Posts Tagged ‘Pariwisata’
Pemda Nisel Terkesan Mematikan Kawasan Wisata Pantai Sorake/Lagundri?
Thursday, August 22nd, 2013Satu Lagi Tetangga Pulau Nias Gelar Lomba Selancar Internasional
Wednesday, August 21st, 2013Pantai Alawasa, Satu Lagi Destinasi Selancar di Nias Selatan
Wednesday, August 7th, 2013Sebenarnya, Nisel masih memiliki beberapa pantai yang sangat indah lainnya. Namun, sama saja, belum tergarap sama sekali, apalagi dipromosikan menjadi penarik wisatawan.
Di antaranya, Pantai Moale dengan hamparan pasir putihnya dan Pantai Genasi dengan pemandangan laut birunya. Keduanya sudah cukup dikenal, setidaknya di lingkup masyarakat Nisel.
Namun, sedikit sekali yang tahu kalau Nias Selatan memiliki harta tersembunyi lainnya. Namanya Pantai Alawasa.
Banyak yang tidak familiar dengan nama pantai ini. Padahal, jaraknya dari Pantai Sorake tidak terlalu jauh.
Wajar saja bila tersembunyi. Pasalnya, akses menuju pantai ini sangat minim. Pantai itu terletak di desa Botohili Salo’o. Sebuah desa pemekaran dari Desa Botohili Tanö. Sebelumnya, Pantai Sorake juga merupakan salah satu bagian dari Desa Botohili Tanö.
Keberadaan pantai berpasir putih dan masih alami tersebut diungkap oleh kelompok pecinta fotografi dan penggemar kebudayaan dan pariwisata Nias Selatan. Secara sengaja, pada Minggu (4/8/2013) mereka yang tergabung dalam Komunitas Fotografi Budpar Nias Selatan tersebut mengunjungi pantai itu.
Mereka adalah Patriot Saro Zagötö yang juga sebagai Ketua Umum Komunitas Fotografi Budpar Nias Selatan, Firdollin Wau, Fally Gulö dan Antoni Dachi. Hasil berburu foto, kemudian ditampilkan di grup Facebook Komunitas Fotografi Budpar Nias Selatan.
Menggunakan sepeda motor, mereka harus berjibaku menuju lokasi itu. Ya, harus berjibaku. Pasalnya, untuk menuju desa tersebut harus melalui jalan yang tidak mendukung sama sekali.Menuju ke sana, bisa mulai dari simpang Sorake-Botohili Tanö-Lagundri-Hilimaniamölö. Kemudian pilih jalan menuju Desa Botohili Tanö. Sebelum mencapai desa, belok kiri mengikuti jalan yang belum lama dibuka menuju Desa Botohili Salo’o.
Patriot mengatakan, jalan tersebut pernah dikerjakan, namun kemudian terhenti sampai sekarang. Akibatnya, bakal jalan akses sepanjang 8 kilometer itu dipenuhi bebatuan cukup besar yang berserakan dan menyulitkan perjalanan.
Sesampai desa Botohili Salo’o, perjuangan belum selesai. Sebab, untuk menuju pantai, harus melewati jalan setapak di antara pepohonan karet ataupun kelapa.
“Pantainya indah sekali. Ombaknya juga bagus untuk tempat selancar,†jelas Patriot kepada Nias Online, Selasa (6/8/2013).
Ombaknya di Pantai Sorake memang sedikit lebih besar. Tapi Pantai Alawasa tetap bisa jadi pilihan menarik atau alternatif bagi penggemar olahraga air tersebut. Apalagi karena lingkungan pantainya masih alami dan belum mengalami kerusakan seperti terjadi di Pantai Sorake dan Lagundri.
Akses dan Pelestarian
Tim itu mendesak pembangunan jalan akses ke desa itu. Meski begitu, mereka juga menyimpan kekuatiran. Sebab, ketiadaan akses menuju pantai itu selama ini membuat pasirnya aman dan pantainya tidak mengalami kerusakan sehingga keindahannya tetap terjaga.
Di sisi lain, kebutuhan akses jalan di sana, diakuinya, sangat mendesak. Selain untuk membantu warga desa yang umumnya berprofesi petani tersebut, juga untuk memudahkan para turis mengaksesnya.
Mereka berharap, bila akses ke pantai itu sudah dibuka, pemerintah daerah dan terutama warga secara sadar mau menjaga keindahannya dengan tidak merusaknya, termasuk dengan tidak melakukan penambangan pasir secara ilegal.Nah, bagi Anda yang ingin menikmati suasana baru di Nias Selatan, Anda bisa menjadikan Pantai Alawasa sebagai salah satu destinasi petulangan.
Tentu saja, memang butuh banyak persiapan dan stamina yang maksimal untuk bisa ke sana. Tapi semua itu akan terbayar bila menyaksikan dan menikmati keindahan dan ombak Pantai Alawasa. (EN)
Mau Promosikan Daerah Tujuan Wisata di Nias? Ikuti Lomba Foto Ini
Wednesday, May 22nd, 2013Wisata Surfing Mentawai Pulih & Makin Diminati Investor, Nias Selatan Apa Kabar?
Wednesday, August 29th, 2012Bupati Idealisman Janji Telusuri Kesalahan Informasi di Situs Resmi Disbudpar Nias Selatan
Tuesday, June 5th, 2012
Rumah Tradisional di Desa Bawömataluo. Rumah serupa juga ditemukan di beberapa desa di Kabupaten Nias Selatan (Foto: Etis Nehe)
Payah, Situs Resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nias Selatan Sajikan Informasi Yang Salah
Monday, June 4th, 2012
Tampilan Situs Dinas Pariwisata Nias Selatan yang menampilkan Informasi foto yang salah pada deskripsi daerah tujuan wisata Desa Bawömataluo (Foto: EN)
Nias Surganya Surfer
Wednesday, October 6th, 2010Oleh: Ida Hendriawati
Sejak dari Sibolga hujan mengguyur kota pelabuhan ini, kapal yang seharusnya diberangkatkan jam 8 malam ternyata baru diberangkatkan jam 10 malam, (04/10) karena cuaca buruk. Dan ternyata ditengah perjalanan dihadang badai, menurut Pinem karena dia tidak tidur, sedangkan saya tidak merasakan apa – apa karena terlelap dan menggunakan ear plug.
Sesampainya di gunung Sitoli, hujan deras menyambut kedatangan kami. Ditengah guyuran hujan kami mengunjungi museum pusaka Nias, dan ditempat ini terdapat benda – benda pusaka peninggalan orang Nias jaman dulu, seperti senjata, miniatur rumah adat, peralatan dapur, peralatan perang dan sampai perlengkapan terbuat dari batu jaman megalitikum pun terdapat disini.
Kamipun melanjutkan perjalanan menuju teluk dalam tepatnya pantai Sorake, betapa mengagumkannya ombak dipantai ini, padahal menurut surfer yang kami temui hari ini termasuk kecil padahal bagi saya tinggi banget. Menurut James, orang Hawaii yang kebetulan satu hotel dengan kami, Nias adalah surga bagi para surfer, Nias termasuk kategori kelas A tingkat internasional. Dan dia sudah 10 tahun belakangan datang terus ke Nias, menurut James sekitar 30 tahun yang lalu Nias dikenal oleh para surfer kelas Internasional. Bahkan Rob Machado dan Jerry Lopez pernah surfing disini (Legenda hidup surfer).
Sangat disayangkan semenjak Tsunami, pengunjung ke P. Nias cenderung berkurang, dan jalannya pun masih banyak yang rusak akibat gempa, walaupun sebagian masih dalam perbaikan. Tempat ini cukup potensial untuk dijadikan tempat wisata, apalagi sudah terkenal di dunia internasional.
Karena saya baru melakukan perjalanan yang cukup jauh, maka hari ini hanya menikmati indahnya pantai Sorake dan Lagundri sambil melihat para surfer beraksi.Dan besok saatnya mencoba surfing dipantai ini. Menurut James besok swell akan datang.
Di Nias untuk penginapan termasuk murah dari 50.000 – 75.000 hanya untuk transportasi agak susah harus charter mobil dari gunung Sitoli, daerahnya cukup tenang dan masih alami. Dan kita tidak perlu repot – repot bawa Surf board sendiri karena terdapat penyewaan papan surfing. [Ida]
Sumber: http://aci.detik.com/read/2010/10/05/222931/1456467/1001/nias-surganya-surfer






