Archive for January, 2009 | Monthly archive page

Mengelola Kebebasan – Bagian Penutup

Monday, January 5th, 2009

Oleh Mathias J. Daeli

Setelah DPR menyetujui pemekaran Kabupaten Nias, strategi dan taktik perjuangan bukan lagi untuk mendapatkan otonomi melainkan bagaimana melaksanakannya. Bagaimana Ono Niha menanggapi permasalahan-permasalahan yang timbul dari pemekaran itu ? Apa yang harus dilakukan ? Bagaimana Ono Niha memanfaatkan otonomi dengan sebaik-baiknya untuk mengejar ketertinggalan pembangunannya ? Kalau ditanya kepada saya apa jawaban atas pertanyaan tersebut , terus terang saya tidak tau. Saya memiliki bayangan jawaban. Tetapi jelas bahwa, “bayangan” bukan jawaban. Tetapi kalau ditanya kepada saya sekarang ini : Nilai apa yang paling penting dipegang dan dikembangkan oleh Ono Niha dalam menghadapi keterpurukan, tantangan-tantangan , dan hambatan-hambatan masa depan ? maka jawaban saya ialah keberanian untuk merasa optimis berdasar kesadaran dan keyakinan bahwa yang pertama dan utama yang merobah nasib sendiri adalah diri sendiri. (more…)

Mengelola Kebebasan – Bagian 3

Sunday, January 4th, 2009

x`Oleh: Mathias J. Daeli

III. Tekad Berdasar Kesadaran
Pada bagian II kita telah mengetahui gambaran cita-cita berdasar kesadaran. Konsekwensi logis dari pengetahuan itu “tekad” untuk merai yang dicita-citakan itu, juga harus berdasar kesadaran. Umum memahami “tekad” memiliki pengertian sebagai sikap yang kokoh, kebulatan hati, untuk berbuat meraih yang diinginkan. Dalam kehidupan sehari-hari, ada tekad yang berdasar kesadaran dan ada tekad tanpa kesadaran. Tekad tanpa kesadaran lebih bersifat emosional, timbul semata-mata didorong aspek-aspek kebutuhan (need, drive, and motive) manusiawi. Tekad tanpa kesadaran diungkan dalam kehidupan sehari-hari dengan kalimat peribahasa : Lebih baik mati dari pada malu. Peribahasa yang bermakna sama juga ada pada masyarakat Ono Niha: Aoha mate moroi na aila. Sedangkan tekad yang didasarkan pada kesadaran merupakan sikap disertai perbuatan sebagai refleksi pengetahuan, keyakinan-keyakinan, pengalaman-pengalaman, dan asumsi-asumsi dasar dari pemilik cita-cita. (more…)

Mengenal Penyakit Kawasaki

Saturday, January 3rd, 2009

VIVAnews – Anak aktor John Travolta dan Kelly Preston, Jett Travolta tewas di usia 16 tahun. Serangan jantung mengambil nyawanya. Namun sejarah kesehatan Jett mengungkap, sejak kecil Ia mengidap penyakit Kawasaki. (more…)

Pengumuman CPNS Nisel tidak sesuai urutan ranking

Saturday, January 3rd, 2009

TELUKDALAM – Beredarnya isu politik uang untuk dimenangkan menjadi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di Nias Selatan merupakan isu yang paling hangat, dimana isu politik uang disinyalir untuk menjadi CPNS di Nisel pasang harga antara Rp50 juta hingga Rp 80 juta. (more…)

Mengelola Kebebasan – Bagian 2

Saturday, January 3rd, 2009

Oleh Mathias J. Daeli

II. Otonomi Jembatan Cita-Cita

Pada dasarnya hidup dan nasib manusia tergantung kepada apa yang dilakukannya sendiri, yaitu kemampuan untuk memilih dan mengolah kemungkinan yang terdapat di dunia ini. Oleh karena itu, tidak ada seorang, kelompok, golongan yang mau dijajah atau ditindas oleh siapapun dan oleh golongan mana pun. (more…)

Putri Nias Menimba Ilmu di Yogya

Friday, January 2nd, 2009

Kemajuan bagi daerah Nias, putri Nias banyak yang kuliah. Hal ini membuktikan, Nias telah membuka diri untuk kemajuan. Demikian diungkapkan Dr. Sayangi Halawa kepada Nias Online menanggapi banyaknya putri Nias yang melanjutkan studi di Yogyakarta. Dr. Sayangi Halawa lulusan SMA Negeri 1 Gunungsitoli, diterima di FK-USU lewat PMDK, dilantik sebagai dokter tahun 2002. “Selama ini cewek-cewek Nias terkungkung, gak boleh sekolah jauh. Sebuah terobosan luar biasa, sekarang orangtua kita berpikir tidak hanya laki-laki yang bisa merubah nasib, tapi putri juga bisa merubah nasib menjadi lebih baik dengan sekolah tinggi”, lanjut putri Nias yang tengah mengikuti pendidikan dokter spesialis THT di FK-UGM ini. (more…)

Mengelola Kebebasan – Tantangan Bagi Masyarakat Ono Niha

Friday, January 2nd, 2009

Oleh Mathias J. Daeli

I. Pengantar

Dua bulan yang lalu, tepatnya dalam Sidang Paripurna DPR tanggal 29 Oktober 2008 yang lalu Kabupaten Nias berdasarkan UU N0. 22 Tahun 1999 dimekarkan menjadi 4 (empat) daerah: Kabupaten Nias (induk), Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunung Sitoli. Dari peristiwa politik dan hukum ini, bagi masyarakat Ono Niha bukan hanya memberikan kesenangan, kegembiraan, dan kebanggaan. Melainkan yang utama dan terpenting adalah kesadaran pada “tantangan”: kesungguhan dan tekad mengelola kebebasan dengan sebaik-baiknya – konsekwensi logis dari pemekaran – otonomi. (more…)