Archive for July 28th, 2010 | Daily archive page

Hujan Deras, Penerbangan di Bandara Binaka Gunung Sitoli Tertunda

Wednesday, July 28th, 2010

Jakarta – Akibat hujan deras, penerbangan menuju Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Nias, menjadi tertunda. Pesawat yang tadinya akan mendarat, terpaksa terbang berputar.

“Hujan kadang deras, kadang nggak, tapi nggak berhenti. Kalau nggak salah mulai pukul 15.00 WIB tadi,” cerita salah seorang calon penumpang, Habibie, kepada detikcom, Selasa (27/7/2010).

Habibie yang hendak terbang ke Medan ini menceritakan, ada 2 pesawat Wings Air yang masih berada di udara. Pesawat itu terbang berputar-putar karena tidak jadi mendarat.

“Mungkin karena hujan sangat deras dan landasan becek bahkan ada genangan air,” tuturnya.

Menurut Habibie, 2 pesawat telah sejak 10 menit yang lalu mulai terbang berputar-putar di atas. Sebelumnya, pesawat tersebut hendak mendarat, tapi tiba-tiba hujan kembali lebat, pesawat pun tidak jadi turun.

Habibie menjelaskan, seharusnya pesawat Wings Air yang hendak ditumpanginya berangkat pukul 15.30 WIB. Namun, kemudian pihak bandara mengumumkan bahwa pesawat ke Medan belum bisa berangkat.

Akhirnya Habibie dan puluhan penumpang lainnya terpaksa menunggu tanpa kepastian di bandara. “Belum ada kepastian penerbangan ditunda hingga kapan. Bisa saja besok pagi,” ucapnya.

Menurut dia, jumlah penumpang di bandara ada sekitar 80 orang. Tetapi, belum ada satupun penumpang yang mengeluh.

“Karena kalau sudah begini mau bagaimana lagi. Karena tidak banyak armada yang beroperasi dari Gunung Sitoli, hanya ada 3. Setiap harinya hanya ada 2 jadwal penerbangan, kalau nggak pagi ya sore,” ujarnya. (www.detiknews.com – 27 Juli 2010)

Sambut Ramadhan Walikota Gunungsitoli Canangkan Gerakan Bersih Masjid

Wednesday, July 28th, 2010

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadahan 1431 H 2010, Walikota Gunungsitoli canangkan gerakan bersih Masjid se Kota Gunungsitoli yang ditandai dengan penyerhan alat gotongroyong kepada lima Nadzir Masjid di sekitar Gunungsitoli, Jumat pagi (23/7).

Kelima Nadzir Masjid penerima alat gotongroyong di antaranya cangkul dan alat kebersihan lainnya secara simbolis yakni Nadzir Masjid Jami Ilir, Azhar Caniago SE Nadzir Masjid Al-Ihsan Landatar, H. Syarif Usman Mendrofa M.Si, Nadzir Masjid Al Furqan Kelurahan Pasar Gunungsitoli, H Mukhlis Sikumbang Nadzir Masjid Jami Saombo, H.Arham Dusky Hia M.Si dan Nadzir Masjid Jami Olora Mawardin Caniago.

Acara yang dipusatkan di Halaman Masjid Jami Ilir Gunungsitoli tersebut turut dihadiri Ketua MUI Kabupaten Nias, Drs Ja’far Harefa, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nias, Mukhtar Telaumbanua, Asisten III Pemko Gunungsitoli H Syaiful Gulo S.IP, Kadis Parbudpora Kota Gunungsitoli Drs Yulianus Harefa MED TESOL, Ustadz Mohamad Suherman S.Ag, MA Lurah Ilir Harlen Tanjung, sejumlah jama’ah dari berbagai masjid se-Kota Gunungsitoli.

Walikota Gunungsitoli Drs Martinus Lase M.SP dalam arahannya mengatakan pencanangan gerakan bersih Masjid di Kota Gunungsitoli merupakan awal dimulainya gerakan kebersihan kegiatan ini diharapkan untuk dapat dilakukan secara reguler di setiap bulan.

Kebersihan Masjid merupakan urgensi kebersihan dalam ibadah dan ibadah tidak sempurna tanpa kebersihan, maka saya mengajak seluruh warga Kota Gunungsitoli khususnya umat islam untuk melaksanakan kebersihan Masjid di Kota ini dan melakukan kebersihan lingkungan masing-masing agar kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi warga masyarakat.

“Kami dari Pemerintah Kota Gunungsitoli menyatakan mendukung semua kegiatan masyarakat yang bersifat membangun Kota dalam meningkatkan kebersihan ditengah-tengah masyarakat. Karena kebersihan merupakan sebagian dari iman,” katanya.

Kegiatan Gerakan berish Masjid ini merupakan bagian dari gerakan bersih Masjid di Sumatera Utara oleh Bapak Gubernur H.Syamsul Arifin SE yang pembukaanya serentak dilaksanakan pencanangannya di wilayah Kota Gunungsitoli.

Untuk itu diharapkan kepada seluruh warga Kota Gunungsitoli dapat menindaklanjuti pembudayaan gerakan bersih dilingkungannya masing-masing dan kegiaatan ini dapat berkesinambungan terus-menerus, himbau Walikota Martinus Lase.

Pada acara pencanangan gerakan bersih Masjid itu Ketua MUI Kabupaten Nias Drs. H. Ja’far Harefa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Drs Mukhtar Telaumbanua dan mewakili Nadzir Masjid Sekitar Kota Gunungsitoli Azhar Caniago SE senada menyambut baik gerakan bersih Masjid karena masjid adalah rumahnya Allah dan tempat sholat bagi Jamaah Muslim makanya wajib kita meningkatkan kebersihan karena kebersihan adalah bagian dari iman. (www.analisadaily.com – 27 Juli 2010)

9 Pejabat Struktural Eselon II di Lingkungan Pemko Gunungsitoli Dilantik

Wednesday, July 28th, 2010

Gunungsitoli – Walikota Gunungsitoli, Drs Martinus Lase MSp, mengambil sumpah / janji 9 (sembilan) pejabat struktural eselon II di ruang rapat Samaeri kantor Walikota Gunungsitoli, Jumat (16/7) pagi.

Kesembilan pejabat struktural yang diambil sumpah/janji sesuai dengan Keputusan Walikota Gunungsitoli nomor : 821.23/ 120 /BKD/K/2009 tanggal 16 Juli 2010 yakni Sorayana Zebua SE (Pj Sekwan Kota Gunungsitoli); Drs Firman Harefa SPd MSi (Pj.Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial); Temaziduhu Lombu SKM (Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan); Drs Edison Ziliwu MM MSi (Pj Kadis Kesehatan); Ir Nurkemala Gulo (Pj.Ka Bappeda); Ir Efi Yuniman Mndrofa (Pj.Kadis PUD); Toroziduhu Mendrofa SE (Pj Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informasi); Fuliaro Zendrato SE (Pj.Kadis PPKAD (pendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah) dan Toroziduhu Gea SE MSi kepala BPPT (badan pelayanan perizinan terpadu) Kota Gunungsitoli.

Walikota Drs Martinus Lase MSp pada arahannya mengatakan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam jabatan struktural merupakan agenda penting dalam rangka mengisi jabatan struktural yang masih lowong pada daerah otonom baru Kota Gunungsitoli sehingga diperlukan rotasi jabatan berupa pergeseran pada jabatan struktural eselon yang sama dan promosi PNS pada eselon yang lebih tinggi.

Melalui kesempatan ini saya menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Gunungsitoli : terkait dengan pelaksanaan Pemilukada Kota Gunungsitoli yang direncanakan bulan Desember 2010 atau di bulan Januari-Pebruari 2011 dihimbau agar tidak terpengaruh akan pengaruh negatif dan terjebak dalam persoalan politik, kata Walikota.

Acara pelantikan itu dipandu oleh BKD (badan kepegawaian daerah) Kota Gunungsitoli T Hulu, disaksikan oleh Asisten III HA Syaiful Gulo SIp dan Drs Sochifao Zega (Inspektur) dan rohaniawan Pdt Bewamati Zega MTh dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, Kajari Gunungsitoli Edy Swarno, Pasiter Kodim 0213 Nias Kapten Inf S Siregar, Kabag Ops Polres Nias Kompol HR Situmorang, Hakim PN Gunungsitoli Yudistira, dan para pejabat struktural eselon II Kota Gunungsitoli di antaranya Drs Yulianus Harefa MEd TESOL, Kabag Setko, Para Kabid/Sekdis dan Kadis PP dan KB Kabupaten Nias Dr P Zendrato SKM. (SIB, 26 Juli 2010)

Ketua Fraksi Sesalkan Pernyataan Ketua DPRD G.Sitoli

Wednesday, July 28th, 2010

Ketua Fraksi Pelopor Berkarya DPRD Kota Gunungsitoli, Poltak Mendrofa menyesalkan pernyataan Ketua DPRD Sowa’a Laoli, terkait “penguasaan sejumlah aset” di daerah ini.

“Pemkab Nias telah menyerahkan beberapa aset kepada tiga daerah otonom baru, yakni Kabupaten Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunungsitoli pada 9 September 2009.

Dan selanjutnya secara bertahap akan diserahkan semua aset-aset yang berada di wilayah masing-masing,” ujarnya, ketika ditemui Global, kemarin.

Seperti dilansir media massa pada minggu yang lalu, DPRD Kota Gunungsitoli mendesak Pemkab Nias agar segera menyerahkan empat aset, yakni Pasar Ya’ahowu, Pasar Beringin, Pasar Eks Gudang Garam dan Terminal Bus.

Bahkan Pj. Walikota Gunungsitoli bersama-sama dengan Ketua DPRD Gunungsitoli telah menyurati Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan untuk mendesak agar Perda No. 2 tahun 2010 tentang Pasar Ya’ahowu.

Lebih mengecewakan lagi, di media massa para legilator dari Kota Gunungsitoli memberikan pernyataan yang berlebihan. Di salah beberapa media mereka menyatakan apabila pasar Yaahowu tidak di serahkan akan membaikot kegiatan pasar Yaahowu.

Padahal jelas Poltak Mendröfa, bahwa Ketua DPRD Kota Gunungsitoli semasih menjadi anggota DPRD Kabupaten Nias juga turut menyetujui Perda tersebut, sehingga pantas dipertanyakan sikap dari Sowa’a Laoli tersebut yang seolah-olah tidak mengetahui latar belakang keberadaan Perda No. 2 tersebut.

Politisi dari Partai Pelopor ini mengatakan pernyataan ini menghasut masyarakat untuk melakukan suatu tindakan. Seterusnya juga membentuk opini seolah Pemkab Nias telah melakukan kesalahan dalam pengelolaan aset yang ada.

Dikatakannya, sebaiknya Pemkot dan DPRD Gunungsitoli bekerja dulu dan memperlihatkan kinerjanya baru meminta aset. Dikatakannya, Pemkot dan DPRD Gunungsitoli terlalu banyak berkomentar sehingga membingungkan masyarakat. “Mereka membentuk opini seolah Pemkab Nias tidak rela memberikan aset,” ujarnya.

Poltak Mendröfa menyebutkan. Pemkot dan DPRD Gunungsitoli tidak pernah berpikir bahwa pemekaran bukan untuk memiskinkan kabupaten induk. Padahal kabupaten induk yang berjuang memekarkan kota dengan syarat akan membantu pemko. (www.harian-global.com – 27 Juli 2010)