Archive for August 19th, 2010 | Daily archive page

Kita dan Jaringan Sosial Dunia Maya

Thursday, August 19th, 2010

Jaringan sosial di dunia maya telah menjerumuskan kita semua ke dalam penyebaran berbagai informasi yang tidak kita sadari sekarang akan membawa akibat yang tak terbayangkan di masa mendatang. Jaringan sosial telah membuat kita yang terperangkap di dalamnya secara sadar atau tidak ‘menelanjangi diri’ dengan memberikan terlalu banyak informasi tentang diri kita kepada dunia luar, informasi yang sebenarnya hanya pantas diketahui oleh diri sendiri, atau paling banter teman terdekat dan terpercaya.

Eric Smith, Chief Executive Officer perusahaan raksasa Google mengkuatirkan bahwa kini terlalu banyak informasi dibagikan di internet, dan meramalkan bahwa di masa depan seseorang mungkin harus menukar namanya dan menciptakan jati dirinya yang baru hanya untuk menghindari masa lalu digital mereka yang memalukan dalam bentuk berbagai informasi yang tersebar di dunia maya. Demikian diberitakan oleh Reuter (18/8).

Jaringan sosial dunia maya lewat situs-situs jaringan seperti facebook, myspace, friendster dan twitter memiliki banyak keuntungan seperti memungkinkan terhubungkannya kita kembali dengan sahabat yang sudah lama kehilangan kontak, dan menawarkan fasilitas berbagi informasi agar tetap bisa berkomunikasi. Aspek waktu-ril peremajaan informasi di situs-sitsu jaringan semacam itu juga telah memungkinkan kita mengandalkannya untuk menemukan informasi terbaru seperti berita terkini dan sebagainya.

Masalah utama adalah perangkat jaringan sosial dunia maya ini bisa menjadi alat yang paling efektif untuk mempermalukan dan menghancurkan reputasi seseorang dalam skala global dan dalam skala waktu abadi. Begitu sebuah informasi tertayang di dunia maya, maka ia akan tersebar ke seluruh dunia maya dalam hitungan detik, dan dapat diakses oleh berbagai generasi sesudahnya.

Gambar mesum sepasang insan yang tersebar di dunia maya hampir dapat dipastikan tak akan pernah bisa dihapuskan lagi dari dunia maya, karena ia menyebar ke mana-mana dalam waktu yang relatif singkat. Ia akan diakses oleh generasi-generasi berikutnya dari pasangan itu.

Informasi yang disengaja untuk menjatuhkan reputasi seseorang juga mengalami penyebaran yang sama dalam skala dahsyat, dan dibutuhkan waktu dan usaha yang luar biasa untuk meluruskannya.

Para pengguna situs jaringan sosial seperti facebook dan myspace secara tidak sadar seringkali menjadikan ‘dinding’ (wall) sebagai ajang ‘berbagi informasi’ yang terkadang sangat sensitif, yang tidak seharusnya ditayangkan di sana. Mereka tidak sadar bahwa sekali tertayang, jejak informasi itu akan tetap hadir secara abadi di sana.

Ada istri yang mengeluh tentang suaminya yang sudah lama tidak pulang ke rumah; atau suami yang menceritakan berbagai kelemahan istrinya.

Seorang perwira militer yang memajangkan foto-fotonya ketika menandatangani kerjasama militer dengan negara lain dalam digolongkan ke dalam kelompok orang yang kurang bijak dalam memanfaatkan situs jaringan sosial.

Ada guru yang menggambarkan perasaannya ketika tidak meluluskan salah seorang muridnya yang berprestasi di bawah rata-rata. Dia tidak tau bahwa teman-temanya bisa menyebarluarkan informasi ini lewat dinding-dindingnya masing-masing. Dia tidak sadar bahwa informasi ini bisa membawa akibat yang luar biasa di kemudian hari kepada murid yang disebutkan dalam kisah itu. Dia tidak sadar bahwa informasi ini bisa dibaca oleh sang murid atau sang orang tua murid yang juga bisa memiliki akses ke jaringan itu.

Hal yang sama bisa dikatakan tentang jaringan sosial para alumni sebuah sekolah atau perguruan tinggi; misalnya ketika mereka membicarakan kejadian-kejadian masa lalu, yang bisa saja menyangkut nama baik salah seorang atau beberapa dari teman mereka, dalam berbagai bentuk: kisah tentang masa pacaran, mantan-mantan kekasih dan sebagainya.

Siapa teman anda di jaringan ?
Karena umumnya situs jaringan macam itu memberikan kemudahan untuk menambahkan siapa saja menjadi teman, maka seharusnya anda siap-siap untuk menghadapi kenyataan bahwa dari banyak teman itu – yang tidak jarang menyamarkan nama dan indentitas lainnya, termasuk jenis kelaminnya – bisa saja ada suami, istri, anak, pimpinan atau bawahan anda di kantor. Bayangkan apabila Anda berbagi informasi senstif tentang pekerjaan Anda di kantor kepada teman-teman yang di antaranya adalah atasan Anda sendiri. Bayangkan kalau atasan Anda membaca bahwa sebenarnya Anda tidak menyukai pekerjaan atau bahkan membenci atasan Anda.

Ketika Anda melamar pekerjaan, Anda harus siap-siap diintai oleh perusahaan tempat Anda melamar dalam jaringan sosial tempat Anda bergabung. Profil, tulisan-tulisan di dinding tentang Anda, bagaimana Anda menampilkan diri dalam jaringan itu akan dijadikan bahan untuk menilai lamaran Anda.

Bila seorang pemuda mencari tahu informasi tentang gadis yang sedang diincarnya, selain ia mencari tahu lewat yang bersangkutan dan teman-temannya, ia juga bisa melacak informasi lewat jaringan sosial dunia maya.

Kiat Menghindari “Bahaya”
Berikut ini diberikan beberapa kita menghindari ‘bahaya’ yang bisa mempermalukan dalam jaringan sosial dunia maya.

1. Kuasai cara mengatur lalu lintas informasi
Anda harus menguasai cara mengatur lalu lintas informasi )setting) situs jaringan sosial tempat Anda bergabung. Anda harus bisa mengatur mana informasi yang boleh dibaca oleh umum, oleh teman, dan yang khusus bagi Anda pribadi.

2. Jangan sembarang menyetujui permintaan pertemanan.
Sebaiknya Anda tidak sembarang menyetujui permintaan pertemanan dari seseorang yang Anda tidak kenal. Anda sebaiknya mengecek dengan sesama siapa dirinya yang sebenarnya: nama, alamat atau nomor telepon untuk memungkinkan mengontaknya. Siapa tau ia seseorang yang sedang menyamar untuk menambang berbagai informasi tentang Anda di dunia maya.

3. Hindari kebiasaan menulis secara ‘spontan’ di dinding
Anggota jaringan sosial di dunia maya umumnya ingin aktif menuliskan pikiran dan perasaannya dan ingin dindingnya diramaikan oleh tulisan teman-temannya. Hal ini sah-sah saja. Akan tetapi hendaknya selalu disadari bahwa begitu sebuah informasi Anda tayangkan hampir dapat dipastikan tidak bisa Anda menariknya kembali. Maka ‘berhemat’lah dalam menulis, apalagi kalau informasi yang Anda tulis cukup senstif.

4. Jaringan sosial dunia maya bisa menjadikan Anda ‘selebriti’ Siapkah Anda ?
Dengan menjadi anggota sebuah jaringan sosial dunia maya, Anda berpotensi menjadi ‘selebriti’, orang yang dikenal luar seperti artis, tokoh politik dan sebagainya.

Potensi itu berada di tangan Anda. Sama seperti selebriti sungguhan, Anda pun bisa menjadi selebriti dadakan melalui informasi yang Anda tayangkan di dunia maya. Apakah Anda mau dikenal oleh publik secara luas? Kalau ya, silahkan Anda mengumbar informasi tentang siapa Anda: nama, tempat dan tanggal lahir, suami/istri, anak-anak, pendidikan, mantan kekasih/suami/istri, pandangan politik, nomor telepon dan sebagainya. Jangan lupa juga mengumbar informasi tentang pendapat Anda tentang sesuatu hal dalam bentuk tulisan atau komentar di dinding, dan tentu saja foto-foto tentang Anda.

Kalau belum ingin (siap) menjadi selebriti, maka Anda sebaiknya membatasi akses kepada informasi tentang diri Anda dalam jaringan sosial dunia maya. (brk)

Franstino Ndruru Raih Juara I Lomba Karya Tulis

Thursday, August 19th, 2010

Gunungsitoli – Franstino Ndruru (24) penduduk Jalan Ampera Gunungsitoli, berhasil gemilang raih nilai terbesar mengungguli 65 orang peserta lainnya pada perlombaan karya tulis berjudul “Andai Aku Jadi Wartawan” yang disponsori “Bank Sumut” dalam rangkaian kegiatan HUT ke -65 RI yang diselenggarakan Forum Jurnalis Kepulauan Nias (FJKN), Minggu (15/8) di halaman Kantor Walikota Gunungsitoli.

Dari kutipan Frans nama Akrab Panggilan ayah-bundanya setiap hari menulis ” pekerjaan yang digeluti wartawan merupakan sebuah anugrah Tuhan dan mereka melakukan pekerjaannya dengan melihat segala kemungkinan dari berbagai tantangan, maka secara konsekuensinya wartawan telah memberi andil mengubah sejarah melalui karya tulisnya dalam bentuk berita.

Sebelum mengakhiri tulisannya Frans yang hoby musik dan pencipta lagu pop di Nias itu menulis “Andai aku Jadi Wartawan” aku akan mencari berita yang sesuai dengan kenyataan sebab berita bukan fiksi, tetapi berita selalu berdasarkan fakta publik meliputi fakta empirik dan fakta psikologis, betapa bangganya aku nanti bila jadi wartawan profesional, dihargai lewat berbagai bentuk dan jenis karya jurnalis yang dikenal dunia sebagai seorang pekerja mulia tulisnya.

Walikota Gunungsitoli Drs. Martinus Lase, MSP antara lain pada sambutannya saat menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba karya tulis, tertulis mengatakan, rasa terimakasih Pembko Gunungsitoli kepada FJKN sebagai penyelenggara dalam rangkaian kegiatan HUT ke-65 RI Kota Gunungsitoli seraya mengimbau para wartawan sebagai mitra pemerintah dapat melakukan tugas sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) Indonesia dan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 serta UU RI Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ((KIP) dengan membangun hubungan komunikasi antara semua pihak.

Sebelumnya ketua DPRD Kota gunungsitoli Sowa’a Laoli juga mengatakan ucapan terimakasih atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kota Gunungsitoli dan menilai kegiatan yang diselenggarakan FJKN sebuah hal yang positip, terutama dalam rangka pembinaan dan pendekatan serta pemahaman kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan jurnalistik yang pada prinsipnya diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

Ketua panitia penyelenggara lomba Samadaya Ziliwu,S.Sos antara lain melaporkan FJKN merupakan Forum Silaturahmi para Jurnalis dan beraktifitas di kepulauan Nias yang diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja para jurnalis dalam meningkatkan profesionalisme di masa mendatang.

Pada kegiatan lomba karya tulis yang dinilai Ketua Juri Yas. Harefa, S.Pd anggota Ester Pasaribu dan Samadaya Ziliwu, S.Sos dengan hasil Juara I Franstino Ndruru, Juara II Past Sabarwati Mendofa dan Juara III Gerhard F. Hulu masing – masing diberikan hadiah berupa Trophy, Piagam, dan Tabanas dari sponsor Bank sumut Cabang Gunungsitoli. (www.analisadaily.com – 19 Agustus 2010)

DPRDSU Prihatin, Aset UPT BPI Senilai Milyaran Rupiah di Nisel Jadi “Besi Tua”

Thursday, August 19th, 2010

Medan – Tim DPRD Sumut dari Dapil (daerah pemilihan) VII meliputi Kabupaten Nias, Nisel, Nias Barat, Nias Utara dan Gunung Sitoli, sangat prihatin melihat aset UPT BPI (Balai Pengelolaan Ikan) milik Pempropsu senilai miliaran rupiah di Kecamatan PP (Pulau-pulau) Batu Kabupaten Nisel, kini hanya tinggal besi tua, sehingga ada kesan menyia-nyiakan aset dan mubazir.

Demikian laporan hasil reses DPRD Sumut ke Dapil VII disampaikan Ketua Tim Reses Analisman Zalukhu SSos MSP dalam rapat paripurna dewan dipimpin ketua dewan H Saleh Bangun didampingi wakil ketua HM Affan SS, Ir H Chaidir Ritonga MM, Ir H Kamaluddin Harahap, MSi dan Sigit Pramono Asri SE, Rabu (18/8) di gedung wakil rakyat tersebut yang dihadiri Gubsu H Syamsul Arifin SE dan Sekdaprosu RE Nainggolan.

Analisman menyebutkan, UPT Balai Pengelolaan Ikan di Kecamatan Pulau-pulau Batu kondisinya sangat memprihatinkan, karena atapnya jebol dan UPT itu kurang lebih 3 tahun tidak berfungsi, sehingga saat ini hanya tinggal besi tua. Namun, ada 11 PNS yang ditempatkan tanpa memiliki tugas yang jelas.

“Saat bertemu dengan tim reses, beberapa PNS mengaku tidak ada kegiatan dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena sebagai PNS hanya melaksanakan perintah dari Kadis Perikanan dan Kelautan Propsu,” ajarnya.

Karena itu, kata Analisman, tim reses dapil VII terdiri dari Ramli, Sudirman Halawa, Suasana Dachi dan Restu Kurnia Sarumaha meminta Gubsu membenahi asset balai pengelolaan ikan tersebut dan kemudian difungsikan kembali, agar aset yang sudah menelan biaya miliaran rupiah itu tidak menjadi mubazir dan sia-sia.

Keprihatinan yang sama juga dilontarkan Tim Reses dapil VII, karena sudah 65 tahun Indonesia merdeka, masyarakat PP Batu, Hibala, PP Batu Timur belum menikmati pelayanan bank, sehingga untuk menikmati gaji terpaksa harus menempuh perjalanan laut selama 8 jam setiap bulan di Teluk Dalam.

Padahal, katanya, masyarakat sudah menyiapkan lahan secara hibah untuk mengharapkan kehadiran bank di daerah tersebut, terutama Bank Sumut atau BRI untuk bisa membantu aktivitas perekonomian dan keuangan masyarakat di daerah yang ‘jauh’ tersebut. Tapi alasan bank selama ini terkendala PLN tidak beroperasi 24 jam. Untuk itu, diminta Gubsu dan Dirut Bank Sumut membuka cabang minimal cabang pembantu di PP Batu, karena PLN sudah beroperasi penuh selama 24 jam.

Di bagian lain, Analisman melaporkan maraknya pemboman ikan dan ‘jaring setan’ atau jaring gurami lebih parah dari pukat Harimau di Perairan PP Batu. Sementara keberadaan Polsek dan Pol Air selama ini masih kurang berfungsi dengan alasan keterbatasan fasilitas alat pendukung, sehingga aparat terkesan tidak berdaya menghadapi kelicikan pelaku pengeboman ikan itu.

“Kami minta perhatian serius dan langkah konkrit dari Kapoldasu mengungkap, menangkap dan menghukum pihak-pihak terlibat pengeboman, karena pengeboman itu merusak dan menghancurkan sumber daya laut dan ekosistem di perairan PP Batu,” ujarnya.

Terkait masalah penebangan hutan di Kecamatan Hibala oleh PT Teluk Nauli, Analisman menyesalkan munculnya pro kontra dan dikhawatirkan akibat arogansi kekuasaan dan mental kapitalisme akan menempatkan rakyat pada posisi tidak berdaya oleh perusahaan.(SIB, 19 Agustus 2010)