Archive for the ‘Bahasa Nias’ Category

MORFOFONEMIK BAHASA NIAS (2)

Saturday, December 13th, 2008

Oleh Wa’özisökhi Nazara*

Keempat, distribusi alomorf yang disebut suplesi (suppletion). Suplesi, seperti halnya kondisi leksikal, hanya terjadi pada kata tertentu. Dalam bahasa Inggris, misalnya, bentuk good dan better tidak sama. Akan tetapi, good dan better merepresentasikan leksem GOOD. Demikian pula dengan bentuk am, are, dan is. Ketiga bentuk ini jelas berbeda. Akan tetapi, ketiganya merupakan representasi dari lexeme BE. (more…)

MORFOFONEMIK BAHASA NIAS (1)

Saturday, December 13th, 2008

Oleh Wa’özisökhi Nazara*

Catatan Redaksi: Karena tulisan ini relatif panjang, maka kami menampilkannya dalam tiga bagian.

ABSTRACT

This is a morphophonemic analysis on Nias, an Austronesian language spoken by about 700,000 people. Most of them live on the island of Nias. Morphophonemic processes in the vocalic language occur in nouns and verbs. Morphophonemic processes which occur in nouns are of two types: (1) addition of a certain sound to the beginning of the host and (2) change of the initial sound of the host. The function of the noun/host in the clause subcategorizes for the addition of a certain sound to the beginning of the host and change of the initial sound of the host. The first morphophonemic process occurs to the noun beginning with vowel. The latter occurs to the noun initiating with consonant. (more…)

Fadirihifi, Fabehadoho

Thursday, August 28th, 2008

Anda pernah mendengar kedua kata itu dalam percakapan di antara orang-orang Nias ? Barangkali kedua kata itu sudah jarang-jarang muncul sekarang dalam percakapan. Akan tetapi dulu, kedua kata itu kerap terdengar. (more…)

Arti dan Makna Salam “Ya’ahowu”

Friday, August 15th, 2008

Oleh: Pdt. Dal. Zendratö, STh.*

Kalau kita ke pulau Nias pasti kita mendengar ucapan Ya’ahowu, demikian sesama orang Nias kalau bertemu diawali dengan ucapan Ya’ahowu. Memang harus demikian. Ya’ahowu adalah salam dalam bahasa daerah Nias. Masalahnya, apakah pengucap atau pemakai salam Ya’ahowu pernah berpikir arti dan makna Ya’ahowu secara bentuk kata (morfologi) ? Karena kata Ya’ahowu sesuatu yang lumrah dan biasa diucapkan oleh masyarakat Nias, lalu untuk apa berpikir sejauh itu, bagi awam merupakan hal yang wajar, tetapi bagi kaum intelektual tidak demikian karena sifat intelektual selalu mencari tahu dan mendapatkan tau akan sesuatu. Untuk itu melalui tulisan ini, penulis menyajikan kepada pembaca uraian kata Yaahowu ditinjau dari segi ilmu bahasa pada umumnya dan dari segi morfologi pada khususnya. (more…)

Sibaya, Paman, Uncle

Wednesday, May 7th, 2008

E. Halawa*

Sibaya, paman, uncle. Ketiga kata ini, yang kita temui dalam 3 bahasa yang berbeda, seringkali dianggap searti, memiliki satu pengertian. Benarkah ? “Ali adalah paman saya” mungkin tidak selalu sama dengan “Sibayagu zi Ali“, atau “Ali is my uncle“. (more…)

Sa sa sa, ruö.. ruö.., sö sö sö …

Friday, February 15th, 2008

*Memanggil binatang piaraan/ternakan dalam bahasa Nias

Bagaimana memanggil binatang piaraan/ternak dalam bahasa Nias ? Apa ‘kata’ atau ‘kode’ yang kita pakai untuk memanggil (berkomunikasi dengan) mereka ? Asu (anjing), bawi (babi), bebe (bebek), beo/magiao (burung beo), manu (ayam), mao (kucing), mafaradi (merpati) merupakan binatang piaraan/ternak yang umumnya dikenal masyarakat Nias di zaman dahulu. Namun sekarang, barangkali hanya 4 jenis yang masih banyak dipelihara di Nias, yaktni: anjing, babi, ayam, dan kucing. (more…)

Masalah-masalah Kebahasaan Li Niha

Friday, November 16th, 2007

I
Dari pengamatan terhadap bahasa tulis Li Niha generasi muda Ono Niha dalam dunia maya memang membuat kita kuatir, bahwa suatu saat Li Niha itu tinggal nama, alias punah. Banyak dari kita misalnya tidak bisa lagi membedakan kapan kita harus menuliskan “duria” atau “nduria” ketika berbicara tentang buah durian, kapan kita menuliskan “kefe” atau “gefe” untuk “uang”, “turia” atau “duria” untuk “kabar”, “banua” atau “mbanua” untuk “kampung” atau “langit”. Padahal, sebagaimana diungkapkan Dr. Lea Brown dalam sebuah wawancara dengan Nias Portal dan ditayangkan kembali dalam Situs Yaahowu, “mutasi awal” (initial mutation) ini merupakan salah satu ciri khas bahasa Nias. (more…)

U Lama (Oe), Tanda Hubung, dan EYD dalam Li Niha

Friday, November 16th, 2007

Seorang pembaca artikel “Karakter “ö” dalam Li Niha”, Bung Fofo’usö, memberikan komentar terkait dengan u lama (“oe”), tanda hubung dalam kata-kata Li Niha dan penerapan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam Li Niha. Tulisan singkat ini merupakan tanggapan atas komentar itu. (more…)

Karakter “W-w” dan “Å´-ŵ” Dalam Li Niha

Friday, November 16th, 2007

Sebagaimana ditulis S. La’ia dalam artikel berjudul Nias dan Karya Seni E. Fries, Alkitab Bahasa Nias karangan H. Sündermann “merupakan dokumen tulisan pertama dalam bahasa Nias”. Dengan demikian dapat disimpulkan pula bahwa H. Sundermann-lah yang memunculkan dua versi huruf “W/w” dalam bahasa tulis Li Niha. (more…)

Börö-börö Hoya

Monday, September 10th, 2007

“Syair” seperti berikut ini sering diucapkan anak-anak desa di Nias hingga akhir tahun 1960an. Kita tidak tahu persis masuk dalam kelompok mana untaian “syair’ tersebut. Yang jelas ia tidak termasuk dalam “hoho” meski ada unsur keindahannya dan juga ada teknik khusus untuk menghasilkan baris berikutnya: ya’itu mengambil satu “kata” dari baris sebelumnya dan “mengembangkannya”. (more…)

Ahole Yöu, Aso’a Yöu, Miyöu Lala Nidanö

Tuesday, August 28th, 2007

Tanggapan Bapak/Ibu Saro Z terhadap artikel: Ungkapan Waktu Dalam Tradisi Masyarakat Nias mengingatkan penulis akan berbagai pengertian “yöu” dan “raya” dalam Bahasa Nias. (more…)

Ungkapan Waktu Dalam Tradisi Masyarakat Nias

Wednesday, July 4th, 2007

Sampai sekitar 30 tahun lalu, ketika jam dinding atau jam tangan (aralozi / tandra luo) belum begitu dikenal atau hanya dimiliki oleh sejumlah terbatas orang Nias, masyarakat Nias di desa-desa masih mengandalkan cara-cara “pragmatis” untuk menyatakan atau menaksir waktu sepanjang hari. Cara-cara “pragmatis” pembagian waktu itu tentu saja dikaitkan dengan kegiatan harian yang umum di zaman itu: bertani dan beternak serta aktivitas harian lain: memasak, makan, tidur, dan sebagainya. (more…)

Mö’ita Mondri, Bela

Wednesday, May 23rd, 2007

Ada permainan anak-anak Nias berupa sahut-sahutan (gema-gema) seperti berikut ini. Kita tak pernah lagi mendengarnya dari mulut anak-anak Nias sekarang. Ini benar-benar “permainan” kata-kata yang cukup menarik. Si A menanya dan mendesak B terus menerus, dan si B menjawab “sekenanya”. (more…)

Kekurangcermatan Terjemahan Dalam Soera Gamaboe’oela Li Sibohou – H. Sundermann

Saturday, May 12th, 2007

Saya membuka Alkitab Bahasa Nias, Soera Gamaboe’oela Li Sibohou Edisi 1911 susunan H. Sundermann yang dicetak ulang Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 1984. Saya membukanya bersama-sama dengan Alkitab Bahasa Indenesia terbitan LAI-Jakarta Edisi 1987. (more…)

Struktur Kalimat Bahasa Nias (2)

Tuesday, March 6th, 2007

Struktur I: KK (+KGO) + K
Dalam struktur ini, kata kerja (KK) mendahului kata ganti orang (KGO), sementara kata keterangan (K), kalau ada, muncul pada bagian akhir. (more…)