x`Oleh: Mathias J. Daeli
III. Tekad Berdasar Kesadaran
Pada bagian II kita telah mengetahui gambaran cita-cita berdasar kesadaran. Konsekwensi logis dari pengetahuan itu “tekad†untuk merai yang dicita-citakan itu, juga harus berdasar kesadaran. Umum memahami “tekad†memiliki pengertian sebagai sikap yang kokoh, kebulatan hati, untuk berbuat meraih yang diinginkan. Dalam kehidupan sehari-hari, ada tekad yang berdasar kesadaran dan ada tekad tanpa kesadaran. Tekad tanpa kesadaran lebih bersifat emosional, timbul semata-mata didorong aspek-aspek kebutuhan (need, drive, and motive) manusiawi. Tekad tanpa kesadaran diungkan dalam kehidupan sehari-hari dengan kalimat peribahasa : Lebih baik mati dari pada malu. Peribahasa yang bermakna sama juga ada pada masyarakat Ono Niha: Aoha mate moroi na aila. Sedangkan tekad yang didasarkan pada kesadaran merupakan sikap disertai perbuatan sebagai refleksi pengetahuan, keyakinan-keyakinan, pengalaman-pengalaman, dan asumsi-asumsi dasar dari pemilik cita-cita. (more…)