Proyek BRR Di Nisel Asal Jadi

Thursday, March 22, 2007
By nias

Gunungsitoli WASPADA Online
Sejumlah kalangan menilai pelaksanaan pekerjaan beberapa proyek BRR di Nias Selatan bernilai miliaran rupiah dikerjakan asal jadi sehingga dikhawatirkan kualitas proyek BRR itu tidak bertahan lama.

Direktur LPM Gerakan Pemberantasan Korupsi dan Diskriminasi (LPM-Garansi), Ir. Y Restu Gulo, SH bersama Presiden Forum Independen Pembangunan Nias, Imanuel Daely, ST kepada Waspada di Gunungsitoli, Selasa (20/3) mengungkapkan, dari hasil investigasi lapangan ditemukan beberapa pekerjaan proyek BRR di Nias Selatan yang dikerjakan asal jadi.

Tim investigasi yang dibentuk bersama beberapa LSM di Nias menemukan beberapa pekerjaan proyek BRR yang dikerjakan asal jadi. Seperti proyek pengamanan pantai senilai Rp5,6 miliar lebih dikerjakan PT Leo Tunggal di sepanjang Pantai Saua Desa Bawodobara, Kec. Teluk Dalam. Rekanan melakukan pekerjaan pembangunan tembok penahan asal jadi, tidak dilakukan pekerjaan dam untuk menahan air laut dengan mengisi goni dengan pasir agar air laut tidak masuk ke galian pondasi.

Selain itu, penggalian pondasi tembok penahan diduga tidak sesuai bestek karena kedalaman penggalian pondasi bervariasi, ada yang digali dan sebagaian tidak dilakukan penggalian dengan alasan didasar pondasi terdapat batu keras. Hal senada diungkapkan Y Restu Gulo seperti proyek pekerjaan pelebaran jalan provinsi di ruas Lahusa menuju Teluk Dalam, tepatnya di Desa Bawoganowo satu kilometer sebelum Kota Teluk Dalam, dikerjakan PT Tulung Agung.

Di lokasi itu, pihak rekanan membangun tembok penahan di sebelah kiri dan kanan badan jalan menggunakan sebagian batu kapur. Lebih parah lagi, penimbunan beram sekira 500 meter dilakukan dengan timbunan tanah yang digali dari bukit tidak jauh dari lokasi. Restu Gulo dan Imanuel Daeli mendesak anggota DPRD Sumut dari Nias dan Nias Selatan tidak tinggal diam, harus melakukan pengawasan ketat pekerjaan proyek BRR yang dikerjakan asal jadi tersebut, karena bila dibiarkan yang rugi adalah masyarakat. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) BRR Nias, Buyung Sitompul sebagai penanggungjawab pembangunan infrastruktur dikonfirmasi Waspada menyebutkan, bila kontraktor menggunakan bahan material tanah untuk penimbunan badan jalan akan segera memerintahkan kontraktor membongkar kembali.

Manager Pengendalian Mutu BRR Regional Nias dihubungi via telefon tentang pengerjaan proyek pengamanan Pantai Saua di Desa Bawodobara mengatakan, dalam pelaksanaan konstruksi dikenal adanya metode mengecor dalam air/air laut, jika memang hal itu tidak bisa dihindari, sembari menyatakan hal ini akan disampaikan kepada Kepala BRR Distrik Nias Selatan.(cbj) (wns)

Sumber: Waspada, 21 Maret 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita