Archive for December, 2014 | Monthly archive page

AirAsia QZ8501, Ralat: 6 Jenazah Yang Ditemukan (Diangkat)

Tuesday, December 30th, 2014

NASONLINE – Informasi sebelumnya yang menyebutkan 40 jenazah korban dari jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 pada hari Minggu 28 Desember 2014, telah diralat. Sebelumnya, sejumlah media dalam dan luar negeri mengutip Kadispen TNI AL Laksma Manahan Simorangkir sebagai mengatakan bahwa 40 jenazah telah ditemukan (diangkat). Manahan mengatakan informasi yang tidak akurat itu sebagai akibat miskomunikasi staf.

Berita terakhir dari jurubicara Basarnas – menyebutkan 6 jenazah korban, bukan 40.

Dengan ini informasi dalam berita Nias Online sebelumnya dikoreksi. (brk/*)

Pesawat AirAsia QZ8501 Jatuh: Sekitar 40 Jenazah Telah Diangkat Dari Laut

Tuesday, December 30th, 2014
Helikopter TNI AL Yang Ikut Dalam Pencarian | AP

Helikopter TNI AL Yang Ikut Dalam Pencarian | AP

Tim SAR Indonesia telah mengangkat sejumlah jenazah dan serpihan-serpihan dari pesawat AirAsia QZ8501 yang diperkirakan jatuh di Selat Karimata. Kadispen TNI AL Laksma Manahan Simorangkir mengungkakan KRI Bung Tomo telah mengangkat 40 jenazah dan jumlah ini akan bertambah, sebagaimana mana diberitakan 9news.com.au.

Sebelumnya, beberapa objek temuan tim pencari lewat udara hari ini (Selasa, 30 Desember 2014) dipastikan merupakan puing-puing dari peawat AirAsia QZ8501 yang hilang pada hari Minggu, 28 Desember 2014. Kepastian itu disampaikan oleh Direktur Jendral Penerbangan Sipil Djoko Murjatmodjo.

“Untuk saat ini dapat dipastikan bahwa (puing-puing) itu adalah pesawat AirAsia dan menteri transportasi akan segera berangkat ke Pangkalan Bun,” kata Djoko Murjatmodjo.

“Berdasarkan pengamatan oleh personel pencarian dan penyelamatan, benda-benda penting ditemukan seperti pintu penumpang dan pintu kargo. Benda-benda itu ada di lautan, 160 kilometer barat daya Pangkalan Bun,” katanya, merujuk pada kota di Kalimantan Tengah,” kata Djoko lebih lanjut.

***

Pemutakhiran berita:

Dari halaman AirAsia Indonesia di Facebook (https://www.facebook.com/AirAsiaIndonesia), Redaksi mengambil informasi berikut:

“AirAsia Indonesia akan mengundang seluruh anggota keluarga penumpang QZ 8501 ke Surabaya, dimana kami akan memberikan tim konseling khusus kepada setiap keluarga guna mendukung dan memastikan segala kebutuhan mereka terpenuhi. Kami juga telah mengundang berbagai konselor psikologi dan spiritual termasuk para pemuka agama guna memberikan dukungan moril kepada seluruh keluarga penumpang.”

“AirAsia akan terus memberikan informasi terkini terkait proses pencarian dan evakuasi. Bagi seluruh keluarga penumpang QZ 8501 dapat menghubungi emergency call center kami di nomor:

021-29270811 atau

031-8690855 atau

031-2986790 (Surabaya).

“Doa dan harapan kami terus menyertai keluarga dan kerabat penumpang QZ 8501.”

Koreksi Jumlah Jenazah Yang Ditemukan:

Jumlah jenazah yang ditemukan sebanyak 40 orang seperti dituliskan di depan telah dikoreksi oleh pihak Basarnas. Silahkan baca berita terkini: AirAsia QZ8501, Ralat: 6 Jenazah Yang Ditemukan (Diangkat) - (brk/*)

Menkumham Minta Warga Nias Hargai Budaya Lokal

Monday, December 29th, 2014

Nias-PBaruWarga Kristiani asal Nias di Riau berfoto bersama DR. Yasona H. Laoli,
di Ballroom Hotel Aryaduta – Pekanbaru, Minggu malam (21/12/14)

Pekanbaru, NIAS ONLINE – Menteri Hukum & Hak Azasi Manusia (Menkumham), DR. Yasona Hamonangan Laoli mengatakan, warga Nias diharapkan tetap menghargai kultur budaya di manapun berdomisili. Selain itu persatuan dan kesatuan juga harus tetap dijaga.

Hal itu disampaikan Laoli dalam acara perayaan Natal warga Nias di ballroom Hotel Aryaduta, Minggu malam (21/12). Menteri berdarah Nias-Batak ini mengatakan, meski putra-putri Nias saat ini ada yang sudah menduduki posisi penting di pemerintahan, pihaknya sedikit prihatin atas kekurangkompakan warga Nias di 5 Kota/Kabupaten di Nias.

Ia mencontohkan, pada Pemilu Legislatif bulan April 2014 lalu, dari sekian putra-putri Nias yang mencalonkan diri untuk duduk sebagai anggota DPR RI, tak satupun yang berhasil.

Meski hal ini cukup memprihatinkan, satu hal yang membanggakan adalah putra Nias yang maju dari daerah pe,ilihan (Dapil) Provinsi Banten yakni Marinus Gea, berhasil meraih kursi DPR RI dari partai PDIP.

Untuk itu, Yasona berharap agar hal serupa bisa “menular” ke putra-putri Nias lainnya.

“Kita berharap agar dengan terpilihnya Marinus Gea, dapat dijadikan motivasi oleh teman-teman yang ingin berjuang demi kepentingan bersama”, ujar Yasona.

Selain itu, Yasona juga menegaskan agar warga Nias selalu menghargai kultur budaya lokal di manapun berdomisili.

Sebelumnya, tokoh Nias Riau Drs Sozifao Hia MSi mengatakan, saat ini ada 200 ribu warga Nias yang berdomisili di Provinsi Riau. Mereka tersebar di 12 Kota/ Kabupaten. Satu hal yang menjadi persoalan adalah KTP, terlebih bagi warga Nias yang eksodus pasca gempa tahun 2005 lalu.

Untuk itu, Sozifao berharap agar para pemimpin di negeri ini dapat mencarikan solusi. Sebab, bagi mereka yang belum mengantongi identitas KTP ini, selalu terbentur dengan persyaratan administrasi.

Menyikapi hal itu, Bupati Nias Utara yang mewakili lima Walikota/Bupati di Nias, Edward Zega, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi melalui Forum Komunikasi Kepala Daerah dalam waktu dekat.

Sementara itu, dalam rangkaian perayaan Natal yang tergabung dalam DPP Ikatan Keluarga Nias Riau – DPD Himpunan Masyarakat Indonesia (IKNR-HIMNI) Riau, Panitia Pelaksana menggelar perlombaan maena (tari) rohani.

Tampil sebagai juara I, BNKP Pekanbaru, juara II BNKP Pangkalan Kerinci Pelalawan, dan juara III STM Bago. Adapun juri pada perlombaan tersebut, yakni Fag Zega, Viktor Lahagu dan Pdt. Gea.

Selain Menkumham juga hadir Kepala Kantor Wilayah Depkumham Riau, Frans, anggota DPR RI Efendi Sianipar, anggota DPRD Riau Kordias Pasaribu dan Soniwati Wau. Sedangkan dari tokoh masyarakat Nias hadir Brigjen Pol (Purn) Luther Harefa, Penasehat IKNR S Waruwu, Ketua IKNR Elmansyah Telaumbanua dan Kompol P Zalukhu.

Demikian disampaikan Arifin Waruwu, wartawan media cetak harian Detil terbitan Pekanbaru, kepada Redaksi Nias Online. (fin/brk/*)

Pernyataan Terkini mengenai Penerbangan QZ8501

Monday, December 29th, 2014
Lintasan Penerbangan AirAsia | bbc.com

Lintasan Penerbangan AirAsia | bbc.com

NIASONLINE – Manajemen AirAsia Indonesia bersama Gubernur Provinsi Jawa Timur, Soekarwo, tim Badan SAR Nasional (BASARNAS) Republik Indonesia, otoritas bandara, dan PT. Angkasa Pura I kemarin malam (28 Desember 2014) telah bertemu dengan anggota keluarga penumpang QZ 8501 untuk menyampaikan informasi terkini terkait perkembangan dan menyampaikan komitmen maskapai untuk memberikan segala bentuk dukungan.

Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko mengatakan sungguh terpukul atas kejadian ini. AirAsia Indonesia tengah berkoordinasi dengan seluruh otoritas terkait guna menentukan penyebab dari kejadian ini. Ditambahkan Sunu Widyatmoko, saat ini prioritas utama AirAsia adalah memberikan informasi terkini kepada keluarga atau kerabat penumpang dan karyawan AirAsia yang berada di pesawat tersebut.

“Kami akan memberikan dukungan sepenuhnya sejalan dengan proses investigasi yang saat ini tengah berlangsung. Selain itu, kami telah membentuk tim pendukung untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan para keluarga maupun kerabat termasuk akomodasi dan transportasi. Pusat informasi terpadu juga telah kami siapkan di Surabaya untuk para keluarga penumpang.”

Sementara itu, bagi para keluarga penumpang yang berada di Singapura, AirAsia telah telah menyiapkan sebuah ruangan khusus yang belokasi di Terminal 2 lantai 3 Bandara Internasional Changi Singapura, di mana maskapai akan memberikan informasi terbaru secara berkala.

Selain itu, AirAsia telah membuka Emergency Call Centre bagi keluarga atau kerabat penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut di nomor: +6221 2927 0811.

Adapun saat ini AirAsia Indonesia tengah berkoordinasi dengan BASARNAS dalam upaya pencarian pesawat tersebut.

Pesawat yang hilang kontak adalah pesawat berjenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC. Dalam penerbangan tersebut terdapat 155 penumpang dimana sebanyak 137 penumpang adalah orang dewasa, 17 anak-anak dan 1 bayi. Di samping itu, juga terdapat 2 pilot, 4 awak kabin dan 1 teknisi.

Kapten yang memimpin penerbangan pesawat tersebut, Irianto, telah memiliki total jam terbang sebanyak 20.537 jam, dimana sebanyak 6.100 jam terbangnya dijalani bersama AirAsia Indonesia dengan pesawat Airbus A320. Sedangkan first officer atau co-pilot – Remi Plesel – telah memiliki sebanyak 2.275 jam terbang. (brk/*-AirAsia Indonesia-Ant-BBC).

Pesawat AirAsia Indonesia QZ8501 Hilang

Sunday, December 28th, 2014
Pesawat AirAsia yang Hilang |http://en.wikipedia.org

Pesawat AirAsia yang Hilang | en.wikipedia.org

NIASONLINE – Sebuah pesawat AirAsia Indonesia dengan nomor penerbangan QZ8501 dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura kehilangan kontak dengan traffic control sekitar jam 7.24 pagi waktu Singapura, hari ini, 28 Desember 2014.

Saat ini pihak Air Asia sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait – termasuk dengan tim SAR (search and rescue) yang sudah mulai beroperasi – untuk mengetahui kondisi terkini mengenai status penupang dan kru pesawat.

Pesawat yang hilang ini dari jenis A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC.

Pihak keluarga dan kerabat para penumpang peswat yang hilang tersebut dapat menghubungi Emergency Call Centre AirAsia: +6221 2927 0811.

Demikian rilis berita pihak AirAsia Indonesia yang diterima Redaksi NO. (brk/*)

Beasiswa IPCC

Wednesday, December 10th, 2014
Ilustrasi | alertmagazine.org

Ilustrasi | alertmagazine.org

NIASONLINE The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) – badan ilmiah bentukan PBB untuk mengkaji perubahan iklim akan menawarkan beasiswa S3 (PhD) kepada pelamar dari negara berkembang. Menurut informasi situs IPCC, penawaran beasiswa ronde ke-3 ini akan dibuka pada bulan Januari 2015. Para pelamar terpilih akan dihubungi bulan September 2015 dan akan diumumkan pada bulan Oktober 2015.

Untuk bisa meraih beasiswa sebesar EUR15,000 per tahun (selama maksimum dua tahun) ini, pelamar harus berumur tidak lebih dari 30 tahun ketika melamar, sudah mendapat tawaran belajar pada level S3 atau sedang menyelesaikan pendidikan S3 pada universitas pilihannya.

Selanjutnya, usulan penelitian harus terkait dengan salah satu dari topik berikut: (1) Iklim dan air, (2) iklim dan samudara, (3) sains dasar perubahan iklim, (4) pemodelan sosio-ekonomi yang berhubungan dengan perubahan iklim.

Para peminat dapat meilihat informasi lebih rinci di situs IPCC. (brk/*)

Wisata Pantai dan Laut

Wednesday, December 3rd, 2014

Oleh: Drs. Manahati Zebua, M.Kes., MM*

Opini1MESKIPUN harga bahan bakar minyak (BBM) sudah naik dan mahasiswa-mahasiswa melakukan demo menolak kenaikan harga BBM itu, kenaikan harga BBM tetap berjalan, bahkan pengguna BBM pun tetap banyak. Lihat saja antrian di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tetap banyak. Bahkan keinginan sebagian orang untuk melakukan rekreasi bersama keluarga, tetap saja berjalan seperti biasa. Mereka banyak bepergian di pantai untuk melihat laut sekaligus rekreasi, agar mendapatkan kesegaran pemikiran kembali setelah melakukan berbagai pekerjaan yang menyita waktu dan pikiran.

Kita memang membutuhkan keseimbangan dalam hidup ini. Setelah tersita waktu dan pikiran untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari, lalu meluangkan waktu untuk melakukan pemulihan kesegaran pemikiran kembali, dengan melakukan kegiatan rekreasi bersama keluarga sekaligus mempererat tali silaturahmi antar anggota keluarga besarnya.

Jadi, Anda jangan heran bila tiba hari besar atau hari libur, orang berlomba-lomba bepergian untuk rekreasi. Objek dan daya tarik wisata yang dipilih lebih banyak pada produk wisata pantai (wisata laut). Mereka membuang kejenuhan dengan menyenangkan mata melihat laut yang biru dan sangat luas, menyenangkan telinga mendengarkan deru ombak yang menggelegar, menyenangkan perut melalui makanan khas lokal (kuliner), menyenangkan hati dengan berbelanja souvenir dan kebutuhan lainnya, serta menyenangkan pikiran.

Pertanyaan menarik yang perlu diajukan disini adalah mengapa kebanyakan manusia suka bepergian di pantai? Barangkali, karena pantai memiliki luasan pasir yang menarik dengan deru ombak yang menderu-nderu dan saling berlari kejar mengejar menuju pantai. Pemandangan di laut yang menggambarkan tidak ada batasnya, demikian juga tingginya langit tanpa hambatan. Paling-paling ada hambatan tidak bisa melihat langit, bila terdapat banyak awan sebagai tanda mau turun hujan.

Memandangi laut yang demikian luas, serta melakukan berbagai aktivitas di pantai atau di laut, banyak memberikan nuansa kegembiraan. Jadi hati ini terasa tenteram dan bahagia, lebih-lebih berwisata bersama keluarga.

Berbagai hal yang bisa dilakukan bila rekreasi di pantai. Antara lain mandi di laut, berenang di laut, mancing di laut, bermain pasir dengan membuat jembatan, gunung, kue tar atau jenis yang lain. Bisa juga naik kuda menyusuri pantai atau motor-motoran bersama anak atau cucu. Tanpa kemana-mana pun tidak masalah, cukup dengan hanya duduk-duduk di atas tikar di pantai, sambil makan jagung bakar atau minum air kelapa muda.

Di pantai bisa juga merasakan pijitan dari yang ahli pijit, agar peredaran darah bisa lancar kembali, sehingga kembali bugar. Para wisatawan yang lagi menikmati derunya ombak, bisa juga main bola atu voli bersama, sehingga betul-betul terjadi keakraban satu sama lain.

Apabila gelombang laut memiliki ombak yang besar dan tinggi, bisa juga berolahraga selancar. Kegiatan penyelaman juga bisa dilakukan pada wilayah laut yang tidak berbahaya, sambil menikmati pemandangan di bawah laut.

Setelah puas bermain di pantai dan di laut, Anda pun bisa menunggu sampai sore di pinggir pantai sambil menikmati suasana sunset yang begitu indah di mata. Sungguh memberikan situasi perasaan yang nyaman dan damai di hati.

Setelah merasakan dan menikmati rekreasi di pantai, tentu akan melakukan perjalanan mau pulang. Sebelum pulang, biasanya wisatawan akan mampir di suatu tempat untuk berbelanja souvenir sebagai oleh-oleh termasuk belanja lauk ikan yang biasanya terdapat dan dijual di sekitar lokasi pantai. Jadi melakukan rekreasi di pantai, banyak hal yang bisa dilakukan, dan banyak hal yang bisa diperoleh, sehingga kejenuhan menjadi sirna dan hubungan antar keluarga semakin erat dan damai.

Berbagai hal yang didapatkan dan dirasakan setelah berwisata di pantai, akan membuat wisatawan merasakan kesegaran, terutama dalam hal hubungan dengan keluarga yang semakin baik serta pemikiran yang sudah semakin jernih. Hal-hal yang sudah didapatkan wisatawan, seperti merasakan dan menikmati produk wisata pantai, berwisata olahraga, berwisata kuliner, dan bisa juga berwisata kreatif dengan membentuk gunungan atau sejenisnya yang berbahan pasir atau yang heboh lagi yaitu berfoto ria. Sungguh menyenangkan serta sungguh memberikan kesan yang tidak mudah dilupakan.

Berdasarkan pengamatan, jumlah wisatawan yang berkunjung di objek dan daya tarik wisata pantai semakin meningkat jumlahnya. Apalagi pada waktu hari libur, jumlah wisatawan akan semakin meningkat. Melihat kondisi ini, maka banyak pemerintah daerah yang menyulap pantainya menjadi sesuatu yang menawan dan menarik hati. Seperti pantai-pantai yang terdapat di sepanjang laut selatan Yogyakarta, pemerintah daerah Gunungkidul dan pemerintah daerah Bantul menggarap lingkungan pantainya menjadi semakin menarik serta mempermudah akses pencapaiannya.

Sepanjang pantai yang jauhnya sekian kilometer itu, pemerintah daerah membangun dan mengembangkan beberapa lokasi wisata pantai, yang hanya dibatasi hutan atau batu karang. Setiap lokasi wisata pantai, dibuat diferensiasi dengan penonjolan ciri khas dari masing-masing pantai. Ada pantai yang diperuntukkan bagi yang suka pemandangan alam dan laut, ada pantai yang ada pasar ikannya, ada pantai yang bisa untuk motor-motoran dan olahraga kuda, ada pantai yang banyak kulinernya, ada pantai yang banyak menyajikan hasil kerajinan masyarakat, dan beberapa wisata pantai lainnya yang memiliki ciri kekhususan.

Tujuan dilakukannya diferensiasi ini dalam upaya agar wisatawan yang mau rekreasi di pantai, tidak hanya berkunjung pada 1 (satu) pantai saja, tetapi akan melakukan kunjungan pada beberapa pantai yang sudah disiapkan itu. Jadinya semua pantai yang ditawarkan itu, akan dikunjungi semua oleh para wisatawan. Jadi sekali melakukan kegiatan wisata, akan bisa melihat beberapa pantai yang masing-masing memiliki kekhasan sendiri.

Nah, setiap objek wisata pantai, sudah disiapkan loket karcis bagi pengunjung, sekaligus sebagai dasar hitungan jumlah pengunjung. Karcis yang disiapkan itu, ada yang diperuntukkan kepada para pengunjung, ada karcis untuk motor, dan ada karcis untuk bus dan truk.

Meskipun pemasukan pemerintah dari penjualan karcis terbilang hanya sedikit, barangkali sekian puluh miliar dalam setahun, namun jumlah pemasukan ini sangat bermanfaat. Selain itu, penerimaan lain yang bisa diperoleh pemerintah daerah bisa berupa pajak dari usaha kepariwisataan dan pajak-pajak yang lain (tidak langsung).

Mengenai jumlah penerimaan-penerimaan pemerintah daerah dari kegiatan pariwisata ini, mestinya bisa dalam beberapa jenis, seperti pemasukan dari karcis masuk objek wisata dan pajak-pajak usaha. Penerimaan pemerintah daerah yang bersumber dari penjualan karcis masuk di setiap ojek dan daya tarik wusata, tentu bisa digunakan untuk pemeliharaan objek dan daya tarik wisata. Pengeluaran yang lain bisa juga digunakan untuk pembayaran gaji petugas yang membantu kelancaran perjalanan kunjungan wisatawan dan pengeluaran-pengeluaran lain yang berkaitan dengan pengelolaan objek dan daya tarik wisata.

Mungkin yang paling menarik di sini adalah besaran pendapatan masyarakat yang langsung diperoleh dari para wisatawan. Masyarakat langsung mendapatkan hasil dari berbagai usaha yang mereka lakukan dalam upaya memenuhi kebutuhan wisatawan. Besaran pendapatan ini yang barangkali sangat memberikan daya ungkit bagi masyarakat untuk berusaha. Artinya terjadi penyebaran jiwa wirausaha pada masyarakat, sekaligus mendorong masyarakat untuk bertindak ramah serta memberikan daya dorong bagi masyarakat untuk turutserta memelihara lingkungannya.

Untuk itu, pemerintah daerah perlu melakukan inventarisasi lokasi-lokasi produk wisata pantai yang bisa ditawarkan kepada para wisatawan. Agar produk wisata pantai ini semakin memberikan daya tarik, tentu perlu melakukan usaha diferensiasi pada setiap objek wisata pantai. Tujuannya agar wisatawan selalu mendapatkan hal yang baru pada setiap produk wisata pantai yang dikunjungi serta menghindarkan kejenuhan bagi wisatawan. Semakin bervariasi kondisi produk wisata pantai, akan semakin mempesona bagi wisatawan serta dapat memberikan pengalaman baru, bila wisatawan berkunjung dari wisata pantai yang satu dengan wisata pantai yang lain.

Manfaatkanlah kekayaan laut yang terdapat di wilayahnya, dan suguhkan kekayaan laut itu kepada orang yang berkeinginan untuk mendapatkan kesegaran kembali. Laut dan pantainya memang memberikan berbagai hal yang menyenangkan bagi siapa saja yang melakukan kunjungan. Untuk itu sulaplah kondisi lingkungan pantai dan laut itu menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi setiap orang yang melakukan kegiatan pariwisata di pantai. Kembangkanlah wisata laut di wilayahnya.

*Penulis buku: Inspirasi Pengembangan Pariwisata di Daerah (2014), tinggal di Yogyakarta.

Asiliawa, Osiliyawa, ‘Oisilöyawa’ … Sombong?

Monday, December 1st, 2014

Oleh E. Halawa*

LiNihaDalam halaman Amaedola Nono Niha di Facebook, ada diskusi menarik tentang: (1) kata mana yang sesungguhnya ada atau dikenal dalam Li Niha: asiliyawa, osiliyawa, atau oisilöyawa, dan (2) apa arti sesungguhnya dari kata itu [1].

Dari diksusi itu juga ketahuan bahwa masalah ini muncul ketika ada pembahasan pembaharuan kurikulum Bahasa Daerah Nias baru-baru ini.

Asiliawa, Asiliyawa

Tidak mengejutkan, kata itu (asili(y)awa) dikenal oleh sejumlah pemberi komentar yang lain. Yang terakhir seorang pemberi komentar merujuk kepada Kamus Li Niha – Nias Indonesia [2].

Ketika masih kecil dan tinggal di desa, kata asiliawa atau asiliyawa sering saya dengar. Berikut sebuah contoh dalam kalimat:

Asili(y)awa sibai ndra’ugö le … → Kalimat kekesalan – misalnya kekesalan seorang tua kepada seorang anak yang tiba-tiba mengejutkannya lalu lari. Di sana tidak ada makna sombong. Dalam kalimat ini, asiliyawa lebih cenderung berarti: kurang ajar atau tidak sopan, tidak menghargai orang (yang lebih) tua.

Niha sasili(y)awa – biasanya adalah orang yang suka bikin kesal atau menimbulkan kemarahan orang lain, entah dengan kata-kata yang kasar (memaki), perbuatan, atau gerak-geriknya.

Terkadang, kata asili(y)awa juga dipakai sebagai kata kelakar dalam suatu kalangan yang akrab karena persaudaraan atau persahabatan.

Asili(y)awa sibai ndra’ugö le … → Kalimat yang di atas tadi bernada kekesalan atau kemarahan, dalam konteks keakraban justru bermakna canda atau kelakar. Contohnya, dua atau tiga orang yang sedang membicarakan orang lain. Misalnya, sebagai bahan kelakar, salah seorang dari mereka berkhayal untuk kurang ajar kepada orang yang sedang mereka bicarakan itu. Lalu salah seorang dari mereka nyeletuk: Asili(y)awa sibai ndra’ugö le …

“Na falukhaga sa ba usöbi mbu mbewenia”, kata si A. (Kalau kami ketemu akan kucabuti kumisnya).

“E… asiliyawa ae ndra’ugö khönia le ..”, kata si B (Kurangajar (tak sopan) sekali kamu terhadapnya.)

Dengan atau tanpa “y” ?

Asiliawa (tanpa y) atau Asili(y)awa ? Dualisme seperti ini lazim dalam Li Niha. Contoh lain: and(r)ö, und(r)e, bahkan dalam marga seperti La’i(y)a. Secara alamiah, penulis lebih cenderung mengucapkan asiliawa, sebab mengucapkannya lebih mudah daripada mengucapkan asiliyawa yang menuntut gerakan ekstra dari lidah.

Asilöyawa

Dalam Kamus Nias – Indonesia susunan Laiya dkk [3], ada entri: asilöyawa. Dalam kamus itu, asilöyawa diartikan: sombong, pongah, angkuh.

Penulis tak pernah mendengar kata ini dalam percakapan sehari-hari. Bisa jadi kata ini dikenal di Nias Selatan.

Osili(y)awa

Ini adalah varian dari asili(y)awa.

Oisilöyawa

Kata ini muncul dalam diskusi [1] tersebut, tetapi seingat penulis, tak pernah mendengar kata ini dalam percakapan sehari-hari dalam bahasa Nias. Atas alasa itulah, dalam judul tulisan ini, penulis menempatkannya dalam tanda kutip.

Ono Niha pengunjung Nias Online yang kebetulan pernah mendengar kata ini diharapkan memberikan informasi dalam bentuk komentar, sekali gus contoh pemakaian dalam kalimat.

Usaha mencari kata dasar (akar kata)

Ada kesan, kata asili(y)awa atau variannya osili(y)awa ditafsirkan berasal dari beberapa kata dasar … dan karena itu dianggap kata yang tepat adalah Oisilöyawa.

Akan tetapi seperti dijelaskan di depan, dan diteruskan di bawah, “hipotesis” itu hanya akan bertahan apabila kata yang sedang didiskusikan itu mempunyai arti: sombong atau tinggi hati.

Sombong?

Ada alasan mengapa kata yang sebenarnya cukup luas dikenal, yakni kata asili(y)awa atau variannya osili(y)awa dianggap bukan kata dasar. Alasannya adalah karena kata yang didiskusikan itu diartikan: sombong atau tinggi hati. Maka (di)muncul(kan)lah kata oisilöyawa, sebab “Oisilöyawa artinya menganggap tidak ada yang di atasnya” [4].

Baik Kamus Lase [2] mau pun Kamus Laiya [3] mengartikan asiliawa (atau dalam Kamus Laiya Asilöyawa) sebagai sombong atau angkuh. Beberapa pemberi komentar juga mengarah kepada pendapat yang sama.

Benarkah asili(y)awa berarti sombong? Penulis memiliki pendapat yang berseberangan dengan kedua Kamus itu.

Sepengetahuan penulis, sombong dalam Li Niha adalah mangosebua atau fayawa.

Terjemahan kata “sombong” dalam Alkitab Li Niha

Dalam Alkitab Bahasa Nias Bahasa Sehari-hari [5], Matius 23:12 yang dalam Bahasa Indonesia berbunyi:

“Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan”

diterjemahkan sebagai:

“Niha sangebua’ö ya’ia da’ö ni’ide’ide’ö, ba sangidengide’ö ya’ia da’ö ni’ebua’ö.”

Dalam kutipan di atas, meninggikan diri tiada lain adalah menyombongkan diri – mangosebua.

Bandingkan juga terjemahan terbaru Matius 23:12 di depan dengan terjemahan Sundermann [6]:

“Dozi sa, ha niha zamali’ö salawa ja’ia, da’ö ni’ide’ide’ö; ba ha niha zangidengide’ö ja’ia da’ö nibe’e salawa”.

Dalam terjemahan Sundermann [6], meninggikan (menyombongkan) diri diterjemahkan secara kaku menjadi: mamali’ö salawa (baca juga tulisan berjudul: Kekurangcermatan Terjemahan Dalam Soera Gamaboe’oela Li Sibohou – H. Sundermann [7].

Walau agak “kaku”, mamali’ö salawa jauh berbeda dari “asili(y)awa”; mamali’ö salawa lebih dekat artinya dengan mangosebua.

Sejumlah ayat lain dalam Alkitab Li Niha (baik dalam Perjanjian Lama maupun Baru) sama sekali tidak menerjemahkan kata “sombong”, “kesombongan” dengan aili(y)awa atau fa’asili(y)awa.

Dapat diinformasikan, usaha pencarian kata-kata asili(y)awa, osili(y)awa, asilöyawa, oisilöyawa dalam Alkitab [5] versi digital sama sekali tidak membuahkan hasil.

Catatan:

  1. Bahan diskusi yang dimulai oleh Bapak Ama Fame Zebua berjudul: Hezo zatulönia wehede da’a: 1. Asilayawa, 2. Osiliyawa, 3. Oisilöyawa ???
  2. A Lase, 2011: Kamus Li Niha – Nias Indonesia, ISBN: 9789797095413, Penerbit Gramedia.
  3. SZ Laiya, S Zagoto, H Laiya, S Zagoto, A Zagoto, 1985: Kamus Nias – Indonesia, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
  4. Kutipan sebuah kalimat dari sebuah komentar dalam [1].
  5. IBS, 2006: Alkitab Bahasa Nias – Bahasa Sehari-hari, Perjanjian Baru – Indonesian Bible Society, 2006.
  6. Soera Gamaboe’oela Li Sibohou Edisi 1911 terjemahan H. Sundermann – dicetak ulang oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 1984.
  7. E. Halawa, 2007: Kekurangcermatan Terjemahan Dalam Soera Gamaboe’oela Li Sibohou – H. Sundermann – Nias Online.