Archive for September 20th, 2010 | Daily archive page

Pembukaan Jalur Laut Singkil-Gunung Sitoli Disambut Positif

Monday, September 20th, 2010

Warga yang berdomisili dan yang kini menetap di Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam menyambut baik dibukanya jalur transportasi laut Singkil-Gunung Sitoli Sumatera Utara.

Tokoh masyarakat Nias di Subulussalam Daniel Lase mengaku dengan dibukanya transportasi laut Singkil-Gunung Sitoli, diperkirakan jalur itu akan ramai mengingat banyaknya warga Nias yang selama ini jarang pulang ke kampung halaman untuk menjenguk sanak famili karena biaya yang terlalu mahal.

“Kalau kita melalui darat selain memakan waktu cukup lama, juga harus mengeluarkan uang banyak. Tapi kalau melalui jalur laut dari Singkil, waktunya singkat dan biaya juga sedikit,” ujar Lase.

Hal senada diungkapkan Aristo Hulu. Pria yang juga pengurus salah satu LSM di Subulussalam ini memberi apresiasi positif kepada Bupati Aceh Singkil yang telah menggagas dibukanya jalur transportasi laut tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Aceh Singkil khususnya kepada Bakap Bupati Aceh Singkil Makmur Putra SH MM dan Walikota Gunung Sitoli yang telah sepakat membuka jalur laut. Intinya kita sampaikan Sauhagõlõ-lah (terimakasih-red),” katanya.

Menurut Aristo, selain dapat mempererat hubungan antara Singkil-Subulussalam dengan Nias, juga ia yakin warga non Nias yang ada di daerah Singkil dan Subulussalam juga akan tertarik berkunjung ke Nias, mengingat di sana banyak obyek-obyek wisata yang sangat menarik, yang selama ini memang belum banyak dikenal masyarakat luar Nias, khususnya warga Subulussalam.

Masruman Telaumbanua salah seorang tokoh masyarakat Nias di Singkil yang juga anggota DPRK setempat mengaku bersyukur kepada Allah SWT karena hal ini sudah merupakan aspirasi dari seluruh masyarakat Nias yang ada di bumi Syakh Abdul Rauf itu dan dapat direspon pemerintah Aceh Singkil.

Untuk itu ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRK Putra Arianto SH dan Bupati Aceh Singkil H Makmursyah Putra SH MM serta jajaran Pemko Gunung Sitoli yang telah dapat bekerja sama membuka jalur transportasi laut itu.

Saat ditanya keuntungannya dibukanya jalur trasnportasi laut antara Singkil-Gunung Sitoli, Masruman mengatakan sangat besar manfaatnya. “Bila melalui darat apalagi via Medan ke Singkil akan memakan waktu hingga 24 jam, sementara bila melalui jalur laut hanya berkisar 5 atau 6 jam saja. Jadi sangat jauh perbedaannya. Jadi sangat sangat banyak keuntungannya bilamana kita melalui laut,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui jalur laut Singkil-Gunung Sitoli resmi dibuka, Rabu (15/9) lalu yang ditandai dengan pelayaran perdana sekaligus kunjungan kerja Wakil Bupati Aceh Singkil Drs H Khazali Bahar didampingi Asisten I Drs H M Yakub KS MM, Asisten II Drs Azmi, sejumlah kepala SKPD termasuk kepala cabang ASDP Singkil Agus Priyanto, serta beberapa anggota DPRK ke Gunung Sitoli, yang diterima Sekdako Gunung Sitoli Drs Kemurnian Zebua BE dan pejabat setempat di pelabuhan Gunung Sitoli.

Pelayaran ini sendiri akan dilakukan sekali seminggu setiap Selasa malam dengan menggunakan kapal Fery KM Teluk Singkil dengan tarif Rp 51.000 per-orang. (www.harian-global.com – 20 Sep 2010)

Enam Calon Penumpang Wings Air Mengamuk

Monday, September 20th, 2010

Gunungsitoli: Enam calon penumpang Wings Air mengamuk di counter check Bandar Udara Binaka, Gunungsitoli, Nias, Sumatra Utara, Jumat (17/9). Tiket mereka dibatalkan petugas kala check in.

Keenamnya calon penumpang ke Bandara Polonia, Medan. Menurut petugas, pembatalan tiket enam calon dikarenakan nama mereka tak terdaftar. Identitas mereka berbeda dari calon penumpang yang hendak diberangkatkan. Penumpang berang. Mereka merasa diperlakukan tidak adil.

Seorang calon penumpang marah hingga tercipta perdebatan dengan petugas. Soalnya, ada penumpang lain diloloskan masuk pesawat padahal identitasnya juga tidak sama. Petugas mengatakan kebijakan tersebut beralasan semakin banyaknya calo di Bandara Binaka. Itu dirasa bisa memperburuk citra Wings Air.

Enam penumpang itu mengaku sepekan belakangan kesusahan mendapat tiket. Mereka mendapat tiket dari calo dengan harga Rp750 ribu hingga Rp850 ribu. Padahal di tiket tertera Rp550 ribu. (www.metrotvnews.com – 17 Sep 2010)

Pemko Gunungsitoli-Aceh Singkil Jalin Kerjasama Bangun Daerah

Monday, September 20th, 2010

Gunungsitoli – Kerjasama yang dijalin antara Pemerintah Kota Gunungsitoli dengan pemerintah Kabupaten Aceh Singkil cukup menjanjikan dan saling menguntungkan kedua daerah. Hal ini dilakukan sebagai upaya menerobos keterisoliran dan memperlancar arus transportasi kepulauan Nias dengan daratan Sumatera.

Hal itu diungkapkan Walikota Gunungsitoli, Drs Martinus Lase, M.SP kepada Analisa usai melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Aceh Singkil Drs H Khazali Rabu malam, (15/9) di Wisma Soliga Gunungsitoli.

“Kita yakin hubungan kerjasama yang dilakukan ini cukup menjanjikan dan saling menguntungkan kedua daerah. Dari disisi transportasi untuk menuju Kota Provinsi Sumatera Utara di Medan waktu tempuh relatif lebih dekat bila dibandingkan bila melalui jalur Sibolga. Terlebih dari sisi ekonomi kita yakin hal ini cukup menjanjikan”, kata Walikota Gunungsitoli.

Lebih lanjut Walikota menjelaskan, dengan masuknya arus trasportasi laut melalui Aceh Singkil ini pihaknya akan segera mensosialisasikannya kepada masyarakat.

Dengan terbukanya jalur trasportasi melalui Aceh Singkil banyak manfaatnya bagi masyarakat Nias.

Contoh bila dibandingkan transportasi laut Gunungsitoli-Sibolga memakan waktu 10 hingga 11 jam dalam pelayaran. Sibolga-Medan dengan perjalan darat memakan waktu 9 hingga 10 jam.

Sementara bila melalui Aceh Singkil secara ekonomis waktu tersebut bisa terpotong yakni dalam pelayaran Gunungsitoli-Aceh Singkil hanya memakan waktu 5 hingga 6 jam dan perjalan darat dari Aceh Singkil ke Medan Kota Provinsi Sumatera Utara hanya memakan waktu 6 hingga 7 jam.

Ekonomi

Kemudian, disisi ekonomi hal ini ke depan akan lebih dipertajam lagi, sehingga hasil bumi dari Gunungsitoli atau Nias seperti pertanian, sayur-sayuran buah-buahan dan lainya dapat dipasarkan di Aceh Singkil.

Sebaliknya produk-produk dan hasil bumi dari Aceh Singkil juga dapat dipasarkan di Gunungsitoli.

Untuk lebih mempererat hubungan tersebut ke depan, pihaknya akan merencanakan pertemuan berkala antara kedua daerah untul lebih mengetahui apa hal-hal yang dapat dikerjasamakan lebih lanjut, serta pihaknya akan mencoba menyampaikan hal itu dalam pertemuan berkala dengan empat daerah otonom yang ada di wilayah Pulau Nias.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Singkil Drs H Khazali saat ditanya Analisa motivasi Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Gunungsitoli Drs H Khazali mengatakan, secara histori Aceh Singkil dengan Nias ratusan tahun lalu telah ada hubungan emosional, terbukti di Aceh Singkil hampir 40 persen masyarakat Nias.

Selanjutnya, dalam sisi ekonomi banyak hal-hal yang dapat dikerjasamakan untuk mensejahterakan masyarakat kedua daerah baik Aceh Singkil maupun Gunungsitoli.

“Tadi saya dengan yang lain jalan-jalan ke pasar Gunungsitoli, contoh kecil harga pisang di Gunungsitoli relatif lebih murah dibanding di Aceh Singkil. Satu tandan pisang ambon di Gunungsitoli hanya Rp10 ribu, sementara bila di Aceh Singkil bisa mencapai Rp. 40 ribu pertandan. Tentunya dengan dibukanya hubungan kerjasama ini kedepan tidak tertup kemungkinan harga satu tanda pisang ambon di Aceh singkil bisa turun”, katanya.

Kedatangan sekitar 100 orang rombongan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil yang di pimpinan oleh Wakil Bupati Aceh Singkil di Kota Gungsitoli disambut oleh Sekda Kota Gunungsitoli di Aula Samaeri Kantor Walikota Gunungsitoli. (Analisa, 16 September 2010)