Posts Tagged ‘Politik’

Rekap Suara Ditetapkan, Komisioner KPU Nias Selatan Direkomendasikan Diberhentikan

Friday, May 9th, 2014

Spanduk perwakilan 11 parpol di Nias Selatan | EN

Spanduk perwakilan 11 parpol di Nias Selatan | EN

NIASONLINE, JAKARTA – Rapat rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut) khususnya Dapil II yang mencakup Kepulauan Nias berlangsung alot dan dihujani protes. (more…)

Masalah Pileg Nias Selatan Bisa Hambat Rekapitulasi Nasional

Tuesday, May 6th, 2014

Hadar Nafis Gumay | Republika.co.id

Hadar Nafis Gumay | Republika.co.id

NIASONLINE, JAKARTA – Aneka masalah yang terjadi pada pemilu legislatif (pileg) di Nias Selatan dan beberapa daerah lainnya di Indonesia diperkirakan bakal menjadi ganjalan penyelesaian pelaksanaan rekapitulasi nasional sebelum 9 Mei 2014. (more…)

Warga Nisel & Wakil Partai Politik Demo KPU, Bawaslu dan DKPP

Monday, May 5th, 2014

Aksi demonstrasi dan atraksi lompat batu di depan kantor KPU Pusat, Jakarta | TD

Aksi demonstrasi dan atraksi lompat batu di depan kantor KPU Pusat, Jakarta | TD

NIASONLINE, JAKARTA – Sejumlah perwakilan partai politik di Nias Selatan dan warga Nias Selatan menggelar demonstrasi di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, Senin (5/5/2014). (more…)

Masyarakat Nias Gagal Punya Wakil di DPD RI

Saturday, May 3rd, 2014

Turunan Gulö (Foto: akun FB)

Turunan Gulö (Foto: akun FB)

NIASONLINE, JAKARTA – Harapan agar masyarakat Nias memiliki wakilnya sendiri di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dipastikan tinggal harapan. Pasalnya, satu-satunya putra Nias yang berlaga dari total 24 orang calon DPD asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Turunan Gulö dipastikan tidak lolos ke empat besar untuk duduk di DPD RI periode 2014-2019. (more…)

Perwakilan Parpol di Nias Selatan Datangi KPU, Bawaslu dan DKPP

Friday, May 2nd, 2014

Spanduk tuntutan 11 parpol di Nias Selatan | EN

Spanduk tuntutan 11 parpol di Nias Selatan | EN

NIASONLINE, JAKARTA – Kisruh pelaksanaan pemilu legislatif (Pileg) di Nias Selatan belum juga berakhir. Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat telah memutuskan dilakukannya rekapitulasi ulang dari tingkat desa/kelurahan, namun ternyata itu belum menyelesaikan persoalan. (more…)

Jabat Wakil Ketua Banggar DPR, Yasonna: Ini Jabatan Penuh Onak dan Duri

Wednesday, August 28th, 2013

Yasonna H Laoly | suarapembaruan.com

Yasonna H Laoly | suarapembaruan.com

NIASONLINE, JAKARTA – Anggota DPR RI yang juga Putra Kepulauan Nias Yasonna H Laoly kembali mendapat kepercayaan mengemban tugas pada jabatan penting di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). (more…)

MK: Anggota DPRD Nyaleg via Parpol Lain Tidak Harus Mundur, Asal…

Wednesday, July 31st, 2013

Ketua MK Akil Mochtar | IST

Ketua MK Akil Mochtar | IST

NIASONLINE, JAKARTA– Para anggota DPRD di seluruh Indonesia kini bisa bernafas lega. Pasalnya, persyaratan harus mundur dari jabatan sebagai anggota DPRD bila mencalonkan diri melalui partai lain sesuai pasal 16 ayat 3 UU 2/2011 tentang Partai Politik telah ‘dianulir’ oleh Mahkamah Konstitusi (MK). (more…)

Mantan Ajudan Soekarno, Sidarto Danusubroto Jabat Ketua MPR RI Ke-13

Monday, July 8th, 2013

Sidarto Danusubroto | Inilah.com

Sidarto Danusubroto | Inilah.com

NIASONLINE, JAKARTA – Anggota DPR RI tertua yang juga mantan ajudan presiden Soekarno, Sidarto Danusubroto hari ini resmi menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). (more…)

Turunan B Gulö Lolos Verifikasi Faktual Bakal Calon DPD

Tuesday, June 11th, 2013

Turunan B Gulö | Dokumen Pribadi

Turunan B Gulö | Dokumen Pribadi

NIASONLINE, MEDAN – Setelah melakukan verifikasi faktual berkas dukungan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut menyatakan 11 bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) lolos verifikasi faktual berkas dukungan dari total bakal calon 27 orang.

Salah satu di antara 11 orang itu dan berada di peringkat pertama jumlah dukungan adalah Turunan B Gulö. (more…)

[Catatan Jelang Pemilu 2014] Ono Niha Bisa Tempatkan 4 Wakil di DPR & 1 di DPD

Saturday, May 11th, 2013
Turunan Gulö (Foto: Dokumen Pribadi)

Turunan Gulö (Foto: Dokumen Pribadi)

NIAS ONLINE, JAKARTA – Hiruk pikuk politik mulai memanas lagi. Tak terkecuali bagi masyarakat Nias, baik di perantauan, khususnya di daratan Sumatera Utara (Sumut) maupun di lima daerah di Pulau Nias.

Penyerahan daftar calon legislatif (caleg) sementara (DCS) sudah selesai dan kini masuk tahap melengkapi atau memperbaiki data yang masih kurang lengkap.

Di level DPR RI dan DPD, tercatat hampir 10 putra Nias mencalonkan diri. Demikian juga di DPRD Sumut. Dan lebih banyak lagi untuk tingkat DPRD tingkat kabupaten/Kota.

Seperti pada masa pemilu-pemilu yang lalu, banyak harapan putra-putri Nias akan lebih banyak duduk di DPR RI dan juga DPD RI. Tapi kenyataannya, pada pemilu-pemilu sebelumnya, putra Nias di DPR RI paling banyak dua orang. Dan belum pernah ada wakil di DPD RI.

Pada periode 2004-2009, Pulau Nias sempat diwakili oleh tiga orang. Itu pun, salah satu di antaranya baru menjabat di pertengahan periode melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Namun, pada periode 2009-2014, jumlah itu merosot drastis. Tinggal satu Putra Nias di Senayan, yakni Yasonna H Laoly. Sebuah kenyataan yang memrihatinkan karena dari total potensi pemilih dari masyarakat Nias, baik di Pulau Nias maupun di daratan Sumut, bisa menempatkan minimal tiga nama di sana. Tapi ya, itulah politik.

Namun, belajar dari pengalaman yang lalu itu, ada baiknya kali ini bila masyarakat Nias sepakat, maka kondisi tersebut bisa diubah dan menghasilkan maksimal.

Redaksi Nias Online mengawali wacana persiapan bagi masyarakat Nias mengantisipasi Pemilu 2014 tersebut. Catatan ini sepenuhnya berdasarkan catatan analisis dari Turunan Gulö, mantan anggota KPUD Sumut selama dua periode dan kini sedang mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI.

tabel 1_DPD

Mantan anggota KPUD Sumut Turunan Gulo membuat hitung-hitungan berdasarkan data dan potensi pemilih masyarakat Nias pada pemilu 2014. Hasilnya, masyarakat Nias bisa menempatkan 4 wakilnya di DPR RI dan 1 orang di DPD.

Berikut ini, analisis Turunan terkait potensi keterwakilan masyarakat Nias seperti disebutkan di atas, yang telah diolah oleh redaksi.

Turunan menjelaskan, pada pemilu 2004, dari empat perwakilan Sumut di DPD, tidak ada satupun Putra Nias. Padahal, dari potensi suara, seharusnya bisa menempatkan satu wakilnya di DPD.

“Pada pemilu 2004, potensi pemilih dari Kepulauan Nias pada saat itu mencapai 396.821 suara,” jelas dia.(Lihat Tabel 1)

tabel 2_DPD

Kemudian, pada Pemilu 2009, lagi-lagi, dari empat perwakilan Sumut di DPD, tidak ada satu pun Putra Nias. Padahal, dengan potensi pemilih dari kepulauan Nias saja sebanyak 481.168 pada pemilu itu, harusnya bisa menempatkan satu wakilnya di sana. (Lihat Tabel 2)

Wakil di DPR RI

Untuk perwakilan di DPR RI, pada pemilu 2009, dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kepulauan Nias, 10 anggota DPR RI berhasil didudukkan di Senayan. Namun, dari semuanya, hanya satu putra Nias, yakni, Yasonna H Laoly dengan total peroleh suara 770.073 suara.

Dari Dapil II tersebut, perolehan suara tertinggi mencapai 91.867 suara dan terendah 23.358 suara. Sedangkan potensi pemilih dari Kepulauan Nias pada Pemilu 2009 sebanyak 481.168 suara. (Lihat Tabel 3)

Peluang Pada Pemilu 2014

Lalu, bagaimana dengan peluang pada Pemilu 2014, baik untuk DPR RI maupun DPD RI?

Turunan memberikan rincian perhitungan yang sangat baik. Mulai dari potensi pemilih hingga hitung-hitungan probabilitas penempatan wakil di DPR dan DPD. Termasuk, bisa menjadi pertimbangan bagi mereka yang saat ini sudah nyaleg tapi kemungkinan partainya sulit lolos ke parlemen, untuk segera bersikap dan mengambil keputusan strategis.

tabel 3_DPR RI

Turunan memulainya dengan potensi pemilih pada Dapil Sumut II pada pemilu legislatif 2014 pada seluruh kabupaten/kota yang totalnya mencapai 2.996.943. Data itu berdasarkan data rekap daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan gubernur Sumut pada Januari 2013. (Lihat Tabel 4)

Turunan mengatakan, mengacu pada pengalaman Pileg 2009, tingkat partisipasi memilih (Voter Turn Out/VTO) sekitar 65%, di mana suara sahnya hanya 88% (bisa jadi cara baru bernama “contreng”).

Pada pemilu yang akan datang, kata dia, potensi suara sah kemungkinan lebih besar, karena kembali ke cara lama “mencoblos”, katakan sekitar 95% dari jumlah surat suara/pemilih.

Dengan demikian, untuk kebutuhan simulasi, bisa menghitung kira-kira berapa angka BPP (bilangan pembagi pemilih), yakni total suara sah dibagikan kursi yang dialokasikan di dapil tersebut.

Berikut adalah rumusnya:

VTO = 65% x 2.996.943 = 1.948.012 suara.
Suara sah = 95% x 1.948.012 = 1.850.612 suara.
Dapil Sumut II mendapat jatah 10 kursi DPR.

BPP = 1.850.612 dibagi 10 kursi = 185.061 suara.
Artinya, untuk mendapatkan satu kursi, maka Parpol harus mendapatkan sekitar 185.061 suara.

tabel 4_Pileg 2014Angka BPP itu bisa lebih kecil lagi kalau ada beberapa parpol yang tidak lolos ambang batas minimal (Parliamentary Threshold/PT). Sebagaimana diketahui, berdasarkan UU No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD, bahwa untuk diikutsertakan dalam pembagian kursi DPR, maka Parpol harus lolos PT, yakni mendapatkan suara sah paling 3,5% dari total suara sah DPR secara nasional.

Saat ini, potensi pemilih se-Kepulauan Nias adalah 545,370 suara (pada pemilu 2014, angka ini akan lebih tinggi). Bila tingkat partisipasi pemilih hanya 65%, maka suara yang tersedia sekitar 354.490.

Pasokan suara bisa didapatkan lagi di berapa kabupaten/kota, terutama di Tapteng, Sibolga, Labuhan Batu (+selatan + utara), Tapanuli Selatan/PSP. Yang perlu dicatat, Ono Niha di negeri rantau terhitung banyak, tapi banyak yang belum memiliki KTP, gampang dimobilisasi (khususnya buruh di perkebunan).

Penting Dipertimbangkan

Berdasarkan analisis di atas, Turunan memberikan beberapa catatan penting yang perlu dipertimbangkan untuk menghitung peluang Ono Niha di Senayan:

1. Pilihan kendaraan politik. Kuat atau tidak? Lolos PT atau tidak? Hasil riset polling yang akan dipublikasi dari waktu ke waktu akan membantu pemilih memastikan pilihannya untuk memilihi caleg Ono Niha yang kemungkinan besar parpolnya lolos PT.
Lewat riset tersebut, sang kandidat harus berani mengambil keputusan mundur bila kendaraan politiknya bakal ambruk karena tidak lolos PT; lalu mengambil sikap mendukung kandidat Ono Niha yang potensial lolos.

2. Jumlah partai dan caleg yang lebih sedikit dibandingkan dengan 2009, yang sangat mempengaruhi peta distribusi suara dan selisih suara untuk mendapatkan kursi. Kali ini, suara yang harus dicari oleh masing-masing kandidat harus lebih besar dibandingkan Pemilu 2009 (lihat Tabel 3). Ingat, pada Pemilu 2009, ada 38 Parpol yang bertanding, dan 29 parpol yang tumbang karena tidak lolos PT.

Suara dikeroyok oleh ratusan kandidat se-Sumut II atau puluhan kandidat Ono Niha. Partai yang lolos PT sangat diuntungkan, karena BPP menjadi lebih sedikit. Kandidat yang parpolnya lolos PT dan dapat kursi sangat diuntungkan, karena dengan selisih suara sedikit saja dengan caleg lainnya dalam satu parpol, maka bisa memperoleh kursi. Tapi, pada Pemilu 2014, angka pada Tabel 3 sangat sulit jadi rujukan. Bisa menjebak. Sang kandidat harus ekstra hati-hati, cermat, dan bekerja lebih keras lagi.

3. Sang kandidat juga harus mencermati kandidat separtai di dapil yang sama. Hitung berapa peluang kursi dapil tersebut. Bila peluang kursi hanya dapat satu, sementara ada kandidat yang sangat kuat, maka lebih bagus mikir ulang untuk serius bertanding.

Soalnya, bila terus bertanding, justru akan menghabiskan sumberdaya yang banyak dan peluang Ono Niha akan menyempit. Kecuali sang kandidat lebih loyal kepada partai, maka tentu yang bersangkutan dipersepsikan lebih mendahulukan kepentingan partainya ketimbang kepentingan Ono Niha. Itu tentu hak yang bersangkutan. Tidak dilarang, tapi tentu cukup disayangkan.

4. Strategi pendistribusian suara di Kepulauan Nias. Bila ada konsensus, maka sebenarnya kita bisa mengirimkan sebanyak 4 orang DPR dan 1 orang DPD ke Senayan. Dengan catatan, tingkat partisipasi pemilih di atas 80%. Sangat baik, kalau pimpinan gereja serta 5 pimpinan pemerintahan Kab/Kota memfasilitasi sebuah diskusi terarah untuk menghasilkan sebuah konsesus, agar pola distribusi suara bisa lebih terarah untuk menghasilkan suara 4 caleg unggulan yang lebih signifikan dibandingkan caleg di luar Ono Niha.

Para pemimpin gereja maupun pimpinan daerah juga diharapkan mendorong umat/warga masyarakat untuk meminimalkan angka golongan putih (golput) yang semakin mengancam kita. Semakin tinggi angka golput di Kep. Nias, maka akan semakin kecil peluang Ono Niha. Menurut Turunan, kebutuhan yang sangat mendesak pada Pemilu 2014 adalah minimalisasi potensi “golput”.

5. Kemampuan kandidat untuk menggalang dukungan di luar Kepulauan Nias, baik komunitas Ono Niha di perantauan maupun di luar Ono Niha. Kandidat akan semakin berpeluang menang bila memiliki jejaring yang cukup luas di luar Kepulauan Nias, baik komunitas Ono Niha di negeri rantau maupun di luar komunitas Ono Niha.

6. Hal lain yang akan menentukan adalah kepiawaian seorang kandidat untuk bermain di lapangan politik (kemampuan mengawal suara atau justru “mengkondisikan” suara). (EN)

Ini Dia 10 Partai Politik Peserta Pemilu 2014

Tuesday, January 8th, 2013

Logo KPU (Foto: IST)

Logo KPU (Foto: IST)

NIASONLINE, Jakarta – Setelah melalui perdebatan sengit dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi dan penetapan partai politik peserta Pemilu 2014, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat menetapkan 10 partai politik (Parpol) sebagai peserta Pemilu 2014. (more…)

Dilantik Prabowo Subianto, Anton Anötöna Zagötö Pimpin DPD KIRA Banten

Sunday, December 2nd, 2012

Anton Anötöna Zagötö saat menerima Pataka dari anggota Dewan Pembina Partai Gerinda Hasjim Djojohadikusumo usai pelantikan sebagai Ketua DPD Kristen Indonesia Raya (KIRA) (Foto: kabar6.com)

NIASONLINE, Jakarta – Bertempat di Kantor DPP Partai Gerindra, Sabtu (1/12/2012), Ketua Dewan Pembina Partai Gerinda Prabowo Subianto melantik Anton Anötöna Zagötö sebagai Ketua DPD Kristen Indonesia Raya (KIRA) Provinsi Banten. (more…)

Bagian 2 dari 3 tulisan
Mafia Berkeley, Sekali Lagi

Sunday, March 11th, 2012

Oleh Ari Perdana*

Prof. Widjojo Nitisastro (Foto: Istimewa)

Selain Harrod dan Domar, literatur lain yang cukup berpengaruh di periode itu adalah karya Walt Rostow, Stages of Growth: a Non-Communist Manifesto, yang terbit di tahun 1960, menjelang Widjojo menyelesaikan studi. Rostow menulis, ada lima tahapan modernisasi, dari masyarakat tradisional, persiapan tinggal landas, periode tinggal landas, tahap menuju kematangan, dan era konsumsi massal. Akumulasi investasi adalah kunci bagi sebuah negara untuk bisa pindah dari satu tahap ke tahap lainnya. (more…)

Tuding KPU Nias Berpihak

Friday, April 15th, 2011

JAKARTA — Gugatan sengketa pemilukada Kabupaten Nias masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan diajukan dua pasangan calon yakni Damili Gea-Aluizaro Teleumbanua dan Faigiasa-Ronal Zai. Gugatan kedua pasangan itu telah didaftarkan ke MK pada Rabu (13/4).

Langkah gugatan ke MK ini dibarengi dengan laporan ke KPU Pusat dan Bawaslu. Kedua pasang calon itu mengadukan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan KPU Nias. Dugaan ini juga merupakan bagian materi gugatan ke MK.

Kepada wartawan di Jakarta, kemarin, Damilir Gea menjelaskan, pihaknya telah menemukan fakta-fakta adanya keberpihakan KPU Nias pada pemilukada 5 April 2011, yang akhirnya menguntungkan pasangan nomor urut 2, Sokhiatulö Laoli-Arosökhi Waruwu.

“Keberpihakan KPU Nias terlihat jelas dari alat peraga resmi yang dikeluarkan nyata-nyata mengarahkan pemilih memilih pasangan calon nomor urut 2,” ujar Damili.

Selain itu, Damili juga menyebutkan adanya dugaan keberpihakan PNS dan perangkat desa yang diarahkan mendukung pasangan calon tertentu.

Masalah temuan adanya daftar pemilih tetap (DPT) yang memuat nama ganda dan memuat nama orang yang sudah meninggal dan dibawah umur menjadi pemilih, juga menjadi dasar diajukannya gugatan ke MK. Bukti yang diserahkan ke MK juga mengenai temuan adanya pengerahan massa dari luar Kabupaten Nias untuk memilih.

Tim Damilira-Aluizaro juga menemukan beberapa pemilih melakukan pencoblosan lebih dari satu kali. Ditemukan juga Termasuk pemberian suara yang diwakilkan kepada orang lain.

Dia menyebut kasus di di TPS di desa Akhelawe. Di TPS ini jumlah pemilih di DPT 390 pemilih. Tingkat partisipasi pemilih hampir seratus persen, yakni 388 pemilih. Padahal dari DPT itu diketahui 5 orang telah meninggal dunia dan 27 orang telah pindah ke kota lain diluar Kabupaten Nias.

Menurutnya, hal itu membuktikan adanya orang yang secara sengaja menggunakan hak politik orang lain untuk kepentingan salah satu pasangan calon.

Seperti diketahui, dalam pemilukada Nias yang dikuti empat pasangan calon, KPU NIas menetapkan pasangan Sokhiatulö Laoli-Arosökhi Waruwu sebagai pemenang. Hanya saja, prosesnya belum selesai karena masih ada gugatan di MK. (sam/jpnn)

Sumber: Situs JPNN, Kamis 14 April 2011.

MK Tolak Gugatan Hasil Pilkada Kabupaten Nias Barat dan Nias Utara

Thursday, March 10th, 2011

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak semua gugatan atas hasil pilkada kabupaten Nias Barat dan Nias Utara. Secara umum, MK menilai dalil para pemohon pada gugatan tersebut tidak terbukti, tidak beralasan dan berdasar hukum sehingga ditolak seluruhnya. (more…)