Archive for August, 2006 | Monthly archive page

ICW: Bantahan BRR Hanya Kosmetika “Public Relations”

Tuesday, August 29th, 2006

[JAKARTA] Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai bantahan yang disampaikan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) atas tudingan adanya sejumlah penyimpangan dalam proyek BRR di Aceh dan Nias, hanya berupa kosmetika public relations (PR), terutama dalam penyimpangan proyek pengadaan buku. (more…)

Sinyal “Kabur” Dari Seberang Sana

Sunday, August 27th, 2006

*Tulisan Penutup Diskusi Online I Situs Yaahowu

E. Halawa*

Nama Tapanuli sebagai aspek geografis dan Batak sebagai aspek etnisitas telah lama dikenal di republik ini, bahkan telah memiliki hubungan khusus dengan negara lain seperti Jerman” Prof. Dr. Robert Sibarani – Seminar Nasional “Pembentukan Provinsi Tapanuli: Dari dan untuk Siapa” di Medan, tanggal 19 Agustus 2006.

Bupati Nias Dihimbau Segera Memberikan Rekomendasi Setuju Mendukung Pembentukan Propinsi Tapanuli“ Judul Berita Harian SIB, 23 Agustus 2006.

“Siapa yang menghalangi pembentukan Propinsi Tapanuli akan dilindas roda reformasi”. Pdt D B Tampubolon, SH STh – SIB tgl 23 Juni 2006. (more…)

Nyanyian Bagi Allah – Wawancara dengan Dr. Thomas Markus Manhart

Saturday, August 26th, 2006

Sementara masyarakat Nias berada di tengah berbagai bencana beruntun sejak awal 2000, perhatian terhadap Nias tak memudar. Bencana ini justru membuat Nias menjadi perhatian masyarakat dunia. Ironis memang, Nias semakin dikenal bukan karena warisan tradisi dan budayanya, atau hal-hal yang positif yang melekat padanya tetapi lebih karena letak geografisnya dalam peta dunia, posisinya sebagai salah satu titik bencana dalam “Cincin Api” (Ring of Fire). (more…)

Sambutan atas Nama Peserta Diskusi Online I Situs Yaahowu

Saturday, August 26th, 2006

Mathias J. Daeli

I
Saya atas nama peserta diskusi; pertama, menyampaikan kepada: Situs Ya’ahowu dan semua para pengunjung atau netters “Ya’ahowu”. Salam khas o­no Niha ini maknanya menggambarkan sifat kerohanian o­no Niha dalam hidup bermasyarakat. Kedua, secara khusus pula menyampaikan “terima kasih” atau “saohagõlõ” kepada Situs Ya’ahowu atas penyelenggaraan forum diskusi (lebih tepat forum penyampaian pendapat), terkait gagasan pembentukan Propinsi Tapanuli. (more…)

Rekonstruksi dan Rehabilitasi [Kepulauan] Nias Tahun 2006 Butuh Rp 1,1 T

Friday, August 25th, 2006

Medan – Rekonstruksi dan rehabilitasi di Kepulauan Nias, Sumatera Utara (Sumut) pada tahun 2006 diperkirakan menelan dana hingga Rp 1,105 triliun. (more…)

ICW Temukan Penyimpangan Pengadaan Buku BRR Aceh-Nias

Friday, August 25th, 2006

[JAKARTA] Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan sejumlah penyimpangan dalam pengadaan buku Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias yang merugikan negara miliaran rupiah. Indikasi penyimpangan itu dalam bentuk pelanggaran prosedur, juga adanya kemahalan harga yang merugikan keuangan negara dan memperkaya orang lain atau korporasi. (more…)

For some NGOS, another disaster means new flashy cars

Friday, August 25th, 2006

Adisti Sukma Sawitri, The Jakarta Post, Depok

NGO activists are treating reconstruction projects as “battlefields” to compete for donor funding and misuse it for their own benefit, leaving locals to fend for themselves, a top UN officer says.

“It is common for me to see them benefit from disaster recovery projects: Another project, another new flashy car for each of them,” the head of the UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), Puji Pujiono, said Wednesday in his keynote speech at a disaster management workshop for activists in Depok, West Java.

(more…)

Flight Information

Thursday, August 24th, 2006

Due to a number of enquiries from visitors, Nias Online contacted two airlines operating in Nias: Merpati and SMAC (Sabang Merauke Air Charter) and received the flight information which can be accessed by clicking on the FLIGHT INFORMATION button in the menu bar.

Dukungan Resmi DPRD dan Pemkab Nias Selatan untuk Pembentukan Propinsi Tapanuli Diserahkan

Wednesday, August 23rd, 2006

Medan (SIB)

Dukungan untuk pembentukan Propinsi Tapanuli dari Kabupaten Nias Selatan telah diserahkan dengan resmi. Dukungan itu termaktub dalam Keputusan DPRD Nias Selatan Nomor: 04/KPTS/2006 tgl 11 Agustus 2006 hasil sidang paripurna, ditandatangani Ketua Dewan DR (HC) Hadirat Manao SH, S.Sos dan dukungan dari Pemkab Nias Selatan termaktub dalam Surat Rekomendasi Dukungan dari Pemkab Nias Selatan Nomor 125/3250/Tapem tgl 18 Agustus 2006 ditandatangani Bupati Nias Selatan F Laia SH, MA. (more…)

“Suara Tuhan” dari Nias Selatan

Wednesday, August 23rd, 2006

E. Halawa*

Membaca berita dukungan Kabupaten Nias Selatan untuk pembentukan propinsi Tapanuli (baca di sini), kita dihadapkan pada dua “kesan bercampur”. Pertama, kita bergembira bahwa Pemda dan DPRD telah mengambil inisiatif politik: Mendukung pembentukan Propinsi Tapanuli. Kegembiraan kita bukannya tertuju pada “isi” inisiatif itu, melainkan pada “inisiatif” itu sendiri. Dua hal ini (isi dan inisiatif) berbeda. (more…)

Pemekaran Tapanuli SDM dan SDA Masih Sangat Minim

Wednesday, August 23rd, 2006

Medan, (Kompas) –
Pembentukan Provinsi Tapanuli masih dihadapkan pada berbagai kendala, khususnya terkait aspek sosial budaya. Jika tidak diselesaikan terlebih dahulu, dikhawatirkan masalah ini hanya akan memunculkan masalah baru yang tentu penyelesaiannya akan lebih rumit. (more…)

Dukungan Resmi DPRD dan Pemkab Nias Selatan untuk Pembentukan Propinsi Tapanuli Diserahkan

Tuesday, August 22nd, 2006

Medan (SIB)

Dukungan untuk pembentukan Propinsi Tapanuli dari Kabupaten Nias Selatan telah diserahkan dengan resmi. Dukungan itu termaktub dalam Keputusan DPRD Nias Selatan Nomor: 04/KPTS/2006 tgl 11 Agustus 2006 hasil sidang paripurna, ditandatangani Ketua Dewan DR (HC) Hadirat Manao SH, S.Sos dan dukungan dari Pemkab Nias Selatan termaktub dalam Surat Rekomendasi Dukungan dari Pemkab Nias Selatan Nomor 125/3250/Tapem tgl 18 Agustus 2006 ditandatangani Bupati Nias Selatan F Laia SH, MA. (more…)

BRR Nias Has Lost Nias People’s Support

Friday, August 18th, 2006

International institutions may laud the BRR Aceh-Nias performance (read this news), but in Nias, BRR has started losing people’s support, according to SIB newspaper report (16/08/06). The way BRR handles various projects where many were not finalised according to the ones set on paper has disappointed Nias people. This was pointed out by Fotarisman Zalukhu, the General secretary of Care Nias Society (CNS) in a discussion held recently Medan.

Zalukhu said BRR now is being viewed as being elitist and does not seem to “absorb” the local people’s aspiration. This has created a bad image of BRR among Nias people who view BRR as an institution who took advantage of Nias recent disasters to waste money channeled to Nias.

Beside losing psychological support of Nias people, BRR has also lost a momentum for its Reconstruction and Rehabilitation programme. Post disaster construction process should have been used by BRR to boost Nias people enthusiasm in rebulding their region. What has happened so far has been a merely physical reconstruction at a very slow pace.

Progress report released by BRR to public is far from a report on long term empowerment of Nias people. Instead of waiting fund from BRR, many Nias people are now trying to rebuild their own life using their own limited recources.

According to Zalukhu, if not improved and corrected continusoly, the current BRR program in Nias will become a time bomb to Nias people. When BRR finishes its term in Nias, the people will be left and dealt with with the impacts of the unfinished BRR programme.

Otonomi, Pemekaran, Pembangunan, Dan Tendensi

Thursday, August 17th, 2006

(Kasus: Rencana Nias Keseluruhan Untuk Bergabung Dengan Calon Propinsi Tapanuli)

Noniawati Telaumbanua

PENDAHULUAN
Berlakunya undang-undang Otonomi Daerah di Indonesia yang salah satunya ditujukan sebagai langkah percepatan pembangunan, memberikan peluang bagi seluruh wilayah untuk memekarkan diri dan membuka akses dari keterisoliran daerah masing-masing dengan sistem desentralisasi. Tendensi untuk mempraktekkan undang-undang ini di setiap wilayah di Indonesia tidak seragam tapi hampir dipastikan memiliki kemiripan: tidak ingin terisolir dan kebutuhan untuk menikmati hasil pembangunan yang merata. (more…)

Ono Niha Menyikapi Masa Depan

Tuesday, August 15th, 2006

* Sebuah Refleksi Dalam Rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 61 *

Mathias J. Daeli

I

17 Agustus 2006, Negara kita berumur 61 tahun. Kalau diumpamakan orang, Negara Indonesia termasuk LANSIA (lanjut usia). Lansia biasanya lebih dihormati, diperhitungkan, didengarkan dalam keluarga maupun masyarakat. Lansia juga dianggap lebih bijaksana, lebih berwibawa, dan lebih dipercaya untuk melaksanakan berbagai tugas sosial kemasyarakatan maupun keluarga. Tentu seluruh rakyat berharap, negara Indonesia seperti Lansia itu – walaupun kita tahu fase dalam kehidupan bernegara tidak sesingkat fase kehidupan seseorang. (more…)