Pada tulisan sebelumnya telah diulas bagaimana Jerman dan Jepang tidak kurang ‘merananya’ dari Indonesia pada tahun 1945. Kedua negara tersebut bahkan diatur sistem pendidikannya oleh negara lain setelah PD II untuk memastikan bahwa pendidikan tidak lagi menjejalkan doktrin-doktrin yang menggiring mereka dan generasi mudanya ke arah perang selanjutnya. Jepang diatur oleh Amerika, sedangkan Jerman, selain oleh Amerika, diatur pendidikannya oleh Inggris, Perancis dan Uni Soviet yang mengakibatkan pendidikan di Jerman memiliki beragam sistem hingga saat ini. (more…)
Archive for the ‘Pendidikan – Beasiswa’ Category
Ini Dia Opor Tunitas Hulu, Putra Nias di Paskibraka 2013
Saturday, August 17th, 2013Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin sendiri peringatan tersebut. Baik penaikan bendera pada pagi hari, maupun penurunan bendera pada sore hari. (more…)
Genjot Kualitas SDM, Pemerintah Bebaskan PPh & PPn Buku Impor
Friday, August 16th, 2013Pemerintah Bakal Gratiskan Kuliah S-2
Monday, July 29th, 2013
NIASONLINE, JAKARTA – Dalam rangka memperbanyak lulusan perguruan tinggi bergelar Strata 2 (S-2), pemerintah akan menggelontorkan program beasiswa khusus.
Tapi, tunggu dulu. Program itu hanya berlaku untuk para peserta kuliah di empat fakultas saja. Yakni, Fakultas Tekni, Sains, MIPA dan Agrikultur Pertanian. (more…)
Akhir 2015, Kualifikasi Pendidikan Guru Wajib Minimal S1 & D-4
Friday, July 12th, 2013Sesuai amanat Undang-Undang 14/2005 tentang Guru dan Dosen, para guru yang kualifikasi pendidikannya masih di bawah S1 atau D4 diberi waktu melakukan penyesuaian sampai akhir 2015. (more…)
Kurikulum 2013 Berlaku 15 Juli, Buku Pelajaran Belum Siap
Friday, July 12th, 2013Kurikulum 2013 itu akan resmi berlaku pada seluruh mata pelajaran di sekolah menengah atas (SMA) saat dimulainya tahun ajaran baru pada Senin, 15 Juli 2013. (more…)
Hanya 109.853 Siswa Lolos ke Perguruan Tinggi Negeri Tahun Ini
Tuesday, July 9th, 2013Kemarin, Senin (8/7/2013) sore, Ketua Umum Panitia SBMPTN Akhmaloka mengumumkan hasilnya. Pengumuman itu lebih cepat dari jadwal semula yang harusnya pada 12 Juli 2013. Percepatan dilakukan karena penilaian telah selesai.
Hasilnya, hanya 109.853 peserta saja yang dinyatakan lulus dan berhak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi milik pemerintah. Jumlah itu hanya sekitar seperlima dari total 585.789 peserta ujian tulis.
Adapun para pendaftar terdistribusi pada tiga kategori. Yakni, bidang sains teknologi sebanyak 220.769 orang, bidang sosial humaniora 232.613 orang, dan campuran saintek dan soshum 132.407 orang. Sedangkan yang dinyatakan lulus, pada kategori saintek sebanyak 50.559 orang dan kategori sosial humaniora sebanyak 59.294 orang.
Dari total pendaftar, sebanyak 55.975 orang melalui jalur beasiswa Bidik Misi dan dan 529.814 non-Bidik Misi. Sedangkan yang diterima, sebanyak 13.470 melalui Bidik Misi dan non-Bidik Misi 96.383 orang.
Akhmaloka menjelaskan, peserta yang meraih nilai ujian tertinggi untuk kelompok ujian sain teknologi diterima di Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung, sedangkan untuk kelompok ujian sosial humaniora diterima pada Program Studi Akuntansi Universitas Indonesia.
sepuluh PTN penerima beasiswa Bidik Misi terbanyak adalah Universtas Negeri Semarang, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Trunojoyo, Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Malang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Andalas, dan Universitas Negeri Yogyakarta.
Adapun sepuluh PTN dengan nilai rataan peserta saintek tertinggi yang diterima, yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Islam Negeri Jakarta.
Hasil seleksi sepuluh PTN dengan nilai rataan peserta sosial humaniora tertinggi yang diterima adalah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Jenderal Sudirman, Universitas Sriwijaya, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Negeri Yogyakarta.
Sementara, hasil seleksi sepuluh provinsi dengan nilai rataan peserta saintek tertinggi yang diterima berturut-turut DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Sumatera Barat, dan Bangka Belitung.
Adapun hasil seleksi sepuluh provinsi dengan nilai rataan peserta sosial humaniora tertinggi yang diterima berturut-turut DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Cek Kelulusan
Nah, Anda mau mengecek kelulusan Anda atau saudara Anda?
Akhmaloka yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan, para peserta bisa mengetahui kelulusan mereka melalui akses khusus yang disediakan melalui internet.
Hasil tes bisa dilihat melalui pengumuman.sbmptn.or.id. kemudian, juga bisa diakses di sbmptn.ui.ac.id, sbmptn.itb.ac.id, sbmptn.undip.ac.id, dan sbmptn.its.ac.id.
Selain pengumuman secara online tersebut, hari ini, Selasa (9/7/2013) juga aka nada pengumuman melalui surat kabar nasional. (EN/*)
Tawaran Beasiswa Australia 2014
Wednesday, July 3rd, 2013
NIAS ONLINE, Jakarta – Pemerintah Australia kembali menawarkan beasiswa untuk program Master dan Doktor untuk tahun ajaran 2014. Beasiswa ini bernama Australia Awards Scholarships (dahulu bernama: Australian Development Scholarships).
Program besasiswa ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada warganegara Indonesia untuk mendapatkan kualifikasi pendidikan di perguruan-perguruan tinggi di Australia.
Pada ronde pelamaran 2013-2014, akan ditawarkan sebanyak 525 beasiswa untuk perkuliahan yang dimulai tahun 2014-2015.
Dari jumlah yang ditawarkan itu: (1) 30% akan dialokasikan untuk para pelamar dari daerah fokus geografis: Papua Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Aceh, (2) sekitar 85% dialokasikan untuk tingkat Master, dan 15% untuk tingkat PhD, (c) akan diberikan jatah yang sama (50-50) untuk pelamar laki-laki dan perempuan.
Bidang studi yang diprioritaskan adalah: pertumbuhan berkelanjutan dan manajemen ekonomi, keadilan, demokrasi dan tata laksana kepemerintahan yang baik, investasi pada sumber daya manusia, keselamatan dan perdamaian.
Informasi lengkap, termasukan rinican persyaratan dapat diperoleh dari situs AusAID.
Pendaftaran ditutup pada tanggal 17 Juli 2013 untuk studi yang dimulai pada tahun 2014.
(brk/*)
BPK: Modus Korupsi Dana BOS, Kepala Sekolah Diminta Setor ke Pejabat Terkait
Friday, April 27th, 2012Alkitab Bahasa Nias Kini Bisa Diakses Secara Online
Friday, April 27th, 2012Pemkot Gusit Inventarisir Dampak Kebakaran SMA Swasta BNKP Gunungsitoli
Saturday, April 14th, 2012Akibat Kebakaran, SMA Swasta BNKP Rugi Lebih Rp 2 Miliar
Friday, April 13th, 2012NIASONLINE , JAKARTA – Kebakaran yang melanda gedung sekolah SMA Swasta BNKP Gunungsitoli pada Minggu (8/4/2012) lalu menimbulkan kerugian besar bagi pengelola sekolah itu. (more…)
Riset Tawon Garuda, Peneliti LIPI Dicurangi Peneliti Asing
Wednesday, April 4th, 2012Kelulusan UKA Nias Selatan, Nias & Nias Utara Terendah se-Sumut
Saturday, March 24th, 2012Ujian tersebut merupakan salah satu syarat untuk mengikuti program sertifikasi guru pada 2012.
“Persentase kelulusan terendah ditempati oleh Kabupaten Nias Utara dengan tingkat keluluasan 65,1%, Nias induk dengan keluluasan 63,04% dan Nias Selatan dengan tingkat keluluasan 49,1%,†ungkap Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut Bambang Winarji di Medan, pada Jum’at (23/3/2012).
Tingkat keluluasan tertinggi dari 33 kabupaten/kota se-Sumut, ditempati oleh Pematang Siantar yang mencapai 92,7% atau 714 dari 770 peserta. Disusul oleh Sibolga yang mencapai 92,7% atau lulus 254 dari 274 peserta dan Tanjung Balai dengan keluluasan mencapai 92,4% atau 317 dari 343 peserta.
Dia menjelaskan, total guru se-Sumut yang tidak lulus UKA tersebut sebanyak 4.447 guru. Dengan demikian, yang tidak lulus tersebut otomatis tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya, yakni Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG).
Dia menambahkan, bagi yang tidak lulus tersebut, masih menunggu keputusan dan petunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan apakah masih diperbolehkan ikut pada tahun depan atau tidak.











