Posts Tagged ‘Budaya Nias’

Sara Wangahalö Bintang Tradisi

Friday, August 7th, 2009

Oleh: Victor Zebua

Orang Nias tempo doeloe tidak mengenal jam. Pembagian dan penamaan waktu mereka mengacu aktivitas sehari-hari: bertani, beternak, kerja domestik (memasak, makan, tidur), dan fenomena alam. Pukul 00.00 disebut talu mbongi (tengah malam). Nama waktu lainnya: miwo manu siföföna (ayam berkokok pertama kali; 02.00-02.30), möi zamölö (penyadap aren pergi menyadap; 05.00), muhede riwi (jangkrik berbunyi; 05.30-06.00), dan tumbu luo (matahari terbit; 06.00). (more…)

Sejarah Tari Balanse Madam

Wednesday, March 18th, 2009

Oleh: Indra Yudha, S.Pd., M.Pd*

A. Asal-Usul Tari Balanse Madam
Tari Balanse Madam sebuah tari tradisional yang terdapat di Seberang Palinggam Kota Padang, yang menjadi milik dan warisan budaya masyarakat Suku Nias Kota Padang. Tari Balanse Madam merupakan sebuah kesenian tari yang berupa peninggalan budaya lama yang telah ditransmisikan secara turun temurun dalam masyarakat suku Nias di Seberang Palinggam. (more…)

Tayang Perdana Film Perkawinan Dini di Nias

Wednesday, October 29th, 2008

*Penonton Ribuan, Perempuan Tersanjung

Medan – Tayang perdana film dokudrama berjudul “Perempuan Nias, Meretas Jalan Kesetaraan (PNMJK)” di Lapangan Merdeka Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Sabtu (25/10) malam, menyedot ribuan penonton, dan banyak perempuan tersanjung dan merasa terbela. (more…)

Kisah Lawaendröna Manusia Bulan

Monday, September 22nd, 2008

Oleh: Victor Zebua

Lawaendröna resah. Dia ingin terus hidup, tidak mau mati. Dia bertanya kepada semua orang perihal sebuah tempat di mana dia tidak bisa mati. Bahkan dia juga bertanya kepada pohon-pohon, sungai dan mata air. Kalau kematian tidak ada di situ, dia ingin tinggal bersama mereka. Lawaendröna mencari dan bertanya ke seluruh dunia, namun dia tidak menemukan satu tempat pun di mana tidak ada kematian. (more…)

Dongeng Nias di Mata Orang Jawa

Friday, June 20th, 2008

*Sebuah Resensi Buku

Judul Buku: Melacak Batu Menguak Mitos, Petualangan Antarbudaya di Nias
Penulis: Jajang A Sonjaya (Ama Robi Hia)
Penerbit: Kanisius dan Impulse, Yogyakarta
Cetakan: I, 2008
Tebal: 147 halaman (more…)

Wawancara Dengan Petra Gruber – Kordinator Jaringan Riset Pulau Nias

Tuesday, May 6th, 2008

Catatan: Beberapa waktu yang lalu, Yaahowu mengirimkan sejumlah pertanyaan kepada Petra Gruber, Koordinator Jaringan Riset Pulau Nias (Nias Island Research Network – NIRN). Pertanyaan-pertanyaan tersebut menyangkut kegiatan riset Jaringan itu tentang Nias. Jawaban Petra Gruber diterima Redaksi pada tanggal 6 Desember 2007. Berikut adalah versi Bahasa Indonesia wawancara dengan Petra Gruber. Versi Inggris sudah lama ditayangkan dan dapat dilihat di sini. Redaksi masih menunggu izin dari NIRN untuk menayangkan terjemahan sejumlah makalah yang disajikan pada Konferensi Wina bulan Oktober 2006. Selamat mengikuti – (Red.) (more…)

Kisah Awuwukha Pemburu Kepala

Saturday, April 26th, 2008

Victor Zebua

Lima generasi yang silam di Börönadu hidup seorang pemberani bernama Awuwukha. Dia berhasil membawa pulang belasan kepala manusia. Usaha para musuhnya balas-dendam membunuh Awuwukha tidak pernah berhasil. Hal tersebut mengangkat status Awuwukha di mata orang-orang kampung sebagai emali (pemburu kepala). (more…)

Deklarasi Wina 2006 tentang Jaringan Riset Pulau Nias

Monday, May 21st, 2007

Catatan Redaksi: Pada tgl 30-31 Oktober 2006 berlangsung Konferensi Internasional tentang seni dan arsitektur Nias yang dihadiri oleh pakar dari berbagai disiplin ilmu. Pada akhir konferensi para peserta sepakat membentuk Jaringan Riset Pulau Nias (Nias Research Network). Apa misi dan misi jaringan ini ? Visi dan Misi NRN dapat dilihat dari deklarasi para peserta dengan judul: “The Vienna Declaration 2006“ yang diterjemahkan secara bebas oleh Redaksi Yaahowu. (more…)