Laporan Wartawan Kompas Aufrida Wismi Warastri
MEDAN, KOMPAS – Desa Budaya Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, Pulau Nias diusulkan menjadi kawasan warisan budaya dunia. Desa ini masuk urutan keempat usulan ke Unesco setelah Ubud Bali, Tanah Toraja, dan kawasan Trowulan, Jawa Timur.
“Kami dari UNDP dan Unesco hanya mendorong, pemerintah mengusulkan. Sebab yang berhak mengusulkan adalah pemerintah,†kata Program Associate Emergency Response and Transitional Recovery (ERTR) UNDP untuk pembangunan Aceh dan Nias, Christian Usfinit, di Medan, Senin (26/3).
Sejauh ini, dorongan UNDP membuat Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menaikkan peringkat Desa Bawomataluo dari urutan diatas 20 menjadi ke-4. UNDP memberi paparan kegiatannya dalam rangka recovery dua tahun gempa Nias yang terjadi 28 Maret 2005 lalu.
Sumber: www.kompas.co.id
Tanggal: Senin, 26 Maret 2007 – 15:43 wib
saya sangat setuju karena desa bawomataluo merupakan peninggalan kerajaan yg tak kalah dgn tanah jawa, cuma tidak pernah dilirik pemerintah karena berada dipedalaman. yah mungkin terlalu jauh dari jangkauan pemerintah
Ya’ahowu
Saya sangat menghormati dan mengucapkan terima kasih terhadap usaha UNDP dan UNESCO untuk mengusulkan kepada pemerintah “Departemen Kebudayaan dan Pariwisata” menaikkan peringkat Desa Bawomataluo dari urutan diatas 20 menjadi ke-4. Semoga dapat terwujud: “Desa Budaya Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, Pulau Nias menjadi kawasan warisan budaya dunia”. Satu lagi bukti bahwa Nias semakin diperhatikan. Saya bangga sebagai “Ono Niha”.
Karlsruhe-Jerman, 27 Maret 2007
Hormat saya,
Restu Jaya Duha
Ya’ahowu…
Tentu, saja saya lahir di sana, lebih bersukacita. Thanks God.
Ini kabar yang luar biasa menggembirakan. Tentu saja, bagi masyarakat Nias.
Setidaknya, ini mengingatkan kita lagi bahwa sebenarnya kita memiliki banyak hal yang ‘bertaraf’ dunia. Bawomataluo dengan segala keunikannya, hanyalah salah satunya.
Saya sangat terharu membaca berita ini. Tentu saja, upaya kita bersama untuk mendorong agar benar-benar kesampaian menjadi warisan dunia. Butuh upaya kita bersama untuk melindungi dan menghargai keunikan-keunikan itu.
God Bless Nias Island
Etis Nehe
sebagai mahasiswa sejarah yang pernah KKN di Afulu dan sekali mengunjungi Bowomataluo alias bukit matahari saya senang sekali. itulah yang tersisa dan harus dilindungi.
Masyarakat dunia melihat…………..
Mata tertuju bahwa potensi yang dimiliki Nias adalah milik masyarakat dunia, Indonesia sebagai pengelola telah menyia-nyiakan pulau surga itu begitu lama, saatnya kini masyarakat dunia internasional mengambil alih pengelolaan Nias supaya dapat dinikmati semua semua orang. Setuju …. setuju dan sangat setuju Desa Bawa Mataluo mohon diusulkan untuk dijadikan salah satu objek warisan dunia yang perlu dipelihara baik. NIAS artinya NI berarti dua dalam bahasa jepang plus AS adalah Kartu utama bernilai tinggi bila digabung menjadi Dua kartu AS (doble AS). Silahkan dikembangkan.
SYALOOOM ……
DARI YUSUF LOVINA SINGARAJA BALI
AS
Desa Budaya Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, Pulau Nias menjadi kawasan warisan budaya dunia.
Suatu daerah dapat dijadikan sebagai warisan budaya dunia disebabkan karena daerah tersebut memiliki ciri khas yang sangat unik yang tidak dapat ditemukan di belahan dunia manapun selain Bawomataluo.
Sebagai warisan budaya dunia, tentu kita merasa bangga bahwa daerah kita yang ternyata memiliki keunikan itu serta segenap potensi yang ada di dalamnya.
Selain karena budayanya sendiri, kita harus menyadari akan pentingnya atribut dan atraksi pariwisata lainnya yang dimiliki Bawomataluo. Sehingga dengan kita meyadari berbagai atribut yang ada seperti : Kebudayaan, Kehidupan sehari-hari, Rumah Adat, Tari perang, Megalith, dll. kita akan menjadi aware bahwa segala potensi tersebut akan menjadi sumber pendapatan dan memberikan benefit di masa yang akan datang.
Dengan demkian sudah menjadi kewajiban untuk melestarikan dan menggali lebih dalam potensi yang ada pada desa Bawomataluo, sehingga desa ini dapat menjadi daerah tujuan wisata budaya sekaligus menjadi kawasan warisan budaya dunia.
Saohagolo,
Agus Paterson Sarumaha
sektoris bali say;
ya’ahowu
Saya sangat bangga dengan budaya Nias island karna sangat unik sekali di berbagai daerah, baik di pulau jawa maupun Pulau Sumatera. Terlebih-lebih Desa Bawomataluo yang sangat unik dengan Tari Perang dan Lompat Batu itu harus dilestarikan. Kalau di lihat sekarang para wisatawan mancanegara berkurang. Tahun-tahun sebelumnya para wisata mancanegara sering datang ke Pulau Nias khususnya tujuan desa Bawomataluo, sekarang tidak seperti dulu lagi. kita perlu mengembangkan rasa sopan kepada wisatawan.
ya’ahowu
sektoris bali
lanjutka anak nias khususnya anak bawomataluo, serukan tuk menjadikan kampung tercinta kita BAWOMATALUO menjadi sebuah desa yg di kenal didunia, kita dukung itu semua, walau kami tidak DIDEPAN sampai di puncaknya tp kami dorong dari belakang……….maju trus,,,,,,,,,tuk membangun kampung kita tercinta,,,,,,,,,,,,,BAWOMATALUO……..
BAWOMATALUO MEMPUNYAI CIRI KHAS YANG UNIK YANG TIDAK KALAH SAING DENGAN DAERAH LAIN YANG SUDAH TERKENAL ,NAMUN ITU SEMUA TERJADI KARENA KURANG PERHATIAN DARI ANAK-ANAK DAERAH SEKITAR,TERLEBIH PEMERINTAH YANG ADA DI DAERAH NIAS,……….TUK MEMPUBLIKASIKANNYA KEPADA DUNIA…………
Sangat setuju banget bila desa Bawomataluo dijadikan warisan budaya dunia pada umumnya dan Indonesia pada khusunya…karena desa Bawomataluo mempaunyai budaya yg khas dan tidak kalah penting dengan Bali…Selain Bawomataluo, Nias jg mempunyai objek wisata yg laen yaitu pantai Lagundri dan tempat2 laennya…majulah Nias…majulah Bawomataluo…
Saran untuk pemuda2 Bawomataluo…marilah kita menjaga desa kita yg tercinta serta merubah kebiasaan2 kita yg membuat wisatawan merasa tidak nyaman dan mendukung penuh Unesco yg sedang memperjuangkan desa kita untuk dijadikan warisan budaya dunia…salam bravo…hidup Bawomataluo…ya’ahowu…
sekitar tahun enampuluhan, waktu itu wapres ri hamangkubuwono dan rombongan pernah datang ke bawomataluo melihat bagaimana budaya dan adat istiadat disana hal ini membuktikan bahwa jauh sebelum bali dan daerah lainnya di indonesia dikenal, bahwa bawomataluo ini sudah merupakan objek wisata terkenal karena setelah itu wisata dari manca negara berdatangan secara terprogram tidak seperti halnya saat ini. karena itu selain usulan diatas menjadikannnya urutan ke 4 warisan budaya dunia, bahkan menurut saya ditingkatkan menjadi urutan no 1 dunia karena ada hal-hal yang belum terungkap bagaimana budaya bawomataluo itu yang sebenarnya. untuk itu memerlukan penggalian budaya dari pakar2 budaya nasional dan internasional tentang hal ini, semoga suatu hari kelak hal ini bukan mimpi tetapi kenyataan ingat jangan lupa tologudano sekalipun ada di jepang tolong konfirmasi.