Archive for the ‘Berita Nias’ Category

Daftar Lengkap Daerah Tertinggal di Indonesia

Sunday, May 17th, 2020

Berikut adalah nama-nama daerah tertinggal di Indonesia tahun 2020-2024 bedasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2020 seperti dimuat dalam situs JDIH Kementerian Sekretariat Negara.

Provinsi Sumatera Utara

  1. Kabupaten Nias
  2. Kabupaten Nias Selatan
  3. Kabupaten Nias Utara
  4. Kabupaten Nias Barat

Provinsi Sumatera Barat

  1. Kabupaten Kepulauan Mentawai

Provinsi Sumatera Selatan

  1. Kabupaten Musi Rawas Utara

Provinsi Lampung

  1. Kabupaten Pesisir Barat

Provinsi Nusa Tenggara Barat

  1. Kabupaten Lombok Utara

Provinsi Nusa Tenggara Timur

  1. Kabupaten Sumba Barat
  2. Kabupaten Sumba Timur
  3. Kabupaten Kupang
  4. Kabupaten Timor Tengah Selatan
  5. Kabupaten Belu
  6. Kabupaten Alor
  7. Kabupaten Lembata
  8. Kabupaten Rote Ndao
  9. Kabupaten Sumba Tengah
  10. Kabupaten Sumba Barat Daya
  11. Kabupaten Manggarai Timur
  12. Kabupaten Sabu Raijua
  13. Kabupaten Malaka

Provinsi Sulawesi Tengah

  1. Kabupaten Donggala
  2. Kabupaten Tojo Una-una
  3. Kabupaten Sigi

Provinsi Maluku

  1. Kabupaten Maluku Tenggara Barat
  2. Kabupaten Kepulauan Aru
  3. Kabupaten Seram Bagian Barat
  4. Kabupaten Seram Bagian Timur
  5. Kabupaten Maluku Barat Daya
  6. Kabupaten Buru Selatan

Provinsi Maluku Utara

  1. Kabupaten Kepulauan Sula
  2. Kabupaten Pulau Talibau

Provinsi Papua Barat

  1. Kabupaten Teluk Wondama
  2. Kabupaten Kabupaten Teluk Bintuni
  3. Kabupaten Kabupaten Sorong Selatan
  4. Kabupaten Sorong
  5. Kabupaten Tambrauw
  6. Kabupaten Maybrat
  7. Kabupaten Manokwari Selatan
  8. Kabupaten Pegunungan Arfak

Provinsi Papua

  1. Kabupaten Jayawijaya
  2. Kabupaten Nabire
  3. Kabupaten Paniai
  4. Kabupaten Puncak Jaya
  5. Kabupaten Boven Digoel
  6. Kabupaten Mappi
  7. Kabupaten Asmat
  8. Kabupaten Yahukimo
  9. Kabupaten Pegunungan Bintang
  10. Kabupaten Tolikara
  11. Kabupaten Keerom
  12. Kabupaten Waropen
  13. Kabupaten Supiori
  14. Kabupaten Mamberamo Raya
  15. Kabupaten Nduga
  16. Kabupaten Lanny Jaya
  17. Kabupaten Mamberamo Tengah
  18. Kabupaten Yalimo
  19. Kabupaten Puncak
  20. Kabupaten Dogiyai
  21. Kabupaten Intan Jaya
  22. Kabupaten Deiyai

(brk/*)

Empat Kabupaten di Kepulauan Nias Masuk Dalam Kategori Daerah Tertinggal

Friday, May 8th, 2020
Mengenang Bawa Lofo (Musim Kelaparan) 1966 di (sebagian) daerah Nias

Kecuali Kota Gunungsitoli, keempat kabupaten di Kep. Nias masuk dalam daftar daerah tertinggal di Sumatera Utara yang diumumkan Presiden Jokowi hari ini, Jumat 8 Mei 2020.

Lebih jauh, di Sumatera Utara hanya ke empat Kabupaten itulah yang masuk dalam daftar daerah tertinggal, yang berjumlah 62 daerah di seluruh Indonesia.

Kabupaten Nias Selatan terbentuk tahun 2003 sebagai hasil pemekaran Kabupaten Nias, sementara Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Utara terbentuk pada tahun 2008 sebagai hasil pemekaran lanjutan dari Kabupaten Nias.

Penetapan daerah tertinggal tahun 2020-2024 ini tertuang dalam Peraturan Presiden no 63 tahun 2020, seperti dimuat dalam situs JDIH Kementerian Sekretariat Negara (brk/*)

Pembangkit Listrik APR Energy di Nias Beroperasi Hingga 11 Juni 2016

Friday, June 3rd, 2016

NIASONLINE – Nias Online kembali merima surat terbuka Chief Executive Officer APR Energy, John Campion, melalui Alan Chapple, Corporate Communications and Public Relations Manager APR Energy. Dalam surat terbuka tersebut disampaikan bahwa APR Energy mengoperasikan pembangkit listriknya yang ada di Nias sampai tanggal 11 Juni 2016.

Surat terbuka tersebut selengkapnya dapat diunduh pada link di bawah ini,

Surat Terbuka APR Energy

OPEN-LETTER-Jun_2016

Pastikan Keandalan Pasokan Daya Listrik, Dirjen Ketenagalistrikan Kunjungi Nias

Thursday, May 26th, 2016

NIASONLINE – Guna memastikan kondisi kelitrikan di Pulau Nias, Sumatera Utara, pada hari Kamis (26/5), Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman melakukan kunjungan lapangan ke Pulau yang terletak di sebelah barat Sumatera tersebut.

Dalam kunjungannya, Jarman melakukan pemantauan progres pembangunan dan pemasangan PLTD Sewa Idanoi (12 MW) dan PLTD Sewa Idanoi (6 MW). Ia juga melakukan kunjungan ke PLTD Moawo dan pengatur distribusi di Moawo untuk memastikan kecukupan pasokan daya listrik bagi masyarakat setempat.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM ingin memastikan bahwa tidak ada lagi pemadaman bergilir di Pulau Nias.Dalam kunjungannya, Jarman didampingi beberapa pejabat dan inspektur ketenagalistrikan di Kementerian ESDM. Hadir pula dalam kunjungan tersebut Kepala Divisi Operasi Regional Sumatera PT PLN (Persero), GM Wilayah Sumatera Utara PT PLN (Persero) dan jajaran PT PLN (Persero) Area Nias.

Saat ini, sistem kelistrikan Pulau Nias memiliki beban puncak 25,97 MW dengan total daya mampu pembangkit 40,2 MW yang disuplai dari PLTD Moawo, PLTD Teluk Dalam serta PLTD Sewa tersebar di Moawo, Idanoi dan Teluk Dalam. Oleh karena itu cadangan sistem Pulau Nias saat ini mencapai 14,23 MW.

Untuk meningkatkan pasokan daya listrik di Pulau Nias, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM meminta PT. PLN (Persero) segera menyelesaikan pemasangan PLTD Sewa Idanoi (12 MW dan 6 MW) serta PLTD Teluk Dalam (6 MW). PT PLN (Persero) sendiri telah menyiapkan operasi mobile genset sebanyak 39 unit dengan rata-rata kapasitas 100 kVA per unit yang disiagakan pada jaringan SUTM 20 kV dan mengoperasikan unit-unit mesin cadangan pada PLTD Sewa.

Menurut Jarman, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan akan terus menempatkan Inspektur Ketenagalistrikan dan pegawai Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan di Pulau Nias untuk mengawasi progres pembangunan PLTD Sewa sampai dengan selesai.

Sebagai informasi, PT PLN (Persero) Area Nias telah memberikan kompensasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) terhadap 69.504 pelanggan akibat dampak pemadaman listrik bulan April lalu. Besaran kompensasi yang diberikan kepada pelanggan mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 08 Tahun 2016. Kompensasi TMP juga akan diberikan kepada pelanggan akibat dampak pemadaman listrik bulan Mei 2016.

Sumber: www.djk.esdm.go.id

Surat Terbuka Chief Executive Officer APR Energy Untuk Masyarakat Nias

Wednesday, May 18th, 2016
Logo APR ENERGY - http://www.aprenergy.com
Logo APR ENERGY – www.aprenergy.com

NIASONLINE – Terkait dengan rencana APR Energy untuk menghentikan menghentikan operasi pembangkit tenaga listriknya di Nias akhir bulan Mei 2016, Ketua dan Chief Executive Officer APR Energy John Campion menyampaikan surat terbuka kepada masyarakat Nias.

Dalam surat terbuka yang diterima Redaksi Nias Online disebutkan bahwa rencana penghentian operasi pembangkit tersebut adalah karena PLN tidak menghormati kontrak dengan APR Energy. Ditambahkan Campion, APR Energy telah menawarkan penjualan pembangkit listrik tersebut kepada PLN tetapi pihak PLN belum memmberikan tanggapan.

Surat terbuka yang diterima Nias Online dari Alan Chapple, Corporate Communications and Public Relations Manager APR Energy, selengkapnya dapat dibaca di bawah ini.

***

Para penduduk dan pemilik usaha di Nias yang terhormat,

Sejak tahun 2013, APR Energy telah bekerja untuk memberi Anda pasokan listrik yang dapat diandalkan.

Sayangnya, PLN belum membayar tagihan-tagihan kami. Perusahaan itu tidak menghormati kontrak dengan kami. Tetapi PLN terus mengumpulkan uang dari penduduk Nias untuk listrik yang mereka gunakan.

Oleh karena perilaku PLN ini, kami tidak dapat meneruskan beroperasi di Pulau Nias – atau di mana pun di Indonesia. Pada akhir Mei, kami akan secara permanen menutup pembangkit tenaga listrik kami yang berkekuatan total 20MW.

Meskipun kami akan pergi, kami ingin melindungi rakyat Nias dan memastikan Anda mendapatkan listrik. Itu sebabnya kami telah menawarkan untuk menjual pembangkit listrik kami di Nias kepada PLN.

Sayangnya, PLN belum menanggapi tawaran kami.

Harap dipahami bahwa keputusan kami untuk meninggalkan Nias tidaklah dengan mudah diambil. Kami menyesali dampak yang akan ada dengan menutup pembangkit tenaga listrik kami. Tetapi kami juga sebuah usaha yang memiliki karyawan yang bekerja agar mereka dapat menyokong keluarga mereka. Jika kami tidak dibayar, kami tidak dapat membayar karyawan kami, dan mereka adalah kewajiban kami yang paling penting.

Oleh karena PLN telah menolak untuk membayar tagihan kami dan untuk menghormati kewajibannya menurut kontrak dengan kami, APR Energy tidak memiliki pilihan lain kecuali meninggalkan Nias pada akhir Mei.

Hormat kami,

John Campion Ketua dan Chief Executive Officer

(NO/brk*)

APR Energy Akan Menghentikan Operasi Pembangkit Listriknya di Nias akhir Mei 2016

Tuesday, May 17th, 2016
Logo APR ENERGY - http://www.aprenergy.com
Logo APR ENERGY – www.aprenergy.com

NIASONLINE – JACKSONVILLE, Fla. —  APR Energy, melalui rilis berita yang diterima Nias Online dari Corporate Communications and Public Relations Manager Alan Chapple, mengumumkan hari ini (17/05) bahwa Perusahaan ini akan menghentikan operasi pembangkit tenaga listriknya yang berkapasitas total 20MW di Pulau Nias, Indonesia, pada akhir Mei. APR Energy memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya karena terus menerus tidak dibayar oleh perusahaan utilitas listrik nasional PLN dan karena masalah kontrak lainnya.

“Kami menyesal bahwa APR Energy, dan rakyat Nias, dihadapkan pada situasi ini untuk kedua kalinya tahun ini karena kegagalan PLN untuk menghormati kewajibannya berdasarkan kontrak dengan Perusahaan kami,” kata Ketua dan Chief Executive Officer John Campion. “Sejak tahun 2013, kami telah memasok sebagian besar listrik untuk Nias dan mempekerjakan penduduk lokal di pembangkit kami. Kami mengharap untuk dibayar penuh untuk layanan kami serta listrik yang dihasilkan.”

Pada tanggal 31 Maret, APR Energy menghentikan operasinya dan memindahkan para personelnya dari Nias ketika kontrak sebelumnya berakhir. Pada saat itu, PLN berutang kepada APR Energy sekitar $2,04 juta (Rp27,5 miliar). Listrik padam sampai tanggal 12 April, ketika PLN membayar sebagian dari jumlah yang terutang. Sebagai bagian dari kesepakatan, PLN diwajibkan membayar jumlah sisanya pada tanggal 27 Mei setelah adanya sebuah tinjauan independen.

“Oleh karena penolakan PLN untuk menghormati kontraknya dengan kami, kami tidak dapat lagi meneruskan beroperasi di Nias setelah pada akhir Mei,” kata Campion.

“Namun, kami bersimpati pada rakyat Nias yang akan terkena dampak keputusan kami untuk pergi dari sana, dan kami telah menawarkan untuk menjual pembangkit listrik itu beserta peralatan terkaitnya kepada PLN untuk memastikan bahwa Nias memiliki listrik yang dibutuhkannya.”

Sampai hari ini, PLN belum menanggapi tawaran APR Energy. PLN juga masih berutang kepada APR Energy sebesar $950.000 (Rp10,5 miliar) dari operasi sebelumnya, dan belum membayar apa pun untuk listrik yang kami hasilkan sejak memulai kembali operasi di pembangkit di Nias bulan April,” kata Campion.

“Kami menyesali dampak penutupan pembangkit listrik kami sekali lagi terhadap penduduk dan bisnis di Nias,” kata Campion. “Sayangnya, walau sementara PLN meminta bayaran dari para pelanggannya untuk listrik, mereka tidak membayar utangnya terhadap pemasoknya sebagaimana disepakati dalam kontrak. Kami mendorong penduduk Nias untuk langsung menghubungi PLN untuk meminta perusahaan utilitas itu untuk membayar tagihan listriknya yang sudah lama jatuh tempo.”

Demikian isi rilis berita yang diterima Redaksi Nias Online dari APR Energy. (NO/brk*)

Terkait Krisis Listrik di Nias, APR Energy Himbau Masyarakat Nias Untuk Menghubungi Langsung PLN

Tuesday, April 5th, 2016
Logo PLN | www.pln.co.id
Logo PLN | www.pln.co.id

NIASONLINE – APR Energy – melalui Corporate Communications and Public Relations Manager Alan Chapple, menghimbau masyarakat Nias untuk menghubungi langsung PLN terkait dengan krisis listrik yang sedang berlangsung di Nias saat ini.

Dalam email yang diterima Redaksi Nias Online, APR Energy menyebut alasan ditangguhkannya operasi PLTD di Nias “karena PLN tidak melakukan pembayaran untuk proyek-proyek APR selama setahun terakhir.”

APR Energy adalah perusahaan energi Amerika yang menyewakan PLTD kepada PLN di Nias.

Pesan lewat imel dari APR Energy diterima Redaksi Nias Online pagi ini dalam versi bahasa Indonesia dengan judul “Kepada seluruh pelanggan listrik di Nias” dan versi bahasa Inggris dengan judul “Notice to Nias Customers”. Selengkapnya dapat dibaca di bawah:

***

Kepada seluruh pelanggan listrik di Nias,

Setelah berhasil menghasilkan listrik untuk masyarakat Nias di Indonesia sejak tahun 2013, kami terpaksa menangguhkan operasi karena PLN tidak melakukan pembayaran untuk proyek-proyek APR selama setahun terakhir.

Sayangnya, karena PLN masih belum juga melakukan pembayaran listrik, kami tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk menangguhkan operasi pembangkit listrik. Kami juga menolak memperpanjang kontrak yang telah berakhir pada 25 Maret sebelum menerima pembayaran seluruh tunggakan.

Kami menyesali dampak hal ini pada penduduk dan bisnis di Nias. Sayang sekali bahwa PLN, meskipun menagih biaya listrik dari pelanggan, tetapi tidak melakukan pembayaran kepada pemasok sebagaimana disepakati dalam kontrak.

Kami mendorong warga Nias untuk menghubungi PLN secara langsung guna meminta perusahaan tersebut untuk membayar tunggakan listriknya yang sudah lama belum dibayarkan.

*     *     *     *

Notice to Nias Customers

After successfully generating power for the Indonesian community of Nias since 2013, we have been forced to suspend operations due to non-payment by PLN for the past year on APR projects.

Unfortunately, PLN’s continued non-payment for the power we have provided has left us with no other alternative except to suspend plant operations. We also have declined to extend our contract that expired March 25 until full payment of the overdue amount is received.

We regret the impact this will have on Nias residents and businesses. It is unfortunate that PLN, while charging customers for electricity, is not making payments owed to its suppliers as agreed in its contracts.

We encourage Nias resident to contact PLN directly to request that the utility pays its long-overdue power bill.

Best Regards,

Alan Chapple

Corporate Communications and Public Relations Manager

APR Energy

Karena Tagihan Listrik Selama 5 Bulan Tetap Sama, Seorang Warga Gunungsitoli Menyurati PT PLN (Persero)

Tuesday, July 7th, 2015

Logo PLN | www.pln.co.id

Logo PLN | www.pln.co.id

NIASONLINE – Aktivitas Sarumaha, seorang warga Gunungsitoli, menyurati PT PLN (Persero) sehubungan dengan keherannya karena jumlah tagihan listrik di rumahnya dari bulan Maret s/d Juli 2015 tetap sama.

Dalam surat elektronik (imel)-nya kepada PT PLN (Persero) yang salinannya beredar di Facebook, Sarumaha menengarai terjadinya “kekeliruan oleh petugas di lapangan saat pengecekan dan pencatatan”. Tagihan listrik yang diterimanya selaku pelanggan dengan No ID 123160017004 sejak Maret hingga Juli 2015 tetap sama sebesar Rp. 130.874,00.

Sarumaha juga menyampaikan kekauatiran karena jumlah tagihan yang tiba-tiba membengkak.

“Pembayaran tagihan listrik yang tiba-tiba membengkap kerap terjadi seperti pengalaman saya pada tagihan listrik di bulan Januari 2015 dan Februari 2015. Pengalaman ini sangat memberatkan kami sebagai pelanggan,” keluh Sarumaha dalam imelnya yang dikirimkan ke pl****@****co.id pada hari Selasa, 7 Juli 2015 (brk/*)

Budi Daya Jamur Tiram di Kabupaten Nias Selatan

Sunday, March 29th, 2015

Oleh: Agustinus Sihura, S.Pd., M.S*

Jamur tiram yang juga dikenal dengan nama Pleurotus ostreatus dalam bahasa latin merupakan jenis bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Menurut (Food Agriculture Organization/FAO, 1992), dalam setiap seratus gram jamur tiram mengandung: protein 13.8 gram, serat 3,5 gram, lemak 1,41 gram, abu 3,6 gram, karbohidrat 61,7 gram, kalori 0,41 gram, kalsium 32,9 gram, zat besi 4,1 gram, fosfor 0,1 gram, vitamin B1 0,12 gram, vitamin B2 0, 64 gram, vitamin C 5 gram dan niacin 7,8gram. Dari kandungan gizi yang ada dalam jamur tiram dapat dikatakan bahwa jamur tiram sangat aman untuk dikonsumsi oleh manusia dan bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu diantaranya adalah memperlancar pencernaan karena kandungan serat yang ada di dalamnya dan kandungan gizi sebagai protein nabati yang tidak mengandung kolestrol.

Menurut Bobek et. al (1998) dalam Widyastuti dan Istini (2004), jamur tiram sangat bagus untuk penderita jantung kardiovaskular dan untuk mengendalikan kolesterol. Chan dan Buswell (1996) dalam Widyastuti dan Istini (2004), menyebutkan jamur pangan tidak hanya lezat, juga bermanfaat berkat nutrisi yang tinggi dan mempunyai manfaat obat seperti antikanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh antidiabetes dan hipolipidemik. Menurut ahli jamur di Washington State University Departement of Agriculture, Jamur tiram juga bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri, antiinflamasi, antiviral, tekanan darah, dan memberbaiki sistem imun.

Berdasarkan kandungan gizi dan khasiat yang ada pada jamur tiram, maka tanaman ini sangat layak untuk diproduksi yang tentunya melalui sektor Budi Daya. Dari , dikemukakan bahwa produksi jamur tiram banyak dilakukan di daerah Jawa Barat, yang tercatat kurang lebih sekitar 10 ton produksi jamur tiram setiap hari. Pertanyaannya, apakah budi daya jamur tiram sudah ada di Kabupaten Nias Selatan? atau apakah masyarakat Nias Selatan dapat mendapatkan gizi yang berasal dari Jamur tiram?. Jawabannya “Ya”.

Budi daya jamur tiram di Kabupaten Nias Selatan telah dirintis oleh Seorang Pemuda Nias Selatan, Memoris Fau. Budi daya jamur tiram ini dirintis sejak tahun 2014. Untuk membudidayakan jamur tiram dibutuhkan bahan baku yang berasal dari serbuk kayu, dedak padi, dedak jagung, kapur sirih dan bibit jamur tiram. Semetara untuk pengolahannya membutuhkan fermentasi bahan, sterilisasi baglog, pendinginan, penanaman bibit jamur tiram pada media baglog. Disamping itu, hal yang tidak kalah pentingnya untuk memberhasilkan pertumbuhan jamur adalah kebersihan kumbuh jamur dan suhu serta kelembaban lokasi budi daya jamur.

Dari budi daya jamur tiram yang telah dibudidayakannnya ini 10.000 baglog sudah mulai dipanen dengan hasil sekitar 500-800 Kg per bulan dan sekitar 15.000 baglog sedang dalam proses pertumbuhan. Lokasi budi daya jamur tiram ini terletak di daerah Kecamatan Fanayama tepatnya di Simpang Bawomataluo-Lagundri.

Meskipun Budi daya jamur tiram ini merupakan usaha yang tidak membutuhkan modal besar, namun ketekunan, ketelitian serta sterilisasi yang tinggi sangat dituntut dalam memberhasilkan pertumbuhannya. Budi daya jamur tiram yang dirintis oleh Memoris Fau yang sedang belajar ilmu hukum di STIH Nias Selatan ini merupakan yang pertama dan merupakan budi daya jamur tiram yang terbesar di Kepulauan Nias. Dari hasil usahanya ini, akhirnya masyarakat Nias Selatan dapat memperoleh gizi yang dikandung oleh jamur tiram.

Budi daya jamur tiram ini tentunya memberi kontribusi untuk perkembangan bidang pertanian sekaligus ekonomi di daerah Nias Selatan, yang mana dengan kehadiran usaha ini paling tidak member Nias Selatan peluang pekerjaan bagi sebagian orang yang dipekerjakan dalam usaha ini meskipun masih dalam skala kecil.

*Penulis adalah seorang guru / wiraswasta.

PKPA dan DPRD Dorong Pemerintah Nias Serius Tangani ABH

Thursday, March 26th, 2015

Gunungsitoli, Nias Online – Penanganan masalah sosial yang dihadapi oleh anak-anak di Nias dari tahun ke tahun selalu luput dari perhatian pemerintah daerah. Hal itu mengemuka dalam diskusi terbatas sebelum pelaksanaan Musrembang Nias. Dalam diskusi itu Chairidani Purnamawati, SH, koordinator advokasi PKPA Nias dan Faigi’asa Bawamenewi, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Nias, menyampaikan bahwa kendala penanganan tersebut terjadi karena belum adanya pagu dana secara khusus.

Chairidani mengatakan saat ini belum ada pekerja sosial yang menangani anak berhadapan hukum (ABH), termasuk dalam hal proses diversi, pengobatan, rehabilitasi dan Drop in Center (DiC).

“Sebaiknya nanti saat dilakukan musrembang, PKPA bisa sampaikan hal tersebut. Dan jangan lupa untuk langsung berdiskusi dengan kepala Bappeda”, ujar Faigi’asa Bawamenewi menanggapi pernyataan Chairidani.

Pada tempat terpisah, kepala Bappeda, Agustinus Zega sangat mendukung langkah yang diambil PKPA dalam upaya memperkuat penanganan ABH. Agustinus menyarankan agar PKPA segera membuat surat resmi kepada Bappeda sehingga masukan tersebut dapat segera dirapatkan dengan SKPD terkait.

Keumala Dewi selaku manajer PKPA Nias sangat mengapresiasi langkah awal dan respon pemerintah terhadap usulan PKPA tersebut. Keumala mengatakan bahwa PKPA akan terus menindaklanjuti dan siap bekerjasama dengan pemerintah untuk penanganan kasus- kasus kekerasan dan sosial yang dihadapi oleh anak.

“PKPA selalu berkomitmen menjaga dan menjadi sahabat anak, selain itu PKPA akan terus mengadvokasi pemerintah agar lebih berperan dalam penanganan kasus ABH. Kewajiban pemerintah sebenarnya sudah tertuang dalam mandat Undang-undang Perlindungan Anak, namun sayang selama ini sering luput dari perhatin mereka”, tambah Keumala.

Keumala mencontohkan ketika seorang anak dari kabupaten Nias yang menjadi korban penganiayaan oleh kakeknya, dimana dinas sosial justru menghubungi PKPA untuk menangani kasus tersebut. Ditambah lagi saat anak butuh perawatan di rumah sakit, pemerintah dan dinas terkait tidak mampu untuk mengeluarkan biaya perawatannya. Pemerintah Nias harus lebih serius untuk penanganan permasalahan anak, terlebih dengan secara khusus mengadakan pagu anggaran.

Menkumham Minta Warga Nias Hargai Budaya Lokal

Monday, December 29th, 2014

Nias-PBaruWarga Kristiani asal Nias di Riau berfoto bersama DR. Yasona H. Laoli,
di Ballroom Hotel Aryaduta – Pekanbaru, Minggu malam (21/12/14)

Pekanbaru, NIAS ONLINE – Menteri Hukum & Hak Azasi Manusia (Menkumham), DR. Yasona Hamonangan Laoli mengatakan, warga Nias diharapkan tetap menghargai kultur budaya di manapun berdomisili. Selain itu persatuan dan kesatuan juga harus tetap dijaga.

Hal itu disampaikan Laoli dalam acara perayaan Natal warga Nias di ballroom Hotel Aryaduta, Minggu malam (21/12). Menteri berdarah Nias-Batak ini mengatakan, meski putra-putri Nias saat ini ada yang sudah menduduki posisi penting di pemerintahan, pihaknya sedikit prihatin atas kekurangkompakan warga Nias di 5 Kota/Kabupaten di Nias.

Ia mencontohkan, pada Pemilu Legislatif bulan April 2014 lalu, dari sekian putra-putri Nias yang mencalonkan diri untuk duduk sebagai anggota DPR RI, tak satupun yang berhasil.

Meski hal ini cukup memprihatinkan, satu hal yang membanggakan adalah putra Nias yang maju dari daerah pe,ilihan (Dapil) Provinsi Banten yakni Marinus Gea, berhasil meraih kursi DPR RI dari partai PDIP.

Untuk itu, Yasona berharap agar hal serupa bisa “menular” ke putra-putri Nias lainnya.

“Kita berharap agar dengan terpilihnya Marinus Gea, dapat dijadikan motivasi oleh teman-teman yang ingin berjuang demi kepentingan bersama”, ujar Yasona.

Selain itu, Yasona juga menegaskan agar warga Nias selalu menghargai kultur budaya lokal di manapun berdomisili.

Sebelumnya, tokoh Nias Riau Drs Sozifao Hia MSi mengatakan, saat ini ada 200 ribu warga Nias yang berdomisili di Provinsi Riau. Mereka tersebar di 12 Kota/ Kabupaten. Satu hal yang menjadi persoalan adalah KTP, terlebih bagi warga Nias yang eksodus pasca gempa tahun 2005 lalu.

Untuk itu, Sozifao berharap agar para pemimpin di negeri ini dapat mencarikan solusi. Sebab, bagi mereka yang belum mengantongi identitas KTP ini, selalu terbentur dengan persyaratan administrasi.

Menyikapi hal itu, Bupati Nias Utara yang mewakili lima Walikota/Bupati di Nias, Edward Zega, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi melalui Forum Komunikasi Kepala Daerah dalam waktu dekat.

Sementara itu, dalam rangkaian perayaan Natal yang tergabung dalam DPP Ikatan Keluarga Nias Riau – DPD Himpunan Masyarakat Indonesia (IKNR-HIMNI) Riau, Panitia Pelaksana menggelar perlombaan maena (tari) rohani.

Tampil sebagai juara I, BNKP Pekanbaru, juara II BNKP Pangkalan Kerinci Pelalawan, dan juara III STM Bago. Adapun juri pada perlombaan tersebut, yakni Fag Zega, Viktor Lahagu dan Pdt. Gea.

Selain Menkumham juga hadir Kepala Kantor Wilayah Depkumham Riau, Frans, anggota DPR RI Efendi Sianipar, anggota DPRD Riau Kordias Pasaribu dan Soniwati Wau. Sedangkan dari tokoh masyarakat Nias hadir Brigjen Pol (Purn) Luther Harefa, Penasehat IKNR S Waruwu, Ketua IKNR Elmansyah Telaumbanua dan Kompol P Zalukhu.

Demikian disampaikan Arifin Waruwu, wartawan media cetak harian Detil terbitan Pekanbaru, kepada Redaksi Nias Online. (fin/brk/*)

12 Oktober, LEAD Center-Nias Gelar Seminar “5 Level Kepemimpinan”

Friday, October 10th, 2014

Flyer LC-Nias, 12 Oktober 2014

Flyer LC-Nias, 12 Oktober 2014

NIASONLINE, JAKARTA – Lembaga pengembangan Kepemimpinan, Kewirausahaan dan Spiritualitas (Leadership, Entrepreneurship & Spiritual Development) – LEAD Center – Chapter Nias kembali akan menggelar seminar pada Minggu, 12 Oktober 2014. (more…)

Nias Tidak Butuh Pemimpin Jenis NADO dan NATO

Monday, October 6th, 2014

Pastor Postinus Gulö, OSC., M.Hum. | Dok. Pribadi

Pastor Postinus Gulö, OSC., M.Hum. | Dok. Pribadi

NIASONLINE – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kepulauan Nias yang tahapannya dimulai tahun depan, membenihkan perasaan was-was. Kuatir bahwa apa yang saat ini terjadi terulang kembali. Berbagai keprihatinan saat ini, akan muncul kembali, entah dengan wajah baru kepala daerah ataupun pejabat yang sama lagi. (more…)

Forum Anak Gunungsitoli Menggarap Sebuah Film Fiksi

Friday, October 3rd, 2014

FAG-NOGunungsitoli – Nias Online. Sebagai salah satu bentuk kegiatan untuk mengasah kemampuan dan kreativitas, beberapa anak yang tergabung dalam Forum Anak Gunungsitoli tengah menggarap sebuah film fiksi yang menggambarkan harapan dan impian mereka untuk Indonesia. Film ini nanti akan diikutsertakan dalam ajang Festival Film Anak (FFA) 2014 yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA).

Demikian penjelasan sutradara Sony Roy Kurniawan Hulu di lokasi syuting ruang Samaeri Kantor Walikota Gunungsitoli, Selasa (30/9) dalam rilis berita Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) yang diterima Redaksi NO.

Dengan dukungan peralatan seadanya, anak-anak tetap berpartisipasi untuk menyuarakan hak dan mimpi anak Indonesia, khususnya anak-anak di Kepulauan Nias. Forum Anak Gunungsitoli berharap film ini dapat menjadi pemenang di ajang penganugrahan FFA 2014 pada tanggal 25 Oktober 2014 mendatang.

Menurut Misran Lubis, Direktur Eksekutif PKPA, FFA tahun ini merupakan pagelaran yang ketujuh. Selain kegiatan FFA, PKPA juga menyelenggarakan Festival Teater Anak (FTA) yang kedua. PKPA bersama dengan Sineas Film Documentary (SFD), Smile Program, Teater O USU dan Opique Pictures dengan dukungan Kinder Not Hilfe (KNH), Markisa Noerlen, Ikatan Alumni SMA Methodist 1 Medan tahun 1990 dan Mataniari Production, terus berupaya memberikan ruang dan apresiasi terhadap pandangan dan ide anak melalui film dan teater anak.

“Tema FFA dan FTA 2014 adalah Indonesia Baru, Indonesia Layak Anak, di mana anak-anak melalui film dan teater akan memberikan harapan, pandangan dan ide-ide terhadap pemerintahan Indonesia yang baru agar lebih berperspektif anak”, ucap Misran saat memberikan motivasi terhadap komunitas film dan teater anak.

Misran Lubis sangat mengapresiasi antusiasme Forum Anak Gunungsitoli dan Forum Anak Nias (FORANI) yang akan mengambil bagian dalam Festival Film Anak 2014. Ia menghimbau agar pemerintah memfasilitasi dan memberi dukungan kepada anak-anak Kepulauan Nias agar bisa meningkatkan kreativitas.

Masyarakat desa Olora – lokasi penggarapan film – sangat antusias menyaksikan proses penggarapan film tersebut. (BN/brk*)

Kamus Nias Online Bantu Penulisan Novel ‘Nias: Penyelamat Berkalung Matahari’

Thursday, October 2nd, 2014

Novel NiasNIASONLINE, JAKARTA – Kamus mini bahasa Nias di situs www.niasonline.net ternyata sangat bermanfaat. Tidak hanya bagi orang Nias, tapi juga bagi orang luar Nias. (more…)