Oleh: Restu Jaya Duha
Catatan Redaksi: Artikel ini adalah tanggapan Restu Jaya Duha terhadap komentar Kris J. Mendröfa atas tulisan: Prospektif dan Wacana Pemekaran Kabupaten Nias Menuju Pembentukan “Propinsi Tanö Nihaâ€. (more…)
Oleh: Restu Jaya Duha
Catatan Redaksi: Artikel ini adalah tanggapan Restu Jaya Duha terhadap komentar Kris J. Mendröfa atas tulisan: Prospektif dan Wacana Pemekaran Kabupaten Nias Menuju Pembentukan “Propinsi Tanö Nihaâ€. (more…)
A. Ejaan
Sampai saat ini belum ada ejaan khusus untuk Bahasa Nias. Ejaan yang dipergunakan dalam Kamus ini secara umum mengikuti ejaan Bahasa Indonesia saat ini, yaitu yang diatur dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (Pusat Pengembangan Bahasa, 1980).
Ada beberapa aturan khusus yang tidak dicakup dalam ejaan Bahasa Indonesia, yaitu yang menyangkut beberapa huruf dengan bunyi khusus yang hanya ditemukan dalam bahasa Nias.
õ, ô, atau ö memiliki bunyi seperti bunyi “e” dalam keras, gelas, lemas. Karakter õ, ô, dan ö dapat dihasilkan di layar komputer dengan menekan dan menaha tombol Alt lantai berturut-turut menekan tombol-tombol 2, 4, dan 4 (untuk ô), 2, 4, 5 (untuk õ) an 2, 4, 6 (untuk ö) di keypad di sebelah kanan kibor komputer. Contoh-contoh: hôgô (kepala), hõrõ (mata), töwö (cukur). Lihat juga artikel: Karakterödalam bahasa Nias.
Beberapa marga Nias memiliki karakter ini: Amazihönö, Bu’ulölö, Gulö.
e memiliki bunyi seperti dalam kata: sepak, enak. Contoh: tema (terima), deha (cabut), eha (batuk).
w memiliki dua bunyi dalam Li Niha: (1) seperti W dalam bahasa Indonesia (bahwa, hawa, kawan) – contoh: bawa (bulan), walu (delapan) (2) bunyi w khas Nias seperti dalam kata wurawura, waruwaru, werewere. Bunyi w dalam contoh-contoh ini dihasilkan dengan meniupkan udara di antara bibir atas dan bawah yang dipersempit jaraknya. Bunyi w macam ini kurang lebih seperti w dalam kata “Wulan” atau “woman” (bahasa Inggris).
Bunyi w jenis pertama (seperti dalam bahasa Indonesia) terdapat dalam nama-nama marga: Halawa, Maruhawa, sementara bunyi w jenis kedua dalam nama marga: Bawamenewi, Waruwu, Ziawa.
Dalam Li Niha, huruf d yang muncul misalnya dalam kata: dela (titi), deha (cabut), dölö (terus) diucapkan agak berbeda dengan pengucapan d dalam bahasa Indonesia. Orang-orang yang berasal dari Nias Utara, Nias Barat dan sebagian Nias Tengah mengucapkan d berbeda dengan orang-orang Nias yang berasal dari Nias Tengah (Lahusa, Lölöwa’u, Lölöfitu Moi, dan sebagainya). Lihat artikel: Bunyi Huruf â€D†dalam Li Niha.
B. Jenis-jenis Kata
Hampir seluruh entri dalam Kamus ini digolongkan dalam salah satu dari jenis-jenis kata berikut:
kata benda (kb) – talö (talas), tufo (tikar)
kata kerja (kk) – me’e (menangis), mörö (tidur)
kata kerja imperatif (kki) – yaitu kata kerja untuk menyuruh melakukan sesuatu: bokai (buka), taba (potong), förö (tidur), dst.
kata sifat (ks) – ataha (mentah), afusi (putih)
C. Struktur Kalimat Bahasa Nias
Li Niha memiliki struktur kalimat yang berbeda dari struktur kalimat Bahasa Indonesia. Silahkan baca artikel: Struktur Kalimat Bahasa Nias (1) dan Struktur Kalimat Bahasa Nias (2).
D. Mutasi Awal dalam Li Niha
Dalam Li Niha berbagai jenis kata yang muncul dalam kalimat pada umumnya mengalami perubahan pada huruf awalnya, yang dalam ilmu bahasa disebut mutasi awal (initial mutation, lih. Wawancara dengan Dr. Lea Brown). Sebagai contoh, dalam kata “Hadia duria ?†(Apa kabar?), kata “duria†telah mengalami perubahan huruf awalnya; kata “duria†di sini berasal dari kata dasar “turia†yang berarti berita atau kabar. Contoh-contoh lain adalah: ama (ayah) -> nama; ina (ibu) -> nina; balugu (pengetua adat) -> mbalugu; tuhe -> duhe; sato (publik, orang banyak) -> zato; So’aya (Tuhan) -> Zo’aya. Beberapa aturan yang terkait dengan mutasi awal diberikan dalam artikel: Turia Si Tobali Duria.
E. Pengucapan / bunyi huruf
Kata-kata Bahasa Nias tidak mengenal konsonan (huruf mati) sebagai penutup kata; dengan kata lain, kata-kata li niha diakhiri oleh salah satu dari vokal (huruf hidup berikut): a, e, i, o, ö, u. Contoh: töla (tulang), lahe (jejak), ngöfi (tepi), moyo (elang), balö (ujung), fandru (lampu).
Beradasarkan itu, huruf-huruf yang menyusun abjad dalam Bahasa Nias diucapkan sebagai berikut:
a – a
b – be
c – ce
d – de (Lihat artikel: Bunyi Huruf â€D†dalam Li Niha.
e – e
f – fe
g – ge
h – h
i – i
j – je
k – ke
l – le
m – me
n – ne
o – o
p – pe
q – kiu
r – re
s – se
t – te
u – u
v – fe
w – we
x – ekese
y – ye
z – ze
F. Pelambangan Bunyi Khas Li Niha
Ada beberapa bunyi khas Li Niha yang tidak terdapat dalam kata-kata bahasa Indonesia. mb – ndr …
G. Akronim:
Am. – Amaedola (peribahasa)
i – kata kerja perintah (imperatif)
kb – kata benda
ks – kata sifat (ajektif)
lih. – lihat
Sin. – sinonim
Medan, WASPADA Online
Sejumlah pakar geologi mengatakan, terjadinya gempa yang berpusat di Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), pekan lalu, menunjukkan peluang terjadinya gempa besar di Sumatera Utara (Sumut) semakin matang. Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut-NAD, Ir. Jonathan Tarigan dan Ketua IAGI Ir. Gagarin Sembiring beserta Humas IAGI Eddy Maulana Barus mengatakan itu di Medan, Sabtu (10/3) malam. (more…)
Catatan Reaksi: Artikel berikut muncul di Harian SIB, Minggu 14 Mai 2006. Isinya, yang berkaitan dengan perbincangan tentang asal-usul masyarakat Nias, kiranya masih relevan untuk diikuti. (more…)
Lagu & syair: Ama Ferry Dakhi (+)
Inagu ni’omasi’ögu!
Törö dödöu nonou ya’o, he Inagu
Me tumbudo me ono sawuyu
Ösima ba lö atage’ö wamaenu. (more…)
2003 – Pemunculan pertama kali di Nias Portal
2004 – Pemindahan ke http://kamus-nias.blogspot
2007 –
2008 –
Pembuatan Kamus Nias-Indonesia Online ini merupakan usaha untuk mendaftarkan kata-kata Li Niha dan mencari padanannya dalam Bahasa Indonesia. Diharapkan kehadiran kamus ini menggugah masyarakat Nias, khususnya generasi mudanya, untuk lebih memberi perhatian pada Li Niha – salah satu bahasa dunia yang semakin terpinggirkan dari fungsinya sebagai suatu alat komunikasi.
Apa yang disajikan di sini masih “mentah” sekali dan dalam proses pemutakhiran secara terus menerus. Sebagaimana terlihat ada beberapa kata yang didaftar tanpa disertai artinya dalam bahasa Indonesia dan contoh pemakaiannya dalam Li Niha. Hal ini memang disengaja; yang utama adalah kita mendaftarkan kata itu supaya jangan hilang, lalu secara terus menerus diusahakan pengisian artinya, melalui penelusuran ke sumber-sumber yang kompeten.
Para peminat dan pemerhati Li Niha, khususnya Ono Niha, tentulah berkewajiban mempertahankan keberadaan Li Niha sebagai alat komunikasi dan bagian dari jati dirinya. Maka, sumbangan dalam bentuk apa pun akan dengan senang hati diterima dengan tangan terbuka.
Selamat membaca, Ya’ahowu !
Catatan:
Jakarta, Kompas – Strategi rekonstruksi Kepulauan Nias pascagempa bumi yang selama ini terangkum dalam Peraturan Presiden Nomor 30 tahun 2005 tentang Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, dinilai belum cukup mengakomodasi kepentingan masyarakat Nias. (more…)