Gunungsitoli, (Analisa) : Karena menganggap para kepala sekolah memberikan keterangan palsu, Bupati Nias Selatan Fahuwusa Laia SH MH yang merupakan salah satu kandidat yang telah mendaftar diri di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nias Selatan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Nias Selatan Periode 2011-2016 melapor ke Polres Nias, Minggu, (5/9).
Laporan Bupati Nias Selatan Fahuwusa Laia SH.MH dengan nomor LP/380/IX/2010 dan LP/381/IX/2010 di Polres Nias tersebut menyangkut keterangan palsu yang dikeluarkan oleh pihak Kepala Sekolah SMA dan SMP Yayasan BNKP Gunungsitoli terhadap pengganti ijazahnya yang diperuntukkan sebagai persyaratan menjadi salah satu bakal calon Bupati Kabupaten Nias Selatan.
Kapolres Nias yang di konfirmasi Analisa melalui telpon selulernya Minggu sore, (5/9) membenarkan adanya laporan itu dengan pelapor Fahuwusa Laia sebagai Bupati Nias Selatan.
Terlapor, Borododo Gulo SPd pada tahun 2005 menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP BNKP Gunungsitoli, Bedalizaro Gulo. Materi yang dilaporkan terkait dengan keterangan palsu terhadap Bupati soal pengganti ijazah korban.
Tidak Terdaftar
KPU Nias Selatan dipimpin langsung Ketua KPU Nias Selatan didampingi dua anggota KPU Sumatera Utara melakukan verifikasi dan klarifikasi di Yayasan Perguruan BNK Gunungsitoli Senin, (6/9).
Pada verifikasi dan klarifikasi tersebut. yayasan bersama anggota KPU membuka seluruh buku induk di kedua sekolah baik SMA maupun SMP ternyata nama yang bersangkutan yakni Fahuwusa Laia tidak ditemukan dan tidak terdaftar sama sekali.
Bahkan, dari lima orang saksi dari Fahuwusa Laia yang membenarkan ia bersekolah di perguruaan itu hanya dua orang yang ditemukan di buku induk. Dua orang yang ditemukan itu pun identitasnya berbeda dengan data yang ada di perguruan tersebut.
Seperti, Sifaeo Aro Gea pada surat pernyataanya yang bersangkutan tamat di SMA BNKP tahun 1966 tetapi pada buku induk pada tahun 1964 yang bersangkutan baru mendaftar diri di SMA BNKP yang bersangkutan. Kedua Mowa’a Wa’u dalam surat pernyataannya menjelaskan bahwa Ia tamat di SMA BNKP tahun 1966 namun setelah diverifikasi yang bersangkutan baru masuk di SMA BNKP tahun 1968.
Sebelumnya, Panwaslukada Kabupaten Nias Selatan telah melakukan klarifikasi surat keterangan pengganti Ijazah Fahuwusa Laia SH, MH yang digunakan untuk mendaftarakan diri sebagai Balon Bupati Nias Selatan di Yayasan BNKP Gunungsitoli Senin, (23/8) lalu.
Kedatangan Panwaslukada Kabupaten Nias Selatan itu langsung dipimpin Ketua Panwaslu Nias Selatan Ismail Dachi bersama dengan 2 orang anggota Panwaslu lainnya, Meso’aro Zega, S.Pd dan Baziduhu Laia.
Ketua Panwaslukada Nisel, Ismail Dachi kepada wartawan mengatakan, dari hasil konfirmasi terhadap kepala sekolah SLTP BNKP, kepala sekolah SMA BNKP menerangkan bahwa atas nama Fahuwusa Laia tidak terdaftar sebagai siswa di Yayasan Perguruan BNKP Gunungsitoli.
Dalam berita acara klarifikasi dari pihak Yayasan Perguruan BNKP menerangkan bahwa Fahuwusa Laia tidak terdaftar didalam buku induk ke siswaan, baik itu di SLTP BNKP maupun di SMA BNKP pada Tahun 1960-1980.
Sedangkan surat keterangan ijazah sebelumnya yang dipergunakan yang bersangkutan pada tahun 2005 yang lalu sebenarnya tidak diketahui oleh Yayasan Perguruan BNKP. Namun dari hasil pengakuan mantan Kepala SMA BNKP Totona Hia mengatakan kalau pada saat itu, dia di intimidasi oleh mantan Ketua Yayasan pada saat itu sehingga dari pengakuan itu, dia membuat surat pernyataan. (kap)
Sumber: www.analisadaily.com
Dikarapkan kepada KPU Nisel agar melakukan klarifikasi dengan sebenar-benarnya, dan yayasan BNKP agar memberikan data akurat terkait dengan pengganti izazah Mr.F.Laia. apabila fakta bahwa yang bersangkutan tidak tercatat di no.Induk siswa, maka kepada KPU agar mengambil keputusan yang tegas sehubungan dengan pencalonan diri F.Laia (Balon Bupati)dalam artian dicoret saja. Tapi kalau faktanya terbukti ada, mohon agar para politikus jangan membuat/mengada-ada masalah.Mari kita belajar berpolitik sehat, kalau anda memang berkualitas tunjukkan pada masyarakat……masyarakat pasti memilih anda.
Berpolitiklah dengan akal sehat dan berwibawa jangan karena tidak bisa menjatuhkan mencari kesalahan yang lain….
ingat Nisel hanya butuh kejujuran anda kedepan….
HIDUP NISEL….
Kesadaran kita untuk memasuki arena politik masih belum, marilah kita belajar berpolitik dengan akal sehat dan damai, karena tidak bisa menjatuhkannya lalu dicari-cari kesalahan, Nias Selatan yang muda belia ini sangat butuh kesadaran dan kejujuran dalam menyukseskan pesta demokrasi yang akan datang.
Kepada pembaca dan komentator yg budiman.Sedikit aku ceritakan Kronologis akademik FL ini.FL ini setamat SD(Gomo)merantau ke G.Sitoli,dan bekerja dirumah makan Padang/Minang.Setelah itu ada seorang Pegawai Kajati dari Medan yg tugas ke NIas membawanya ke Medan dan bekerja sbg cleanning servis(tukang sapu)dikantor Kajari Medan.Namanya anak kampung merantau ya dia harus patuh dan pandai mengambil hati sang majikan dan pegawai disitu.Sehingga dia di uruskanlah surat keterangan pengganti Izajah SMP & SMA BNKP Gusit oleh (Yakop Tel).Akhirnya di mendaftar di USU kuliah sambil kerja dan setelah tamat dia melamar dan akhirnya menang,maklum jaman dulu masih dibutuhkan pegawai,apalagi dia dikenal di lingkungan Kajari Medan.
Jadi jgn lah terus dicari kambing hitam,yg lalu biarlah berlalu,dan kepada Fahuwusa laia supaya berjiwa besar,janganlah terus ngotot yg akhirnya merugikan diri sendiri.Terima kasih.
Wah, berarti FL sebenarnya tdk sekolah(duduk bangku) SMP dan SMA ya.. Ini baru jelas.Iya FL harus berjiwa besarlah…..
Kepada saudara-saudaraku yg memberikan pendapat melalui FB ini, cobalah anda berpikiran jernih dan profesional, sekarang saya sampaikan kepada anda bahwa sudah pasti anda-anda ini melewati tahapan-tahapan tersebut baik dari bangku SD,SMP,SMA dan Perguruan tinggi. dan ingat anda itu LULUSAN dari mana, dan saya tahu persis bagaimana kondisi perguruan yang didirikan oleh BNKP seperti : Yayasan BNKP dalam hal ini SMP BNKP GUSIT, SMA BNKP GUSIT. coba anda lihat bukti seperti disampaikan diatas bahwa diantara saksi yg dihadirkan ternyata hanya dua dari saksi tersebut tercatat, wah alangkah mirisnya kita melihat sistem administrasi di perguruan BNKP tersebut apalagi pada saat itu sistem admnya masih manual. dan dari data yg disampaikan ternyata banyak nama-nama siswa/i yg di TIP-EX, sekarang saya tanyakan kepada anda, apakah pada waktu tahun enam puluhan tersebut sudah ada TIP-EX….? jadi, disini kita bisa lihat bahwa anda unsur-unsur kesenggajaan yg dilakukan oleh pejabat yg berada di yayasan BNKP. saya bukan menuduh bisa-bisa, Kepala sekolah yang memberikan keterangan tersebut telah mendapatkan imbalan dari orang-orang lawan politik dari Incumbent. saran saya sebaiknya pihak berwajib dalam hal ini POLRES NIAS segera melakukan penyidikan dan penyelidikan atas kasus ini dengan tujuan agar suasana politik di NISEL dalam hal di NIAS dapat segera reda. cobalah kita berpandangan jernih, bukan seperti pandangan saudara SAN GULO yang berpandangan PICIK, tanpa berkaca dulu pada dirinya sendiri. semoga tuhan yang mahaesa menyertai usaha dari Bp. BUPATI NISEL ( Incumbent ) ya’ahowu
Inilah salah satu tantangan berat untuk memajukan Nias, karena masih ada orang-orang yang kurang berpikiran maju. Kalaupun dia tidak punya izajah sama sekali, tapi dia mampu memimpin dan memajukan Nias dari pada punya izajah dan gelar segala macam tapi tak punya kemampuan. Mari kita buka hati dan buka mata lebar-lebar untuk perbaikan, malu kita sebagai orang Nias, baru mekar saja sudah gugat menggugat. Bukan karena dia Laia dan saya juga Laia mengatakan seperti ini, tapi siapapun pemimpin Nias marilah kita beri kesempatan sama mereka untuk kemajuan Pulau Nias.
Saya ingin menanggapi komentar point ( 14 ), apa yang anda sampaikan itu, itulah perjuangan hidup dan apasalahnya kalau benar hal demikian, memang waktu itu kondisinya demikian ( itu kalau benar cerita anda itu ). dan mungkin saja anda juga tidak sesukses P’ F. Laia. jadi, menurut saya janganlah anda mempunyai pemikiran terlalu sempit. banyak kok kita lihat orang-orang seperti itu malah sukses bukan seperti anda. dan saya bersedia menghadirkan kepada KPU dan KPUD NISEL baik teman sekolah yg bersangkutan maupun mamtan Guru dari P’ F. LAIA dan orangnya masih hidup. bukan rahasia lagi bahwa administrasi pada saat itu sangat-sangat kacau apalagi dengan menggunakan manual. dan supaya anda tahu bahwa Ketua KPUD sekarang ini aja tidak ada namanya dalam buku induk di BNKP kok, kalau ngak percaya coba aja anda lakukan Verifikasi. jadi, jangalah mencari-cari kelemahan seseorang kalau seandainya anda tidak mampu ( inilah sifat orang NIAS ) selalu mencari-cari kelemahan lawannya tanpa berkaca terlebih dahulu. Semua kita yg menyampaikan komentar melalui FB ini sudah pasti melewati jenjang tersebut. emangnya pada saat yg bersangkutan masuk Kejaksaan tidak dilakukan verifikasi seperti yg dilakukan KPUD sekarang ini. agar anda tahu bahwa P’ F. Laia itu tamatan USU Medan. emangnya USU Medan goblok, tidak melakukan seleksi adm. ….? sudahlah mari kita berjiwa besar menerima kenyataan yg ada serta marilah kita dukung para kandidat yg sedang bertarung belum kita-kita ini mampu seperti mereka. ok salam sejahtera bagi kita orang NIAS ” Ya’ahowu. Hidup FARADA
pak FL harusnya memperlihatkan ijajah SMP dan SMAnya tersebut yang ada sidik jarinya dan tanda tangan kepala sekolahnya.biar lebih jelas dan mudah untuk diusut.harusnya P.FL pandai mencari solusi.JANGAN HANYA PANDAI MELAKUKAN KORUPSI (MEMERAS UANG RAKYAT).coba ditinjau kembali kembali proyek beton penahan abrasi di desa hili sataro.MILIYARAN RUPIAH raib entah kemana.pelaksana proyek cuma bilang begini begitu ketika ditanyakan kemana uang uang itu.SEBAB TAKUT MA PAK FL YANG RAJA KORUPSI.sangat disayangkan sekali seorang mantan KAJARI melakukan tindak pidana korupsi.hanya satu yang ingin saya sampaikan kepada pengganti P FL nanti supaya bisa menciptakan “NIAS YANG BEBAS DARI KORUPSI”,”NIAS YANG SEJAHTERA AMAN DAN BERADAB” YA’AHOWU.
Anda yg memberikan komentar khususnya Point 19, anda itu cuman besar mulut dan cuman tahunya mengkritik orang coba anda berkaca dulu. apa yang sudah perbuat terhadap NISEL, janganlah anda menghakimi orang yg telah bersusah payah membangun NISEL. Anda itu cuman sampah masyarakat dimana bisanya hanya menfitnah orang tampa ada dasar hukumnya. belum tentu anda bisa kalau seandainya anda memimpin NISEL yg begitu arogan orang-orangnya. jadi, saya harap anda sadar akan komentar anda itu. sekali lagi saya ingatkan anda, berhati-hati kalau menyampaikan komentar karena manusia didunia ini tidak ada yang 100 % bersih termasuk diri anda. dan saya rasa saat P’ FL sekolah belum tentu anda itu sudah lahir atau mengenal dia. supaya anda tahu P’FL lagi sedikit banyaknya dia sudah berbuat di NISEL. GBU untuk kita semua and YA’AHOWU.