Posts Tagged ‘Gunungsitoli’
Pemkot Gunungsitoli Realisasikan Janji Untuk Siswa/i Berprestasi
Wednesday, February 8th, 2012BNKP dan Polres Nias Akan Susun MoU Dalam Pembinaan Umat
Wednesday, November 23rd, 2011Gunungsitoli, (Analisa) – Dalam waktu dekat akan disusun nota kesepatakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Polres Nias dengan BNKP (Banua Niha Keriso Protestan) yang ditujukan dalam menjalin kerjasama untuk pembinaan umat dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif serta pelibatan personil Polres Nias untuk penyampaian sosialisasi hukum dalam kegiatan penggembalaan BNKP. (more…)
Walikota Gunungsitoli Prihatin, 10 Ribu Anak di Nias Hidup Miskin
Monday, October 17th, 2011Gunungsitoli, (Analisa) – Walikota Gunungsitoli Martinus Lase merasa prihatin karena 10 ribu anak atau 30 persen dari jumlah anak di Kepulauan Nias hidup di bawah garis kemiskinan. Akibatnya, anak-anak tersebut tidak mendapat perhatian dan kasih sayang seperti layaknya anak lain yang hidupnya cukup. (more…)
Teluk Dalam dan Gunungsitoli Kandidat Ibukota Provinsi Nias
Wednesday, June 22nd, 2011JAKARTA, NIASONLINE – Lima Kepala Daerah dari lima daerah otonomi di Pulau Nias sepakat mengusulkan dua kandidat untuk lokasi ibukota Provinsi Nias yang pembentukannya sudah diusulkan ke pemerintah pusat. Dua kandidat itu adalah Teluk Dalam (Ibukota Kabupaten Nias Selatan) dan Gunungsitoli. (more…)
Masjid Al Fallah Tohia, Gunung Sitoli Diresmikan
Thursday, November 11th, 2010
Gunungsitoli (Nias Online) – Pada hari Sabtu, tangggal 6 November 2010 pagi hingga tengah hari telah dilangsungkan peresmian dan panandatanganan prasastni Mesjid Al Falah Tohia, Gunung Sitoli, oleh Ketua Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) dan pengguntingan pita oleh Bupati Nias. Masjid ini merupakan satu dari sekian banyak rumah ibadah yang hancur karena gempa yang melanda kepulauan Nias tahun 2005.
Pembangunan masjid ini dapat direalisasi oleh Yayasan Tatuhini Nias Bangkit (YTNB) dengan dukungan pendanaan dari IPEBI. Masjid ini terdiri dari bangunan dua lantai yang cukup kokoh untuk ibadah di bagian atas dan ruang serba guna di bawah, dilengkapi dengan pagar sekeliling bangunan, ruang pengambilan air wudhu, kamar mandi dan tangki air. Bangunan yang unik dan posisi strategisnya di jalan utama kota Gunung Sitoli membuat masjid ini menjadi perhatian banyak orang.
Pembangunan masjid ini telah dirampungkan pada akhir bulan Juli 2010 yang lalu dan memakan waktu kurang lebih dalam waktu 6 bulan sesuai jadwal yang direncanakan. Sebelum diresmikan, masjid ini diperkenankan untuk digunakan sementara oleh jemaah masjid selama bulan Agustus dan Oktober untuk menyambut ramadhan dan Idul Fitri.
Selain Ketua IPEBI, Arief Budi Santoso dan Ketua YTNB, Esther GN Telaumbanua, turut hadir dan memberikan kata sambutan dalam acara ini Bupati Nias, Binahati Baeha SH, Asisten III Pemko Gunung Sitoli, Syaiful Gulö, Ketua MUI Nias dan Bapak Zebua sebagai Penasehat Kenaziran Masjid Al Fallah.
Esther Telaumbanua dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan masjid ini adalah satu dari dua program kemanusiaan kerjasama antara YTNB dan IPEBI. Setelah ini YTNB akan fokus persiapan pembangunan salah satu sekolah dasar di kota Gunung Sitoli.
Tidak lupa Esther menyampaikan ucapan terima kasih kepada IPEBI atas kerjsama dan kepercayaan yang diberikan kepada YTNB dan kepeduliannya yang sangat besar bagi masyarakat Nias. Dijelaskannya lebih lanjut, sebelumnya sejak tahun 2006 Bank Indonesia, melalui Tim BI Peduli NAD dan Nias telah bekerja sama dengan YTNB dan merealisasikan 5 program kemanusiaan bagi masyarakat Nias untuk wilayah Nias Barat dan Nias Selatan. Peresmian kelima program ini dilakukan oleh Miranda Goeltom sebagai pimpinan Bank Indonesia, bertempat di Gereja Saewe, Gidö pada bulan Desember 2007.
Esther menambahkan bahwa mulai dari persiapan sampai selesainya, masjid ini telah melalui proses perubahan politik di Nias, khususnya proses pemekaran sehingga masjid yang dulunya berada di wilayah kabupaten Nias kini berada di wilayah kota Gunung Sitoli.
Sebagai Ketua YTNB, Esther berpesan agar masjid ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai fungsinya sebagai rumah ibadah dan pembinaan untuk menghasilkan sdm Nias yang berkualitas dan memiliki spiritual tinggi untuk mendukung kebangkitan dan kemajuan Nias dengan azas kebersamaan dan persaudaraan, yang mana hal ini adalah selaras dengan visi-misi YTNB yaitu Nias Bangkit untuk meraih kehidupan yang lebih baik.
Sebelum penandatangan prasasti, Arief Budi Santoso sebagai Ketua IPEBI dalam sambutannya menyampaikan bahwa masjid ini adalah sebagai wujud nyata kepedulian pegawai Bank Indonesia terhadap masyarakat Nias pasca bencana. Masjid ini dibangun baru kerena kepedulian dan diserahkan kembali kepada masyarat untuk dimanfaatkan. IPEBI masih tetap mendukung pembangunan SDN Tandrawana sebagaimana telah dikomitmenkan sebelumnya bekerjasama dengan YTNB. Pembangunan sekolah ini dijadwalkan dapat dimulai pada bulan Desember ini. IPEBI menitipkan agar masjid ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan menjadi kebanggaan Nias, dan dalam pemeliharaan kiranya mendapat dukungan dari semua pihak.
Pada kesempatan ini pula Ketua IPEBI menyerahkan bantuan studi bagi Panti Asuhan Kinderdorf, St. Agustinus, Gidö yang diterima oleh Suster Yulia.
Menyambut kepedulian IPEBI ini Pemerintah Daerah Nias dan Kota Gunung Sitoli dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada IPEBI, dan juga kepada YTNB atas komitmennya bagi masyarakat Nias tanpa memilah keyakinan agama. Sebagai ungkapan rasa terima kasih ini Bupati Nias menyerahkan cenderamata kepada IPEBI dan YTNB berupa pin emas berbentuk rumah adat, sementara dari pihak kenaziran memberikan cenderamata miniatur rumah adat Nias. Disamping itu Bupati Nias juga menyampaikan akan memberikan sumbangan kepada sebuah masjid yang saat ini masih terkendala pembangunannya.
Acara peresmian ini brlangsung cukup meriah ditandai dengan kehadiran dari Muspida Nias dan Kota Gunung Sitoli, Ketua PKK Kabupaten Nias, Leny Trisnadi, Ketua DPRD Gunung Sitoli Sowa’a Laoli dan beberapa anggota DPRD, Pimpinan Perbankan Nias, Tokoh Masyarakat, Ulama, Tokoh Lintas Agama, dan Pastor Johannes Hamerle dari Museum Pusaka Nias. Tampak hadir pula sebagai undangan Drs. Martinus Lase, Mantan PJ Walikota Gunung Sitoli, dan ratusan jemaah Kenaziran Masjid Al Fallah dan warga Kota Gunung Sitoli. Rombongan IPEBI sendiri berjumlah 11 orang terdiri dari Pimpinan IPEBI, pejabat Direktorat PSDM Bank Indonesia, perwakilan BI Medan dan Sibolga.
Puluhan karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat dan intitusi menghiasi lokasi peresmian tersebut memberikan warna tersendiri bari acara peresmian tersebut. Memeriahkan acara tersebut warga masjid Al Fallah melakukan penyambutan dengan tradisi Nias, menampikan tarian penyambutan berupa silat dan penampilan qasidah, serta pembacaan Ayat Suci (ytnb/egn/brk*)
Pasangan Balon Walikota Gunungsitoli Lenny Trisnadi BBA Armansyah Harefa SE Mendaftar ke KPU Kota Gunungsitoli
Friday, October 29th, 2010Gunungsitoli – Pasangan bakal calon Walikota dan wakil Walikota Gunungsitoli Lenny Trisnadi BBA-Armansyah Harefa SE (LENTERA) Kamis (28/10) mendaftar ke KPU kota Gunungsitoli dengan diantar ribuan massa bersama pimpinan partai politik dari partai Pelopor, PKD, PPD, PDIP, PKPI, PPP, PBN, Partai Buruh, Partai Patriot.
Pasangan LENTERA mendaftar dengan diantar ribuan massa dari masing–masing kader partai politik pengusung memakai kendaraan becak sekitar 800 unit dengan 2 orang penumpang ditambah kendaraan roda 2 hampir 500 unit, sehingga membuat petugas Lantas Polres Nias sibuk mengatur arus lalu lintas.
Ketua Tim pemenangan pasangan Lentera Damili Ranimbowo Gea SH mengatakan di kantor KPU bahwa Lenny Trisnadi BBA dan Armansyah Harefa SE diusung partai Pelopor, PKD, PPD, PDP, PKPI, PPP PATRIOT, Partai Buruh dan PBN.
Selanjutnya Damili R Gea mengatakan bahwa pasangan ini merupakan dorongan dari warga Kota Gunungsitoli dalam rangka perubahan untuk menciptakan Kota Gunungsitoli lebih baik dan membuat warga kota Gunungsitoli sejahtera sesuai Visi yaitu kota Gunungsitoli yang nyaman, indah, masyarakatnya beriman dan sejahtera dengan Motto pengabdian tanpa batas dan melayani dengan hati.
Drs Ya’atulo Halawa sebagai Plt Ketua KPU Kabupaten Nias mengatakan pasangan Lentera yang didaftarkan dan diusung oleh 9 Partai telah memenuhi syarat karena jumlah suara telah melebihi dari 7500 suara. KPU menyatakan telah memenuhi aturan yang berlaku dan tinggal melakukan verifikasi berkas.
Sementara Balon Walikota Lenny Trisnadi BBA mengatakan, “kami mempunyai visi dan misi serta motto yaitu kota Gunungsitoli yang nyaman indah, masyarakat beriman dan sejahtera dan misi membangun tata kelola pemerintah yang baik dengan menerapkan Good Governance. Melayani masyarakat dengan prinsip pelayanan prima dengan motto melayani untuk semua bukan dilayani. Memberdayakan masyarakat dengan prinsip pemberian orientasi pada masyarakat untuk mengenali permasalahan yang dihadapi, memberdayakan perempuan di segala bidang dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender, membangun sarana dan prasarana kota yang menjamin kenyamanan dengan memperhatikan prinsip pembangunan yang berkelanjutan, menciptakan lingkungan kota yang dinamis dalam mendorong pertumbuhan pembangunan dan kesejahteraan berdasarkan tata ruang.â€
Mempunyai program unggulan yaitu di bidang pendidikan dan kesehatan antara lain: memberikan bea siswa di setiap jenjang pendidikan bagi siswa/ yang berprestasi dan keluarga tidak mampu setiap tahun dianggarkan sebanyak seratus orang, mendirikan Paud (pendidikan anak usia dini) di setiap desa, menetapkan para guru secara merata di setiap Kecamatan, dan pemberantasan buta huruf.
Sedangkan di bidang kesehatan memberikan honor secara rutin kepada kader-kader posyandu di seluruh kota Gunungsitoli, menetapkan para dokter setiap puskesmas di wilayah kota Gunungsitoli, menempatkan para bidan desa secara merata, menempatkan kepala puskesmas yang peduli kepada kesehatan masyarakat yang tidak mampu, pengobatan gratis katarak dan bibir sumbing bekerjasama dengan OBI dan sahabat Aceh Nias.
Sementara balon Wakil Walikota Armansyah Harefa SE mengatakan, bahwa bidang infrastruktur mengutamakan pembangunan sarana jalan desa agar semua jalur transportasi dapat dilalui kendaraan roda empat, pembangunan sarana air bersih sesuai standar kesehatan, memperbaiki suluran air untuk menghindari banjir bandang.
Meningkatkan kualitas para penyuluh pertanian agar mencapai hasil pertanian yang maksimal, dengan memberikan bibit unggulan yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi lahan partanian yang tersedia, mengembangkan pendirian koperasi seperti koperasi wanita yang berbadan hukum, menciptakan keharmonisan antar umat beragama, serta meningkatkan kesejahteraan seluruh aparat desa.(SIB, 29-10-2010)
Napi Lapas Gunungsitoli kabur
Wednesday, September 29th, 2010MEDAN – Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Wilayah Sumatera Utara, Mashudi mengatakan, seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Gunungsitoli, Rido Yanotatema Laia (20) melarikan diri dari Rumah Sakit Umum Gunungsitoli.
“Napi tersebut harus dapat ditangkap dan dimasukkan kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunungsitoli,” katanya tadi pagi.
Menurut Mashudi, pihaknya telah memerintahkan Kepala Lapas Klas II B Gunungsitoli Sigit Danarto yang bekerja sama dengan aparat kepolisian di daerah setempat untuk menangkap kembali napi tersebut.
Berdasarkan laporan, napi Rido itu melarikan diri dari RSU Gunungsitoli, Jumat (24/9) sekitar pukul 20.30 Wib, saat petugas jaga sedang mengambil air minum di luar kamar tempat napi tesebut dirawat.
Napi tersebut sempat menjalani perawatan selama dua hari di rumah sakit itu, karena sakit. Namun, sangat disesalkan belum lagi napi itu sembuh, sudah melarikan diri saat petugas jaga dari Lapas tersebut lengah.
“Kemana napi tersebut melarikan diri, kita belum mengetahuinya. Saya dalam waktu dekat ini akan menurunkan tim dari Kementerian Hukum dan HAM Sumut ke Lapas Gunungsitoli,” katanya.
Pengiriman tim dari Kementerian Hukum dan HAM Sumut ke Lapas Gunungsitoli itu agar mengetahui permasalahan yang sebenarnya dan juga sekaligus memonitor perkembangan napi yang melarikan diri tersebut.
Data yang diperoleh, Napi Rido Yanotatema Laia (20) warga Desa Sogaeadu, Kecamatan Gido Kabupaten Nias menjalani hukuman dua tahun enam bulan penjara di Lapas Klas II B Gunungsitoli karena terlibat pencurian. (www.waspada.co.id – 29 – 09 – 2010)
Terkait CPNS Kota Gunungsitoli; Wakil Ketua DPRD Gunungsitoli Nilai “Kangkangi†Hasil Keputusan Rapat
Saturday, September 25th, 2010Gunungsitoli – Terkait dengan persoalan CPNS Kota Gunungsitoli 2010 yang baru-baru ini mencuat, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gunungsitoli menilai Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Aramansah Harefa tidak konsisten dan “mengangkangi” hasil keputusan rapat.
Hal itu diungkapkan sejumlah anggota DPRD Kota Gunungsitoli masing-masing, Exodius L Harefa, Otomosi Harefa SH, Jhon Krintian Ziliwu, Maiman K Harefa, Filifo Waruwu, Ya’atoziduhu Laoli SH, Agutinus Lase SH dan Yanto saat konferensi pers di ruang Badan Kehormatan Dewan Kantor DPRD Kota Gunungsitoli, Rabu (22/9).
Sejumlah anggota DPRD mengaku sanat menyesalkan sikap Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Armansah Harefa SE dan Anggota DPRD Kota Gunungsitoli Imenuel Ziliwu SE yang diam-diam berangkat ke Jakarta bersama dengan Walikota Gunungsitoli untuk berkoordinasi kepada pemerintah pusat tentang persoalan CPNS Kota Gunungsitoli tahun 2010.
Padahal, sehari sebelumnya, pada saat adanya audiensi sejumlah calon CPNS Kota Gunungsitoli yang tidak keluar NIPnya, Selasa, (21/9) di Kantor DPRD Kota Gunungsitoli, hasil rapat DPRD, yang dipimpin Wakil Ketua Armansah Harefa memutuskan DPRD Kota Gunungsitoli segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait hal itu.
Exodius L Harefa yang juga Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kota Gunungsitoli mengatakan, hari pertama mereka bekerja sebagai BKD DPRD Kota Gunungsitoli, Rabu (22/9), ada lima anggota DPRD yang berada di luar daerah. Lima anggota DPRD itu diduga menggunakan SPT dan SPPD. Dikonfirmasi anggota DPRD itu dalam rangka urusan keluarga.
Sementara Otomisi Harefa yang Wakil Fraksi Pelopor Kebangsaan mengatakan, Ia sangat kesal dan kecewa atas sikap Wakil Ketua dan anggota DPRD itu.
Ia menganggap keduanya telah membohongi seluruh anggota DPRD Kota Gunungsitoli.
Hal senada juga diungkapkan, Filifo Waruwu menilai Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Armansah Harefa SE dan Anggota DPRD Kota Gunungsitoli Imenuel Ziliwu SE telah mengangkangi hasil keputusan rapat DPRD pada Selasa, (21/9) lalu.
Jhon Krintian Ziliwu mengatakan, pihaknya tidak mengerti apa maksud Wakil Ketua DPRD dan salah seorang anggota DPRD berangkat diam-diam ke Jakarta bersama Walikota Gunungsitoli, ia menduga adanya “permainan” terkait hal itu.
Sedangkan Wakil Ketua Komisi A, Ya’atoziduhu Laoli SH mengatakan, jika benar keberangkatan kedua anggota DPRD ke Jakarta dalam rangka persoalan CPNS perlu dipertanyakan.
Namun sampai saat ini sepengetahuanya lembaga DPRD belum pernah memutuskan untuk mengutus perwakilan untuk berkoordinasi kepada pihak pemerintah pusat terkait persoalan CPNS tersebut.
Selanjutnya yang kedua jika benar keberangkatan keduanya dalam rangka persoalan CPNS, artinya Wakil Ketua dan anggota DPRD tersebut tidak menghargai sama sekali keputusan rapat DPRD pada Selasa, (21/9). “Bagaimana kita bisa dihargai kalau hasil keputusan kita sendiri, kita tidak menghargainya,” kata Ya’atoziduhu Laoli SH yang akrab dipanggil Bung Gatot.
Ditempat yang sama Maiman K Harefa mengatakan, sesuai hasil keputusan rapat, DPRD akan membentuk Pansus. Diminta kepada fraksi-fraksi untuk segera mengusulkan nama-nama.
Namun menurutnya Imanuel Ziliwu sebagai Sekretaris Fraksi Demokrat terlalu maju untuk hal itu.
Untuk itu, Maiman yang juga Ketua Fraksi Demokrat itu, mengecam dan menegaskan akan segera mengambil langka-langkah untuk memecat Imanuel Ziliwu sebagai Sekretaris Fraksi Demokrat.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli yang di Konfirmasi Analisa melalui telpon selulernya membantah isu tersebut.
Ia mengatakan, benar telah mengeluarkan SPT kepada Imanuel Ziliwu tetapi untuk berkoodinasi di Dinas Perindag Provinsi di Medan. Sedangkan Frince Gea dia tidak mengetahui hal itu.
Sekretaris Dewan Sorayana Zebua SE yang dikonfirmasi wartawan terkait SPT dan SPPD lima anggota DPRD mengatakan, SPT dan SPPD yang telah mereka terbitkan berdasarkan disposisi Ketua DPRD yakni, pada 20 September 2010 diterbitkan SPT dan SPPD kepada Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Armansah Harefa tujuan Jakarta terkait masalah CPNS.
Selain itu, pada 17 September 2010 diterbitkan SPT dan SPPD kepada Alfonsus, Imenuel Ziliwu dan Temani Halawa tujuan Medan untuk berkoordinasi kepada Dinas Perindag Provinsi terkait pertambangan. (www.analisadaily.com – 24 September 2010)
Pembukaan Jalur Laut Singkil-Gunung Sitoli Disambut Positif
Monday, September 20th, 2010Warga yang berdomisili dan yang kini menetap di Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam menyambut baik dibukanya jalur transportasi laut Singkil-Gunung Sitoli Sumatera Utara.
Tokoh masyarakat Nias di Subulussalam Daniel Lase mengaku dengan dibukanya transportasi laut Singkil-Gunung Sitoli, diperkirakan jalur itu akan ramai mengingat banyaknya warga Nias yang selama ini jarang pulang ke kampung halaman untuk menjenguk sanak famili karena biaya yang terlalu mahal.
“Kalau kita melalui darat selain memakan waktu cukup lama, juga harus mengeluarkan uang banyak. Tapi kalau melalui jalur laut dari Singkil, waktunya singkat dan biaya juga sedikit,” ujar Lase.
Hal senada diungkapkan Aristo Hulu. Pria yang juga pengurus salah satu LSM di Subulussalam ini memberi apresiasi positif kepada Bupati Aceh Singkil yang telah menggagas dibukanya jalur transportasi laut tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Aceh Singkil khususnya kepada Bakap Bupati Aceh Singkil Makmur Putra SH MM dan Walikota Gunung Sitoli yang telah sepakat membuka jalur laut. Intinya kita sampaikan Sauhagõlõ-lah (terimakasih-red),” katanya.
Menurut Aristo, selain dapat mempererat hubungan antara Singkil-Subulussalam dengan Nias, juga ia yakin warga non Nias yang ada di daerah Singkil dan Subulussalam juga akan tertarik berkunjung ke Nias, mengingat di sana banyak obyek-obyek wisata yang sangat menarik, yang selama ini memang belum banyak dikenal masyarakat luar Nias, khususnya warga Subulussalam.
Masruman Telaumbanua salah seorang tokoh masyarakat Nias di Singkil yang juga anggota DPRK setempat mengaku bersyukur kepada Allah SWT karena hal ini sudah merupakan aspirasi dari seluruh masyarakat Nias yang ada di bumi Syakh Abdul Rauf itu dan dapat direspon pemerintah Aceh Singkil.
Untuk itu ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRK Putra Arianto SH dan Bupati Aceh Singkil H Makmursyah Putra SH MM serta jajaran Pemko Gunung Sitoli yang telah dapat bekerja sama membuka jalur transportasi laut itu.
Saat ditanya keuntungannya dibukanya jalur trasnportasi laut antara Singkil-Gunung Sitoli, Masruman mengatakan sangat besar manfaatnya. “Bila melalui darat apalagi via Medan ke Singkil akan memakan waktu hingga 24 jam, sementara bila melalui jalur laut hanya berkisar 5 atau 6 jam saja. Jadi sangat jauh perbedaannya. Jadi sangat sangat banyak keuntungannya bilamana kita melalui laut,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui jalur laut Singkil-Gunung Sitoli resmi dibuka, Rabu (15/9) lalu yang ditandai dengan pelayaran perdana sekaligus kunjungan kerja Wakil Bupati Aceh Singkil Drs H Khazali Bahar didampingi Asisten I Drs H M Yakub KS MM, Asisten II Drs Azmi, sejumlah kepala SKPD termasuk kepala cabang ASDP Singkil Agus Priyanto, serta beberapa anggota DPRK ke Gunung Sitoli, yang diterima Sekdako Gunung Sitoli Drs Kemurnian Zebua BE dan pejabat setempat di pelabuhan Gunung Sitoli.
Pelayaran ini sendiri akan dilakukan sekali seminggu setiap Selasa malam dengan menggunakan kapal Fery KM Teluk Singkil dengan tarif Rp 51.000 per-orang. (www.harian-global.com – 20 Sep 2010)
Pemko Gunungsitoli-Aceh Singkil Jalin Kerjasama Bangun Daerah
Monday, September 20th, 2010Gunungsitoli – Kerjasama yang dijalin antara Pemerintah Kota Gunungsitoli dengan pemerintah Kabupaten Aceh Singkil cukup menjanjikan dan saling menguntungkan kedua daerah. Hal ini dilakukan sebagai upaya menerobos keterisoliran dan memperlancar arus transportasi kepulauan Nias dengan daratan Sumatera.
Hal itu diungkapkan Walikota Gunungsitoli, Drs Martinus Lase, M.SP kepada Analisa usai melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Aceh Singkil Drs H Khazali Rabu malam, (15/9) di Wisma Soliga Gunungsitoli.
“Kita yakin hubungan kerjasama yang dilakukan ini cukup menjanjikan dan saling menguntungkan kedua daerah. Dari disisi transportasi untuk menuju Kota Provinsi Sumatera Utara di Medan waktu tempuh relatif lebih dekat bila dibandingkan bila melalui jalur Sibolga. Terlebih dari sisi ekonomi kita yakin hal ini cukup menjanjikan”, kata Walikota Gunungsitoli.
Lebih lanjut Walikota menjelaskan, dengan masuknya arus trasportasi laut melalui Aceh Singkil ini pihaknya akan segera mensosialisasikannya kepada masyarakat.
Dengan terbukanya jalur trasportasi melalui Aceh Singkil banyak manfaatnya bagi masyarakat Nias.
Contoh bila dibandingkan transportasi laut Gunungsitoli-Sibolga memakan waktu 10 hingga 11 jam dalam pelayaran. Sibolga-Medan dengan perjalan darat memakan waktu 9 hingga 10 jam.
Sementara bila melalui Aceh Singkil secara ekonomis waktu tersebut bisa terpotong yakni dalam pelayaran Gunungsitoli-Aceh Singkil hanya memakan waktu 5 hingga 6 jam dan perjalan darat dari Aceh Singkil ke Medan Kota Provinsi Sumatera Utara hanya memakan waktu 6 hingga 7 jam.
Ekonomi
Kemudian, disisi ekonomi hal ini ke depan akan lebih dipertajam lagi, sehingga hasil bumi dari Gunungsitoli atau Nias seperti pertanian, sayur-sayuran buah-buahan dan lainya dapat dipasarkan di Aceh Singkil.
Sebaliknya produk-produk dan hasil bumi dari Aceh Singkil juga dapat dipasarkan di Gunungsitoli.
Untuk lebih mempererat hubungan tersebut ke depan, pihaknya akan merencanakan pertemuan berkala antara kedua daerah untul lebih mengetahui apa hal-hal yang dapat dikerjasamakan lebih lanjut, serta pihaknya akan mencoba menyampaikan hal itu dalam pertemuan berkala dengan empat daerah otonom yang ada di wilayah Pulau Nias.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Singkil Drs H Khazali saat ditanya Analisa motivasi Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Gunungsitoli Drs H Khazali mengatakan, secara histori Aceh Singkil dengan Nias ratusan tahun lalu telah ada hubungan emosional, terbukti di Aceh Singkil hampir 40 persen masyarakat Nias.
Selanjutnya, dalam sisi ekonomi banyak hal-hal yang dapat dikerjasamakan untuk mensejahterakan masyarakat kedua daerah baik Aceh Singkil maupun Gunungsitoli.
“Tadi saya dengan yang lain jalan-jalan ke pasar Gunungsitoli, contoh kecil harga pisang di Gunungsitoli relatif lebih murah dibanding di Aceh Singkil. Satu tandan pisang ambon di Gunungsitoli hanya Rp10 ribu, sementara bila di Aceh Singkil bisa mencapai Rp. 40 ribu pertandan. Tentunya dengan dibukanya hubungan kerjasama ini kedepan tidak tertup kemungkinan harga satu tanda pisang ambon di Aceh singkil bisa turun”, katanya.
Kedatangan sekitar 100 orang rombongan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil yang di pimpinan oleh Wakil Bupati Aceh Singkil di Kota Gungsitoli disambut oleh Sekda Kota Gunungsitoli di Aula Samaeri Kantor Walikota Gunungsitoli. (Analisa, 16 September 2010)
Sambut Ramadhan Walikota Gunungsitoli Canangkan Gerakan Bersih Masjid
Wednesday, July 28th, 2010Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadahan 1431 H 2010, Walikota Gunungsitoli canangkan gerakan bersih Masjid se Kota Gunungsitoli yang ditandai dengan penyerhan alat gotongroyong kepada lima Nadzir Masjid di sekitar Gunungsitoli, Jumat pagi (23/7).
Kelima Nadzir Masjid penerima alat gotongroyong di antaranya cangkul dan alat kebersihan lainnya secara simbolis yakni Nadzir Masjid Jami Ilir, Azhar Caniago SE Nadzir Masjid Al-Ihsan Landatar, H. Syarif Usman Mendrofa M.Si, Nadzir Masjid Al Furqan Kelurahan Pasar Gunungsitoli, H Mukhlis Sikumbang Nadzir Masjid Jami Saombo, H.Arham Dusky Hia M.Si dan Nadzir Masjid Jami Olora Mawardin Caniago.
Acara yang dipusatkan di Halaman Masjid Jami Ilir Gunungsitoli tersebut turut dihadiri Ketua MUI Kabupaten Nias, Drs Ja’far Harefa, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nias, Mukhtar Telaumbanua, Asisten III Pemko Gunungsitoli H Syaiful Gulo S.IP, Kadis Parbudpora Kota Gunungsitoli Drs Yulianus Harefa MED TESOL, Ustadz Mohamad Suherman S.Ag, MA Lurah Ilir Harlen Tanjung, sejumlah jama’ah dari berbagai masjid se-Kota Gunungsitoli.
Walikota Gunungsitoli Drs Martinus Lase M.SP dalam arahannya mengatakan pencanangan gerakan bersih Masjid di Kota Gunungsitoli merupakan awal dimulainya gerakan kebersihan kegiatan ini diharapkan untuk dapat dilakukan secara reguler di setiap bulan.
Kebersihan Masjid merupakan urgensi kebersihan dalam ibadah dan ibadah tidak sempurna tanpa kebersihan, maka saya mengajak seluruh warga Kota Gunungsitoli khususnya umat islam untuk melaksanakan kebersihan Masjid di Kota ini dan melakukan kebersihan lingkungan masing-masing agar kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi warga masyarakat.
“Kami dari Pemerintah Kota Gunungsitoli menyatakan mendukung semua kegiatan masyarakat yang bersifat membangun Kota dalam meningkatkan kebersihan ditengah-tengah masyarakat. Karena kebersihan merupakan sebagian dari iman,” katanya.
Kegiatan Gerakan berish Masjid ini merupakan bagian dari gerakan bersih Masjid di Sumatera Utara oleh Bapak Gubernur H.Syamsul Arifin SE yang pembukaanya serentak dilaksanakan pencanangannya di wilayah Kota Gunungsitoli.
Untuk itu diharapkan kepada seluruh warga Kota Gunungsitoli dapat menindaklanjuti pembudayaan gerakan bersih dilingkungannya masing-masing dan kegiaatan ini dapat berkesinambungan terus-menerus, himbau Walikota Martinus Lase.
Pada acara pencanangan gerakan bersih Masjid itu Ketua MUI Kabupaten Nias Drs. H. Ja’far Harefa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Drs Mukhtar Telaumbanua dan mewakili Nadzir Masjid Sekitar Kota Gunungsitoli Azhar Caniago SE senada menyambut baik gerakan bersih Masjid karena masjid adalah rumahnya Allah dan tempat sholat bagi Jamaah Muslim makanya wajib kita meningkatkan kebersihan karena kebersihan adalah bagian dari iman. (www.analisadaily.com – 27 Juli 2010)
9 Pejabat Struktural Eselon II di Lingkungan Pemko Gunungsitoli Dilantik
Wednesday, July 28th, 2010Gunungsitoli – Walikota Gunungsitoli, Drs Martinus Lase MSp, mengambil sumpah / janji 9 (sembilan) pejabat struktural eselon II di ruang rapat Samaeri kantor Walikota Gunungsitoli, Jumat (16/7) pagi.
Kesembilan pejabat struktural yang diambil sumpah/janji sesuai dengan Keputusan Walikota Gunungsitoli nomor : 821.23/ 120 /BKD/K/2009 tanggal 16 Juli 2010 yakni Sorayana Zebua SE (Pj Sekwan Kota Gunungsitoli); Drs Firman Harefa SPd MSi (Pj.Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial); Temaziduhu Lombu SKM (Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan); Drs Edison Ziliwu MM MSi (Pj Kadis Kesehatan); Ir Nurkemala Gulo (Pj.Ka Bappeda); Ir Efi Yuniman Mndrofa (Pj.Kadis PUD); Toroziduhu Mendrofa SE (Pj Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informasi); Fuliaro Zendrato SE (Pj.Kadis PPKAD (pendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah) dan Toroziduhu Gea SE MSi kepala BPPT (badan pelayanan perizinan terpadu) Kota Gunungsitoli.
Walikota Drs Martinus Lase MSp pada arahannya mengatakan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam jabatan struktural merupakan agenda penting dalam rangka mengisi jabatan struktural yang masih lowong pada daerah otonom baru Kota Gunungsitoli sehingga diperlukan rotasi jabatan berupa pergeseran pada jabatan struktural eselon yang sama dan promosi PNS pada eselon yang lebih tinggi.
Melalui kesempatan ini saya menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Gunungsitoli : terkait dengan pelaksanaan Pemilukada Kota Gunungsitoli yang direncanakan bulan Desember 2010 atau di bulan Januari-Pebruari 2011 dihimbau agar tidak terpengaruh akan pengaruh negatif dan terjebak dalam persoalan politik, kata Walikota.
Acara pelantikan itu dipandu oleh BKD (badan kepegawaian daerah) Kota Gunungsitoli T Hulu, disaksikan oleh Asisten III HA Syaiful Gulo SIp dan Drs Sochifao Zega (Inspektur) dan rohaniawan Pdt Bewamati Zega MTh dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, Kajari Gunungsitoli Edy Swarno, Pasiter Kodim 0213 Nias Kapten Inf S Siregar, Kabag Ops Polres Nias Kompol HR Situmorang, Hakim PN Gunungsitoli Yudistira, dan para pejabat struktural eselon II Kota Gunungsitoli di antaranya Drs Yulianus Harefa MEd TESOL, Kabag Setko, Para Kabid/Sekdis dan Kadis PP dan KB Kabupaten Nias Dr P Zendrato SKM. (SIB, 26 Juli 2010)




