Archive for July 30th, 2010 | Daily archive page

Forum Peduli Kota Tuntut Pasar Yaahowu Difungsikan

Friday, July 30th, 2010

Forum Peduli Kota Gunungsitoli unjuk rasa di gedung DPRD, Kamis (28/7). Mereka menuntut supaya pasar Yaahowu yang berada di inti kota Gunungsitoli segera di fungsikan.Massa berjalan kaki menuju gedung DPRD kota Gunungsitoli dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan dari Polres Nias, Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Mereka diterima pimpinan dan anggota dewan.

Pimpinan aksi Leon Zebua dan koordinator lapangan Mira Zebua menegaskan bahwa pasar Yaahowu sudah berdiri sejak 2008 yang lalu, namun belum difungsikan sampai sekarang. “Apa sengaja dibiarkan sampai jadi gedung tua di inti Kota Gunungsitoli,” katanya.

Padahal pembangunan pasar yang dibangun oleh BRR NAD-Nias dengan biaya Rp21 miliar ditujukan untuk menaikkan taraf hidup masyarakat ota Gunungsitoli yang sempat terpuruk oleh gempa bumi.

Untuk itu pihaknya menuntut agar segera memfungsikan pasar Yaahowu dan minta kepada dewan segera mempersiapkan Perda yang dapat mendorong pemerintah daerah segera memilih dDireksi yang mengelolah pasar Yaahowu.Setelah keluar dari gedung DPRD, massa menuju pasar Yaahowu dan memasang spanduk yang bertuliskan “Segera difungsikan Pasar Yaahowu”. Namun begitu mereka pulang, oknum satpol PP kabupaten Nias mencopoti spanduk itu.

Ketua DPRD kota Gunungsitoli Armansyah Harefa SE menjelaskan bahwa sesuai Undang undang No. 47 Tahun 2008 disebutkan penyerahan aset dilakukan selambat lambatnya lima tahun setelah pemekaran.

“Dan kami juga sadar bahwa asset yang belum di serahkan pemkab Nias masih banyak lagi. Untuk itu kami dari wakil rakyat telah berupaya dengan menyurati Mendagri,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD kota Gunungsitoli Hadirat ST Gea kepada Global menilai Pemkap Nias tidak serius untuk menyerahkan asset yang merupakan pelayanan masyarakat ke Kota Gunungsitoli.

“Buktinya pasar Yaahowu ini sudah dua tahun berdiri tapi sampai saat ini belum difungsikan. Ada kesan Bupati Nias sengaja membiarkan Kota Gunungsitoli terlantar,” ujarnya dengan nada kesal. (www.harian-global.com – 30 Juli 2010)

Bocah Tertembak Senapan Angin

Friday, July 30th, 2010

MEDAN – Yan Solid Hia, 10, warga Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara (Sumut), kritis setelah kepalanya tertembak senapan angina saat bermain-main bersama temannya.

Hingga Kamis (29/7) bocah itu masih terbaring lemah di ruang perawatan anak Kelas 3 di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan. Yan yang merupakan anak pasangan Fama Haisi Hia dan Rimae Nalai dirujuk ke Medan pada Kamis dinihari karena minimnya peralatan medis di rumah sakit di Nias. RS di Nias tidak bisa mengeluarkan peluru yang masih bersarang di kepalanya.

Di RSU Pirngadi Medan Yan yang didampingi ibunya terus mendapat perawatan medis, antara lain infus secara rutin untuk membantu tubuhnya yang tidak berdaya. Bibi korban, Rros Upika Dachi, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika Yan baru pulang sekolah dan langsung bermain dengan anak tetangga yang juga temannya di sekolah.

Saat itu lah, temannya mengacungkan senapa angin dengan laras diarahkan kepada korban tanpa maksud apa-apa. Ternyata, tanpa sepengetahuan mereka, senjata itu berisi peluru dan seketika meletus.

“Yan pun terkapar bersimbah darah setelah peluru menembus kepala bagian kanannya. Dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Gunung Sitoli,” ujar Ros.

Humas RSU Pirngadi Medan Edison Peranginangin mengatakan pihaknya segera membentuk tim untuk menangani Yan yang kini kondisinya lemah. “Untuk awal, kita akan menfokuskan pada pengeluaran peluru yang masih bersarang di kepalanya,” ujarnya. (www.mediaindonesia.com – 29 Juli 2010)