Archive for the ‘DRH Visi Misi Wawancara’ Category

Wawancara Nias Online Dengan Pasangan Temafol

Monday, October 4th, 2010

Pasangan Temazaro Halawa-Foluaha Bidaya (Temafol) adalah salah satu pasangan calon kepala daerah Nias Selatan yang akan berlangsung pada 2 Desember 2010.

Apakah visi dan misi pasangan dari jalur independen itu? Berikut penuturan pasangan itu melalui Foluaha Bidaya melalui wawancara oleh anggota redaksi Nias Online Etis Nehe, 29 September 2010.

Kami ucapkan selamat atas penetapan sebagai salah satu pasangan kandidat calon kepala daerah Nias Selatan (Nisel). Pertama sekali, kami ingin tahu apa motivasi dasar Anda mencalonkan diri?

Pertama, melihat situasi dan kondisi kinerja pemerintah sekarang. Menurut hemat kami sangat kurang meyakinkan. Perlu ada sosok yang benar-benar belum terkontaminasi dengan banyak hal. Kata kuncinya, masalah safety. Kita mau selamatkan Nisel ini dari kebobrokan. Pada dasarnya itu.

Apa penilaian Anda atas keadaan Nisel saat ini pasca pemekaran dan sampai sejauh ini?

Menurut penilaian kami, belum sesuai harapan masyarakat. Di antaranya, masalah KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) yang masih merajalela. Padahal ketika melepaskan diri dari kabupatan Nias induk, dimana saya sendiri (Foluaha Bidaya, red) salah satu ‘pemain’ pada pemekaran itu, salah satu dasar pemikirannya adalah karena masalah KKN itu. Kadang-kadang dari wilayah Selatan ini kurang dapat porsi yang layak sesuai dengan yang sebenarnya. Tapi setelah berpisah, tidak ada tanda-tanda perubahan. Malah semakin bertambah dari apa yang kita rasakan sebelumnya.

Jadi, persoalan krusial di Nisel itu apa dan di mana?

Tentu saja masalah karakter kepemimpinan. Memang terkait sistem juga, tapi sistem itu kan diatur oleh orang juga. Bagaimana pun bagusnya sistem, kalau karakter orangnya tidak bagus, sistem tidak akan berjalan dengan baik dan normal. Artinya, solusinya, harus ganti orang karena bukan sistemnya yang salah.

Ganti orang pun harus orang yang memiliki kredibilitas yang bagus dan menguasai tugas pemerintahan. Kemudian, punya komitmen menjadikan Nisel ini lebih baik dari hari kemarin. Jadi, betul-betul kita harapkan figur yang belum terkontaminasi. Sampai saat ini, kami yakin seyakin-yakinnya belum termasuk yang terkontaminasi.

Di bidang ekonomi dan kesejahteraan, kita tahu kesulitan yang dialami masyarakat Nisel. Apa yang secara konkrit dan terukur akan dilakukan untuk masalah itu?

Pertama, saya mau jelaskan, sektor mana yang jadi sentuhan utama pasangan kami. Yaitu, masalah sektor produksi seperti pertanian, perikanan dan kelautan, dan sektor pariwisata. Sesuai dengan pengalaman periode yang lalu, sebetulnya begitu banyak dana yang disediakan pemerintah bagi para petani, ini salah satu contoh.

Tapi yang saya lihat, yang dilakukan Pemda, hanya menghabiskan dana daerah tanpa memperhitungkan bagaimana hasilnya. Sehingga kalau Tuhan izinkan kami terpilih, maka sebelum dana untuk sektor andalan digulirkan, maka akan dilakukan dulu pelatihan kepada masyarakat.

Salah satu contoh, pada 2009 ada bibit ikan lele yang dibagikan kepada masyarakat. Tapi mereka tidak pernah dilatih. Jadi, tidak bisa diukur hasilnya.

Salah satu masalah mendasar di Nisel terkait infrastruktur, khususnya transportasi ke luar pulau. Menyebabkan produk masyarakat tidak dipasarkan ke luar pulau dan juga tidak kompetitif. Apa yang akan dilakukan?

Sebetulnya sudah mulai teratasi dengan adanya KM P Tello. Hanya mungkin belum optimal. Semula diharapkan, dengan adanya kapal itu, akan menjadi salah satu perangsang untuk meningkatkan ekonomi produktif masyarakat.

Tapi masalahnya, dari pengamatan saya, hal itu tidak terjadi karena masalah ketrampilan tadi. Misalnya, di Pulau Tello beberapa kali saya bicara dengan masyarakat. Ada banyak orang yang datang dari Teluk Dalam ke sana dan oleh-olehnya cuma ikan asin. Padahal di sana banyak hal bisa dikembangkan. Ada keengganan melakukannya karena tidak adanya ketrampilan. Jadi kalau sudah diberikan ketrampilan, termasuk untuk memasarkan, lalu diberi modal, ya akan jalan.

Selama ini, masalah transportasi Nisel keluar pulau hampir semua harus melalui Gunung Sitoli. Apakah ada program untuk membangun sistem transportasi ke luar pulau yang berpusat di Nisel?

Iya. Itu salah satu yang akan disentuh karena itu erat hubungannya dengan masalah pemasaran hasil-hasil daerah. Maka apa yang sudah dimulai dengan KM P Tello yang belum optimal, akan dioptimalkan. Demikian juga dengan angkutan darat. Pembangunan jalan-jalan dari desa ke kota akan diprioritaskan. Untuk angkutan udara, Bandara Silambo (dekat Pantai Lagundri-Sorake, red) yang sedang dikerjakan akan dioptimalkan agar segera beroperasi.

Sebenarnya, ada rencana penambahan kapal yang dinamai KM Pulau Batu pada anggaran 2009 dari Dinas Perikanan. Itu untuk menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan dalam memasarkan hasil kegiatan ekonominya. Rute-rutenya bisa ke Sibolga, Padang atau ke Teluk Dalam. Tapi bermasalah. Seperti kita banyak baca di media, pejabat yang menanganinya justru masuk bui. Ke depan kita akan meneruskan program itu.

Masalah mendasar lainnya di Nisel, sebagaimana banyak diberitakan media dan telah menjadi rahasia umum adalah ketidakefisienan penganggaran, korupsi, dan budaya sogok dalam penerimaan CPNS. Semua itu bersentuhan dengan pelayanan publik. Apa yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah itu sehingga efisien dan tidak bertele-tele?

Yang pertama, pengawasan. Selama ini hampir tidak ada pengawasan, ada kesan membiarkan. Kita tidak punya maksud dan kehendak untuk membiarkan hal itu terjadi. Kita akan melakukan pengawasan yang lebih ketat kepada semua jajaran di Pemda. Kemudian, sesuai dengan latar belakang kami sebagai pimpinan spiritual, kami akan tekankan juga pembinaan spiritual.

Displin pegawai akan diketatkan, termasuk disiplin anggaran. Selama ini banyak proyek sekedar mencairkan anggaran daerah tanpa diperhitungkan manfaatnya. Misalnya, di sebuah desa di Pulau Tello, dibangun pelabuhan yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Sementara desa yang sebenarnya lebih strategis dan membutuhkan justru tidak mendapatkannya. Setelah itu pelabuhan itu tidak dipergunakan dan itu membuang uang negara saja.

Ke depan, kalau kami terpilih, kami akan ubah. Kami punya sistem lain. Tidak akan bekerja di belakang meja saja. Kami akan turun ke lapangan dan menanyakan langsung kepada masyarakat apa yang menjadi kebutuhannya yang sebenarnya pada tahun anggaran ini. Yang benar-benar ril. Tentu akan banyak masukannya. Setelah itu akan diturunkan tim untuk survey mana yang prioritas untuk dibangun.

Lebih jauh lagi soal sogok menyogok pada penerimaan CPNS, apa yang akan dilakukan untuk mengatasinya?

Pertama sekali, komitmen kita sebagai pimpinan, tidak boleh simae niwaöra ndre selama ha’a: “ha’a we göda” (secara literal artinya: seperti sering selama ini dikatakan, “inilah ‘makanan’ kita”, redaksi). Jadi, kita tidak akan melakukan itu. Kalau ada bawahan yang melakukan itu akan ditindak tegas. Maka sebelum penerimaan, akan dikumpulkan semua jajaran Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Kalau ada yang menjadikan itu sebagai obyekan akan ditindak tegas. Jadi akan dikembalikan pada kemurnian hasil seleksi CPNS itu sendiri.

Masyarakat juga akan diberi pemahaman. Sebab, saya melihat suburnya korupsi dan sogok menyogok karena ulah masyarakat juga. Sebab ingin diprioritaskasn sehingga mereka melakukan atau memberi sesuatu. Kita berusaha mengawasi dan mencegahnya.

Persoalan lain di Nisel adalah kualitas SDM yang tidak cukup bila diselesaikan hanya dengan memberikan pelatihan yang bersifat pragmatis. Apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat Nisel?

Dalam visi misi kami sudah sangat jelas. Kita akan mewujudkan masyarakat Nisel yang takut akan Tuhan, sejahtera, sehat dan cerdas. Pada aspek cerdas ini, pertama, bagi SDM yang sudah jadi PNS yang memiliki loyalitas dan kredibilitas untuk meningkatkan kemampuannya dengan melanjutkan studi ke tingkat lebih tinggi. Tapi akan diarahkan pada pendidikan yang bernuansa skill. Kalau di bidang keuangan, ya diarahkan di bidang itu. Jangan skill-nya bidang keuangan tapi di arahkan ke hukum. Kita siapkan beasiswa.

Kita tidak akan melakukan seperti selama ini. Yang loyal dan professional tidak diberi kesempatan mengembangkan diri. Yang diberi kesempatan justru orang-orang yang punya kedekatan dengan decision maker (pengambil keputusan).

Untuk siswa sampai setingkat SMA, kita akan menerapkan secara bertahap amanat UUD tentang anggaran pendidikan sebesar 20%. Pola penganggaran APBD akan diupayakan mengikuti pola itu.

Masalah pemekaran juga akan jadi perhatian. Seusai aspirasi masyarakat, Nisel ini perlu dimekarkan lagi menjadi beberapa kabupatan. Di antaranya, Kabupaten Nias Tengah, Kotamadya Teluk Dalam, dan Kabupaten Pulau-Pulau Batu. Bebarapa wilayah juga perlu ditingkatkan menjadi kecamatan. Termasuk pemekaran desa-desa besar.

Visi dan Misi Pasangan Temafol

Monday, October 4th, 2010

A. V I S I

“Terwujudnya masyarakat Nias Selatan yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, hidup sejahtera, cerdas, sehat, profesional, bersatu, berbudaya, menuju masyarakat yang mandiri, kompetitif, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.”

B. M I S I

  1. Meningkatkan kerjasama dengan semua lembaga keagamaan untuk membimbing umat beragama agar menjadi umat beragama dan warga Negara yang memiliki kualitas iman dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  2. Menciptakan dan meningkatkan sistim perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup sejahtera masyarakat Kabupaten Nias Selatan.
  3. Meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, dan berkualitas.
  4. Meningkatkan penataan organisasi pemerintahan dan sumber daya aparat yang lebih professional.
  5. Meningkatkan persatuan dan kesatuan dengan menumbuh- kembangkan nilai-nilai demokrasi dan antidiskriminasi di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Nias Selatan.
  6. Menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya yang mendukung pertumbuhan nilai-nilai agama dan ekonomi masyarakat.

Riwayat Hidup Drs. Temazisõkhi Halawa

Monday, October 4th, 2010
  1. Nama : Drs.Temazisokhi Halawa
  2. Tempat dan Tanggal Lahir : Sisarahili Oyo, 22 Januari 1959
  3. Umur : 51 Tahun
  4. Alamat Tempat Tinggal : Sisarahili Oyo
  5. Jenis Kelamin : Laki – laki
  6. Agama : Kristen Protestan
  7. Status Perkawinan :
    • Belum/sudah/pernah kawin : Sudah kawin
    • Nama Istri : Odar Sitohang
    • Jumlah Anak : 4 orang
    • Nama Keluarga Kandung : Fatijiduhu Halawa, Sakhiami Halawa, Satilia Halawa,
      Sadaria Halawa, Aluizisokhi Halawa.
  8. Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil
  9. Riwayat Pendidikan :
    • Lulus SD : SD Negeri Soledua, Tahun 1972.
    • Lulus SMP : SMP Negeri Sirombu, Tahun 1975.
    • Lulus SMA : SMA Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli, Tahun 1979
    • Lulus S1 : Universitas Sumatera Utara, Tahun 1985
  10. Riwayat Organisasi :
    • a. –
    • b. –
    • c. –
    • d. –
  11. Riwayat dan Alamat Pekerjaan:
    • a. Tahun 1985 s/d 1989, bekerja di Kantor Sospol Kabupaten Asahan.
    • b. Tahun 1989 s/d 1992, Kepala Seksi di BAPPEDA Kabupaten Asahan.
    • c. Tahun 1992 s/d 1999, Kasubbag Umum pada Kantor sekretariat DPRD Kabupaten Asahan.
    • d. Tahun 1999 s/d 2004, Kasubdis pada Kantor Dinas Pendapatan Kabupaten Asahan.
    • e. Tahun 2004 s/d`2008, Kasubbag Rapat dan Risalah pada Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Asahan.
    • f. Tahun 2008 s/d 2009, Kasi Sumber Daya Energi pada Kantor Dinas Pertambangan Kabupaten Asahan.
    • g. Tahun 2010 sampai sekarang, Kabid Ketenagaan Listrik di Kantor Dinas Pertambangan Kabupaten Asahan

Dibuat di : Telukdalam,
Pada Tanggal : 12 Agustus 2010

Calon Kepala Daerah

Drs. Temazisõkhi Halawa

Riwayat Hidup Pdt. Foluaha Bidaya, M.Div

Monday, October 4th, 2010
  1. Nama : Pdt. Foluaha Bidaya, M.Div
  2. Tempat dan Tanggal Lahir : Hayo, 27 Agustus 1965
  3. Umur: 45 Tahun
  4. Alamat Tempat Tinggal : Jl. Saonigeho Km 2 No.250,Telukdalam Kab. Nias Selatan
  5. Jenis Kelamin : Laki – Laki
  6. Agama : Kristen Protestan
  7. Status Perkawinan :
    • a. Belum/sudah/pernah Kawin : Sudah Kawin
    • b. Nama Istri : Yulinar Bidaya
    • c. Jumlah Anak : 4 orang
    • d. Nama Keluarga Kandung : Marija, Fagolombowo, Mahaki, Yusnia, Fanaha
  8. Pekerjaan : Pendeta dan Pegawai Negeri Sipil
  9. Riwayat Pendidikan :
    • a. Lulus SD : SD Negeri No.071124 Pulau Tello, Tahun 1979
    • b. Lulus SMP : SMP Subsidi BNKP Pulau Tello, Tahun 1982
    • c. Lulus SLTA : PGAK/P BNKP Gunung Sitoli, Tahun 1985
    • d. Lulus S1 : STTE Tanjung Enim, Tahun 2001
    • e. Lulus S2 : STT Cipanas, Tahun 2005
  10. Riwayat Organisasi :
    • a. Sekretaris Jenderal BKPN, di Telukdalam, Tahun 1994 – 1998.
    • b. Ephorus BKPN, di Telukdalam, Tahun 1998-2006.
    • c. Penggagas dan Pendiri serta Wakil Ketua Forum Komunikasi Umat Kristen di Teluk Dalam, Tahun 1992-1994.
    • d. Penggagas dan Pendiri, Wakil Ketua BKAG (Badan Kerjasama Antar Gereja) Nias Selatan Tahun 2004.
    • e. Ketua DPC PIKI (Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia) Kabupaten Nias Selatan.
    • f. Ketua Umum LPPD (Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah) Kabupaten Nias Selatan Tahun 2010-2012.
    • g. Ketua Umum PAMK (Pemuka Agama Mitra Kamtibmas) Polres Nias Selatan Tahun 2008 – 2012.
    • h. Ketua Umum Himashtu (Himpunan Masyarakat Hulo Batu).
    • i. Ketua Umum Panitia Pemekaran Kabupaten Hulo Batu.;
  11. Riwayat dan Alamat Pekerjaan :
    • a. Pendeta di BKPN
    • b. Guru PAK di SD Bawozau’a Tahun 2000 Kabupaten Nias
    • c. Guru PAK di SMAN 1 Teluk Dalam Tahun 2000 s/d Tahun 2006 Kabupaten Nias Selatan
    • d. Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan Tahun 2006 s/d sekarang
    • e. Dosen PAK di UNIMED Nias Selatan, Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan
    • f. Dosen PAK, Etika, Filsafat di STIKIP & STIE Nias Selatan Kabupaten Nias Selatan
    • g. Ketua STT Antiokhia Nias Selatan Kabupaten Nias Selatan.

Dibuat di : Telukdalam,

Pada Tanggal : 12 Agustus 2010

Calon Wakil Kepala Daerah

Pdt. Foluaha Bidaya, M.Div