Archive for May 11th, 2009 | Daily archive page

Pemberantasan Korupsi Terancam – Anggota DPR Minta KPK Tak Lakukan Apa-apa

Monday, May 11th, 2009

Jakarta, Kompas – Pemberantasan korupsi menghadapi ancaman. Ini terlihat setelah sejumlah anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat mempertanyakan keabsahan keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah Antasari Azhar diberhentikan sementara oleh Presiden. (more…)

KPU Masih Alot Tentukan Suara Kabupaten Nias Selatan

Monday, May 11th, 2009

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih belum final menentukan rekapitulasi perolehan suara akhir nasional. Satu-satunya masalah yang mengganjal, suara Kabupaten Nias Selatan masih diperdebatkan oleh para saksi.

Pantauan detikcom, di KPU, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2009) rapat dimulai sejak pukul 18.30 WIB sejak diskors mulai pukul 17.45 WIB.

Wartawan tak diperkenankan masuk, hanya bisa mendengarkan jalannya rapat melalui speaker di Media Center KPU. Dari dalam terdengar bahwa saksi dari masing-masing partai menyampaikan pandangan masing-masing terhadap suara Kabupaten Nias Selatan.

“Rapat pleno ini seperti yang sudah kita bicarakan saat di (Hotel) Borobudur bisa menjadi forum untuk dengar saran dan pendapat dari para saksi. Jadi saya mohon pandangan dari masing-masing saksi,” ujar anggota KPU I Gusti Putu Artha yang memimpin rapat.

Setelah itu saksi dari PDIP Arif Wibowo mengatakan menolak penghitungan ulang suara di Nias Selatan.

“Usul kami kemarin adalah dilakukannya rekap ulang, bukan penghitungan ulang. Kalau hanya rekap ulang, maka malam ini bisa ditetapkan. Kalau untuk penghitungan ulang, kami menolak,” tukas Arif.

Kemudian pernyataan Arif itu disanggah saksi dari partai lain. “Saya kira KPU tidak ada kewenangan untuk melakukan penghitungan ulang. KPU hanya membicarakannya dengan Bawaslu. Jadi secara de-facto memang pada KPU Nias sendiri itu mengakui ada masalah dan merekomendasikan untuk dilakukannya rekapitulasi ulang,” ujar saksi itu.

Putu Artha pun menjawab bahwa saat rekapitulasi nasional di Hotel Borobudur, untuk daerah pemilihan (Dapil) II termasuk Sumatera Utara II disepakati ada 2 pilihan.

“Untuk TPS yang masih ada C1 dan C2 akan dilakukan rekapitulasi ulang. Tapi untuk TPS yang tidak ada C1 dan C2 akan dilakukan penghitungan ulang. Di lapangan, ternyata C1 dan C2 itu tidak ada di beberapa TPS makanya dilakukan penghitungan ulang,” kata Putu Artha.

Putu Artha pun mempersilakan para saksi menyampaikan pendapatnya masing-masing, agar KPU bisa leluasa mengambil keputusan.

“Sehingga kami ingin para saksi menyampaikan pandangan masing-masing. Untuk konsekuensi hukum dari keputusan yang diambil ada di institusi KPU bukan termasuk saksi. Sehingga kami ingin penyampaian saksi ini dilakukan agar KPU segera ambil keputusan,” jelas dia.

Hingga pukul 20.40 WIB rapat ditunda karena KPU melakukan rapat internal tanpa melibatkan saksi. (detik.com – pemilu.detiknews.com/read/2009/05/09/204345/1128824/700/kpu-masih-alot-tentukan-suara-kabupaten-nias-selatan)

Pasca Pemekaran Kab Nias, Ketum DPP HCMNI Silaturrahmi dengan Pemuka Masyarakat Nias

Monday, May 11th, 2009

Medan – Ketua Umum (Ketum) DPP Himpunan Cendikiawan Muslim Nias Indonesia (HCMNI) Ali Yusran Gea SH MKn baru-baru ini mengadakan silaturrahmi dengan sejumlah pemuka masyarakat Nias yang berdomisili di Jakarta, Medan dan Kabupaten Nias. Hal ini dilakukan karena akan digelarnya pemilihan walikota dan wakil walikota Gunungsitoli 2010.

Kepada pers Minggu (10/5) di Medan, Ali Yusran Gea bersama Sekretaris Umum Adnan Syam Zega SH MSi dan Wakil Sekretaris Jihad Tanjung SPdI menjelaskan, silaturrahmi itu sebagai langkah awal membicarakan kondisi sosial, politik dan ekonomi masyarakat Nias pasca pemekaran serta menyikapi terjadinya perubahan kultur demokrasi dan struktur sosial di Nias, khususnya di wilayah Pemko Gunungsitoli.

Selain itu kata Gea yang juga Dosen Fisip UMSU, temu silaturrahmi guna membicarakan bagaimana membangun silaturrahmi antara sesama masyarakat Nias di perantauan atau yang bermukim di Nias serta hal lain menyangkut berbagai perubahan di kampung halaman.

Kata Gea, pemuka masyarakat Nias yang dikunjungi di antaranya H Daniel Tanjung mantan anggota DPR RI, Drs H Zakaria Lafau MM mantan Bupati Nias di Jakarta. Sedangkan di Medan Drs H Taroni Hia mantan Kadisdiknas Sumut, Letkol (Purn) Bassir Tanjung mantan Waka Polres Nias, H Ahmad Taher Telaumbanua dan Syarif Helmi Harefa serta beberapa lainnya.

Sementara itu dalam kunjungan ke Nias, dia bersilaturrahnmi dengan Ketua MUI Nias Drs H Ja’far Muis Harefa, Ketua PCNU Cab Nias Abd Majid Chaniago SE, Ketua PB Muhammadiyah Nias H Sofyan Datuk Sati, Ketua PD Alwasliyah Nias Bastari Marikan SPd, Ketua HCMNI Nias Drs Sudirman Waruwu, tokoh adat Dang Rumandung Chaniago serta sejumlah elemen masyarakat Nias di Kota Gunungsitoli.

Pertemuan lanjutan di rumah Drs H Zakaria Yahya Lafau mantan Bupati Nias Minggu (10/5) menghasilkan bahwa Pimpinan Pusat HCMNI telah menjadi wadah perekat antara sesama masyarakat Nias. Untuk itu Pimpinan Pusat HCMNI akan segera melakukan konsolidasi dan sosialisasi dalam rangkaian mensiasati pemekaran dengan melibatkan semua elemen.

Dia berharap terjalin silaturrahmi dan mudah-mudahan dapat mengesampingkan kepentingan kelompok yang prakmatis dan sebaliknya menghasilkan buah pikiran mewujudkan kehidupan masyarakat Nias yang lebih baik. (SIB, 11 Mei 2009)