Archive for the ‘Bahasa Nias’

Seminari ba Gombõlata

I’otarai ndrõfi 1882 sa’ae no labõrõtaigõ wamaha’õ ono matua, sedõna mõi tohutohu ndra Tua Pandita ba wamaha’õ iraono ba zekola. Tua Sundermann fõna zamobõrõ ba mbanua Ndrahana (1882-1884 ba 1887-1889). Furi da’õ, ba Tua Thomas zanohugõ ba mbanua Humene (1895-1897, ba 1897-1899). (more…)

Fadirihifi, Fabehadoho

Anda pernah mendengar kedua kata itu dalam percakapan di antara orang-orang Nias ? Barangkali kedua kata itu sudah jarang-jarang muncul sekarang dalam percakapan. Akan tetapi dulu, kedua kata itu kerap terdengar. (more…)

Arti dan Makna Salam “Ya’ahowu”

Oleh: Pdt. Dal. Zendratö, STh.*

Kalau kita ke pulau Nias pasti kita mendengar ucapan Ya’ahowu, demikian sesama orang Nias kalau bertemu diawali dengan ucapan Ya’ahowu. Memang harus demikian. Ya’ahowu adalah salam dalam bahasa daerah Nias. Masalahnya, apakah pengucap atau pemakai salam Ya’ahowu pernah berpikir arti dan makna Ya’ahowu secara bentuk kata (morfologi) ? Karena kata Ya’ahowu sesuatu yang lumrah dan biasa diucapkan oleh masyarakat Nias, lalu untuk apa berpikir sejauh itu, bagi awam merupakan hal yang wajar, tetapi bagi kaum intelektual tidak demikian karena sifat intelektual selalu mencari tahu dan mendapatkan tau akan sesuatu. Untuk itu melalui tulisan ini, penulis menyajikan kepada pembaca uraian kata Yaahowu ditinjau dari segi ilmu bahasa pada umumnya dan dari segi morfologi pada khususnya. (more…)

Mu’ao’ao Namada Talu

E. Halawa*

Me föna, ba mbanuada ba Danö Niha, oya ngawalö wa’afökhö nitörö ndraono. Ba we’amöi manö ba zekola, nifotöi eside (SD), no sa’ae oya riri nitöröra. Hana ? Tenga sahadöhadö gödo zekola me föna, so zi fa dua irege fulu kilo wa’aröunia moroi ba nomo. Lö nasa eside INPRES me luo da’ö, ha fawara’ö so gödo zekola. Fabö’ö iadaa, arakhagö ero banua so zekola eside. (more…)

Sibaya, Paman, Uncle

E. Halawa*

Sibaya, paman, uncle. Ketiga kata ini, yang kita temui dalam 3 bahasa yang berbeda, seringkali dianggap searti, memiliki satu pengertian. Benarkah ? “Ali adalah paman saya” mungkin tidak selalu sama dengan “Sibayagu zi Ali“, atau “Ali is my uncle“. (more…)

Sa sa sa, ruö.. ruö.., sö sö sö …

*Memanggil binatang piaraan/ternakan dalam bahasa Nias

Bagaimana memanggil binatang piaraan/ternak dalam bahasa Nias ? Apa ‘kata’ atau ‘kode’ yang kita pakai untuk memanggil (berkomunikasi dengan) mereka ? Asu (anjing), bawi (babi), bebe (bebek), beo/magiao (burung beo), manu (ayam), mao (kucing), mafaradi (merpati) merupakan binatang piaraan/ternak yang umumnya dikenal masyarakat Nias di zaman dahulu. Namun sekarang, barangkali hanya 4 jenis yang masih banyak dipelihara di Nias, yaktni: anjing, babi, ayam, dan kucing. (more…)

Masalah-masalah Kebahasaan Li Niha

I
Dari pengamatan terhadap bahasa tulis Li Niha generasi muda Ono Niha dalam dunia maya memang membuat kita kuatir, bahwa suatu saat Li Niha itu tinggal nama, alias punah. Banyak dari kita misalnya tidak bisa lagi membedakan kapan kita harus menuliskan “duria” atau “nduria” ketika berbicara tentang buah durian, kapan kita menuliskan “kefe” atau “gefe” untuk “uang”, “turia” atau “duria” untuk “kabar”, “banua” atau “mbanua” untuk “kampung” atau “langit”. Padahal, sebagaimana diungkapkan Dr. Lea Brown dalam sebuah wawancara dengan Nias Portal dan ditayangkan kembali dalam Situs Yaahowu, “mutasi awal” (initial mutation) ini merupakan salah satu ciri khas bahasa Nias. (more…)

U Lama (Oe), Tanda Hubung, dan EYD dalam Li Niha

Seorang pembaca artikel “Karakter “ö” dalam Li Niha”, Bung Fofo’usö, memberikan komentar terkait dengan u lama (“oe”), tanda hubung dalam kata-kata Li Niha dan penerapan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam Li Niha. Tulisan singkat ini merupakan tanggapan atas komentar itu. (more…)

Börö-börö Hoya

“Syair” seperti berikut ini sering diucapkan anak-anak desa di Nias hingga akhir tahun 1960an. Kita tidak tahu persis masuk dalam kelompok mana untaian “syair’ tersebut. Yang jelas ia tidak termasuk dalam “hoho” meski ada unsur keindahannya dan juga ada teknik khusus untuk menghasilkan baris berikutnya: ya’itu mengambil satu “kata” dari baris sebelumnya dan “mengembangkannya”. (more…)

Ahole Yöu, Aso’a Yöu, Miyöu Lala Nidanö

Tanggapan Bapak/Ibu Saro Z terhadap artikel: Ungkapan Waktu Dalam Tradisi Masyarakat Nias mengingatkan penulis akan berbagai pengertian “yöu” dan “raya” dalam Bahasa Nias. (more…)