Archive for June, 2009 | Monthly archive page

WHO: Flu Babi Pandemi Global

Friday, June 12th, 2009

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari ini menaikkan kesiagaan ke tingkat tertinggi dengan menyatakan flu babi sebagai pandemi global. Demikan pernyataan WHO yang dikirimkan kepada negara-negara anggota.

Keputusan ini diambil setelah WHO menyelenggarakan pertemuan darurat membahas flu babi dengan para pakar ilmiah di Jenewa, Swiss.  Pandemi flu terakhir adalah pada tahun 1968-69 setelah menyebarluasnya jenis virus H3N2 yang berasal dari Hong Kong dan membunuh sekitar satu juta orang di seluruh dunia. Flu biasa membunuh sekitar 250 ribu – 500 ribu orang di dunia per tahun. (more…)

Cadangan Minyak Dunia Hanya Cukup untuk 42 Tahun

Friday, June 12th, 2009

LONDON — Dunia telah membuktikan bahwa cadangan minyak mulai menyusut tahun lalu; penurunan pertama sejak 1998 yang dipimpin oleh Rusia, Norwegia, dan China. Hal ini ditegaskan oleh BP Plc. (more…)

Daftar 70 Produk Kosmetik Berbahaya

Thursday, June 11th, 2009

JAKARTA — Berikut adalah daftar 70 produk kosmetik yang oleh Badan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam public warning yang diterbitkan pada 11 Juni 2009 dan dinyatakan mengandung bahan berbahaya atau bahan dilarang (more…)

KPU Nisel Akan Diganti

Wednesday, June 10th, 2009

JAKARTA — Komisi Pemilu akan mengganti penyelenggara Pemilu yang terbukti melakukan pelanggaran undang-undang saat pelaksanaan Pemilu di Nias Selatan (Sumatera Utara) dan Yahukimo (Papua). Jadi sebelum dilakukan Pemilu ulang seperti diperintahkan Mahkamah Konstitusi, personel penyelenggara dulu yang diganti.

“Kalau memang ditemukan bukti kuat penyelenggara melakukan upaya mengarang angka saat pemungutan dan penghitungan suara, ini dulu yang akan diganti,” kata Andi Nurpati, komisioner KPU, di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu 10 Juni 2009.

Penggantian tersebut dijanjikan sebelum pelaksanaan pemungutan suara ulang dan penghitungan suara ulang. Andi menambahkan, kewenangan penggantiannya diserahkan kepada KPU Kabupaten/Kota sebagai perpanjangan KPU Pusat.

Sementara jadwal pemungutan suara dan penghitungan suara ulang tersebut, akan diatur KPU dalam pleno yang rencananya diadakan hari ini.

Mahkamah menyimpulkan telah terbukti secara sah dan meyakinkan adanya penyimpangan-penyimpangan secara terstruktur dan masif dalam Pemilu di Kabupaten Nias Selatan. Mahkamah menilai pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara tidak sesuai dengan tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Selain itu pula, Mahkamah akan megirimkan dua orang hakim konstitusi untuk menghadiri pemungutan suara ulang. Pemilu ulang harus dilakukan 90 hari setelah putusan dibacakan Selasa 9 Juni kemarin.

Sumber: VIVAnews

MK Perintahkan Pemilu Ulang di Nisel

Tuesday, June 9th, 2009

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi memerintahkan pemungutan suara ulang di kabupaten Nias Selatan, provinsi Sumatera Utara. Perintah itu dituangkan dalam putusan sela pada persidangan sengketa hasil pemilihan umum yang digelar di gedung MK.

“Memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nias Selatan untuk melaksanakan pemungutan suara ulang di Kabupaten Nias Selatan paling lambat 90 hari terhitung sejak putusan ini diucapkan,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dalam sidang di gedung MK, Jakarta, Selasa 9 Juni 2009.

Mahkamah menyimpulkan telah terbukti secara sah dan meyakinkan adanya penyimpangan-penyimpangan secara terstruktur dan masif dalam pemilu di Kabupaten Nias Selatan. “Serta berjenjang dalam pelaksanaan pemilu di kabupaten Nias Selatan,” tutur Mahfud.

Dengan mempertimbangkan bukti-bukti yang terungkap dalam sidang, Mahkamah bernilai pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara tidak sesuai dengan tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

“Di kabupaten Nias Selatan pemilunya tidak sesuai prosedur dan pelanggarannya bersifat masif serta terstruktur” tambah Arsyad Sanusi, anggota hakim saat membacakan pertimbangan.

Selain itu pula, Mahkamah akan megirimkan dua orang hakim konstitusi untuk menghadiri pemungutan suara ulang.

Sengketa pemilu di Kabupaten Nias Selatan ini diajukan oleh enam partai politik yaitu, PKDI, PPPI, PPIB, Partai Republikan, Partai Hanura dan Partai Demokrat.

Sumber: VIVAnews

MK: Perhitungan Ulang Suara DPD Di 6 Kecamatan di Nisel

Tuesday, June 9th, 2009

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi memerintahkan Komisi Pemilihan Umum menghitung ulang perolehan suara calon anggota Dewan Perwakilan Daerah di enam kecamatan di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Enam kecamatan itu, meliputi Gomo, Lahusa, Lolowatu, Lolomatu, Teluk Dalam, dan Amandraya.

Dalam persidangan sengketa pemilu yang berlangsung hari ini, Selasa 9 Juni 2009, Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengatakan perintah ini harus dilaksanakan selambat-lambatnya 60 hari sejak putusan dibuat.

Hakim mahkamah, Muhamad Alim, ketika membacakan pertimbangan mengatakan surat KPU tertanggal 6 Mei 2009 tentang rekapitulasi suara ulang di enam kecamatan di Kabupaten Nias Selatan tidak mengikutsertakan penghitungan suara ulang perolehan suara calon anggota DPD. “Padahal masih terdapat masalah jumlah suara sah dengan suara tidak sah yang lebih besar dari pada jumlah Daftar Pemilih Tetap,” kata Alim.

Menurut mahkamah, dalam perkara ini pada dasarnya terdapat pelanggaran yang masif dan terstruktur. Tetapi, kata Alim, karena Pemohon dalam permintaannya hanya memohon penghitungan suara ulang, maka mahkamah mengabulkan sebatas yang dimohonkan. “Yaitu dengan melakukan penghitungan suara ulang,” katanya.

Sengketa pemilihan umum di Kabupaten Nias Selatan ini diajukan oleh calon anggota Dewan Perwakilan Daerah, Rahmat Shah. Selain itu, permohonan juga diajukan calon anggota DPD lainnya, Makmur Hasugian. Tapi permohonan Makmus ditolak.

Permohonan sengketa hasil pemilihan umum di Nias Selatan juga diajukan sejumlah partai politik.

Sumber: VivaNews

Informasi Beasiswa Monbukagakusho

Monday, June 8th, 2009

* Untuk Lulusan SLTA dan Sederajat

Pendaftaran Beasiswa Monbukagakusho bagi lulusan SLTA dan Sederajat untuk keberangkatan tahun 2010 dibuka pada tanggal 25 Mei 2009 dan akan ditutup pada tanggal 24 Juni 2009.

Persyaratan nilai pengambilan formulir untuk tahun ini mengalami perubahan sebagai berikut :
S-1 – 8,4
D-3 – 8,0
D-2 – 8,0

Persyaratan:

Tersedia 3 program sbb: (setiap peserta hanya bisa mendaftar 1 program saja):

1. Undergraduate (S-1) : Masa studi 5 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang (kecuali jurusan kedokteran umum, gigi, hewan, dan sebagian farmasi lama masa studi adalah 7 tahun)

Syarat: lulusan IPA/IPS; nilai rata-rata ijazah dan rapor kelas 3 semester terakhir masing-masing minimal 8,4; lahir antara tgl. 2 April 1988 dan tgl. 1 April 1993
Materi ujian tertulis:
IPS : Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan Matematika
IPA-a : Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, dan Fisika
IPA-b,c : Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, dan Biologi

•Pilihan jurusan:
IPS : Laws, Politics, Pedagogy, Sociology, Literature, History, Japanese language, Economics, Business Administration, and others.
IPA-a : Science (Mathematics, Physics, Chemistry); Electric and Electronic Studies (Electronics, Electrical Engineering, Information Engineering); Mechanical Studies (Mechanical Engineering, Naval Architecture); Civil Engineering and Architecture (Civil Engineering, Architecture, Environmental Engineering); Chemical Studies (Applied Chemistry, Chemical Engineering, Industrial Chemistry, Textile Engineering); and other fields (Metallurgical Engineering, Mining Engineering, Maritime Engineering, Biotechnology)
IPA-b : Agricultural Studies (Agriculture, Agricultural Chemistry, Agricultural Engineering, Animal Science, Veterinary Medicine, Forestry, Food Science, Fisheries); Hygienic Studies (Pharmacy, Hygienics, Nursing); Science (Biology) IPA-c : Medicine; Dentistry

2. College of Technology (D-3): Masa studi 4 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang. College of Technology memiliki program 5 tahun yang dirancang bagi lulusan SLTP. Siswa penerima Beasiswa Monbukagakusho (lulusan SLTA) akan masuk College of Technology sebagai mahasiswa tahun ketiga. Studi teknik sebagian besar terdiri dari eksperimen / percobaan dan latihan-latihan praktek. Lulusan dari sekolah ini diharapkan menjadi ahli teknik (engineer)

• Syarat: lulusan IPA; nilai rata-rata ijazah dan rapor kelas 3 semester terakhir masing-masing minimal 8,0; lahir antara tgl. 2 April 1988 dan tgl. 1 April 1993
• Materi ujian tertulis: Matematika dan Kimia/Fisika (tergantung kategori jurusan seperti tertulis di bawah)
• Pilihan jurusan:
Kimia: Jurusan yang terkait pada bidang kimia seperti Materials Engineering dll.
Fisika: Jurusan lain seperti Mechanical Engineering, Electrical and Electronic Engineering, Information, Communication, and Network Engineering, Architecture and Civil Engineering, Maritime Engineering” dll.

3. Professional Training College (D-2): Masa studi 3 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang. Professional Training College terpisah dari sistem pendidikan Jepang yang biasa. Sekolah ini menawarkan pelatihan praktis kejuruan.

• Syarat: lulusan IPA/IPS; nilai rata-rata ijazah dan rapor kelas 3 semester terakhir masingmasing minimal 8,0; lahir antara tgl. 2 April 1988 dan tgl. 1 April 1993
• Materi ujian tertulis: Bahasa Inggris dan Matematika
• Pilihan jurusan: Architecture; Civil Engineering; Electrical Engineering; Electronics; Telecommunication; Nutrition; Infant Education; Secretarial Studies; Hotel Management; Tourism; Fashion and Dress Making; Design; Photography; dll

Catatan:
1. Semua soal ujian dalam bahasa Inggris.
2. Lulusan dari S-1 bisa meneruskan ke S-2, dan lulusan D-3 dan D-2 bisa meneruskan ke S-1 sebagai siswa tahun ketiga. Namun untuk melanjutkan beasiswa, tergantung pada prestasi dan hasil seleksi. Para siswa tentunya harus mengikuti ujian masuk dan masa perpanjangan beasiswa maksimal 2 tahun.

FASILITAS
1. Bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah dan uang pendaftaran
2. Tiket kelas ekonomi p.p. Indonesia (Jakarta) – Jepang
3. Tunjangan ¥125.000/bulan (Besar tunjangan tahun 2009. Untuk tahun 2010 dan tahun selanjutnya ada kemungkinan mengalami perubahan)
4. Tanpa ikatan dinas

Prosedur Pendaftaran
1. Masa pendaftaran: Mulai tanggal 25 Mei s/d 24 Juni 2009
2. Hanya pelamar yang memenuhi persyaratan tersebut di atas yang berhak mengambil formulir yang tersedia di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta atau Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, atau Medan.
3. Formulir harus diserahkan ke Kedutaan Besar Jepang di Jakarta atau Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, atau Medan lengkap dengan fotokopi rapor kelas 3 semester terakhir, ijazah, dan nilai ijazah (bisa menggunakan dokumen sementara dari sekolah apabila nilai asli dari Kanwil Depdiknas belum keluar)
4. Formulir harus dikembalikan dalam 3 hari kerja.

(Khusus untuk mereka yang berada di luar JABODETABEK, Surabaya, atau Medan)
1. Dapat melamar melalui surat yang ditujukan kepada alamat sbb;
    a. Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang: Jl. M.H.Thamrin 24 Jakarta 10350 Telp. 021 – 319 24308 ps. 175 atau 176
    b. Konsulat Jenderal Jepang Surabaya: Jl. Sumatera No. 93, Surabaya Telp. 031 – 503 0008
    c. Konsulat Jenderal Jepang Medan: Wisma BII Lt. 5, Jl. P. Diponegoro No. 18, Medan Telp. 061 – 457 5193
2. Lampirkan fotokopi: rapor kelas 3 semester terakhir, ijazah, dan nilai ijazah (bisa menggunakan dokumen sementara dari sekolah apabila nilai asli dari Kanwil Depdiknas belum keluar).
3. Yang harus dicantumkan dalam surat lamaran: nama lengkap, tanggal lahir, alamat lengkap dan nomor telepon/HP (agar dapat dihubungi jika diperlukan), program yang akan diikuti (S-1, D-3, atau D-2), dan 3 (tiga) bidang studi yang ingin dipelajari.
4. Dengan mengirimkan semua dokumen tersebut, kami anggap sah sebagai pengganti formulir (tidak perlu mengisi formulir pendaftaran).

PROSEDUR SELEKSI
1. Bagi yang lolos praseleksi (seleksi dokumen) akan dipanggil untuk mengikuti ujian tertulis (bulan Juli). Praseleksi dilakukan berdasarkan nilai ijazah dan rapor.
2. Mereka yang lulus ujian tertulis akan dipanggil untuk wawancara di Jakarta (dalam bahasa Indonesia) (bulan Agustus). Bagi yang lulus wawancara akan direkomendasikan ke Monbukagakusho.
3. Mereka yang lolos seleksi di Monbukagakusho akan menjadi penerima beasiswa. Penetapan penerima beasiswa ditentukan pada bulan Januari 2010.

 
Sumber dan informasi selengkapnya: Situs Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. (brk/*)

Expression of Time in Nias Tradition

Monday, June 8th, 2009

About 30 years ago, before watches and clocks (aralozi / tandra luo) were common things for Nias people, they usually relied on ’pragmatic’ ways to estimate time of day related to their daily activities such as farming, raising animals, cooking, sleeping etc.

Mid night (00.00) is called talu mbongi.  An hour after the mid night is called “aefa talu mbongi” (after mid night).
Nias people named 2.00 am as “saraö tö mbongi” – (another one third part of the night).

From 02.00 – 02.30, the roosters crow for the first time in the early morning (miwo manu siföföna), meanwhile at 03.00, the roosters usually crows for the second time (miwo manu si mendrua).

What if we cannot find any chicken in the village? Long time ago, the Nias people always breed chicken or pig as a way of accumulating or increasing wealth. They considered this as an integral part of their daily activity of cultivating, farming, and planting cassava and sweet potatoes. During the harvest time, their animals multiply whilst during the famine period their animals reduced in numbers.

04.00 is the time for roosters to crow for the third time – miwo manu si tatalu or si medölu, while at 05.00, the roosters usually crow continuously (miwo manu si fadoro). Morning time (05.00) is also the time for sweet palm tree (Caryota urens) tapper (sogai akhe = samölö) to work and collect the palm sugar. Fifteen minutes later (5.15), the roosters crows the last time in the morning (miwo manu safuria) inside the coops before they are released to feed themselves.

Afusi wali – is the time when the houseyard looks brigther in the eyes of the people who were just awake from a long-night sleep – It is about 05.30.
From 05.30 – 6.00, crickets (cicada – Tibicen canicularis) – riwi-riwi – usually produce particularly high pitch sounds – muhede riwi.

As described in the table, we cannot find the activity of rubber tapping (fogai / fangai gitö) but we find the sugar palm tree tapping (mogai akhe). In fact, fangai gitö is one of the main sources of income of Nias people. Why is it so? We do not really know. There might be because fangai gitö is introduced later than the fogai akhe. It would be interesting to do more research on this.

At 6.00, the sun rises (tumbu luo) and at 06.30, early morning, people go to work (ahulö wongi, mofanö niha ba halöwö).

07.30 in the morning - aefa zi möi tou - is the time when people just back from hõma (a Nias word for toilet) and start to work (te’anö niha ba halöwö) and at 08.00, the morning mist starts to dry (otufo namo).

Workers in the field (rice, sweet potatoes farm, cassavas plantation) usually go home at 11.00 to prepare food for lunch. We call this as mangauwuli zimilo (the people go back from farm field).

Laluo is the Nias term for mid day 12.00. Sun starts to move north* – ahole yöu – at 13.00, and at 15.00, the sun starts to fall – aso’a yöu.

The position of sun at 16.00 is called alawu adogo (“short fall”).

In the afternoon, 17.00 is the time people go home from working (mangawuli zimilo / zoroi ba danö).

The animals (chicken) are usually released at noon and put back to the coops at 17.30 (mondra’u manu).

From 17.00 – 18.00, the noisy chicken then remain silence in the coops (manuge manu).

At 18.30, sun has fallen and the day is dark (ogömigömi); therefore people turn on the lights (manunu fandru).

Long time ago, before kerosene was introduced in Nias, villages had simple lighting system using coconut oil as the the main source of energy for lighting their lamps which they called ta’a-ta’a wandru (fandru nifota’a-ta’a). This lamp is made from a glass bottle cut in half and filled mostly with water whilst the remaining space (about 3 fingers height) filled with the coconut oil. The length of the wick is such that it only floats within the oil and does not touch the water.

Another simpler source of light is dögö (chunk of wood lit without flame and let stay as such usually for whole day/night), sulu (lamp made of bamboo filled with kerosene), or sandrari (a source of illmunation made from the dry cover of coconut bloom which needs no oil). Soon after the Nias got familiar with kerosene, they used a more ‘modern’ lighting system named latera (lantern), fandru ndrindri (wall lamp), fandru ganefo, and fandru gasi (see article: Yaahowu Wanunu Fandru).

For one hour (18.00 – 19.00), the people spend their time to cook ordinary food for dinner (mondrino gö). If the food is more ‘special’, such as pork or chicken, it will take longer time, two or three hours, to prepare.

Afterwards, at 19.00 – 20.00, foods are ready for the early dinner (manga niha sahulö) particularly when people get home from the field much earlier.

When they go home late, they will have late dinner (manga niha sara) at 21.00. The people go home late because they have to finish their work immediately or when they have another business to do before evening.

Since TV and other entertainment were not available in Nias long time ago, people usually go to bed earlier. Ten o’clock is a proper time for bed (mörö niha). People normally fall asleep faster in the night, say  22.30 – 23.00 (ahono mörö niha), because they work hard during the day.

At 23.00, people are awake for the 1st time (samuza kiarö).

Note: This Indonesian version of this article is titled: Ungkapan Waktu Dalam Tradisi Masyarakat Nias which is a revision of the original article published in Yaahowu blog, March 18th, 2006, titled: “Hauga Bözi ? – Menyatakan / Menaksir Waktu di Nias…“ The time division in the table above is a revision and ‘combination’ of (1) the time division found in A. G. Moller’s book Den Gamle Tidsregning pa Nias as quoted by P. Johannes Hammerle in: Nidunö-dunö ba Nöri Onolalu (1999) page. 144, and (2) the time division that appeared in the articled published in blog Yaahowu, March 18th 2006. The revision and combination presented here are based on author’s conversation with a number of Nias elders. Send your comments and suggestion to Yaahowu at: ni*********@***il.com. *English translation by Mona P. assisted and edited by the author.

UPRPJJ Gunungsitoli 12 Paket Proyek Senilai Rp 26 Miliar Lebih

Saturday, June 6th, 2009

Gunungsitoli – Tahun anggaran 2009 ini, UPRPJJ Gunungsitoli Dinas Bina Marga Sumut melaksanakan proses pelelangan 12 paket proyek yang total pagunya mencapai Rp.26.740.550.000.

Ketua panitia lelang, Ir. Victor Sinaga MEng Sc didampingi sekretaris Togu Tambunan ST kepada SIB di ruang kerjanya, Jumat (5/6) mengatakan, proses pelelangan pada UPRPJJ Gunungsitoli sejauh ini telah dilaksanakan secara profesional, transparan, akuntabel dan independen.

Hal itu menurut sekretaris panitia Togu Tambunan ST, dilakukan guna menjamin terwujudnya kualitas proyek yang sesuai dengan standar konstruksi nasional dan harapan masyarakat Nias yang selama ini membutuhkan adanya fasilitas infrastruktur yang memadai dan berkualitas.

Di kesempatan itu, Togu Tambunan ST yang jebolan DIII ITB tersebut, mengharapkan agar kepada Dunia Usaha yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa untuk tidak mendengarkan iming-iming atau janji-janji atapun pesan-pesan dari manapun guna menghindari praktik percaloan untuk mendapatkan proyek.

“Bagi penawaran yang tidak memenuhi persyaratan administrasi tidak dilanjut ke evaluasi teknis. Demikian juga penawaran yang tidak memenuhi evaluasi teknik tidak dilanjutkan ke evaluasi kewajaran harga, dan penawaran yang tidak memenuhi evaluasi kewajaran harga tidak dilanjutkan ke penilaian kualifikasi,” tegasnya.

Berdasarkan jadwal di papan pengumuman, pembukaan penawaran akan dilaksanakan Selasa, 09 Juni 2009 di Kantor UPRPJJ Gunungsitoli, Jalan. Sudirman, Nias. Selanjutnya Panitia akan melakukan evaluasi terhadap seluruh penawaran yang masuk, metode evaluasi penawaran sesuai Keppres RI No. 80 Tahun 2003 beserta perubahannya dan Kepmen PU No.43/KPTS/M/2007, dengan tahapan evaluasi yang dimulai dari evaluasi administrasi, evaluasi teknis, evaluasi kewajaran harga, dan penilaian kualifikasi.(SIB, 6 Juni 2009)

Ono Alawe Zibongi

Saturday, June 6th, 2009

Ono-ono alawe zibongi
Sifagohi-gohi wangai dõfi
Oi latõrõ yawa latõrõ nangi
Omasi ira ena’õ alio, alio monukha balaki

Angeragõ
Haogõ õfatou tõdõ
Hadia lõ sa’ae halõwõ bõ’õ
Wa õlau khi he õlau zimanõ

Ono-ono alawe zibongi
Sabõbõi ba zi talu mbongi
Simõrõ-mõrõ yawa ba wangifi
Me ahilu khõra ba wanõrõ fa’akao fa’oriri

Angeragõ
Hadia nifaluamõ
Hadia lõ manõ aila ndra’ugõ
Na so niha, niha sangila ya’ugõ

Ono-ono alawe zibongi
Sangalui ba zi talu mbongi
He abu dõdõ ba lalau ma’iki
Ba wombalo-mbaloi niha si mõi, simõi mame harazaki

Angeragõ
Na no atua ndra’ugõ
Na lõ sa’ae niha si mõi khõmõ
Hatõ fania .. hatõ faniasa ba dõdõ

Ono-ono alawe zibongi
Sangalui ba zi talu mbongi

Cipt: Constant Giawa
Album: Mohili

Pidato Obama di Kairo Memperbaiki Hubungan Dengan Dunia Islam

Friday, June 5th, 2009

Para pemimpin dunia menyambut positif pidato Obama di Kairo kepada dunia Islam sebagai langkah awal membuka halaman baru dalam hubungan dunia Islam dengan Barat.

Obama mengawali pidatonya dengan “As-salaam alaikum” yang mendapat sambutan gemuruh dari audiensnya.

Dalam pidatonya, Obama berusaha menancapkan sikap dan pesan yang sama sekali baru kepada dunia Islam.

Di depan ribuan audiensnya di Kairo, dan jutaan orang di seluruh dunia, termasuk warga muslim Amerika, Obama berjanji membangun hubungan baru berdasarkan saling menghargai antara dunia Islam dan Arab dengan Amerika.

Barack Obama terkesan bertekad mengubah persepsi dunia Arab dan dunia Islam umumnya terhadap Amerika.

KH Salahudin Wahid, seorang tokoh Islam Indonesia menilai pidato Obama membawa makna positif. Akan tetapi Wahid berharap, seperti diberitakan Antara, pidato Obama ini jangan hanya terbatas slogan, tetapi seharusnya ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkrit.

Setelah pidato Obama, berbagai harapan muncul dari para pemimpin dunia. Sekjen PBB Ban Ki-moon berharap proses perdamaian Timur Tengah dapat dihidupkan kembali.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Kebijakan Keamanan Luar Negeri Javier Solana memuji pidato Obama sebagai “luar biasa” dan “tanpa keraguan akan membuka halaman baru dalam hubungan dengan dunia Arab-Islam”.

Pihak Israel berharap pidato Obama akan menyalakan “sebuah bentuk baru rekonsiliasi” dengan dunia Arab.

Para pejabat tingga Hamas berharap pidato Obama harus diikuti dengan tindakan nyata. Sementara itu seorang pejabat Hizbullah mengatakan pidato Obama tidak menyiratkan perubahan kebijakan AS, walau ada nada ingin rujuk.

Rami Khouri, Editor koran “Daily Star” di Lebanon mengatakan menempatkan Israel dan Palestina pada posisi yang sama merupakan langkah penting untuk kebijaksanaan Amerika.

“Ini merupakan langkah simbolik, tetapi saya pikir kenyataan bahwa ia melakukannya merupakan hal yang penting, dan ia menegaskan bahwa ia akan membuat komitmen pribadi untuk mendorong proses perdamaian ke depan. Itu menarik”

Dalam pidatonya Obama tidak menyebutkan istilah ‘terorisme’ dan menegaskan kembali sikap pemerintah AS untuk menarik pasukan dari Irak, isu yang sangat populer di dunia Arab.

Pidato Obama telah melambungkan harapan banyak pihak, dan semua pihak berharap akan disusul dengan tindakan nyata. (ABC/Ant/brk*).

Terdakwa Kasus Judi Anggota DPRD Nias Cabut Keterangan

Thursday, June 4th, 2009

Nias – O Halawa anggota DPRD Nias dari Golkar mencabut keterangan yang diberikannya di Polres Nias, ia mengaku berjudi leng bersama 4 anggota DPRD lainnya yakni PN dari Pelopor, BG dari PDS, AH dari PPD dan IW dari PDIP. Mereka menggunakan kartu joker dengan taruhan Rp 5000.

Keterangan di atas dicabutnya saat memberi keterangan di PN (Pengadilan Negeri) Gunungsitoli, Senin (1/6).

“Apa alasan sdr mencabut keterangan yang saudara berikan di polisi,” tanya jaksa T Hasibuan. “Saat diperiksa polisi saya ditekan polisi dan di iming-imingi tidak ditahan kalau mengaku main judi,” jawab O Halawa. “Bapak-bapak wakil rakyat, orang terhormat, kenapa mau ditekan polisi,” tanya jaksa lagi. “Takut ditahan pak, apalagi besoknya hari besar,” jawab O Halawa. Jaksa T Hasibuan menimpali saudara orang terhormat, wakil rakyat. “Kami menyatakan berkas saudara lengkap karena keterangan dan ada tanda tangan saudara,” kata Jaksa T Hasibuan.

Demikian juga Ibelala Waruwu dari PDIP mencabut keterangan yang diberikan di polisi. Menjawab Hakim Ketua Majelis, Togar, terdakwa I Waruwu mengatakan ia di jemput Kapolres Nias di ruang Fraksi Bela Rakyat. “Waktu mantan Kapolres Nias, SA Sitorus mengatakan kalian sudah main judi? Waktu saya jawab tidak, lalu Kapolres mengancam kalau tidak mengaku main judi DPRD ini saya ributkan. Mendengar ini saya mengaku saja dan dibawa ke Polres Nias.

Menjawab Penasehat Hukum K Dakhi, terdakwa O Halawa mengatakan ia ditangkap di Polres Nias tgl 24 Desember 2009 bukan di DPRD lalu besoknya dilepaskan Kapolres dengan alasan tidak ada bukti.

Hakim Ketua Togar mengingatkan terdakwa agar jangan begitu saja mencabut keterangan karena sudah berjanji menurut Alkitab, karena Juru periksa nanti dimintai juga keterangannya di pengadilan.

Ketua Majelis Hakim, Togar bersama Hakim Anggota Edison dan Morailam Purba menetapkan Sidang selanjutnya Senin dengan acara mendengar kesaksian mantan Kapolren Nias SA Sitorus, Juru Periksa Alfonso Sinaga dan Kabag Bina Mitra Telaumbanua. Sidang hari itu juga dijadwalkan untuk mendengar keterangan mantan Kapolres Nias, tapi tidak hadir.
Dalifati Ziliwu anggota DPRD Nias bersama empat pegawai DPRD yang ditangkap main judi pada hari yang sama dari gedung DPRD Nias dihukum tiga bulan penjara dan sejak di polisi hingga sidang pengadilan mereka tetap ditahan. (SIB 4 Juni 2009)

Diprotes Masyarakat, Komisi A DPRD Minta Bupati Nias Tinjau SK Camat Tuhemberua

Thursday, June 4th, 2009

Gunungsitoli – Rapat dengar pendapat Komisi A DPRD Nias dengan Pemerintah Kabupaten Nias dan Tim delegasi masyarakat Kecamatan Tuhemberua Kab.Nias, Selasa (2/6) di ruang sidang DPRD Nias berlangsung tertib.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi A DPRD Nias Yaatoziduhu Laoly SH, dihadiri Wakil Ketua Komisi A Drs Sadarman Zebua, para anggota Ibelala Waruwu, Agustinus Hulu, mewakili Bupati Kabag Pemerintahan Maimun Zebua BA, beserta staf dan para utusan Tim delegasi masyarakat Desa Kecamatan Tuhemberua Kab Nias.
Kabag Pemerintahan pada penjelasannya mengatakan bahwa Tolona Zendato diberi jabatan sebagai Sekcam di Kecamatan Tuhemberua karena belum memenuhi pangkat atau golongan.

Sementara Tim delegasi menegaskan bahwa masyarakat Kecamatan Tuhemberua menolak Tolona Zendato sebagai Camat Tuhemberua karena menimbulkan keresahan masyarakat dan sebelumnya telah didemo masyarakat Kecamatan Sawo karena tidak bisa memimpin bahkan membuat kekacauan antara kepala desa dengan sekretaris desa.

“Melalui rapat ini kami menyatakan kepada DPRD Nias agar mengambil keputusan bahwa Tolona Zendato kami tolak sebagai Camat dan kami terima Camat siapa saja asalkan jangan Tolona Zendato yang menjadi Camat kami,” ujar masyarakat.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Nias Drs Sadarman Zebua meminta kepada Ketua Komisi A DPRD Nias agar menyampaikan telaah kepada pimpinan DPRD Nias, merekomendasikan kepada Bupati Nias agar meninjau kembali penempatan Camat Tuhemberua An. Tolona Zendato. Hal sama dikemukakan Ibelala Waruwu,dan Agustinus Hulu serta anggota Komisi A DPRD Nias.

Setelah penyampaian pendapat maka Ketua Komisi A DPRD Nias Yaatoziduhu Laoly SH, menyimpulkan pendapat bahwa sesuai saran dan usul peserta rapat, maka Komisi A DPRD Nias memberi kesimpulan bahwa komisi A DPRD Nias setuju Camat Tuhemberua An. Tolona Zendato ditinjau kembali untuk menciptakan kekondusifan masyarakat. (SIB, 3 Juni 2009)

Mahasiswa IKIP Gunungsitoli Bertemu Kasat Lantas Polres Nias terkait Halin

Tuesday, June 2nd, 2009

Gunungsitoli – Beberapa Mahasiswa Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Gunungsitoli telah bertemu dengan Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Nias Arifeli Zega, SH untuk membahas pelaksanaan sosialisasi perlalulintasan melalui sebuah “Club Pemerhati Lalu Lintas (Halin)” dengan rencana awal melakukan aksi konvoi sepeda motor seraya menyebarkan sebaran halin kepada masyarakat.

“Juru bicara mahasiswa Yuliaman Zega didampingi rekan-rekannya masing-masing Adrianus Hulu, Fransiskus Lafau, Nofriansyah Daeli, menyatakan, betapa hati dan jiwa mereka terpanggil untuk dapat bekerjasama dengan pihak Lantas Polres Nias sebagai bukti pentingnya memanfaatkan jalan raya sebagai urat nadi perlaluintasan yang bila tidak hati-hati menjalaninya dapat merenggut nyawa manusia siapapun” katanya, kamis (28/5) di ruang kerja Kasat Lantas Polres Nias.

Menurut Juel Zega, dalam pertemuan tersebut mahasiswa memberikan kepada Kasat Lantas sejumlah informasi yang berhubungan dengan niat mereka sebagai pemerhati Halin yang susunan kepanitiaan kecilnya segera akan disusun berserta program jangka pendek untuk kegiatan tersebut.

Dijelaskannya, acara sosialisasi berupa konvoi sepeda motor berkisar 100 orang peserta dengan mengenakan helm standar, menyalakan lampu besar sepeda motor siang dan malam hari serta memperlihatkan jarak berkendaraan yang baik, sehingga masyarakat dapat mengerti betapa pentingnya berlalu-lintas yang baik berarti telah menjaga sebuah nyawa, sebab bila terjadi kecelakaan hanya karena kelalaian sipengendara sepeda motor dapat tewas malah bisa membuat cacat seumur hidup lagi, jelas Juel Zega.

Sementara, Kasat Lantas Polres Nias, AKP. Arifeli Zega, SH menanggapi niat baik dan solidaritas para mahasiswa IKIP tersebut menyatakan rasa salutnya atas perhatian mahasiswa yang mau berekspresi dengan peragaan konvoi sepeda motor lengkap dengan segala perlengkapannya. Menurutnya, malah kegiatan tersebut sekaligus menyatakan rasa turut berduka atas nyawa korban lalin yang berjatuhan selama ini hanya karena menyalahgunakan jalan raya, kata Arifeli Zega.

Satu hal yang sangat penting artinya bagi semua pihak pengguna/pengemudi kendaraan roda dua maupun roda empat atas solidaritas para mahasiswa itu telah membantu Polres Nias, turut menjaga, malah menjadikan masyarakat lebih memahami berlalulintas yang baik sehingga nyawa mereka terselamatkan, seraya berjanji Polres Nias siap membantu masyarakat memfasilitasi perlengkapan yang diperlukan pada hari “H” maupun pendampingnya saat kegiatan berlangsung konvoi keliling kota Gunungsitoli, ucap Kasat Lantas. (Analisa Daily, 2 Juni 2009)

Tokoh Pemuda Sumut Tegaskan, Jangan Kuatir Soal Tuntutan Pemekaran

Monday, June 1st, 2009

Medan – Tokoh Pemuda Sumut asal Nias Aswan Waruwu SE menegaskan kepada semua pihak agar jangan terlalu kuatir terhadap adanya tuntutan pemekaran, karena tujuan pemekaran itu murni percepatan pembangunan serta peningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemekaran itu demi peningkatan pembangunan, sehingga diharapkan jangan ada lagi memandang negatif terhadap adanya pemekaran Kabupaten Nias dan Nisel (Nias Selatan) menjadi lima kabupaten/kota, ujar Aswan Waruwu SE yang juga Wakil Sekretaris DPW PAN Sumut itu kepada wartawan, Jumat (29/5) di Medan.

Dalam kaitan ini, Aswan mengajak seluruh elemen masyarakat Nias / Nisel untuk tidak ragu-ragu mendukung pembentukan Kabupaten baru, yakni Kabupaten Nias Utara, Nias Barat dan Kota Gunungsitoli (sebagai pemekaran dari Kabupaten Nias dan Nisel).

Pemekaran Nias dan Nisel menjadi lima daerah itu diyakini semata-mata demi mengejar ketertinggalan Nias dari Kabupaten lain yang ada di Sumut. Jadi masyarakat tidak perlu merasa kuatir, kata Aswan.

Ditegaskannya, Kabupaten Nias saat ini masih terisolir dan tertinggal, sehingga jalan satu-satunya untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat hanya dengan pemekaran, agar kelima Kabupaten/Kota saling berkompetisi memajukan daerahnya.

Aswan Waruwu juga berharap agar masyarakat Nias/Nisel yang telah sukses di perantauan ikut serta mendorong hasil pemekaran yang telah dilakukan, mengingat pembentukan lima kabupaten/kota itu atas dasar semangat dan kesepakatan masyarakat secara bersama.

Begitu juga para penjabat Bupati/Walikota yang dilantik Mendagri di Jakarta, seperti Penjabat Bupati Nias Utara Tolu Aru Hulu (sebelumnya Kepala BKD Nias), Penjabat Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli (sebelumnya Kadis Perikanan Nisel) dan Penjabat Walikota Gunung Sitoli Martinus Lase (staf ahli Gubsu) untuk benar-benar menjalankan tugas dengan baik.

Kita berharap kepada pejabat ini dapat segera mempersiapkan struktur pemerintah sekaligus menyahuti dan mempersatukan masyarakat hingga ke jenjang pemerintahan yang definitif nantinya, katanya.(SIB, 30 Mei 2009)