Archive for December 14th, 2010 | Daily archive page

Penyanyi Nias, Ratosan Zagötö, Meninggal Dunia

Tuesday, December 14th, 2010

JAKARTA, Nias Online – Masyarakat Nias pagi ini kehilangan dua putra terbaiknya di bidang seni. Keduanya adalah Ratosan Zagötö dan Basarotödö (Basa) Manaö. Keduanya berasal dari Desa Bawömataluo dan karya mereka sempat ‘merajai’ blantika musik Nias.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Nias Online dari adek kandung Ratosan, Ama Harris, Ratosan meninggal dunia sekitar pukul 03.15 Wib. Sedangkan Basa diberitakan meninggal sekitar pukul 06.30 Wib. Saat ini keduanya berdomisili di Desa Bawöfanayama atau Ndraso, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan.

Ama Harris menjelaskan, sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Ratosan. Sejak kemarin, kata dia, Ratosan mulai mengeluh sakit. Semula pihaknya menduga hanya penyakit maag.

Ratosan meninggalkan tiga orang anak dan seorang istri yang saat sedang mengandung anak keempat. Sedangkan Basa meninggalkan empat anak dan seorang istri.

Sekitar lima tahun terakhir, Ratosan dan Basa telah menelurkan beberapa album termasuk single. Pada umumnya, laris di pasaran. Beberapa lagu Ratosan yang terkenal adalah Lö ta’ohe ba Lewatö, No Ufabu’u, Badalu Mbawa Sisiwa, Lö Taya Ba dödö, Hatö Faniasa dan Ama. Album mereka yang relatif anyar dikeluarkan oleh Lembaga Futi Rai Ana’a (FURAI). Dalam album itu, Ratosan bernyanyi bersama adiknya Setuju Zagötö dan Basa dengan nama Trio Sebaraya. Salah satu lagu yang dinyanyikan Trio Sebaraya berjudul Fekoli, diciptakan oleh Basa yang merupakan lagu pertama pada album perdana yang dikeluarkan oleh lembaga yang dipimpin oleh Aliozisökhi Fau, mantan anggota DPRD Sumut itu. Lagu Fekoli juga adalah peraih Juara I Lomba Cipta Lagu Nias 2007.

Dalam album itu mereka juga berkolaborasi dengan seniman asal Bawömataluo lainnya, Hikayat Manaö. Penyanyi Nias lainnya dalam album yang sama adalah Ayu Zega, O’ö Zebua, Nova Pandia, Erwin Telaumbanua dan Markus Lase.

Ratosan akan dimakamkan besok (Rabu, 15/12) di Desa Bawömataluo sekitar pukul 12.00 Wib. Sementara itu, belum ada informasi mengenai rencana pemakaman almarhum Basa yang sampai saat berita ini ditayangkan masih disemayamkan di rumahnya di Desa Bawöfanayama/Ndraso. (Etis Nehe)

Nias Juara II Raskin Award 2010

Tuesday, December 14th, 2010

Nias, (Analisa) – Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin SE menetapkan Kabupaten Nias Juara II Raskin Award Tahun 2010. Penghargaan diberikan karena peran aktif dan kepedulian Pemkab Nias dalam melaksanakan dan mendukung program raskin yang telah berjalan sejak tahun 2002 sampai saat ini dalam Spesifikasi Penyaluran Raskin Tahun 2010 secara cash and carry.

“Pemeritah Provinsi Sumatera utara khususnya Tim Koordinasi Raskin Provsu merasa sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupetan Nias dan kepada RTS – PM dalam melaksanakan program raskin dengan cara Cash and Carry sehingga tidak terdapat tunggahan,” katanya di sela-sela Acara Penyerahan Piagam Penghargaan Raskin Award tahun 2010 di Kabupaten Nias, Rabu (8/12)

Ia mengatakan, dari data yang diproleh dari Perum Bulog, sampai 30 November 2010, penyaluran Raskin di Nias menurut surat permintaan alokasi sebanyak 407 Deliveri Order sebanyak 163,060 ton dan berita acara serah terima sebanyak 163,060 ton, sehingga Penyaluran Raskin bulan November telah mencapai 100 persen.

Sementara Bupati Nias diwakili Asisten II Setwilda Nias Drs Fas Daeli menyatakan, pada tahun 2010 Pemkab Nias telah mendapat alokasi Beras Miskin (Raskin) sebanyak 3.591.760 kilogram dengan Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat atau RTS–PM berjumlah 21.128 KK sudah termasuk jumlah RTS-PM pada 5 Desa yang sebelumnya berada di Kecamatan Lolofitu Moi Kabupaten Nias Barat dan saat ini telah bergabung ke Kecamatan Hiliserangkai Nias.

Jumlah ini cenderung mengalami penambahan apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 67.638 KK.

Diakuinya, banyaknya jumlah RTS-PM pada tahun 2010 ini menunjukan, masih banyak penduduk Nias yang masih mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras sehingga harus mendapat perhatian dari Pemerintah. Disadari atau tidak kehadiran program raskin di tengah-tengah masyarakat khususnya di Nias telah membantu meringankan beban masyarakat.

Ditambahkannya, Pemkab Nias telah menunjukan komitmennya untuk memberhasilkan program tersebut dengan menyediakan dana yang jumlahnya tidak terlalu besar di dalam APBD Nias Tahun Anggaran 2010. Demikian juga pada Tahun Anggaran 2011 yang akan dating, Pemkab Nias masih mengalokasikan anggaran untuk kegiatan yang sama yang dananya bersumber dari APBD di Nias.

Piagam Penghargaan yang diterima mewakili Bupati Nias, Blasius Dawolo SE, dan hadir mewakili Gubsu Ir H Djaili Azwar MSi, Kepala Bulog Sumut M Muchtar Saad, dan Staf Bobi Siregar, Kepala Bulog Sidimpuan Rustan Efendy Paul, Ka Bulog Gusit, M. Kawin Siregar, beserta para stafnya serta undangan lainnya. (esp) (www.analisadaily.com – 14 Desember 2010)