
Salah satu sisi Nativity Church yang diklaim sebagai tempat Yesus Kristus dilahirkan (Foto: http://miracletour.net)

Salah satu sisi Nativity Church yang diklaim sebagai tempat Yesus Kristus dilahirkan (Foto: http://miracletour.net)
Situs tersebut bernama www.korupedia.org. Ketika Nias Online menelusuri laman situs tersebut, di sana terdapat beberapa catatan penting yang menjelaskan alasan kehadiran situs itu.
Meniru semangat dan model Wikipedia.org yang sempat menghebohkan dunia beberapa waktu lalu, situs tersebut didedikasikan sebagai sebuah ensklopedi terbuka tentang korupsi di Indonesia.
“Tepatnya, sebuah ensiklopedia tentang koruptor. Ensiklopedia tentang pencuri uang negara, penjarah uang rakyat, yang sampai hari ini tak kunjung hilang dari negeri ini,†seperti dikutip dari penjelasan profil situs itu.
Masih dalam penjelasan itu dikatakan, hebatnya para pencuri dan penjarah tersebut, seperti dikutip lagi dari situs itu, acap kali berbangga diri, muncul dan bicara di berbagai media.
Mereka tanpa malu tampil di radio, koran dan televisi, mempermainkan logika dan hukum. Juga menjungkir balikkan akal sehat. Sadar atau tidak, sebagian media massa memang telah memberi panggung “pencucian dosa” bagi para koruptor itu.
“Karena itulah, penting bagi kita untuk melakukan perlawanan bersama. Salah satunya dengan membuat “monumen abadi”, “tugu peringatanâ€, berupa situs online yang berisi daftar para koruptor, yang bisa diakses siapa saja. Agar kita, anak-anak kita, cucu-cucu kita, bisa belajar bahwa korupsi, apa pun dalihnya, sudah membuat rakyat di negeri ini menderita. Kami menyebutnya Korupedia,†jelasnya lagi.
Kepada Nias Online, salah satu pendiri situs tersebut, Heru Hendratmoko menjelaskan, situs itu berawal dari bincang di media sosial Twitter antar beberapa jurnalis, aktivis antikorupsi, PR dan lain-lain yang peduli dengan pemberantasan korupsi.
“Idenya berawal dari perbincangan di media sosial twitter. Mendapat banyak sambutan. Korupedia dimaksudkan sebagai ensiklopedia korupsi agar publik terus mengingat, bahwa kita tak boleh gampang lupa terhadap berbagai kasus korupsi yg pernah terjadi di tanah air,†jelas Heru di Jakarta, Rabu (27/6/2012).Beberapa nama lain yang ikut dan kemudian menjadi pendiri adalah Teten Masduki, Natalia Soebagjo, Danang Widoyoko, Deva Rachman, Catharina Widyasrini, Aboe Prajitno, Billy Khaerudin, Alex Junaidi, Metta Dharmasaputra.
Heru yang juga wartawan senior dan pemimpin redaksi di Radio KBR 68H itu menjelaskan, situs itu akan memuat data berupa profil para koruptor dan kasus-kasus mereka. Data-data yang disajikan bersumber dari data peradilan yang sudah incraht, atau sudah memiliki kekuatan hukum tetap.
Situs ini juga dilengkapi informasi dari media mengenai kasus-kasus korupsi di Indonesia. Setelah seluruh data diverifikasi, lengkap dan dengan tautan yang mendukung, baru akan dipublikasikan.
Adapun kategori kasus korupsi yang dimuat di situs itu adalah korupsi APBN/APBD, pemerasan, penggelapan, korupsi perbankan, gratifikasi, penyuapan, pengutan liar dan penyalahgunaan wewenang. Daftar kasus macet juga ada di sana.
Data-data itu berdasarkan keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Tidak hanya memuat kasus-kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetapi juga kasus yang ditangani kepolisian dan kejaksaan.
Monumen Digital yang Bikin Jera
Heru mengatakan, situs yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja itu diharapkan memberi efek jera kepada para koruptor atau calon-calon koruptor.
Sebab, bila selama ini nama dan data kasus korupsi banyak tidak diketahui publik karena tersimpan dalam bentuk dokumen tertulis di berbagai lembaga penegak hukum, kini akan dipampang secara terbuka dan online.
“Ensklopedia koruptor ini dibuat agar yang lain jera. Takut kalau namanya kelak masuk dalam “monumen digital” ini,†tandas dia.
Dukungan KPK
Kehadiran situs ini mendapat dukungan banyak pihak. Tidak ketinggalan, lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Lembaga itu bahkan akan memasok ratusan berkas kasus korupsi untuk memperkaya informasi di situs tersebut.
“KPK mau ngasih 500 berkas,†tambah mantan Ketua Umum Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) tersebut.
Anda tentu saja tak mau nama dan identitas Anda tercantum di sana sebagai pelaku korupsi alias koruptor. Karena itu, sebaiknya, berhentilah korupsi.
Atau bila belum melakukannya, sebaiknya mempertimbangkannya kembali dan mengurungkan niat itu.
Anda tentu tidak mau nama Anda tercantum dalam monument digital ‘abadi’ itu sebagai koruptor yang akan menjadi catatan buruk bagi anak cucu Anda. (EN)
Bahkan, kali ini, tidak lagi melulu terjadi di Jakarta dan sekitarnya, tapi juga di daerah yang sangat jauh sekalipun. (more…)

Dr Yoyok W Subroto berteduh di Balai Desa Bawömataluo sembari memperhatikan keunikan konstruksi/arsitektur desa, pada saat riset perdana pada Agustus 2011 (Foto: Etis Nehe)
NIASONLINE, JAKARTA – Tidak henti berjuang walau berbagai kesulitan terus menghimpit, itulah yang diyakini seorang remaja bernama Dawn Loggins. Berkat kegigihannya, gadis cerdas asal North Carolina, Amerika Serikat ini berhasil terdaftar sebagai mahasiswa baru kampus bergengsi, Harvard University. (more…)
NIASONLINE, NEWPORT – Letusan gunung berapi kini dapat diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya. Penelitian terbaru di bidang vulkanologi menunjukkan, sebuah gunung berapi bawah laut memberi sinyal yang sangat jelas setahun sebelum meletus. Temuan ini bisa membantu meramalkan letusan gunung berapi di masa depan. (more…)
NIASONLINE, BANDA ACEH – Multi Donor Fund (MDF) akan mengakhiri programnya membantu pemulihan Aceh dan Nias paskatsunami pada akhir Desember 2012. Keberhasilan rehabilitasi dan rekontruksi wilayah itu diharap menjadi contoh bagi dunia dalam menata pembangunan usai bencana. (more…)
Nias Online – Para pakar keamanan komputer Amerika mengatakan virus komputer Flame yang menggerogoti komputer fasilitas energi di Timur Tengah selama bertahun-tahun telah diperintahkan untuk membinasakan diri. Hal ini dimaksudkan agar asal-asulnya tidak dapat dilacak lagi.
Dalam sebuah artikel yang muncul minggu lalu di blog antivirus Symantec dikatakan bahwa server komando dan pengendali virus tersebut mengirim perintah terbaru kepada komputer-komputer yang terinfeksi. ‘Perintah ini dimaksudkan untuk membinasakan virus-virus itu dari komputer yang terinfeksi’ kata artikel dalam blog tersebut.
Muncul dugaan virus ini diciptakan oleh agen-agen keamanan Amerika dan Israel untuk mencuri informasi tentang fasilitas tenaga nuklir Iran.
Menurut Kapersky Lab, yang mengidentifikasi virus Flame bulan lalu, Flame “kira-kira 20 kali lebih besar dari Stuxnet,” virus yang ditemukan pada bulan Juni 2010 dan ditujukan untuk melumpuhkan program nuklir Iran.
Selain Iran, negara-negara lain yang komputernya terjangkit virus Flame termasuk Lebanon, Tepi Barat di Palestina dan Hongaria. Infeksi juga dilaporkan telah terjadi di Austria, Hong Kong, Rusia dan United Arab Emirates.
Komputer-komputer yang terjangkiti termasuk komputer di rumah-rumah. Para pakar keamanan komputer sedang mengecek apakah infeksi yang dilaporkan di beberapa komputer lokal merupakan akibat dari pemakaian komputer-komputer laptop itu ketika sedang dalam perjalanan di tempat lain.
Umumnya komputer yang terinfeksi dengan virus ‘malware‘ diprogram untuk berkeliaran di internet untuk mendapat perintah-perintah terbaru dari server yang dikendalikan para hacker.
Dalam kasus Flame para pengendali memerintahkannya untuk membinasakan diri sehingga tidak meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi para pelacak asal-usulnya. Perintah bunuh diri ini dikirim setelah keberadaan Flame diekspos dan pelacakan terhadapnya dimulai.
Komputer-komputer yang terinfeksi yang mendapat perintah tersebut menghapus sejumlah berkas dan memenuhi disket dengan karakter acak untuk menghalangi usaha pemulihan kode-kode asli. Demikian pendapat para pakar keamanan komputer.
Flame diprogram untuk mencuri data dari jaringan-jaringan komputer dan mengirimnya ke para pengendalinya. Flame bisa merekam aktivitas pemasukan data lewat pengetikan (keystroke), merekam gambar yang muncul di layar komputer dan mendengar percakapan lewat mikrofon komputer.
Flame juga bisa memanfaatkan kemampuan Bluetooh komputer untuk mengakses telefon cerdas dan tablet. Akses ini bisa dimanfaatkan untuk mencuri daftar kontak atau informasi lain. (brk/*)