Archive for September, 2011 | Monthly archive page

Sumut Masih Gelar OP Karena Beras Mahal

Saturday, September 17th, 2011

Medan, (Analisa). Beberapa daerah di Sumatera Utara hingga kini masih menggelar operasi pasar karena harga beras di pasaran masih mahal.
“OP (operasi pasar) beras antara lain masih digelar di Gunung Sitoli, Nias. Bulog siap melayani permintaan OP di tengah masih ada penjualan beras komersial,” kata Humas Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumut, Rusli, di Medan, Jumat (16/9).

OP tidak menjadi masalah arena stok cukup banyak apalagi beras impor untuk ketahanan pangan nasional juga sudah mulai memasuki Sumut. Stok beras Bulog per 12 September 2011 mencapai 101.000 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan di daerah ini selama delapan bulan.

Dengan masih berlajutnya OP di beberapa daerah, kata dia, total beras yang sudah disalurkan mencapai 53 ton. “Memang volume OP masih tergolong kecil dibandingkan di provinsi lain. Warga Sumut memang selektif membeli beras dengan alasan kalau berasnya enak, tanpa lauk pun, makannya enak,” katanya.

Di Medan, misalnya dari 65 ton beras OP yang dilepas di lima pasar tradisional, yakni Pusat Pasar, Sukaramai, Petisah, Palapa, dan Pasar Aksara sejak 2 Agustus 2011 tidak semua terjual.

Padahal harga beras Bulog setara jenis IR 64 yang dilepas di lima pasar tradisional itu dijual dengan murah atau harga eceran tertinggi (HET) nya sebesar Rp6.700 per kg.

Dia menegaskan, Bulog tidak mempermasalahkan kurangnya minat beli beras OP itu.

“Bulog melakukan OP untuk memperbanyak pengadaan beras di pasar agar lonjakan harga bahan pangan utama itu bisa ditekan,” katanya. OP juga dilakukan untuk menolong masyarakat mendapatkan beras harga murah.

“Kalau nyatanya tidak mendapat minat yah tidak apa, yang penting masyarakat bisa lebih banyak pilihan dan ketersedian beras semakin banyak di pasar sehingga bisa mengendalikan harga,” katanya.

Mengenai beras komersial, kata dia, hingga dewasa ini sudah mencapai 8.000an ton dimana jumlah itu sebagian besar banyak diserap oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menggelar pasar murah menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Pedagang sembako di Pusat Pasar Medan, Acai, mengakui, harga beras naik sedikit akibat pasokan melemah dengan dalih lagi tidak masa panen. (Ant)

Sumber: www.analisadaily.com – 17 Sep 2011

Nisel Ajukan Diri Gelar “Nias Selatan Sail 2014”

Saturday, September 17th, 2011

Bupati Nisel Idealisman Dachi

JAKARTA, NIAS ONLINE – Pemerintah kabupaten Nias Selatan (Pemkab Nisel) semakin gencar melakukan kegiatan yang mempromosikan wilayah dengan banyak potensi pariwisata tersebut. Bupati Nisel Idealisman Dachi mengungkapkan, saat ini Nisel menjadi nominator untuk pelaksanaan kegiatan sail pada 2014. (more…)

Nias Selatan Gelar Lomba Lari “Nias Island 10 K”

Friday, September 16th, 2011

Logo "Nias Island 10 K"/Panitia

JAKARTA, NIAS ONLINE – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Pemkab Nisel) akan menggelar event lomba lari 10 kilo meter dengan nama “Nias Island 10 K”. Acara yang dipusatkan di Ibukota kabupaten Nisel, Teluk Dalam itu akan dilaksanakan pada 27 Oktober 2011. (more…)

Nisel, Nominator Travel Club Tourism Award (TCTA) 2011

Friday, September 16th, 2011

Konferensi Pers Panitia Tourism Award 2011/SP

JAKARTA, NIAS ONLINE – Potensi wisata dan berbagai keunikan lainnya di Kabupaten Nias Selatan (Nisel) kembali mendapat perhatian nasional. Nisel menjadi satu-satunya daerah di Pulau Nias dan bahkan di Sumatera Utara yang masuk 20 daerah nominasi Travel Club Tourism Award (TCTA) 2011. (more…)

Remisi Bagi Koruptor dan Teroris Dihapuskan

Thursday, September 15th, 2011

Kampanye Antikorupsi/kampungtki.com

JAKARTA, NIASONLINE – Para koruptor kini mesti bersiap untuk kecewa. Remisi yang selama ini membuat para koruptor tidak harus menjalani masa hukuman yang lama, kini tidak ada lagi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyetujui penghapusan pemberian remisi tersebut, termasuk bagi narapidana terorisme. (more…)

Penurunan Angka Kemiskinan Terkendala Kebiasaan Merokok

Thursday, September 15th, 2011

Ilustrasi/googller.files.wordpress.com

JAKARTA, NIAS ONLINE – Pemerintah mengungkapkan, program untuk menurunkan angka kemiskinan menghadapi kendala di lapangan. Di antaranya, kebiasaan kalangan orang miskin itu sendiri dalam hal pengeluaran. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran terbesar orang miskin setelah pembelian beras, ternyata adalah untuk membeli rokok.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengungkapkan, kenyataan itu merupakan fenomena kontraproduktif dalam menurunkan angka kemiskinan di negeri ini. Catatan BPS menyebutkan, pengeluaran nomor dua masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan adalah rokok setelah nomor satunya beras.

“Yang paling mendasar itu, rokok yang dihubungkan dengan garis kemiskinan. Sebagian besar orang miskin itu membeli rokok setelah beras. Lalu, bagaimana menurunkan kemiskinan? Ya suruh saja semua orang miskin berhenti merokok, penurunan kemiskinan nanti signifikan,” ujar Rusman di Gedung DPR, Jakarta, Rabu malam (14/9/2011).

Dia mengatakan, saat ini bagi sebagian orang, merokok itu seolah ‘wajib hukum’nya. Kenaikan harga rokok karena kenaikan cukai juga tidak berdampak pada berkurangnya jumlah perokok di kalangan orang miskin. Kalaupun ada yang berhenti merokok, itu karena kesadaran sendiri.

Menurut dia, bila orang miskin berhenti merokok, bisa membantu mengurangi kemiskinan mereka. Sebab, uang yang dipakai untuk membeli rokok, dapat digunakan untuk membeli beras, menabung atau biaya transportasi anak ke sekolah.

“Ada pengeluaran bagi orang miskin tapi tidak ada sumbangan dan kontribusi untuk meningkatkan garis kemiskinan, jadi benar-benar kontra produktif,” tegasnya. (EN)

Kemdiknas: Pemda Tak Serius Salurkan BOS Triwulan III-2011

Thursday, September 15th, 2011

Jakarta, Nias Online – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menilai, ada kecenderungan pemerintah daerah mengabaikan komitmennya dalam menyalurkan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Hal ini diindikasikan dengan makin banyaknya keterlambatan penyaluran BOS pada triwulan-III (Juli-September) tahun ini. (more…)

Thailand Bidik Produk Karet Pulau Nias

Wednesday, September 14th, 2011

Peta Kepulauan Nias/niasjaya.wordpress.com

Jakarta, Nias Online – Thailand sedang menjajaki kemungkinan investasi pada industri karet di Pulau Nias. Sejak kemarin, Selasa (13/9) hingga Kamis (15/9), Duta Besar Thailand Thanatip Upatising berada di Pulau Nias. (more…)

Bupati Nias Barat Minta Pemprovsu Bantu Tenaga Guru

Wednesday, September 14th, 2011

Medan, (Analisa). Bupati Nias Barat A Aroziduhu Gulo SH MH meminta kepada Pemprovsu untuk membantu kekurangan tenaga guru di daerah itu.

“Kekurangan tenaga pendidik tersebut terjadi hampir merata di setiap sekolah sesuai jenjang pendidikannya,” ungkap AA Gulo di Kantor Dinas Pendidikan Sumatera Utara Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 1-D Medan, Kamis (8/9). (more…)

Pendatang Asal Nias Tewas di Sungai Sosa, Rohul

Tuesday, September 13th, 2011

*Niat hati merantau dari Nias untuk mencari kehidupan lebih baik, seorang warga Nias justru menemui ajal di Rohul. Ia tewas hanyut di Sungai Sosa.

Riauterkini – PASIRPANGARAIAN – Personil dari Polsek Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, dibantu puluhan masyarakat Dusun Tobat Desa Tambusai Timur, Senin (12/9/11) sekitar pukul 11.15 WIB, menemukan sosok mayat yang dikabarkan hilang oleh keluarganya.

Ungkap Kepala Polres Rokan Hulu AKBP Yudi Kurniawan SIK,M.Si, kepada Riauterkini, pada Ahad (11/9/11) kemarin sekitar pukul 16.00 Wib, warga asal Nias Sumatera Utara, Taha Harefa (45), menetap di Dusun Tobat, Desa Tambusai Timur, dikabarkan hanyut dan tenggelam di Sungai Sosa, bersama belanjaannya oleh pihak keluarga.

Katanya, sehabis belanja beras dan sejumlah kebutuhan pokok dari pekan Minggu di desa tetangga, yakni DK IV Desa Suka Maju Kecamatan Tambusai. Korban bersama anaknya, Sofi Harepa (13), bermaksud pulang ke rumahnya di Dusun Tobat dengan cara berenang menyeberangi Sungai Sosa yang saat ini sedang surut, dengan lebar sungai sekitar 20 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter. Atau pada musim banjir, kedalaman mencapai 20 meter.

“Diduga korban kelelahan saat menyeberang sungai, sehingga ia hanyut dan tenggelam terbawa arus. Kata anaknya korban dua kali menyeberang sungai dengan membawa belanjaannya,” kata Kapolres Yudi, di Pasirpangaraian, Senin.

Dilain tempat, Kapolsek Tambusai AKP Barzawi, dikonfirmasi Riauterkini via telepon selulernya mengatakan, mengetahui Bapaknya hanyut dan tenggelam, anak korban, tak bisa berbuat banyak, hanya menangis di tepi sungai.

“Kita baru terima laporan pukul 19.00 Wib. Kita kerahkan personil dibantu masyarakat setempat, dengan menggunakan alat dan penerangan seadanya untuk mencari korban pada malam tadi,” katanya.

Barzawi menambahkan, pencarian korban dihentikan malam tadi, dan dilanjutkan pada Senin pagi, masih dibantu masyarakat yang memang ahli menyelam. Dan sekitar pukul 11.15 Wib, korban ditemukan seratus meter di hilir Sungai Sosa, menyangkut di sebuah ranting kayu yang melintang.

Saat ditemukan, tubuh korban masih dalam keadaan utuh, tanpa diganggu ikan atau binatang lainnya. Pun, pakaian yang digunakan korban masih melekat ditubuhnya. Usai ditemukan, walau ada penolakan dari keluarga, Polisi membawa korban ke Puskesmas Dalu-dalu Tambusai untuk dilakukan visum.

Dari informasi warga setempat, diketahui korban sudah lama menetap di desa ini. Sekitar 7 tahun mengurus kebun milik majikannya. Memang ada pelayangan disana, namun kebiasaan warga disini, mereka menyeberang sungai dengan cara berenang di sungai dalam tersebut.

Sebagian warga disana memiliki sampan untuk menyeberang dan mencari ikan, namun tidak ditambangkan. Begitu pun letak pelayangan jauh dari lokasi yang biasa digunakan warga untuk menyeberang.

“Kita sudah himbau kepada masyarakat disana. Kalau air naik, jangan lah menyebrang dengan berenang, tapi gunakan lah pelayangan yang sudah ada. Walau jauh, kan aman menyeberang lewat pelayangan,” harap Barzawi.***(zal)

Sumber: Riau Terkini – Senin 12 September.

Ahli Jepang-UGM: Kondisi Omo Sebua di Bawömataluo Sangat Kritis

Tuesday, September 13th, 2011

Tim Penguji Micro Tremor di Dalam Omo Sebua Bawömataluo (Foto. Etis Nehe/www.niasonline.net)

Bawomataluo, Nias Online – Hasil survei menyeluruh yang dilakukan tim ahli dari Jepang dan Universitas Gadjah Mada (UGM) selama Jum’at- Sabtu (5-6 Agustus 2011) menunjukkan, meski terlihat kokoh dari luar, kondisi konstruksi Omo Sebua di Desa Bawömataluo dalam kondisi kritis. Bangunan bersejarah itu, perlu segera direstorasi untuk melestarikannya. (more…)

Situs Nias Online Bisa Diakses Kembali

Tuesday, September 13th, 2011

Ya’ahowu,

Para pengunjung/pembaca setia situs Nias Online yang kami hormati,

Tak terasa, lebih sebulan situs ini berhenti tayang karena masalah teknis. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami juga berterima kasih atas kesetiaan para pengunjung/pembaca menunggu aktifnya kembali situs ini. (more…)