Hekinus Manaõ Susul Sri Mulyani di Bank Dunia

JAKARTA, KOMPAS.com — Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manaö, tehitung mulai November 2010, akan menjabat sebagai Direktur Eksekutif Bank Dunia (World Bank).

Situs Kementerian Keuangan www.depkeu.go.id di Jakarta, Senin (11/10/2010), menyebutkan, Hekinus yang menjabat sebagai Inspektur Jenderal sejak 12 Agustus 2008, menurut rencana akan bertugas di Bank Dunia selama dua tahun hingga November 2012.

Sebagai Direktur Eksekutif, pria kelahiran Nias, 14 Juli 1956, itu akan mewakili 11 negara konstituen, yaitu Indonesia, Brunei, Fiji, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Singapura, Thailand, Tonga, dan Vietnam.

Hekinus Manaö, yang diusulkan oleh Menteri Keuangan sebagai Direktur Eksekutif World Bank, berhak menduduki jabatan tersebut berdasarkan hasil pemilihan direktur eksekutif yang dilaksanakan oleh bank pembangunan multilateral itu pada akhir pekan ini.

Dewan Eksekutif Bank Dunia merupakan otoritas yang mewakili kepentingan negara anggotanya dan negara yang memilih mereka.

Dewan ini memiliki wewenang menjalankan operasional Bank Dunia seperti persetujuan anggaran dan pinjaman. Hekinus sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Kementerian Keuangan dan sejak 2008 ditunjuk Menkeu, saat itu Sri Mulyani, sebagai Inspektur Jenderal Kemenkeu hingga kini. (Kompas, 11 Oktober 2010).

Leave a comment ?

11 Responses to Hekinus Manaõ Susul Sri Mulyani di Bank Dunia

  1. Wardaniman Larosa says:

    Yaahowu…!!
    Saya sebagai pemuda Nias sangat merasa bangga atas kinerja Bapak Hekinus,apalagi dia akan di
    angkat sebagai Direktur Bank Dunia.Ini merupakan suatu kebanggan warga Nias atas prestasi bapak Hekimus Manao,untuk itu say jg berharap kpd beliau agar tetap tagap teguh dalam menjalankan tugas.
    Jangan mudah tergiur dengan kasus”Korupsi”yang sekarang ini melanda negara kita ini.

  2. Saya sebagai Putra Nias mengucapkan selamat kepada Hekinus Manao pada tugas yang baru. Tuhan melindungi dan meberkati.

  3. Turunan B. Gulo says:

    Selamat & sukses buat Pak Hekinus Manao. Dua jempol buat Anda! Seorang intelektual-birokrat pekerja keras dan penuh integritas. Seorang anak kampung dr Bawomataluo yg bisa berkiprah di kancah internasional. Amat tdk gampang. Yaahowu.

  4. Pengangkatan Pak Manao menjadi Direktur Eksekutif Bank Dunia tsb. sangat membesarkan hati. Selamat berkarir di sana, dan sesudah itu kembali ke Tanah Air untuk memperbaiki benang kusut yang membelit negara kita. Syalom.

  5. Siska Zega says:

    Wow., luar biasa^^
    Sy sgt bangga dg Bpk yang bs menjadi utusan qt sampai ke dunia:)
    Jadi m0tivasi buat kami yang n0tabene sbg generasi penerus Nias n bangsa ini_
    Terus maju Pak!!

    Tuhan memberkati..

  6. Berita ini sangat luar biasa, terimakasih khusus saya ucapkan kepada abangnda (B’Toer) yang sangat peduli dan concern dalam pembangunan masyarakat kepulauan Nias.

    Tentu saja, Kita sangat bangga akan hal itu. Pak Hekinus Manaõ, namanya hampir tak pernah saya dengar. Tapi, saya bisa pastikan beliau juga telah banyak berbuat untuk masyarakat kepulauan Nias terutama pasca dilanda Bencana Tsunami-Gempa 2004/2005. Bantuan World Bank ke Kepulauan Nias yang tergabung dalam MDF (Multilateral Donor Fund) tidaklah sedikit jumlahnya.

    Hanya saja, ada sedikit kekecewaan oleh karena negara kita masih berada dalam skop negara yang perlu dibantu. Hutang Negara Indonesia tidaklah sedikit bahkan membengkak dari tahun ke tahun. Ini juga yang menjadi pesan bagi kita semua khususnya untuk beliau yang mendapat tugas baru di World Bank. World Bank sangat kental dengan produktivitas pemerintahan indonesia dalam membangun negeri. Hutang Negara tetaplah Hutang Yang Harus Dibayar. Oleh karena there is no free lunch. Image terhadap negeri ini sebagai negeri yang ber-hutang sebenarnya harus dapat di rubah menjadi negeri yang ber-daya (state managed). Program nasional pemberdayaan masyarakat-Masyarakat pedesaan (PNPM-MP) yang terintegrasi dalam APBN dan APBD (di tahun 2011) adalah bagian dari bantuan yang tidak gratis tersebut.

    Ada beberapa hal dari lapangan yang perlu saya utarakan melalui media ini, dengan harapan semoga terbaca oleh Beliau sebagai luapan pemikiran pribadi diantaranya adalah: Biaya dengan jumlah kurang lebih Rp.3 miliar rupiah, untuk memberdayakan kecamatan dan maksimalnya Rp.350 juta untuk alokasi tiap desa yang dilaksanakan melalui program pemerintah yakni PNPM-MP belum dapat diserap oleh masyarakat di pedesaan. Indikator capaian program tersebut barangkali ada pentingnya untuk kembali di review.

    Hal ini diperkuat dengan adanya Intervensi oleh tangan-tangan tersembunyi bermoduskan money oriented oleh aparatur pemerintahan terutama di tingkat Kecamatan, juga membuat pengeluaran dana dalam Program tersebut, menjadi tidak efesien. Di samping itu, beban bagi para pendamping masyarakat di tingkat kecamatan yang hanya satu orang, terlalu besar guna mendampingi desa dengan jumlah desa dampingan yang terlalu banyak, sehingga pada kenyataanya masyarakat tidak terdampingi secara maksimal, alhasilnya masyarakat tidak tertingkatkan kapasitasnya. Pembangunan Infrastruktur oriented dan kolusi program antara desa juga menjadi masalah akut di tingkat Lapangan. Realitasnya adalah Tujuan Pemberdayaan di sektor non fisik khususnya pengembangan kapasitas masyarakat benar-benar terbengkali.

    Oleh karenanya, Saya usulkan: Pertama, Agar Metode Pendekatan dalam pelaksanaan program (PNPM-MP) dapat dirubah sehingga masyarakat benar-benar berdaya dan tidak hanya projek fisik semata-mata. Kedua, jikalau rumit hal tersebut dilaksanakan maka, NGO Lokal yang memiliki kapasitas di bidangnya dapat diajak bekerja sama guna melaksanakan program terutama di bidang non fisik (Pembangunan Kapasitas). Ketiga, Projek PNPM-MP juga harus berkelanjutan dan bukan bantuan cuma-cuma belaka sebagai rasa kasihan kepada masyarakat pedesaan (charity).

    Program Nias LEDP (Nias Livelihood Economic Development Program) yang sudah diluncurkan di Nias tepatnya, pada tanggal 30 Juli 2010 di Kantor Bupati Nias, dengan dihadiri oleh Manajer MDF Aceh-Nias, Perwakilan Bank Dunia dan Uni Eropa yang tergabung dalam Multilateral Donor Fund (MDF), Kementerian terkait yakni KPDT dan Pemerintahan Daerah setempat, dan Koalisi NGO Local yakni FORNIHA.

    Sebagai catatan penting, hingga saat ini masih belum belum ada tanda-tanda program ini akan diimplementasikan di Nias. Sumber dana adalah dari MDF, barangkali hal ini dapat menjadi tugas bersama seluruh masyarakat kepulauan Nias untuk mendesak pihak Pemerintah bersama dengan PENDONOR agar dana yang berjumlah $ 8,2 juta tersebut dan $10 juta untuk program RACBP (Rural Access and Capacity Building Project) tidak tersulap di birokrasi sehingga benar-benar diimplementasikan secara profesional sesuai dengan guidelines project yang telah ada. Dana tersebut adalah jatah untuk membangun daerah Nias pasca Bencana Alam. Saya sering bertanya, ada apa dengan program ini, kenapa berbelit ? Setahu saya, bola panas mengenai Implementasi Program Nias LEDP dan RACBP, saat ini ada di kementerian KPDT di Pusat (Jakarta).

    Barangkali, tulisan ini sebagai bahan pemikiran bersama untuk kita semua yang peduli masyarakat kepulauan Nias ataupun catatan berupa informasi untuk Pak Hekinus Manaõ yang bertugas di Word Bank. Saya, ucapkan selamat kepada beliau. Ya’ahowu.

    Catatan: Redaksi memperbaiki beberapa penulisan kata dan memecah komentar ke dalam beberapa paragraf untuk memudahkan pemahaman pembaca.

  7. Ikhlas telaumbanua says:

    Congratulation buat pak Henkinus, semoga prestasi ini menjadi cambuk & motivasi buat putra & putri Nias yg lain.

  8. Sam Gulo says:

    Selamat utk Pak Hekinus, warga Nias pasti sangat bangga memiliki seorang putra terbaiknya, yg bisa menembus level internasioanl. Moga yg lain2 menyusul.

  9. JUNIUS HURA says:

    slmt utk pak HENIKUS atas terpilihnya sebagai directur exsekutif BANK DUNIA

  10. Luar biasa, selamat untuk pak Hekinus Manao, sangat memberikan inspirasi untuk maju dan di percaya oleh dunia internasional.

Reply to Siska Zega ¬
Cancel reply

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>