Posts Tagged ‘Wawancara’

Pastor Johannes M. Hammerle Raih Anugerah Pelestari Cagar Budaya Terbaik

Saturday, September 6th, 2014

Pastor Johannes M. Hammerle | thejakartapost.com

Pastor Johannes M. Hammerle | thejakartapost.com

NIASONLINE, JAKARTA – Pendiri Museum Pusaka Nias (MPN) Pastor Johannes Maria Hammerle meraih Anugerah Pelestari Cagar Budaya Terbaik pada ajang Malam Anugerah Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Tahun 2014 yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di Museum Nasional, Jakarta, Jum’at (5/9/2014). (more…)

Wawancara dengan Mr. Raoul de Torcy, CFO UNICEF Nias

Friday, December 19th, 2008

Selama Tahun 2008, UNICEF Nias secara berkala mengirimkan berita kegiatannya di Nias kepada Nias Online yang dapat diakses dalam topik Rekonstruksi. Untuk mendapat informasi yang lebih lengkap tentang program-program UNICEF di Nias, Redaksi Nias Online mewawancarai Mr. Raoul de Torcy Chief Fincancial Officer (CFO) UNICEF Nias. Berikut ini adalah hasil wawancara tertulis yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sedangkan versi Inggris dapat dilihat di Nias Online Versi Bahasa Inggris. Foto-foto kegiatan UNCEF Nias dapat dilihat di halaman Nias Dalam Gambar. (more…)

Wawancara Dengan Petra Gruber – Kordinator Jaringan Riset Pulau Nias

Tuesday, May 6th, 2008

Catatan: Beberapa waktu yang lalu, Yaahowu mengirimkan sejumlah pertanyaan kepada Petra Gruber, Koordinator Jaringan Riset Pulau Nias (Nias Island Research Network – NIRN). Pertanyaan-pertanyaan tersebut menyangkut kegiatan riset Jaringan itu tentang Nias. Jawaban Petra Gruber diterima Redaksi pada tanggal 6 Desember 2007. Berikut adalah versi Bahasa Indonesia wawancara dengan Petra Gruber. Versi Inggris sudah lama ditayangkan dan dapat dilihat di sini. Redaksi masih menunggu izin dari NIRN untuk menayangkan terjemahan sejumlah makalah yang disajikan pada Konferensi Wina bulan Oktober 2006. Selamat mengikuti – (Red.) (more…)

Tidak Ada Kepentingan Komersial dan Tidak Ada Hak Paten Yang Akan Diajukan

Monday, October 22nd, 2007

*Sebuah wawancara dengan Prof.Dr.med. Ingo Kennerknecht*

Catatan Redaksi: Pada tanggal 10 Agustus 2007 Situs Yaahowu mengirim 9 pertanyaan kepada Prof.Dr.med. Ingo Kennerknecht dari Institut Ilmu Genetika Universitas Munster, Jerman, berkaitan dengan penelitiannya tentang asal usul orang-orang Nias (lihat artikel: Merunut Asal-Usul Orang Nias Berdasarkan DNA/Gen). Bahan wawancara disusun oleh E. Halawa dari Situs Yaahowu dan M.J. Daeli, seorang sesepuh Nias dan kontributor lepas artikel di Situs Yaahowu. Kedua pewawancara menghargai berbagai sumbangan dari para pengunjung Yaahowu dalam bentuk berbagai komentar terhadap beberapa artikel yang berhubungan dengan topik ini. (more…)

Aine, Tahaogö Mbanuada

Friday, July 13th, 2007

*Wawancara dengan M. Yusuf H. Lömbu, Ketua Yayasan Peduli Muslim Nias

Gempa dahsyat yang memporak-porandakan Nias pada bulan Maret 2005 tidak mengenal istilah SARA; ia memakan korban dari berbagai elemen masyarakat Nias: yang kaya dan yang miskin, pejabat dan rakyat biasa. (more…)

Eduard Fries dan Karya Para Misionaris Awal di Nias: Wawancara dengan Dr. Mai Lin Tjoa-Bonatz

Tuesday, April 24th, 2007

Catatan Redaksi: Menyusul ditayangkannya wawancara Dr. Mai Lin Tjoa-Bonatz pada tgl 19 April 2007, Redaksi mengirim dua pertanyaan susulan. Dr. Mai Lin Tjoa-Bonatz bersedia menjawab satu dan ditambahkan pada bagian akhir teks wawancara ini. Semoga bermanfaat.

Dalam wawancara ini, Dr Mai Lin Tjoa-Bonatz, mengungkapkan sebagian dari hasil penelitiannya tentang kehidupan Eduard Fries dan karya awal misioner Kristendi Nias. Dr Tjoa-Bonatz lahir di Frankfurt, Jerman, memperoleh gelar MA dalam bidang Art History, Archaeology and Southeast Asian Studies di Frankfurt tahun 1994 dan Ph.D. dengan riset berjudul: “Shophouses in Penang, Malaysia” pada Technical University of Darmstadt pada tahun 2001. (more…)

Perbedaan Itu Sangat Sarat Dengan Hikmah-Hikmah Kehidupan

Saturday, October 7th, 2006

*Sebuah Wawancara Dengan Basyral Hamidy Harahap

Pengantar: Perjumpaan dan perkenalan Situs Yaahowu dengan tamu kita kali ini sungguh sangat kebetulan. Ketika berlangsung Diskusi Online I bertema “Menyambut dan Menyikapi Kelahiran Provinsi Tapanuli”, 10 Juli – 17 Agustus 2006, Redaksi berselancar di internet untuk mencari bahan atau tulisan yang relevan dengan topik diskusi. Bertemulah sebuah artikel berjudul “Tribalisme: Sisi Gelap Otonomi Daerah” tulisan Basyral Hamidy Harahap, tulisan yang akhirnya turut meramaikan Diskusi Online I tersebut.

Isi tulisan tersebut memunculkan minat Redaksi untuk mengenal lebih dekat penulisnya. Melalui beberapa kali korespondensi lewat email, E. Halawa* dari Situs Yaahowu berhasil mengajak Bapak Harahap memaparkan buah pikirannya tentang budaya dan harmoni suku-suku di Sumatera Utara, masalah Ambon, dan berbagai hal lain yang terkait. Selamat mengikuti. (eh). (more…)

Nyanyian Bagi Allah – Wawancara dengan Dr. Thomas Markus Manhart

Saturday, August 26th, 2006

Sementara masyarakat Nias berada di tengah berbagai bencana beruntun sejak awal 2000, perhatian terhadap Nias tak memudar. Bencana ini justru membuat Nias menjadi perhatian masyarakat dunia. Ironis memang, Nias semakin dikenal bukan karena warisan tradisi dan budayanya, atau hal-hal yang positif yang melekat padanya tetapi lebih karena letak geografisnya dalam peta dunia, posisinya sebagai salah satu titik bencana dalam “Cincin Api” (Ring of Fire). (more…)

Wawancara di Nias Portal: Rolf W. Christian Petersen

Thursday, July 13th, 2006

Dialah yang membawa kapal modern pertama ke Pulau Nias dan berhasil memperkenalkan teknik baru kepada awak kapal dalam waktu singkat. Kemudian dia membangun Pusat Pelatihan Teknik, yang merupakan sekolah pelatihan teknik pertama di dunia dan juga satu-satunya selama beberapa waktu yang menerapkan metode pelatihan dalam tiga tahap dan selain itu juga mandiri. Namanya Rolf W. Christian Petersen dan masih menjalin hubungan baik dengan Indonesia dan Pulau Nias. E. Halawa* dan Raymond Laia dari Nias Portal telah mewawancarai beliau per email.*** (more…)

Li Niha – Hakekat Budaya, Tradisi Dan Sejarah Masyarakat Nias

Monday, July 3rd, 2006

Bagi sebagian orang Nias, belajar, menggunakan, dan mencintai Li Niha, sebuah warisan asli para leluhur dari etnik yang menamakan diri Ono Niha bukanlah merupakan sebuah kebanggaan. Ini tentu terkait langsung dengan pengalaman dan keseharian mereka bergulat dengan kehidupan – ketika mereka mengurus surat-surat di kantor-kantor pemerintah, berurusan dengan pengadilan, berbelanja di toko-toko, atau ketika mereka harus mencari nafkah di daerah lain. Dalam interaksi mereka dengan dunia luar, Li Niha kelihatannya kehilangan relevansinya sama sekali. (more…)