Parlindungan Purba Tinjau Proyek Jalan 24 Km Lebih Gunungsitoli-Nias Utara yang Sempat Terhenti

Wednesday, February 3, 2010
By nias

Gunungsitoli – Pembangunan jalan tembus Kota Gunungsitoli-Nias Utara (Gunung Sitoli-Alasa-Tumola) sepanjang 24,725 Km bantuan dana/hibah multi donor fund (Bank Dunia) sempat terkendala akibat dana yang seret. Seharusnya proyek yang dikerjakan kontraktor BUMN PT Nindya Karya (Persero) (NK) semestinya selesai Desember 2009, terpaksa diperpanjang hingga 15 Juni 2010.

Terhentinya proyek berbiaya Rp 58,872 M lebih itu sempat membuat anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba SH MM jadi gusar, lalu memanggil pimpinan PT NK.

Parlindungan Purba bersama Ir Rachman pelaksana GM PT NK Wilayah I Minggu (31/1) melakukan peninjauan sejauh mana pengerjaan proyek tersebut ke Gunungsitoli. Dalam peninjauan tersebut Parlindungan didampingi Quality and Contrac Manager Infrastruction Enabling Program (IREP) -DHV Rob Bellekens, Asisten Teknik IREP Wilayah Nias Baringin Siahaan (Satker), BHP Konsultan Managatas Butarbutar, Ketua APINDO Nias Thamrin Hakim dll.

Menurut Rachman, keterlambatan pembangunan disebabkan kesulitan aliran dana pada internal perusahaan. Pihaknya berjanji akan menyelesaikan proyek hingga batas yang ditentukan 15 Juni. Sementara Mangatas Butarbutar mengatakan berapa lama pengerjaan proyek selesai tergantung cash flow (dana) yang dikucurkan PT NK.

Menurut Rachman, meski pembangunan baru mencapai 16,21 persen tapi deviasinya sudah -7,106 persen. “Kami semaksimal mungkin akan menyelesaikan pekerjaan kami ini tepat waktu,” ucap Rachman.

Parlindungan Purba dengan tegas meminta PT NK harus komitmen dengan janjinya dan punya niat baik menyelesaikan proyek. Senator ini juga meminta agar PT NK menambah dump truk beberapa unit dan bekerja sama dengan kontraktor dan PT NK mengatakan akan menjalin kerjasama dengan PT Tulung Agung.

Masih dari dana multi donor fund, pembangunan sepanjang 29 Km di Sisarahilioyo-Lahusa-Gomo terhenti karena pembangunannya tidak sesuai bestek. Kontraktor yang dihunjuk men-subkannya kepada perusahaan lokal dan dinilai pengerjaannya amburadul. Rob Bellekens mengatakan, tembok drainase sudah roboh dan dia meminta kontraktor untuk membongkar kembali tembok tersebut.

“Saya tidak perduli apakah kontraktor tersebut rugi, pokoknya harus dibongkar dan saya hanya membayar pekerjaan yang berkualitas,” ucap pria asal Belanda ini tegas. Parlindungan Purba akan memanggil kontraktor yang dihunjuk dan sub kontraktor yang mengerjakan proyek.

“Saya harapkan permasalahan ini segera terselesaikan agar masyarakat segera menikmati pembangunan Jalan Sisarahilioyo-Lahusa-Gomo sehingga kehidupan mereka bisa lebih sejahtera lewat lalulintas yang lancar,” ucap Parlindungan. (Harian SIB, 3 Februari 2010)

Komentari

Kalender Berita

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728