Oleh Mathias J. Daeli
Setelah DPR menyetujui pemekaran Kabupaten Nias, strategi dan taktik perjuangan bukan lagi untuk mendapatkan otonomi melainkan bagaimana melaksanakannya. Bagaimana Ono Niha menanggapi permasalahan-permasalahan yang timbul dari pemekaran itu ? Apa yang harus dilakukan ? Bagaimana Ono Niha memanfaatkan otonomi dengan sebaik-baiknya untuk mengejar ketertinggalan pembangunannya ? Kalau ditanya kepada saya apa jawaban atas pertanyaan tersebut , terus terang saya tidak tau. Saya memiliki bayangan jawaban. Tetapi jelas bahwa, “bayangan†bukan jawaban. Tetapi kalau ditanya kepada saya sekarang ini : Nilai apa yang paling penting dipegang dan dikembangkan oleh Ono Niha dalam menghadapi keterpurukan, tantangan-tantangan , dan hambatan-hambatan masa depan ? maka jawaban saya ialah keberanian untuk merasa optimis berdasar kesadaran dan keyakinan bahwa yang pertama dan utama yang merobah nasib sendiri adalah diri sendiri. (more…)