat ini masih tetap eksis dan aktif dalam melakukan pembinaan dan proses belajar mengajar kepada anak didiknya. Meskipun banyak tantangan dan kendalam yang dihadapi selama ini. Seperti kekurangan tenaga guru serta dana dalam melakukan pembinaan dan pengelolaan TPQ Al-Khaerat.

Dalam pengembangan TPQ Al-Khaerat kedepan pihaknya juga meminta kepada semua pihak baik tokoh agama dan pemerintah untuk dapat memberikan saran dan pendapat yang sifatanya membangun untuk kesinambungan TPQ Al-Khaerat di masa yang akan datang.

Mewakili Kepala Desa Mudik Akmal Nas Hulu pada kesempatan itu mengimbau kepada seluruh orangtua murid untuk terus memberikan arahan dan bimbingan kepada anak-anak mereka sebab perkembangan zaman dewasa ini cukup pesat khususnya kearah yang negatif.

Untuk menghindari berbagai kenakalan remaja dewasa ini, kunci atau antisipasi perkembangan tersebut yakni pengisian moral yang baik serta didikan agama kepada para anak karena mereka merupakan generasi penerus.

Sedangkan untuk pengembangan TPQ Al-Khaerat pihaknya berharap pengurus tetap membangun komunikasi karena komunikasi merupakan salah satu cara efektif dalam menyelesaikan berbagai kendala. (www.analisadaily.com – 14 Juli 2010)