Archive for May 22nd, 2009 | Daily archive page

Temu Alumni Usu Asal Kepulauan Nias dan Forum Mahasiswa Nias (Forman) Universitas Sumatera Utara

Friday, May 22nd, 2009

Ya’ahowu,

Forum Mahasiswa Nias (Forman) Universitas Sumatera Utara akan menyelenggarakan kegiatan Temu Alumni USU Asal Kepulauan Nias dan Forum Mahasiswa Nias (ForMaN) Universitas Sumatera Utara. Dasar pemikiran ForMaN dalam menyelenggarakan kegiatan ini adalah:

  1. Idealnya, jika para Alumni dan Mahasiswa USU berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang maju, maka koneksi tersebut dapat menjadi power atau kekuatan dalam mendorong perubahan ke arah yang diinginkan. Tentu saja dengan tetap berorientasi kepada tujuan positif yang selalu ditanamkan bersama, bukannya diarahkan pada kompetisi dengan kelompok lain dalam perebutan kekuasaan.
  2. Alumni Universitas Sumatera Utara tentunya prihatin atas kondisi bangsa dan negara pada saat ini termasuk semakin menurunnya kualitas serta akses terhadap pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi masalah nyata di sekitar kita, khususnya di Pulau Nias. Hal ini dapat dientaskan apabila terjadi perbaikan di bidang pendidikan yang akan menjadi faktor pengerak perubahan ke hal yang lebih baik dengan menjadikan Civitas mahasiswa dan alumni USU asal kepulauan Nias sebagai Agent Of Change.

Maksud dan Tujuan dari kegiatan ini adalah :

  1. Mempererat hubungan antar Alumni, dan hubungan antara Alumni dengan Mahasiswa yang ada di dalam Forum Mahasiswa Nias Universitas Sumatera Utara (ForMaN-USU).
  2. Membagi pengalaman yang di peroleh para Alumni kepada Mahasiswa.
  3. Meningkatkan kesadaran Alumni dan Mahasiswa akan perannya dalam membangun Nias.
  4. Menyampaikan harapan-harapan Mahasiswa kepada para Alumni yang sekarang ini menjadi bagian dari masyarakat.

Kegiatan Temu Alumni – ForMaN USU diagendakan untuk dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Minggu, 21 Juni 2009
Waktu : Pukul 13.00 WIB – sampai selesai
Tempat : Pantai Nusa Lima, Foa
Kec. Gunungsitoli Idanoi – Nias

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Ya’ahowu.

CP :
Johni Elvis Hura: 081362446013 (Panitia)
Meiman Zega: 085261966500 (BPH ForMaN-USU)
Kalvin Halawa: 081370172692
E-mail formanusu@yahoo.co.id

GMNI demo dugaan malpraktik, Nias positif terjangkit DBD

Friday, May 22nd, 2009

GUNUNGSITOLI – Kabupaten Nias positif terjangkit demam berdarah dangue (DBD) dalam kurun waktu sebulan terakhir  ini sudah tiga warga menjalani perawatan intensif, namun Dinas Kesehatan menyatakan belum termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pernyataan itu disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Gunungsitoli, Yulianus Mendrofa. Pada kesempatan itu, dr Efori Gea, Sp.A, yang menangani beberapa pasien DBD mengakui sebelumnya tidak berani mengeluarkan pernyataan  Nias terjangkit DBD.. Namun setelah beberapa pasien menjalani perawatan di RSU Gunungsitoli melalui pemeriksaan intensif ternyata positif  DBD yang sumber nyamuknya ada di Nias.

Kasus DBD ini menurut Efori Gea telah dilaporkan secara tertulis kepada Dinas Kesehatan Kab Nias untuk dilakukan tindakan pencegahan dan penanganan yang serius.

Sedangkan Direktur RSU Gunungsitoli,  Yulianus Mendrofa  pada penjelasannya tentang demo soal dugaan malpraktik oleh tim dokter di lembaga yang dipimpinnya mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan sesuai prosedur medis terhadap pasien atas nama Aprianus Hulu warga Desa Anaoma, Kec. Tugala Oyo.

Diungkapkan, Aprianus Hulu saat menjalani perawatan dan pemeriksaan di RSU Gunungsitoli dinyatakan penyakit usus buntu telah pecah dan mengalami penanahan dan harus dioperasi. Namun si pasien dan keluarganya justru tidak mau diopname dan pulang. Tiga hari kemudian keluaraga Aprianus Hulu kembali membawa korban ke RSU Gunungsitoli. Setelah diperiksa kembali dan dilakukan tindakan operasi oleh tim dokter dari UGM Jogyakarta ternyata penyakit pasien bukan usus buntu justru tumor ganas di bagian usus.

Yulianus Mendrofa membantah dokter dari UGM Yogyakarta yang bertugas di RSU Gunungsitoli dan menangani pasien tersebut telah melakukan kesalahan dalam penanganan medis (malpraktik). Namun menurut Yulianus pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak UGM Yogyakarta dan menyatakan mereka akan mengklarifikasi dan mempertanggungjawabkan sesuai prosedur medis soal penanganan pasien yang akhirnya meninggal dunia belum lama ini.

Secara terpisah Kadis Kesehatan Kab Nias, Julianus Dawolo yang dikonfirmasi soal laporan dari tim dokter RSU Gunungsitoli menyatakan di Nias positif terjangkit DBD mengaku telah menerima laporan dan telah menurunkan tim untuk investigasi dan selanjutnya melakukan fofging di radius 100 meter dari rumah penderita DBD itu.

Namun demikian Julianus Dawolo mengungkapkan kasus DBD yang terjadi tersebut belum termasuk kejadian luar biasa (KLB).

Sejumlah kalangan menyesalkan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Nias yang terkesan lamban dalam melakukan tindakan pencegahan yang serius apalagi dikaitkan alasan untuk menghemat dana sehingga fogging (penyemprotan) hanya dilakukan di tempat tertentu. Untuk mencegah lebih banyaknya korban DBD, masyarakat meminta pemerintah daerah segera melakukan fogging di rumah penduduk termasuk sekolah-sekolah. (Sumber : www.waspada.co.id, 21/5/2009)