Archive for the ‘Pilkada Kep. Nias’ Category

DPRDSU Ingatkan, Proses Pilkada Tapteng dan Nisel Jangan Keluar Dari Koridor Hukum

Wednesday, November 10th, 2010

Medan – Komisi A DPRD Sumut mengingatkan KPUD dan Bupati/Walikota agar proses Pilkada (Pemilu kepala daerah) di Kabupaten Nisel (Nias Selatan), Tapteng (Tapanuli Tengah) dan Tanjungbalai mulai dari tahapan persiapan hingga tahapan penyelesaian jangan keluar dari koridor hukum agar tidak menimbulkan konflik horizontal dan kerusuhan di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini diingatkan anggota Komisi A DPRD Sumut Suasana Dachi SH dan Irwansyah Damanik, SE dalam rapat dengar pendapat dengan KPUD Sumut, KPUD Nisel, KPUD Tapteng, KPUD Tanjungbalai, Bupati Tapteng Tuani Lumban Tobing, Bupati Nisel Fahuwusa Laia yang dipimpin Ketua Komisi A Hasbullah Hadi didampingi Wakil Ketua Sony Firdaus SH, Selasa (9/11) di DPRD Sumut.

Dalam rapat itu, Komisi A menyarankan, KPUD dan Bupati/Walikota masing-masing daerah harus bisa menjamin pelaksanaan Pilkada tidak bermasalah, jika semua aturan maupun ketentuan hukum yang sudah ditetapkan pemerintah benar-benar dilaksanakan dan tidak keluar dari koridor hukum.

Dicontohkan Suasana Dachi, persoalan yang selalu muncul dari proses persyaratan pencalonan terutama terkait dengan ijazah bakal calon, seperti yang menimpa salah satu balon Bupati Nisel dengan menggunakan surat keterangan pengganti ijazah. “Apakah surat keterangan pengganti ijazah itu sudah memenuhi data, seperti nama orang tua, indek nilai kumulatif siswa,” tanya Dachi.

Karena itu, ungkap Dachi, tidak ada alasan menunda Pilkada Nisel. Meski demikian, proses hukum tetap berjalan. Soal batas waktu 2 Desember 2010, sesuai kepres 8/2003 terkait tender pengadaan logistik Pilkada minimal 45 hari. Apakah ada ketentuan lain yang bisa dan apa yang jadi keputusan KPUD mencoret balon itu sudah benar,” tanya Dachi.

Terungkap juga, Pilkada Nisel bermasalah, karena selain ada angota KPUD yang dipecat dan adanya surat KPUD tentang pembatalan pencalonan, juga anggarannya terkendala terutama anggaran pengadaan barang dan jasa sudah disahkan, dibatalkan lagi
Ketua KPUD Nisel Solofona Manao menyebutkan, surat keterangan pengganti ijazah Fahuwusa Laia tidak memenuhi persyaratan, karena harus ada NIS (Nomor Induk Siswa) dan nilai akhir. Apalagi suratnya tidak memiliki kop surat Keterangan SMA BNKP Gunungsitoli 9/4/2005.

Sementara Ketua KPUD Sumut Irham Buana mengakui, kewenangan KPUD Sumut hanya bersifat administratif. Banyak terjadi polemik yang muncul di 2010 soal syarat pencalonan. KPUD Nisel sudah terima syarat pencalonan yang dikeluarkan tahun 2005 dan kewajiban KPUD mengkalirifikasi ke SMA BNKP Gunungsitoli.

“Apa yang disampaikan KPUD Nisel tadi itu yang jadi dasar bagi kami dan KPU pusat memberhentikan 4 anggota KPUD Nisel,” ujarnya.
Irham juga menyebutkan, Pilkada di Nisel seharusnya 2 Desember 2010, kalau ditarik mundur harusnya hanya tersisa waktu tidak kurang sebulan. PTUN tidak memiliki kewenangan untuk menunda Pilkada. KPU Nisel sudah memberhentikan sekretaris terkena pidana karena secara sengaja atau lalai sehingga menghalang-halangi penyelenggaraan pilkada.

Sedangkan masalah Pilkada Tapteng yang sudah mencuat ke permukaan, kata Irham Buana, timbul polemik di tengah-tengah masyarakat, seolah-olah KPUD Tapteng melaksanakan tahapan-tahapan Pilkada lari dari koridor hukum, padahal apa yang telah ditetapkan KPUD Tapteng sudah sesuai peraturan dan perundang-undangan.(www.hariansib.com – 10 November 2010)

Anggota DPRD Nias Darwis Zendratö Minta Pemilukada di Kepulauan Nias Dilaksanakan Bersamaan

Monday, November 1st, 2010

Nias – Anggota DPRD Nias dari Komisi B Darwis Zendatö meminta agar Pemilukada dilaksanakan bersamaan pada bulan Pebruari tahun 2011 di empat kabupaten sekepulauan Nias yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kota Gunungsitoli karena wilayah daerah keempat kabupaten tersebut sangat berdekatan.

Hal ini dikatakan Darwis Zendratö kepada SIB di Gunung Sitoli, Jumat (22/10). Menurutnya ada beberapa hal yang dapat dihindari bila Pemilukada di empat wilayah kabupaten tersebut dilaksanakan secara bersamaan.

Darwis Zendratö menjelaskan bila Pemilukada dilaksanakan secara bersamaan maka dapat menghindari adanya mobilisasi massa, karena status kependudukan antara empat kabupaten tersebut sampai saat ini masih banyak yang berdomisili di kota Gunungsitoli, sementara mereka mempunyai kartu tanda penduduk di daerah yang lain.

Juga dapat mengefektifkan waktu, dapat memberikan pengamanan yang lebih kondusif, dapat mendorong semua pihak untuk bekerja secara maksimal termasuk pencapaian keakuratan data di DPT (daftar pemulih tetap) di masing-masing wilayah kabupaten dan Pemilukada lebih mudah dikontrol, ujarnya.

“Saya mengajak kepada semua pihak baik elit politik Parpol, pemerintah, Ormas dan pemuda supaya menjauhkan kepentingan- kepentingan pribadi tetapi marilah kita sama-sama mensukseskan Pemilukada ini agar dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas baik yang dapat membangun Nias ini setara dengan kabupaten yang ada di Sumatera Utara,” jelasnya. (www.hariansib.com – 31-10-2010)

Pasangan Calon Walikota Drs. Martinus Lase MSP dan Drs Aroni Zendratö Mendaftar ke KPU Kota Gunungsitoli

Saturday, October 30th, 2010

Gunungsitoli – Pasangan calon Walikota Gunungsitoli Periode 2011-2016 Drs Martinus Lase MSP dan Drs Aroni Zendratö mendaftar ke KPU Kota Gunungsitoli, Kamis (28/10) sekitar pukul 18.30 Wib didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Gunungsitoli Arisman Harefa, pengurus DPD I PDI Perjuangan Sumut dan sekretaris DPC PDI Perjuangan Hadirat ST Gea dan Pengurus dari partai PDS Alfons M Telaumbanua SE dan Ketua Partai Karya Perjuangan Exolius L Harefa Partai Indonesia Baru, Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Republik Nusantara, Partai Kasih Demokrasi Indonesia dan Partai Buruh.

Pasangan calon bukan hanya diantar oleh kader partai politik tetapi sejumlah tokoh dari berbagai elemen kota Gunungsitoli dan menarik perhatian masyarakat Kota Gunungsitoli karena saat berangkat menuju kantor KPU diiringi dengan alat musik tradisional khas Nias dan Minang dan kedua calon mengenakan Topi Raja Adat Nias disaat berperang dan berjuang.

Kedua calon diterima ketua KPU Kota Gunungsitoli Drs Aroli Hulu MM didampingi anggota KPU Kota Gunungsitoli Arifin Telaumbanua SH, Perlindungan Laoli SH, Asli Zendratö dan Plt Ketua KPU Kabupaten Nias Drs Ya’atulo Halawa dan Sekretaris KPU Kota Gunungsitoli Drs Soziduhu Lombu MPd.

Setelah berkas diterima, sekretariat KPU menjumlahkan suara sah dari partai yang mengusung kedua calon sebanyak 12.779 maka Plt Ketua KPU Drs Ya’atulo Halawa mengatakan pasangan Drs Martinus Lase MSP dan Drs Aroni Zendratõ telah memenuhi persyaratan. Selanjutnya pasangan calon harus menyetor biaya pemeriksaan kesehatan sebesar Rp. 1,5 juta per orang, yang akan dipergunakan untuk biaya pemeriksaan kesehatan di RSU Pringadi Medan dijadwalkan pada 30 Oktober 2010.

Ribuan masyarakat Kota Gunungsitoli yang ikut mengantar menyatakan mendukung Drs Martinus Lase MSP dan Drs Aroni Zendratö dan menilai pasangan ini merupakan figur bersimbol jujur, adil dan tegas.

Drs Martinus Lase MSP didampingi Drs Aroni Zendratö dan Arisman Harefa mengatakan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas pertolongannya telah mendaftar sebagai balon Walikota/Wakil Walikota Gunungsitoli periode 2011-2016 diusung 9 partai dengan komitmen ingin membangun Kota Gunungsitoli sebagaimana nama yang telah kita buat adalah Kota Samaeri.

Harapan kita kedepan bahwa kita punya program utama yaitu menuntaskan kemiskinan dan membangun jalan dari kecamatan hingga kedesa sehingga Kota Gunungsitoli tidak ada lagi jalan yang tidak dilalui oleh roda dua dan roda empat. Selain itu kita juga mempunyai program yaitu membangun Irigasi untuk membuat Kota Gunungsitoli sebagai sumber swasembada beras karena sesuai hasil kunjungan kerja di masa menjabat sebagai Pj Walikota banyak irigasi yang belum disentuh pembangunannya sehingga lahan persawahan berubah fungsi dikarenakan tanahnya menjadi kering.

Program yang harus dilaksanakan siapa saja nanti yang menjadi pimpinan terpilih maka menciptakan pembangunan dibidang pertanian dan pemberdayaan usaha mikro kecil sehingga Kota Gunungsitoli bisa maju dan setara dengan kota lainnya.

Harapan kita kepada masyarakat yang telah memulai dukungannya kiranya tetap berkelanjutan demikian juga harapan kita kepada partai yang telah menyatakan dukungannya sehingga ke depan dapat terwujud apa yang dikehendaki oleh masyarakat yaitu pemimpin yang jujur, adil dan tegas. (SIB, 30-10-2010)

Pasangan Balon Walikota Gunungsitoli Lenny Trisnadi BBA Armansyah Harefa SE Mendaftar ke KPU Kota Gunungsitoli

Friday, October 29th, 2010

Gunungsitoli – Pasangan bakal calon Walikota dan wakil Walikota Gunungsitoli Lenny Trisnadi BBA-Armansyah Harefa SE (LENTERA) Kamis (28/10) mendaftar ke KPU kota Gunungsitoli dengan diantar ribuan massa bersama pimpinan partai politik dari partai Pelopor, PKD, PPD, PDIP, PKPI, PPP, PBN, Partai Buruh, Partai Patriot.

Pasangan LENTERA mendaftar dengan diantar ribuan massa dari masing–masing kader partai politik pengusung memakai kendaraan becak sekitar 800 unit dengan 2 orang penumpang ditambah kendaraan roda 2 hampir 500 unit, sehingga membuat petugas Lantas Polres Nias sibuk mengatur arus lalu lintas.

Ketua Tim pemenangan pasangan Lentera Damili Ranimbowo Gea SH mengatakan di kantor KPU bahwa Lenny Trisnadi BBA dan Armansyah Harefa SE diusung partai Pelopor, PKD, PPD, PDP, PKPI, PPP PATRIOT, Partai Buruh dan PBN.

Selanjutnya Damili R Gea mengatakan bahwa pasangan ini merupakan dorongan dari warga Kota Gunungsitoli dalam rangka perubahan untuk menciptakan Kota Gunungsitoli lebih baik dan membuat warga kota Gunungsitoli sejahtera sesuai Visi yaitu kota Gunungsitoli yang nyaman, indah, masyarakatnya beriman dan sejahtera dengan Motto pengabdian tanpa batas dan melayani dengan hati.

Drs Ya’atulo Halawa sebagai Plt Ketua KPU Kabupaten Nias mengatakan pasangan Lentera yang didaftarkan dan diusung oleh 9 Partai telah memenuhi syarat karena jumlah suara telah melebihi dari 7500 suara. KPU menyatakan telah memenuhi aturan yang berlaku dan tinggal melakukan verifikasi berkas.

Sementara Balon Walikota Lenny Trisnadi BBA mengatakan, “kami mempunyai visi dan misi serta motto yaitu kota Gunungsitoli yang nyaman indah, masyarakat beriman dan sejahtera dan misi membangun tata kelola pemerintah yang baik dengan menerapkan Good Governance. Melayani masyarakat dengan prinsip pelayanan prima dengan motto melayani untuk semua bukan dilayani. Memberdayakan masyarakat dengan prinsip pemberian orientasi pada masyarakat untuk mengenali permasalahan yang dihadapi, memberdayakan perempuan di segala bidang dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender, membangun sarana dan prasarana kota yang menjamin kenyamanan dengan memperhatikan prinsip pembangunan yang berkelanjutan, menciptakan lingkungan kota yang dinamis dalam mendorong pertumbuhan pembangunan dan kesejahteraan berdasarkan tata ruang.”

Mempunyai program unggulan yaitu di bidang pendidikan dan kesehatan antara lain: memberikan bea siswa di setiap jenjang pendidikan bagi siswa/ yang berprestasi dan keluarga tidak mampu setiap tahun dianggarkan sebanyak seratus orang, mendirikan Paud (pendidikan anak usia dini) di setiap desa, menetapkan para guru secara merata di setiap Kecamatan, dan pemberantasan buta huruf.

Sedangkan di bidang kesehatan memberikan honor secara rutin kepada kader-kader posyandu di seluruh kota Gunungsitoli, menetapkan para dokter setiap puskesmas di wilayah kota Gunungsitoli, menempatkan para bidan desa secara merata, menempatkan kepala puskesmas yang peduli kepada kesehatan masyarakat yang tidak mampu, pengobatan gratis katarak dan bibir sumbing bekerjasama dengan OBI dan sahabat Aceh Nias.

Sementara balon Wakil Walikota Armansyah Harefa SE mengatakan, bahwa bidang infrastruktur mengutamakan pembangunan sarana jalan desa agar semua jalur transportasi dapat dilalui kendaraan roda empat, pembangunan sarana air bersih sesuai standar kesehatan, memperbaiki suluran air untuk menghindari banjir bandang.

Meningkatkan kualitas para penyuluh pertanian agar mencapai hasil pertanian yang maksimal, dengan memberikan bibit unggulan yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi lahan partanian yang tersedia, mengembangkan pendirian koperasi seperti koperasi wanita yang berbadan hukum, menciptakan keharmonisan antar umat beragama, serta meningkatkan kesejahteraan seluruh aparat desa.(SIB, 29-10-2010)

Diantar Pimpinan Partai dan Ribuan Massa Pasangan Balon Wali kota Gunungsitoli Murni- Zaro mendaftar di KPU Kota

Thursday, October 28th, 2010

Gunungsitoli – Pasangan bakal calon Walikota Drs Kemurnian Zebua BE dengan Temazaro Harefa (Murni-Zaro) Selasa (26/10) mendaftar ke KPU Kota Gunungsitoli diterima KPU Kota bersama Plt KPU Kab Nias Drs Yaatulö Halawa.
Pasangan calon mendaftar ke KPU diantar seribuan warga kota Gunungsitoli terdiri dari petani, tukang becak, nelayan, pimpinan Partai Politik dari Partai Demokrat, Partai Golkar, PPI, PIS, PNBK, PKPB, dan 11 anggota DPRD Kota dari ke enam partai tersebut.

Setelah mendaftar ke KPU kota Gunungsitoli Murni-Zaro bersama Ketua Tim Pemenangan Sowaa Laoly SE yang juga sebagai Ketua DPRD Kota Gunungsitoli mengatakan bila menang pada pesta demokrasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Periode 2011-2016 akan melakukan perubahan di segala bidang untuk meningkatkan pembangunan Kota Gunungsitoli.

Mempunyai komitmen memberantas segala jenis korupsi, dan menempatkan pejabat sesuai pendidikan dan kemampuan serta keahlian dalam bidangnya masing-masing.

Sementara Temazaro Harefa sebagai balon wakil walikota mengatakan kita jangan terlalu sibuk meminta penyerahan asset dari Pemkab Nias ke Pemko Gunungsitoli karena sudah diatur oleh UU bahwa proses penyerahan akan dilakukan selama 5 tahun.

Pasangan balon Murni-Zaro juga mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas pertolongannya dapat melaksanakan pendaftaran di KPU kota Gunungsitoli dan ini berkat kerjasama pimpinan partai politik yang mengusung dan dukungan warga kota Gunungsitoli.

Mereka berharap kepada seluruh lapisan masyarakat agar dukungan yang telah diberikan kiranya tetap berkelanjutan sampai jadwal kampanye dan pemungutan di hari H Pemilukada kota Gunungsitoli.

Drs Kemurnian Zebua BE (Murni) dikenal sebagai sosok pemimpin yang mampu karena dilihat dari pengalaman kerja selama menjadi Pegawai Negeri Sipil di Pemkab Nias, pernah menjadi Kadis Kependudukan Nias, Staf Bappeda hingga menjadi Kepala Bapeda Nias, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Nias dan Asisten I serta menjadi Sekretaris Kota Gunungsitoli sampai sekarang.

Temazaro Harefa dikenal sebagai Ketua BPC Gapensi Nias, pengusaha di bidang pertanian, anggota DPRD Nias kemudian menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar Nias dan menjadi Ketua DPRD Kab Nias dan sekarang sebagai Wakil Bupati Nias. Keduanya cukup banyak mendapat simpatik masyarakat kota Gunungsitoli dan dikenal dekat pada masyarakat tanpa membedakan suku dan agama. (www.hariansib.com – 27-10-2010)

PTUN Medan Tunda Proses Pemilukada Nisel Sehubungan Gugatan

Friday, October 22nd, 2010

Medan (SIB) – Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Kamis, (21/10), menetapkan menunda proses pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Nias Selatan melalui sidang yang dipimpin hakim ketua majelis Puji Rahayu SH MH dengan anggota Hartati SH MH dan Nasrifal SH dengan panitera pengganti Netty MS SH. (more…)

Anggota KPU Harus Jaga Netralitas

Friday, October 22nd, 2010

Medan – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus bekerja secara profesional, mandiri, dan independen. “Jaga netralitas dan tingkatkan profesionalitas,” kata Ketua KPU Sumut,

Irham Buana Nasution SH MHum saat melantik anggota KPU lima kabupaten/kota, Kamis (21/10) di gedung KPU Sumut Jalan Perintis kemerdekaan Medan.

Irham mengingatkan, tugas komisioner sebagai penyelenggara pemilu sangatlah berat, dan penuh tantangan. Persoalan-persoalan yang muncul tentang pemilu mulai dari tahapan pemutahiran data pemilih, pendaftaran calon, dan penghitungan suara.

“Saya ingatkan kembali, anggota KPU harus dapat menjaga netralitas dan profesionalisme karena ini merupakan harkat dan martabat yang harus dipertahankan,” ujar Irham Buana.

Ketua KPU Sumut dua periode ini juga menekankan, sesama komisioner KPU harus besinergi dan bekerjasama serta menjalin hubungan baik dengan sekretariat, karena komisoner KPU dan sekretarist tidak bisa dipisahkan.

Hadir dalam acara itu, anggota komisioner KPU Sumut masing-masing Turunan B Gulo, dan Surya Perdana, Sekretaris KPU Sumut Dra Hj Vita Lestari Nasution, Asisten I Pemkab Labura H Amin Daulay, para undangan dan keluarga anggota KPU terpilih.

Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Keputusan KPU Nomor 2896, 2897, 2898, 2889, 2900/Kpts/KPU-Prov-002/2010 Tentang Pengangkatan Anggota KPU Kabupaten Labuhan Batu Utara, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli.

Nama-nama Komisioner

Berikut nama-nama komisioner lima KPU Kabupaten/Kota yang dilantik.

Kabupaten Labuhanbatu Utara, Harun SPdI, Drs Khairuddin Marpaung, Habibullah SP, Maruli Sitorus, Drs Junaidi. Salah satu lima anggota KPU Labura di antaranya adalah wartawan Harian Analisa, yakni Drs Khairuddin Marpaung.

Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Irwansyah SSos, Ir M Ali, Mahmuddin SE, Imran Husaini Siregar SP dan Salim SAg.

Kabupaten Nias Utara, Emanuel Zebua, Agustinus Hulu, Ir Otorius Harefa, Haogolala Gea, Tugas Duha STh MMin. Kabupaten Nias Barat, Meiatasi Dolai, Yoramo Hia, Pdt Christoph Masanatal Hia STh, Herman Zebua SH, Firman Januari Gulo. Kota Gunung Sitoli, Drs Aroli Hulu MM, Arifin Telaumbanua SH, Drs Edizon Parlindungan Laoly, Hamdan Telaumbanua SH dan Asli Zendrato.

Setelah pelantikan, langsung dilaksanakan pleno pemilihan ketua masing-masing KPU kabupaten/kota. Setelah pleno, Harun SPdI terpilih menjadi Ketua KPU Kabupaten Labuhanbatu Utara, Imran Husaini Siregar SP Ketua Kabupaten KPU Labuhanbatu Selatan, Emanuel Zebua Ketua KPU Kabupaten Nias Utara dan Drs Aroli Hulu MM Ketua Kota KPU Gunung Sitoli, dan Herman Zebua SH Ketua KPU Kabupaten Nias Barat.

Dijadwalkan, hari ini (Jumat-red) para komisioner KPU kabupaten/kota pemekaran ini langsung mengikuti bimbingan teknis (bimtek) penyelenggaraan tahapan pilkada.

Hal ini dikarenakan sejumlah kabupaten/kota akan menggelar pilkada, diantaranya Nias, Nias Barat, Nias Utara, dan Kota Gunung Sitoli. Sedang di Labuhanbatu Selatan akan ada pilkada putaran kedua. (www.analisadaily.com – 22-10-2010)

Terkait Perekrutan Calon Anggota KPU, Formanispe Gelar Aksi Damai

Wednesday, October 13th, 2010

Gunungsitoli – Terkait dengan penetapan 10 orang calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gunungsitoli yang lakukan Panitia Seleksi beberapa waktu lalu, Forum Masyarakat Nias Peduli menggelar aksi di DPRD Kantor Walikota dan Kantor KPU Kota Gunungsitoli meminta KPU Provinsi Sumatera Utara tunda pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan. Senin, (11/10).

Selain itu, Formanispe meminta kepada Panitia Seleksi seger membuka seluruh hasil seleksi tersebut dan meminta kepada Panitia Seleksi mengembalikan seluruh nlai-nilai para kandidat sesuai dengan hasil kopetensi yang sebenarnya.

Serta Formanispe meminta kepada DPRD, Walikota Gunungsitoli, KPU Kota Gunungsitoli dan Panitia Seleksi untuk segera KPU Provinsi untuk menunda sementara waktu jadwal uji kepatutan dan kelayakan terhadap 10 besar nam calon anggota KPU Kota Gunungsitoli sampai adanya penyelesaian yang benar pada masalah itu.

Kegiatan aksi di beberapa instasi pemerintah yang dilakukan oleh Formanispe itu, terkait dengan adanya dugaan diskriminasi dan dugaan adanya kontelasi politik pemenangan 4 orang calon dari 10 calon yang nantinya akan diuslkan kepada KPU provinsi untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan.

Formanispe dalam pernyataan sikapanya yang disampaikan Herman Jaya Harefa baik di Kantor DPRD, Kantor Walikota Gunungsitoli dan KPU Kota Gunungsitoli mengatakan, setelah Formanispe mengumpulkan informasi dan keterangan kepada salah seorang Panitai Seleksi bahwa penetapan 10 besar nama kandidat calon anggota KPU di antaranya lulus dengan cara dikondisikan oleh Panitia seleksi dengan mengabaikan hasil nilai yang sebenarnya.

Seperti contoh, pada hasil asesment psikologi terdapat rangking 17 dan 15 dan bila ditambah dengan hasil wawancara tentunya tidak memungkinkan untuk lulus namun dinyatakan lulus oleh Panitia Seleksi.

Selain itu Formanispe mengatakan, tim seleksi dengan sengaja menekan beberapa nilai calon kandidat yang tidak disukai oleh panitia seleksi sehingga pada rapat pleno keputusan hasil penjaringan 10 besar berlangsung alot dari jam 20.00 WIB hingga jam 00.30 WIB.

Pada aksinya di Gedung Dewan Formanispe langung diterima Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli dan didampingi Wakil Ketua DPRD Hadirat ST dan dan Armansah Harefa SE dan sejumlah anggota DPRD Kota Gunungsitoli lainya.

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli berjanji akan menindaklanjuti hal itu dalam waktu yang tidak begitu lama yakni dengan memanggil untuk dengar pendapat panitia Seleksi, KPU Kota Gunungsitooi dan bila perlu Tim Asessment psikologi dari USU.

Sementara kedatangan Formanispe di Kantor Walikota Gunungsitoli langsung diterima Sekda Kota Gunungsitoli didampingi Asisten III H Syaiful Gulõ SIP bersama SKPD lainya karena Walikota Gunungsitoli sedang berada di luar daerah.

Pada kesempatan itu, Sekda Kota Gunungsitoli Drs Kemurnian Zebua mengatakan, semua tuntutan dan permohonan para demostran akan segera dilaporkan kepada Walikota Gunungsitoli sepulangnya dari luar daerah dan untuk segera diambil langkah-langkah terkait hal itu.

Sedangkan kehadiran Formanispe di KPU Kota Gunungsitoli langsung disambut oleh Ketua Panitia Seleksi dan Sekretaris Panitia Seleksi serta Sekretaris KPU Kota Gunungsitoli.

Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Seleksi, Sawofati Gea, S.Th didampingi Sekretaris Panitia Seleksi Synodia Telaumbanu, SH membantah keras tudingan oleh para demostran tersebut. Sebab mereka telah menjalan penyeleksian itu sesuai dengan prosedural yang ada. Sementara hasil nilai tidak dapat ditunjukan karena itu menyangkut dengan kode etik, kata Sarofati Gea

Namun ketika para demostran menyatakan pernyataan Ketua Panitia Seleksi tentang kode etik seperti ngambang dan kode etik yang tidak jelas. Ketika demostran menyatakan kepada Panitia Seleksi bahwa bukti-bukti terkait dengan dugaan mereka itu telah mereka “kantongi” Ketua dan Sekretaris Panitia Seleksi tidak dapat menjawab sehingga oleh Sekretaris KPU langsung mengambil alih pembicaraan dan mengatakan permasalahan itu akan segera diselesaikan.

Pantau Analisa di lapangan dalam aksi dibeberapa instasi tersebut, para demostran yang mengatasnamakan dirinya dari formanispe itu turut membawa berbagai poster dan spanduk serta para demostran turut dikawal ketat oleh pihak keamanan dari Polres Nias. (www.analisadaily.com – 13-10-2010)

DPRDSU Salut, KPUD Nisel Secara Tegas Coret Balon Bupati Tidak Memiliki Ijazah

Tuesday, October 12th, 2010

· Kabupaten Nisel Sangat Butuhkan Figur Bupati Pencipta Pembangunan Signifikan

Medan – Komisi A DPRD Sumut menyampaikan rasa salutnya terhadap KPUD Nisel (Nias Selatan) yang secara tegas telah melakukan pencoretan terhadap Balon Bupati/Wakil Bupati Nisel periode 2010–2015 yang tidak memiliki ijazah. Sikap tegas itu menunjukkan KPUD Nisel telah menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilukada yang benar-benar jujur, adil dan tidak memihak.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi A DPRD Sumut Suasana Dachi SH, Alamsyah Hamdani SH MH dan H Syamsul Hilal kepada wartawan, Senin (11/10) di DPRD Sumut menanggapi hasil keputusan pleno KPUD Nisel yang baru terhadap para Balon Bupati/Wakil Bupati Nisel periode 2010 – 2015.

“KPUD Nisel benar-benar telah menunjukkan sikap yang objektif dalam melakukan tahapan verifikasi ulang para Balon Bupati/Wakil Bupati, sesuai dengan persyaratan, yang diatur dalam peraturan perundang-undangan tentang Pilkada,” ujar Dachi yang juga Sekretaris FP Hanura ini.

Ditegaskan Dachi, pihaknya juga telah mewanti-wanti, apabila tidak ada tindakan tegas dari KPUD Nisel untuk melakukan pencoretan nama Balon Bupati/Wakil Bupati yang tidak memenuhi syarat yang diatur sesuai Peraturan Perundang-undangan tentang Pilkada, dikhawatirkan akan muncul gugatan para Balon lain yang kurang puas dengan hasil keputusan pleno KPUD Nisel ke MK (Mahkamah Konstitusi).

Sehingga tidak tertutup kemungkinan Keputusan MK nantinya akan memerintahkan KPUD Nisel untuk melakukan Pemilukada ulang di Nisel mengingat keputusan pleno KPUD Nisel sebelumnya dinilai cacat hukum, karena salah satu Balon yang terakomodir tanpa memiliki legal formal izajah yang merupakan syarat prinsip yang diatur melalui undang-undang tentang Pemilukada maupun peraturan KPU.

Sementara itu Alamsyah Hamdani SH MH menyatakan keyakinannya terhadap KPUD Nisel sebagai pihak penyelenggara Pemilukada akan mengedepankan independensinya, bukan berpihak kepada salah satu balon Bupati seperti yang telah dilakukan oleh KPUD Nisel sebelumnya, yang berani meloloskan salah seorang Balon Bupati yang tidak memiliki legal formal ijazah yang dipersyaratkan oleh peraturan dan perundangan.

Dengan telah ditetapkannya keputusan pleno KPUD Nisel terhadap pasangan Balon lewat Keputusan KPUD Nisel dengan No. 41/Kpts/KPU-Kab 002.434832/X/2010 dan tentang nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, kata Alamsyah, KPUD Nisel benar-benar telah menjalankan tupoksinya sebagai anggota KPUD yang mengedepankan keobjektifannya tanpa mengabaikan aturan-aturan yang telah diatur melalui peraturan KPU.

Sementara itu H Syamsul Hilal juga menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap KPUD Nisel tersebut, karena berani mengambil sikap untuk menegakkan peraturan dan perundangan dengan cara mencoret orang yang diduga tidak memiliki izajah sehingga jelas tidak memenuhi syarat menjadi Balon Bupati.

Di akhir keterangannya, Syamsul dan Dachi mengajak seluruh masyarakat Nisel benar-benar menggunakan hak pilihnya di hari H pelaksanaan Pemilukada nanti. Pilihlah figur pemimpin yang bisa membawa perubahan, jangan karena iming-iming sesuatu yang sifatnya sesaat yang pada akhirnya nanti akan merugikan masa depan pembangunan Nisel.

Menurut Dachi, Kabupaten Nisel sangat membutuhkan Bupati yang dapat menciptakan kemajuan pembangunan secara signifikan, untuk mengejar ketertinggalan pembangunan yang selama ini terabaikan, jika dibandingkan dengan daerah lain. (SIB, 12-10-2010)

Henkie & Ali calon Walikota Nias

Friday, October 8th, 2010

MEDAN – Henkie Yusuf Wau, dan Ali Yusran buka wacana baru untuk tampil mencalonkan diri menjadi walikota dan wakil walikota Gunung Sitoli pada pemilihan kepala Daerah (Pilkada) mendatang.

Walau kedua pasangan ini masih belum menyebutkan partai politik yang akan mengusung atau melalui jalur independen, namun kedua mereka sudah menyatakan siap untuk tampil guna membangun Pemko Gunung Sitoli untuk lima tahun ke depan.

“Kami berdua sangat berharap seluruh parpol dan elemen masyarakat kota Gunung Sitoli secara bersama-sama menjadikan kota yang baru dimekarkan itu indah, bersih dan cinta akan perdamaian serta menjadi kebanggaan masyarakat Pulau Nias,” kata Ali Yusran Gea, tadi malam.

Menurut Gea, mereka berdua yang merupakan pasangan pelangi, sudah sepakat dan beritikat untuk maju karena keterpanggilan hati nurani selaku putra daerah yang cukup mengenal dan dikenal masyarakat setempat.

Sebagai Notaris dan dosen tetap UMSU serta Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa Panca Budi dan juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Cendikiawan Muslim Nias Indonesia (HCMNI), Ali Yusran Gea menyebutkan, Gunung Sitoli merupakan sentral ekonomi dari berbagai lini kehidupan, maka perlu pemimpin yang memiliki komitmen dan integritas yang tinggi untuk memajukan Pemko Gunung Sitoli sebagai basis ekonomi dan kebanggaan masyarakat Nias menuju Provinsi Nias yang akan datang.

Ali Yusran Gea, lulusan Magister Kenotarisan USU 2008, juga menyebutkan, Henkie Yusuf yang akan tampil sebagai calon Walikota bersama dirinya untuk jabatan Wakil merupakan sosok calon pemimpin yang memiliki banyak jam terbang dan berpengalaman dalam pemerintahan.

“Pak Henkie Yusuf Wau saat ini adalah sebagai Sekda difinitif Kabupaten Nias Selatan dengan pangkat Pembina Utama Muda Golongan IV/c,” kata Ali Yusran Gea yang mengaku pencalonan mereka berdua pada pilkada Gunung Sitoli nanti sudah siap untuk bertarung memperebutkan kursi Walikota dan Wakil Walikota Gunung Sitoli. (www.waspada.co.id – 8-10-2010)

Wawancara Nias Online Dengan Pasangan Temafol

Monday, October 4th, 2010

Pasangan Temazaro Halawa-Foluaha Bidaya (Temafol) adalah salah satu pasangan calon kepala daerah Nias Selatan yang akan berlangsung pada 2 Desember 2010.

Apakah visi dan misi pasangan dari jalur independen itu? Berikut penuturan pasangan itu melalui Foluaha Bidaya melalui wawancara oleh anggota redaksi Nias Online Etis Nehe, 29 September 2010.

Kami ucapkan selamat atas penetapan sebagai salah satu pasangan kandidat calon kepala daerah Nias Selatan (Nisel). Pertama sekali, kami ingin tahu apa motivasi dasar Anda mencalonkan diri?

Pertama, melihat situasi dan kondisi kinerja pemerintah sekarang. Menurut hemat kami sangat kurang meyakinkan. Perlu ada sosok yang benar-benar belum terkontaminasi dengan banyak hal. Kata kuncinya, masalah safety. Kita mau selamatkan Nisel ini dari kebobrokan. Pada dasarnya itu.

Apa penilaian Anda atas keadaan Nisel saat ini pasca pemekaran dan sampai sejauh ini?

Menurut penilaian kami, belum sesuai harapan masyarakat. Di antaranya, masalah KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) yang masih merajalela. Padahal ketika melepaskan diri dari kabupatan Nias induk, dimana saya sendiri (Foluaha Bidaya, red) salah satu ‘pemain’ pada pemekaran itu, salah satu dasar pemikirannya adalah karena masalah KKN itu. Kadang-kadang dari wilayah Selatan ini kurang dapat porsi yang layak sesuai dengan yang sebenarnya. Tapi setelah berpisah, tidak ada tanda-tanda perubahan. Malah semakin bertambah dari apa yang kita rasakan sebelumnya.

Jadi, persoalan krusial di Nisel itu apa dan di mana?

Tentu saja masalah karakter kepemimpinan. Memang terkait sistem juga, tapi sistem itu kan diatur oleh orang juga. Bagaimana pun bagusnya sistem, kalau karakter orangnya tidak bagus, sistem tidak akan berjalan dengan baik dan normal. Artinya, solusinya, harus ganti orang karena bukan sistemnya yang salah.

Ganti orang pun harus orang yang memiliki kredibilitas yang bagus dan menguasai tugas pemerintahan. Kemudian, punya komitmen menjadikan Nisel ini lebih baik dari hari kemarin. Jadi, betul-betul kita harapkan figur yang belum terkontaminasi. Sampai saat ini, kami yakin seyakin-yakinnya belum termasuk yang terkontaminasi.

Di bidang ekonomi dan kesejahteraan, kita tahu kesulitan yang dialami masyarakat Nisel. Apa yang secara konkrit dan terukur akan dilakukan untuk masalah itu?

Pertama, saya mau jelaskan, sektor mana yang jadi sentuhan utama pasangan kami. Yaitu, masalah sektor produksi seperti pertanian, perikanan dan kelautan, dan sektor pariwisata. Sesuai dengan pengalaman periode yang lalu, sebetulnya begitu banyak dana yang disediakan pemerintah bagi para petani, ini salah satu contoh.

Tapi yang saya lihat, yang dilakukan Pemda, hanya menghabiskan dana daerah tanpa memperhitungkan bagaimana hasilnya. Sehingga kalau Tuhan izinkan kami terpilih, maka sebelum dana untuk sektor andalan digulirkan, maka akan dilakukan dulu pelatihan kepada masyarakat.

Salah satu contoh, pada 2009 ada bibit ikan lele yang dibagikan kepada masyarakat. Tapi mereka tidak pernah dilatih. Jadi, tidak bisa diukur hasilnya.

Salah satu masalah mendasar di Nisel terkait infrastruktur, khususnya transportasi ke luar pulau. Menyebabkan produk masyarakat tidak dipasarkan ke luar pulau dan juga tidak kompetitif. Apa yang akan dilakukan?

Sebetulnya sudah mulai teratasi dengan adanya KM P Tello. Hanya mungkin belum optimal. Semula diharapkan, dengan adanya kapal itu, akan menjadi salah satu perangsang untuk meningkatkan ekonomi produktif masyarakat.

Tapi masalahnya, dari pengamatan saya, hal itu tidak terjadi karena masalah ketrampilan tadi. Misalnya, di Pulau Tello beberapa kali saya bicara dengan masyarakat. Ada banyak orang yang datang dari Teluk Dalam ke sana dan oleh-olehnya cuma ikan asin. Padahal di sana banyak hal bisa dikembangkan. Ada keengganan melakukannya karena tidak adanya ketrampilan. Jadi kalau sudah diberikan ketrampilan, termasuk untuk memasarkan, lalu diberi modal, ya akan jalan.

Selama ini, masalah transportasi Nisel keluar pulau hampir semua harus melalui Gunung Sitoli. Apakah ada program untuk membangun sistem transportasi ke luar pulau yang berpusat di Nisel?

Iya. Itu salah satu yang akan disentuh karena itu erat hubungannya dengan masalah pemasaran hasil-hasil daerah. Maka apa yang sudah dimulai dengan KM P Tello yang belum optimal, akan dioptimalkan. Demikian juga dengan angkutan darat. Pembangunan jalan-jalan dari desa ke kota akan diprioritaskan. Untuk angkutan udara, Bandara Silambo (dekat Pantai Lagundri-Sorake, red) yang sedang dikerjakan akan dioptimalkan agar segera beroperasi.

Sebenarnya, ada rencana penambahan kapal yang dinamai KM Pulau Batu pada anggaran 2009 dari Dinas Perikanan. Itu untuk menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan dalam memasarkan hasil kegiatan ekonominya. Rute-rutenya bisa ke Sibolga, Padang atau ke Teluk Dalam. Tapi bermasalah. Seperti kita banyak baca di media, pejabat yang menanganinya justru masuk bui. Ke depan kita akan meneruskan program itu.

Masalah mendasar lainnya di Nisel, sebagaimana banyak diberitakan media dan telah menjadi rahasia umum adalah ketidakefisienan penganggaran, korupsi, dan budaya sogok dalam penerimaan CPNS. Semua itu bersentuhan dengan pelayanan publik. Apa yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah itu sehingga efisien dan tidak bertele-tele?

Yang pertama, pengawasan. Selama ini hampir tidak ada pengawasan, ada kesan membiarkan. Kita tidak punya maksud dan kehendak untuk membiarkan hal itu terjadi. Kita akan melakukan pengawasan yang lebih ketat kepada semua jajaran di Pemda. Kemudian, sesuai dengan latar belakang kami sebagai pimpinan spiritual, kami akan tekankan juga pembinaan spiritual.

Displin pegawai akan diketatkan, termasuk disiplin anggaran. Selama ini banyak proyek sekedar mencairkan anggaran daerah tanpa diperhitungkan manfaatnya. Misalnya, di sebuah desa di Pulau Tello, dibangun pelabuhan yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Sementara desa yang sebenarnya lebih strategis dan membutuhkan justru tidak mendapatkannya. Setelah itu pelabuhan itu tidak dipergunakan dan itu membuang uang negara saja.

Ke depan, kalau kami terpilih, kami akan ubah. Kami punya sistem lain. Tidak akan bekerja di belakang meja saja. Kami akan turun ke lapangan dan menanyakan langsung kepada masyarakat apa yang menjadi kebutuhannya yang sebenarnya pada tahun anggaran ini. Yang benar-benar ril. Tentu akan banyak masukannya. Setelah itu akan diturunkan tim untuk survey mana yang prioritas untuk dibangun.

Lebih jauh lagi soal sogok menyogok pada penerimaan CPNS, apa yang akan dilakukan untuk mengatasinya?

Pertama sekali, komitmen kita sebagai pimpinan, tidak boleh simae niwaöra ndre selama ha’a: “ha’a we göda” (secara literal artinya: seperti sering selama ini dikatakan, “inilah ‘makanan’ kita”, redaksi). Jadi, kita tidak akan melakukan itu. Kalau ada bawahan yang melakukan itu akan ditindak tegas. Maka sebelum penerimaan, akan dikumpulkan semua jajaran Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Kalau ada yang menjadikan itu sebagai obyekan akan ditindak tegas. Jadi akan dikembalikan pada kemurnian hasil seleksi CPNS itu sendiri.

Masyarakat juga akan diberi pemahaman. Sebab, saya melihat suburnya korupsi dan sogok menyogok karena ulah masyarakat juga. Sebab ingin diprioritaskasn sehingga mereka melakukan atau memberi sesuatu. Kita berusaha mengawasi dan mencegahnya.

Persoalan lain di Nisel adalah kualitas SDM yang tidak cukup bila diselesaikan hanya dengan memberikan pelatihan yang bersifat pragmatis. Apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat Nisel?

Dalam visi misi kami sudah sangat jelas. Kita akan mewujudkan masyarakat Nisel yang takut akan Tuhan, sejahtera, sehat dan cerdas. Pada aspek cerdas ini, pertama, bagi SDM yang sudah jadi PNS yang memiliki loyalitas dan kredibilitas untuk meningkatkan kemampuannya dengan melanjutkan studi ke tingkat lebih tinggi. Tapi akan diarahkan pada pendidikan yang bernuansa skill. Kalau di bidang keuangan, ya diarahkan di bidang itu. Jangan skill-nya bidang keuangan tapi di arahkan ke hukum. Kita siapkan beasiswa.

Kita tidak akan melakukan seperti selama ini. Yang loyal dan professional tidak diberi kesempatan mengembangkan diri. Yang diberi kesempatan justru orang-orang yang punya kedekatan dengan decision maker (pengambil keputusan).

Untuk siswa sampai setingkat SMA, kita akan menerapkan secara bertahap amanat UUD tentang anggaran pendidikan sebesar 20%. Pola penganggaran APBD akan diupayakan mengikuti pola itu.

Masalah pemekaran juga akan jadi perhatian. Seusai aspirasi masyarakat, Nisel ini perlu dimekarkan lagi menjadi beberapa kabupatan. Di antaranya, Kabupaten Nias Tengah, Kotamadya Teluk Dalam, dan Kabupaten Pulau-Pulau Batu. Bebarapa wilayah juga perlu ditingkatkan menjadi kecamatan. Termasuk pemekaran desa-desa besar.

Visi dan Misi Pasangan Temafol

Monday, October 4th, 2010

A. V I S I

“Terwujudnya masyarakat Nias Selatan yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, hidup sejahtera, cerdas, sehat, profesional, bersatu, berbudaya, menuju masyarakat yang mandiri, kompetitif, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.”

B. M I S I

  1. Meningkatkan kerjasama dengan semua lembaga keagamaan untuk membimbing umat beragama agar menjadi umat beragama dan warga Negara yang memiliki kualitas iman dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  2. Menciptakan dan meningkatkan sistim perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup sejahtera masyarakat Kabupaten Nias Selatan.
  3. Meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, dan berkualitas.
  4. Meningkatkan penataan organisasi pemerintahan dan sumber daya aparat yang lebih professional.
  5. Meningkatkan persatuan dan kesatuan dengan menumbuh- kembangkan nilai-nilai demokrasi dan antidiskriminasi di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Nias Selatan.
  6. Menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya yang mendukung pertumbuhan nilai-nilai agama dan ekonomi masyarakat.

Riwayat Hidup Drs. Temazisõkhi Halawa

Monday, October 4th, 2010
  1. Nama : Drs.Temazisokhi Halawa
  2. Tempat dan Tanggal Lahir : Sisarahili Oyo, 22 Januari 1959
  3. Umur : 51 Tahun
  4. Alamat Tempat Tinggal : Sisarahili Oyo
  5. Jenis Kelamin : Laki – laki
  6. Agama : Kristen Protestan
  7. Status Perkawinan :
    • Belum/sudah/pernah kawin : Sudah kawin
    • Nama Istri : Odar Sitohang
    • Jumlah Anak : 4 orang
    • Nama Keluarga Kandung : Fatijiduhu Halawa, Sakhiami Halawa, Satilia Halawa,
      Sadaria Halawa, Aluizisokhi Halawa.
  8. Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil
  9. Riwayat Pendidikan :
    • Lulus SD : SD Negeri Soledua, Tahun 1972.
    • Lulus SMP : SMP Negeri Sirombu, Tahun 1975.
    • Lulus SMA : SMA Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli, Tahun 1979
    • Lulus S1 : Universitas Sumatera Utara, Tahun 1985
  10. Riwayat Organisasi :
    • a. –
    • b. –
    • c. –
    • d. –
  11. Riwayat dan Alamat Pekerjaan:
    • a. Tahun 1985 s/d 1989, bekerja di Kantor Sospol Kabupaten Asahan.
    • b. Tahun 1989 s/d 1992, Kepala Seksi di BAPPEDA Kabupaten Asahan.
    • c. Tahun 1992 s/d 1999, Kasubbag Umum pada Kantor sekretariat DPRD Kabupaten Asahan.
    • d. Tahun 1999 s/d 2004, Kasubdis pada Kantor Dinas Pendapatan Kabupaten Asahan.
    • e. Tahun 2004 s/d`2008, Kasubbag Rapat dan Risalah pada Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Asahan.
    • f. Tahun 2008 s/d 2009, Kasi Sumber Daya Energi pada Kantor Dinas Pertambangan Kabupaten Asahan.
    • g. Tahun 2010 sampai sekarang, Kabid Ketenagaan Listrik di Kantor Dinas Pertambangan Kabupaten Asahan

Dibuat di : Telukdalam,
Pada Tanggal : 12 Agustus 2010

Calon Kepala Daerah

Drs. Temazisõkhi Halawa

Riwayat Hidup Pdt. Foluaha Bidaya, M.Div

Monday, October 4th, 2010
  1. Nama : Pdt. Foluaha Bidaya, M.Div
  2. Tempat dan Tanggal Lahir : Hayo, 27 Agustus 1965
  3. Umur: 45 Tahun
  4. Alamat Tempat Tinggal : Jl. Saonigeho Km 2 No.250,Telukdalam Kab. Nias Selatan
  5. Jenis Kelamin : Laki – Laki
  6. Agama : Kristen Protestan
  7. Status Perkawinan :
    • a. Belum/sudah/pernah Kawin : Sudah Kawin
    • b. Nama Istri : Yulinar Bidaya
    • c. Jumlah Anak : 4 orang
    • d. Nama Keluarga Kandung : Marija, Fagolombowo, Mahaki, Yusnia, Fanaha
  8. Pekerjaan : Pendeta dan Pegawai Negeri Sipil
  9. Riwayat Pendidikan :
    • a. Lulus SD : SD Negeri No.071124 Pulau Tello, Tahun 1979
    • b. Lulus SMP : SMP Subsidi BNKP Pulau Tello, Tahun 1982
    • c. Lulus SLTA : PGAK/P BNKP Gunung Sitoli, Tahun 1985
    • d. Lulus S1 : STTE Tanjung Enim, Tahun 2001
    • e. Lulus S2 : STT Cipanas, Tahun 2005
  10. Riwayat Organisasi :
    • a. Sekretaris Jenderal BKPN, di Telukdalam, Tahun 1994 – 1998.
    • b. Ephorus BKPN, di Telukdalam, Tahun 1998-2006.
    • c. Penggagas dan Pendiri serta Wakil Ketua Forum Komunikasi Umat Kristen di Teluk Dalam, Tahun 1992-1994.
    • d. Penggagas dan Pendiri, Wakil Ketua BKAG (Badan Kerjasama Antar Gereja) Nias Selatan Tahun 2004.
    • e. Ketua DPC PIKI (Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia) Kabupaten Nias Selatan.
    • f. Ketua Umum LPPD (Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah) Kabupaten Nias Selatan Tahun 2010-2012.
    • g. Ketua Umum PAMK (Pemuka Agama Mitra Kamtibmas) Polres Nias Selatan Tahun 2008 – 2012.
    • h. Ketua Umum Himashtu (Himpunan Masyarakat Hulo Batu).
    • i. Ketua Umum Panitia Pemekaran Kabupaten Hulo Batu.;
  11. Riwayat dan Alamat Pekerjaan :
    • a. Pendeta di BKPN
    • b. Guru PAK di SD Bawozau’a Tahun 2000 Kabupaten Nias
    • c. Guru PAK di SMAN 1 Teluk Dalam Tahun 2000 s/d Tahun 2006 Kabupaten Nias Selatan
    • d. Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan Tahun 2006 s/d sekarang
    • e. Dosen PAK di UNIMED Nias Selatan, Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan
    • f. Dosen PAK, Etika, Filsafat di STIKIP & STIE Nias Selatan Kabupaten Nias Selatan
    • g. Ketua STT Antiokhia Nias Selatan Kabupaten Nias Selatan.

Dibuat di : Telukdalam,

Pada Tanggal : 12 Agustus 2010

Calon Wakil Kepala Daerah

Pdt. Foluaha Bidaya, M.Div

Partai Demokrat dan Pelopor Terima Berkas Pendaftaran Pasangan A’aro’ohe

Sunday, September 26th, 2010

Nias Barat – Dalam rangka Pemilukada di Kabupaten Nias secara terpisah DPC Partai Demokrat Kabupaten Nias Barat dan DPC Partai Pelopor Kabupaten Nias Barat menerima berkas pendaftaran pasangan Adrianus Aroziduhu Gulö, SH MH dan Hermit Hia SIP sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Nias Barat atau lebih dikenal pasangan A’aro’ohe, Selasa, (21/9).

Pendaftaran pasangan A’aro’ohe diawali di DPC Partai Demokrat Kabupaten Nias Barat. Selanjutnya di DPC Partai Pelopor di Kabupaten Nias Barat.

Pada pendaftaran di DPC Partai Demokrat pasangan A’aro’ohe disambut Ketua dan Sekretaris DPC Demokrat Kabupaten Nias Barat Tolosökhi Halawa SPd dan Ruslan Zai SH dan Tim Penjaringan yakni Ketua Hadi Soslima Gulö, Sekretaris Manase Gulo, Bendahara Tim Seniati Gulö dan anggota Yabesi Hia SH.

Sementara, pada pendaftaran di DPC Partai Pelopor pasangan A’aro’ohe di sambut Ketua DPC Partai Polopor Kabupaten Nias Barat, Henoki Waruwu dan Sekretaris Tim Penjaringan Manase Gulö.

Pendaftaran pasangan A’aro’öhe turut didampingi beberapa tokoh masyarakat Nias Barat seperti Hosnisel Hia SH, Firman Kudus Daeli, Fangato Gulö, Anggota DPRD Kabupaten Nias Barat Ir Nitema Gulo MSi, Yasaro Daeli SSos, dan Robert Murni Daeli dari unsur DPD Partai Golkar Kabupaten Nias Barat, serta Adieli Gulö dan Amosi Maruao dari Posko Delasiga Peduli Nias Barat.

Adrianus Aroziduhu Gulö mengatakan, kedatangan kedua Balon untuk mendaftar merupakan wujud kesungguhan dan keseriusan Balon A’aro’ohe sebagai bakal calon sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Selanjutnya Hermit Hia menjelaskan Balon A’aro’he mempunyai visi yakni “Terwujudnya masyarakat sejahtera yang beriman dan berbudaya melalui penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih”.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Ruslan ZaiSH mengatakan, kehadiran pasangan A’aro’he merupakan kebanggaan DPC Partai Demokrat, dan dari hasil penjaringan dan pendaftaran para balon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah itu pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan sejumlah DPAC Demokrat Kabupaten Nias Barat dan seterusnya hasil itu akan segera dilanjutkan kepada DPP Demokrat untuk mendapatkan rekomendasi.

Ia dapat memastikan sebelum pendaftaran para calon di KPU, rekomendasi tersebut akan segera turun, dan siapapun yang akan mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat, maka mesin politik DPC Partai Demokrat Kabupaten Nias Barat akan mengerahkan delapan DPAC dan seratus anak ranting untuk memenangkan calon
yang akan diusung oleh partai itu.

Ketua PC NU Kabupaten Nias Barat Sukarno Marunduri saat diminta tanggapanya terkait pasangan A’aro’he mengatakan, sependapat dengan pernyataan Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Nias Barat bahwa pasangan A’aro’he merupakan kebanggaan semua.

Mengingat kedua firgur ini telah teruji pengabdiannya kepada masyarakat hal itu terbukti dengan tanda kehormatan “Satyalancana Kebaktian Sosial” yang di dapatkan keduanya dari Prisiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2005. (www.analisadaily.com 25-09-2010)