Posts Tagged ‘Binaka’

Kabar Baik, Garuda Indonesia Akan Terbang Reguler ke Nias

Friday, July 25th, 2014

Pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia | atwonline.com

Pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia | atwonline.com

NIASONLINE, JAKARTA – Maskapai Garuda Indonesia memastikan merealisasikan penerbangan reguler dengan rute Bandara Kualanamu – Binaka di Pulau Nias. Bila terealisasi, maka akan berdampak signifikan bagi transportasi dari dan menuju ke Pulau Nias di masa mendatang.

“Ada rencana untuk masuk (terbang, red) reguler ke Nias,” ujar Senior Manajer Komunikasi Eksternal Garuda Ikhsan Rosan kepada Nias Online di Jakarta, Jum’at (25/7/2014).

Namun, Ikhsan mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan mengenai waktu penerbangan reguler itu akan dimulai termasuk frekuensinya.

“Hanya belum diputuskan waktunya. Secara teknis operasional sedang dibahas kesiapannya termasuk pesawatnya,” jelas dia.

Meski begitu, dia mengatakan, kemungkinan besar menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 yang dioperasikan maskapai itu. Garuda Indonesia, selain mengoperasikan pesawat jet jenis Boeing dan Airbus, juga mengoperasikan pesawat lebih kecil seperti ATR dan Bombardier dengan kapasitas sekitar 100 penumpang. Sedangkan jenis ATR adalah jenis yang sama dioperasikan oleh Wings Air.

Seperti diketahui, pada November 2014, akan ada perhelatan nasional yang digelar oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), yakni Sidang Raya PGI ke-16 pada 11-17 November 2014. Kegiatan itu akan dihadiri oleh peserta perwakilan gereja-gereja anggota PGI dari seluruh Indonesia dan perwakilan lembaga dan gereja di luar negeri.

Keuntungan lainnya, dengan penerbangan reguler itu, pengguna jasa penerbangan dari dan menuju Nias bisa langsung melanjutkan perjalanan ke berbagai rute yang dilayani maskapai nasional itu dengan pesawat lain yang dioperasikannya.

Sebelumnya, para kepala daerah di Kepulauan Nias dan pimpinan PGI menghadap Presiden SBY menyampaikan undangan serta meminta dukungan atas pelaksanaan kegiatan itu. Salah dukungan yang diharapkan dari pemerintah pusat tersebut adalah masalah ketersediaan transportasi dari dan menuju ke Nias. Saat ini, penerbangan reguler ke Nias hanya dilayani oleh Wings Air serta penerbangan perintis pada rute tertentu oleh maskapai Susi Air.

Sebelumnya, tepat setahun hari ini, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengungkapkan keinginan terbang ke Nias. Hal itu diungkapkannya menjawab pertanyaan Nias Online pada peresmian pengoperasian perdana Bandara Kualanamu pada 25 Juli 2013 di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Nanti kita akan menempatkan pesawat-pesawat turboprop di Kualanamu untuk melayani penerbangan di daerah-daerah di sini. Misalnya, Pinangsori dan Nias juga bisa sampai ke sana nanti,” ujar dia kala itu. (en)

Garuda Indonesia Bakal Terbang ke Nias

Saturday, July 27th, 2013

Pesawat ATR 72-600 | airliners.net

Pesawat ATR 72-600 | airliners.net

NIASONLINE, KUALANAMU – Maskapai nasional Garuda Indonesia menyatakan minatnya untuk melayani rute penerbangan ke Pulau Nias dari Bandara Kualanamu.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar kepada wartawan, termasuk Nias Online di Bandara Kualanamu, pada Kamis (25/7/2013) dini hari. (more…)

Tarif Penerbangan ke dan dari Nias Bakal Naik

Thursday, July 18th, 2013

Peta Lokasi Bandara Binaka dan Kuala Namu | Googleearth

Peta Lokasi Bandara Binaka dan Kuala Namu | Googleearth

NIASONLINE, JAKARTA – Menyusul akan beroperasinya Bandara Kuala Namu pada 25 Juli 2013, maka kegiatan penerbangan dari dan Bandara Binaka, Pulau Nias tidak lagi melalui Bandara Polonia.

Perubahan tersebut kemungkinan berdampak pada naiknya tarif dasar penerbangan mengingat jarak ke Bandara Kuala Namu kini lebih jauh dibanding ke Bandara Polonia. (more…)

Lagi, Kemenhub Alokasikan Rp 4,55 Miliar Kembangkan Bandara Binaka

Monday, June 3rd, 2013

Pesawat BAE-100 Manunggal Air Service di Bandara Binaka, 4 Januari 2013 (Foto: Dewi Nehe)

Pesawat BAE-100 Manunggal Air Service di Bandara Binaka, 4 Januari 2013 (Foto: Dewi Nehe)

NIASONLINE, JAKARTA – Bandara Binaka, Gunungsitoli kembali akan mendapatkan gelontoran dana sebesar Rp4,55 miliar dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Dana itu merupakan bagian dari total Rp 10 miliar yang dialokasikan kementerian itu dalam program pembangunan shelter bencana pada tahun ini. (more…)

Pemerintah Subsidi Penerbangan ke Bandara Binaka Rp 14 Miliar

Thursday, May 30th, 2013

Ilustrasi Pendaratan Pesawat Wings Air (Foto: Etis Nehe)

Pesawat Wings Air Saat Mendarat di Bandara Binaka | EN

NIASONLINE, JAKARTA – Penerbangan ke Bandara Binaka (Gunungsitoli) ternyata masih mendapatkan subsidi penerbangan perintis dari pemerintah pusat.

Padahal, selama ini rute tersebut telah diterbangi secara regular oleh maskapai-maskapai komersil. Di antaranya, Wings Air, Sky Aviation, NBA hingga Merpati Nusantara Airlines yang saat ini berhenti sementara. (more…)

Tahun Ini, Kemenhub Kembangkan Bandara Binaka

Wednesday, January 23rd, 2013

Yasonna H Laoly (Foto: FB)

Yasonna H Laoly (Foto: FB)

NIASONLINE, JAKARTA – Tahun ini, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk pengembangan bandara Binaka, Nias. (more…)

Manunggal Air Diminta Terbang Reguler ke Pulau Nias

Saturday, January 5th, 2013

Pesawat BAE-100 Manunggal Air Service di Bandara Binaka, 4 Januari 2013 (Foto: Dewi Nehe)

NIASONLINE, NIAS – Masyarakat Pulau Nias minta agar ada penerbangan tetap dari maskapai lainnya ke daerah itu. (more…)

Operasional Penerbangan di Bandara Binaka Berjalan Normal

Thursday, April 12th, 2012

Aktifitas Penerbangan di Bandara Binaka (Foto: Etis Nehe)

NIASONLINE, JAKARTA – Guncangan gempa dahsyat berkekuatan 8,5 SR dan 8,1 SR yang disertai potensi tsunami tidak mengganggu aktifitas penerbangan di Bandara Binaka, Gunungsitoli. (more…)

Garuda Bidik Penerbangan ke Nias Selatan

Saturday, January 21st, 2012

Bomberdier CRJ 1000 Pesanan Garuda (www.bombardier.com)

JAKARTA, NIASONLINE – Maskapai Garuda Indonesia tengah mengincar jalur penerbangan ke Nias Selatan. Hal itu beriringan dengan target pemerintah daerah Nias Selatan (Nisel) agar bandara tersebut mulai beroperasi pada Oktober tahun ini.

“Kami sudah membentuk tim untuk percepatan penyelesaian dan pengoperasian bandara ini. Termasuk tim yang akan melakukan pendekatan ke maskapai penerbangan. Bahkan, beberapa waktu lalu, pihak Garuda sudah menghubungi saya untuk menjajaki rencana penerbangan ke sini,” ujar Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi saat menghubungi Nias Online, Selasa (17/1/2012).

Dia menjelaskan, sebelumnya pihaknya menargetkan bandara itu beroperasi pada 2013. Kemudian, pihaknya memutuskan mempercepat penyelesaiannya dengan target pada 2012. Namun, tambah dia, pada tahun inipun, dipercepat lagi dengan target bulan Oktober dan tidak perlu sampai tahun ini berakhir.

November lalu, Bupati Idealisman mengungkapkan, untuk penyelesaian bandara itu, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 miliar dari APBN dan APBD Nisel 2012.

Garuda Indonesia sendiri telah mengumumkan rencana pembelian 18 unit pesawat jenis Bombardier CRJ 1000 produksi Kanada. Pesawat dengan jumlah kursi di bawah 100 kursi (sub 100) tersebut, seperti diungkapkan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar akhir tahun lalu, akan ditempatkan di tiga bandara utama, yakni Bandan Polonia, Medan, Bandara Ngurah Rai, Bali, dan Bandara Hasanuddin, Makassar.

Pesawat-pesawat itu akan melayani penerbangan jarak pendek di sekitar wilayah itu. Khusus untuk penerbangan dari Medan, pesawat-pesawat itu akan melayani rute Medan-Penang, Medan-Batam, Medan-Palembang, Medan-Surabaya dan Medan-Batam-Pekanbaru.

Saat ini, penerbangan ke Pulau Nias melalui Bandara Binaka, Gunungsitoli, dilayani di antaranya, maskapai Wings Air dengan ATR 72-500 berkapasitas 72 penumpang, Merpati Nusantara Airline dengan jenis MA-60 berkapasitas 60 penumpang, dan baru-baru ini diterbangi maskapai Survay Udara Penas dengan pesawat jenis Jet BAe 146-100 berkapasitas 70 penumpang.

Bandara Silambo itu berada di Desa Botohilitanö, Kecamatan Fanayama. Hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Pantai Sorake dan Lagundri, tempat selancar terkenal di dunia. Bandara itu juga berjarak sekitar 12 kilometer dari Desa Bawömataluo, desa calon warisan dunia yang terkenal dengan perkampungan tradisional dan lompat batunya.

Dengan selesainya pembangunan bandara itu dan dioperasikan, diharapkan akan menggerakkan perekonomian daerah itu. Dengan demikian, wilayah itu akan bisa diakses langsung tanpa harus melalui Kota Gunungsitoli seperti selama ini terjadi. Sebelumnya, Oktober 2011, Pemkab Nisel juga berhasil mengaktifkan kembali rute pelayaran kapal ferry dengan rute Sibolga-Teluk Dalam, Nisel.

Selama ini, warga Nisel yang hendak ke Sibolga, Medan atau kota lainnya di Indonesia, harus melalui pelabuhan Gunungsitoli bila menggunakan kapal laut. Dan bila menggunakan pesawat terbang, maka harus melalui Bandara Binaka, Kota Gunungsitoli yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Nisel. Demikian sebaliknya bagi warga atau pengunjung yang hendak ke Nias Selatan. (EN)

Meski Berbahaya, Landasan Pacu Bandara Binaka Bebas Dilewati Warga

Tuesday, May 24th, 2011

Pesawat Wings Air dengan latarbelakang warga pelintas landasan pacu Bandara Binaka, Kamis, 13/5/2011. (Foto: Doc. Nias Online)

JAKARTA, Nias Online – Peningkatan kapasitas dan frekuensi penerbangan di Bandara Binaka sejak beberapa tahun terakhir, ternyata tidak diimbangi dengan peningkatan faktor keselamatan penerbangan oleh pengelola bandara. Landasan pacu bandara itu, yang merupakan kawasan restricted area, justru bebas dilewati oleh sejumlah warga di sekitar bandara menggunakan kendaraan bermotor. (more…)

Dinilai Menyimpang BRR Nias Diminta Tinjau Proses Pelelangan Bandara Kuala Ladondre dan Binaka

Tuesday, May 23rd, 2006

Medan (SIB)

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nias khususnya Satker Pemeliharaan, Rehabilitasi, Peningkatan dan Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi Nias, diminta meninjau kembali lelang paket pembangunan Bandara Lasondre di Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias, karena dinilai telah terjadi penyimpangan dalam proses pelelangannya. (more…)