Redaksi mendapat informasi dari Bapak Nikolaus Sturm, mantan pimpinan (sponsor) Band Simaenaria, Lahewa, bahwa lagu-lagu “tempo doeloe” rekaman band tersebut telah ditransfer ke bentuk berkas mp3. Lagu-lagu tersebut dapat diakses di link berikut: Band Simaenaria Lahewa. Syair dari beberapa lagu tersebut telah ditayangkan di topik Syair Lagu Nias di Situs Yaahowu. Link ke situs Pak Sturm juga disediakan di bagian kanan halaman ini, pada bagian “Blog Sahabat”. (Redaksi).
Tautan ke Situs Lagu-lagu “Nostalgia” Band Simaenaria
This entry was posted on Monday, March 5th, 2007 at 10:01 AM and is filed under Syair Lagu Nias.
Leave a comment ?
Pada artikel Leluhur Bugis Orang Nias, Pak Zul Azmi Sibuea menulis: “pendekatan analisis yang saya gunakan adalah pendekatan etimologis atau asal kata”.
Pada artikel di atas, Pak Sibuea menggunakan pendekatan lirik lagu 🙂
Canto .. canto … Pak Sibuea 🙂
Benny Lase
@M. J. Daeli,
beberapa tahun yang lalu saya demikian keranjingan dengan r & b, saya dengar banyak, pas dengar lagu ini (oye mi canto) – oh ya kok mirip-mirip bahasa nias , oleh karena itu dengan berbagai upaya saya coba bikin liriknya – kalau ini yang ditanyakan , liriknya saya bikin sendiri bermodal kan :
1. kedekatan saya sepanjang hidup saya dengan orang-orang, dan budaya nias , sejak lahir saya diasuh oleh semacam “tukang kebun kakek saya dari pihak bapak” bernama kalato di desa tukka tap-teng sedikit agak besar sd/smp , saya bergaul dengan sema-cam “tukang kebun nenek dari pihak ibu” di desa hutabalang- tap.teng kami memanggilnya mamak kajae, kemudian guru sd/smp neg saya di siboga bapa laiya, kemudian saya masuk sma katolik di sibolga hampir semua guru saya beretnis nias, dachi, ada 2 telaumbanua, harefa, dan saya sangat menikmati berkawan dengan kawan sekolah saya tandra bali, selsius sampai hari ini rekan akrab saya , zebua tumory anggota dewan kota sibolga masih tetap berlanjut.
2. buku-buku seperti kamus bahasa nias , kekeluargaan bahasa nias karangan bambowo laiya, saya pesan dua buku dari musium nias karya, haemmerle, kemudian kopi buku hoho nias asli karangan belanda (saya lupa namanya).
3. kunjungan saya ke gn sitoli th 2000 terus ke mandrehe, ketempat namboru saya di pulo bawa di sirombu, amang boru saya maru au dari pulo bawa (sdh meninggal sblm tsunami)..
Tentu lirik itu sumbernya dari saya sendiri, saya bikin sendiri dan pernah saya tawarkan supaya dinyanyikan di band atau berbagai kesempatan acara, tapi belum kesampaian.
anda betul bahwa lagu itu , bahasanya campur aduk sedikit bahasa inggeris dengan bahasa spanyol, justru ini yang menarik , saya menemui bahwa pengalihan mat / nada /tempo dari bahasa spanyol ke bahasa nias terasa lebih sreg dan lebih mantap karena suku kata nias dapat pendek karena disela oleh tanda (‘) , itu sebabnya saya suka karaoke lagu ini dalam bahasa nias, cobalah masuk ke lagunya , dan nyanyikan. dari sudut bahasa barangkali banyak yang salah, artinya tdk jelas , untuk itu mohon koreksi, dan kita nyanyikan lagunya, serta kita nikmati. moga-moga ada manfa’at.
ngomong-ngomong anda sudah dengar lagunya belum ????? dalam bhs aslinya, kalau anda kasi mail addres saya boleh kirim dalam file mp3.
salam
zul azmi sibuea
Yang saya tertarik karena Zul katakan mirip bahasa Nias.
Karena saya ketahui betul lagu itu, maka saya kirimkan lagu aslinya.
Tentu Zul tidak ragu-ragu lagi pendengaran maupun ketidak miripan bahasa.
Terima kasih atas sekilas sejarah Zul dan terus berkreasilah.
M. J. Daeli
ada hal penting yang ingin saya sampaikan mengenai ini , yaitu :
saya melihat flexibiltas bahasa nias untuk dipakai dalam lagu yang bertempo cepat, seperti r and b, (rhytm and blues), pokoknya “li niha lebih fit mengadopsi lagu tempo cepat manapun”.
saya pernah mencoba menggunakan bahasa batak dan melayu sibolga (pesisir) untuk lagu-lagu alicia keys – cukup banyak, lebih dari 2 album , saya berkesimpulan ” Li Niha lebih satisfied”.
lirik diatas bukan terjemahan, saya hanya menyesuaikan ritme, nada, mat – bukan mengartikan dari bahasa spanyol ke li niha – tapi menyesuaikan nada yang saya dengar dengan li niha yang saya ketahui berdasarkan kedekatan sajaknya.
saya mesti menyatakan ma’af bila dalam mengambil kebanyakan kalimat, kata , dari buku hoho yang dikumpulkan pengarang belanda, (tapi saya lupa namanya-bukunya dirmh saya diktr), yang saya kopi dari museum nasional jakarta beberapa tahun yang lalu, yang barangkali lebih menyangkut agama/kepercayaan kuno.- saya mengharap perbaikannya dari bapak/ibu sekalian untuk kemanfa’atan bersama.
yaahowu
zul azmi sibuea