Teluk Dalam dan Gunungsitoli Kandidat Ibukota Provinsi Nias

Wednesday, June 22, 2011
By susuwongi

Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi (Foto: Doc. Etis Nehe/www.niasonline.net)

JAKARTA, NIASONLINE – Lima Kepala Daerah dari lima daerah otonomi di Pulau Nias sepakat mengusulkan dua kandidat untuk lokasi ibukota Provinsi Nias yang pembentukannya sudah diusulkan ke pemerintah pusat. Dua kandidat itu adalah Teluk Dalam (Ibukota Kabupaten Nias Selatan) dan Gunungsitoli.

“Ya, Teluk Dalam salah satu kandidat bersama Gunungsitoli. Kita akan berjuang bagaimana supaya Teluk Dalam jadi ibukota Provinsi Nias,” ungkap Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi kepada Nias Online saat dihubungi melalui telpon selulernya, Selasa (21/6/2011).

Dia menjelaskan, awalnya memang tidak semua setuju dengan usulan itu. Tapi setelah diberikan pemahaman, semua pihak dapat menerimanya. Dia menjelaskan, pembicaraan antar kelima kepala daerah terkait ibukota Provinsi Nias itu dilakukan sekitar sebulan lalu.

Selanjutnya, untuk mengkonkritkan rencana itu, saat ini sedang berlangsung studi kelayakan untuk menentukan mana di antara kedua kota itu yang memenuhi syarat menjadi ibukota Provinsi Nias.

“Studi kelayakannya sedang berjalan. Mudah-mudahan hasilnya bisa diketahui secepatnya. Masih pada tahun ini,” jelas dia.

Saat ini, Pemkab Nisel sedang gencar-gencarnya membenahi kota Teluk Dalam sebagai ibukota kabupaten Nisel. Kebersihan dan relokasi para pedagang juga dilakukan. Kota Teluk Dalam juga saat ini dilengkapi dengan dua bus ukuran sedang untuk memfasilitasi perjalanan dalam kota, terutama ke pusat pasar untuk belanja.

Tidak hanya itu, saat ini juga sedang dilakukan pembenahan bangunan-bangunan yang tidak sesuai perizinan (IMB). Dari informasi yang dihimpun Nias Online, saat ini beberapa rumah yang sisinya dianggap menyalahi izin (IMB) mulai ditertibkan/dibongkar. Termasuk bangunan tambahan di depan rumah yang mengambil sisi trotoar jalan sudah mulai dibongkar.

Peta Pulau Nias Berdasarkan Wilayah Otonominya (Foto: niasjaya.files.wordpress.com

Pembangunan jalan raya, khususnya pelebaran jalan pada sisi kiri dan kanan sedang direncanakan. Meski begitu, Bupati Idealisman menegaskan, penataan dan pelebaran jalan itu bukan semata-mata karena adanya rencana menjadikan Teluk Dalam sebagai ibukota Provinsi Nias.

“Soal pelebaran jalan itu rencananya pada 2012 sesuai konsep yang ada untuk antisipasi perkembangan kota ke depan. Juga penertiban rumah yang tidak sesuai IMB. Sehingga tampak rapi. Itu terlepas dari apakah akan jadi ibukota Provinsi Nias. Masa kita baru mau bagus kalau Teluk Dalam jadi ibukota Provinsi. Apapun kondisinya, ke depan, kota ini harus rapi, tertib dan bersih,” tandas dia.

Deklarasi pembentukan Provinsi Nias sendiri dilaksanakan oleh para wakil kelima daerah otonomi pada Senin, 2 Pebruari 2009 di Pendopo Bupati Nias di Gunungsitoli.

Sedangkan usulan pembentukan Provinsi Nias itu mendapat persetujuan dari sidang paripurna DPRD Sumatera Utara pada Senin (9/5/2011) untuk diajukan ke Pemerintah Pusat untuk diajukan ke DPR RI untuk mendapat persetujuan. Selain usulan pembentukan Provinsi Nias, juga turut disetujui adalah pembentukan Provinsi Tapanuli dan Provinsi Sumatera Tenggara. (EN)

Tags: ,

23 Responses to “Teluk Dalam dan Gunungsitoli Kandidat Ibukota Provinsi Nias”

Pages: [1] 2 3 » Show All

  1. 1
    onohizama Says:

    Yaahowu
    Kami mendengar bahwa pertemuan antar kelima kepala daerah terkait ibukota Provinsi Nias itu masih belum mengambil suatu keputusan, bahkan acara tersebut bubar begitu saja/tercerai berai (maaf,kata kita orang ” fabali toyo”)konon katanya kelima kepala daerah tersebut akan menghadiri acara di Bawomataluo/tidak jadi. kemudian pihak pemimpin Nias, Kota Gunungsitoli,dan Nias Utara mengadakan pertemuan pada hari yang sama di Bawolato (sambil istrahat sejenak dengan melampiaskan kekesalan mereka terhadap kejadian pada pertemuan yang dimaksud diatas) sehingga mereka menghasilkan suatu keputusan bahwa Gunungsitoli sebagai calon tunggal/satu-satunya Ibukota Provinsi Kepulauan Nias.
    dari permasalahan tersebut diatas, saya berpendapat bahwa yang layak menjadi ibu kota provinsi Kepulauan Nias adalah Gunungsitoli dengan alasan :
    1. Berada ditengah-tengah kelima Kab/kota, sehingga jarak tempuh dekata : Nias Utara (45 km,1-2 jam perjalanan ke gsitoli), Nias Barat 50 km (2-3 Jam perjalanan ke Gsitoli), Nias (30 km, 1 jam ke gunungsitoli), Nias Selatan 100 km (2-3 Jam ke Gunungsitoli.
    2.Infrastruktur sudah memamadai misalnya kantor Bupati serta kantor DPR kab Nias dapat dijadikan Kantor Gubernur dan DPR Provinsi, karena Kab Nias mau tidak mau akan pindah kantornya ke wilayah Kab Nias dan sekaligus sebagai ibu kota
    coba kita bayangkan berapa biaya jika di bangun yang baru lagi
    3. Selain dari pada itu dengan adanya sarana pelabuhan laut dan pelabuhan udara maka Gunungsitoli merupakan pintu gerbang bagi Propinsi
    4. Kegiatan perekonomian sudah bagus
    5. Rumah sakit Sudah ada. tinggal pengembangan untuk dinaikkan tipe mnenjadi A atau B
    6.fasilitas perkantoran, perumahan maupun fasilitas-fasilitas lainnya sudah memadai

    sehingga dengan demikian G.Sitoli dianggap memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai ibukota Propinsi Kepnis namun tetap kita berpedoman pada peraturan yang berlaku

    untuk hal tersebut jangan memaksakan kehendak kita untuk sesuatu jadi dengan proses instan, karena sesuatu yang dipaksakan tidak enak, mari kita bicara bersama,dengan hati tenagn dan rasional pada saat pertemuan berikutnya jika ada, mari kita dukung agar kita menjadi Provinsi Kepulauan Nias
    demikian tanggapan yaahowu

  2. 2
    stanley zega Says:

    ya, ,,saya juga mendengar demikian pertemuan itu gagal dan bubar dengan kekesalan terhadap pemkab nisel karena semua kabupaten lain sepaham bahwa ibu kota provinsi sudah harga mati yaitu gunungsitoli,,,,,membuka wacana baru soal alt ibukota prov selain gusit akan sangat melelehkan dalam perjuangan pemekaran,,,,,,nisut,kota,induk dan munkin nisbar tidak akan pernah setuju secara geografis,,,,,,,

  3. 3
    ono niha Says:

    setiap orang punya pendapat masing2 tp yg layak menjadi ibu kota provinsi adalah teluk dalam, karena
    Letak geografisnya yg strategis, di dukung pariwisata andalan, mengenai transportasi sedang di ben ahi yaitu pelbuhan dermaga dan bandara silambo, kemudian memang perlu adanya pembenahan di tubung aparat pemerintahan , pembenahan dari pelaksana ekonomi terburuk dan penempatan anggaran daerah yg tidak sesuai, terjadi mark up terhadap beberapa proyek sehingga terjadi penggelembungan anggaran yang sia sia dan masyarakat beserta fasìlitasnya
    Apakah ini yg akan menjadi ibu kota provinsi??

  4. 4
    Linus Fatii Laia Says:

    Kalau menurut saya jangan kita ributkan dulu, yang penting sudah diusulkan di pusat, biar jangan jadi penghambat jadinya. Nanti kalau pusat sudah setuju kan mereka menyuruh team/utusan untuk meninjau lokasi mana yang layak, mereka yang tentukan. Bagi saya Gunungsitoli atau Teluk Dalam yang menjadi ibu kota Propinsi tidak jadi masalah yang penting kalau mau maju Nias harus jadi Propinsi. Jadi saya setuju diberi dua alternatif, Nias Selatan dan Gunungsitoli, karena kedua daerah ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi mari kita dukung terus, jangan dihalang-halangi.
    Sekarang aja kita sudah mulai merasakan kemajuan yang luar biasa dipulau Nias, itu setelah pemekaran menjadi beberapa kabupaten apalagi kalau sudah menjadi Propinsi pasti lebih maju, soalnya kue pembangunan dari pusat tidak lagi nyangkut di daratan Sumatera, tapi langsung mendarat di Pulau Nias. Doakan terus pasti Tuhan memberkati.

  5. 5
    Yaman Buaya Says:

    menurut saya, saya sangat setuju dengan dua alt dan juga pendapat sdr. Linus. namun alangkah lebih baik jika ada pembagian pusat pengembangan daerah. misalnya Gusit sebagai pusat pemerintahan Provinsi dan Teluk Dalam sebagai pusat pariwisata. klo saya lihat bahwa Teluk Dalamlah yang sangat cocok sebagai Kota Wisata. saya bukan bermaksud untuk menghalangi atau meributkan rencana tersebut.
    kita doakan saja semoga rencana tsb bisa terwujud dan disetujui oleh pemerintah pusat. dimana pun ibukota Propinsi Nias, kami yang ada di perantauan sangat mendukung. Ya’ahowu

  6. 6
    Soziduhu Tafonao Says:

    yahowu.
    pada dasarnya saya setuju dan bangga kalau terwujud propinsi nias atau apapun nanti namanya dan juga setuju dengan dua alternatif ibu kota propinsi.walapun kami pada saat ini berada di perantauan namun tetap kami dukung bahkan siap kembali ke pulau nias untuk mengabdikan diri.
    semuan pendapat saudara kita harus kita perhatikan karena semua itu baik dan tujuan kita demi kemajuan pulau nias.
    yang penting menurut hemat saya adalah :
    1. sumber daya alam dan SDM kita.
    2. letak ibu kota itu hendaknya netral atau sentral atau memperhatikan jarak dari seluruh wilayah pulau nias. kalau bisa ya ditengahlah, perlu dilihat alternatif tersebut.
    3. tujuan kita harus sama yaitu demi peningkatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat. dan jangan kita memetingkan diri/kelompok yang berlindung dibalik kepentingan umum.
    4. kebersamaan dan persaudaraaN ITU YANG PALING PENTING.
    SEKIAN DULU
    Yahowu.

  7. 7
    Dedidaz Says:

    Dimana Pun Ibu Kota Provinsi itu bkn masalah, tp yg terpenting jgn dijadikan pemekaran Nias ini menjadi ajang berebut-rebut jabatan. dn mmng klu Gunungsitoli memungkinkan skali karna dulu Pulau Nias sebelum mekar tetap Ibu Kotanya Gunungsitoli, ya tentu kalau jd Provinsi kembali satu seperti semula maka ibu kotanya Gunungsitoli.

  8. 8
    Maman Laia Says:

    Punya ambisi itu suatu kemajuan dan mesti dibina,
    Jika itu layak layakanlah selayak-layaknya,dan kejujuran yang paling benar di atas dunia itu adalah kesepakatan bersama,dan untuk kita bersama,

  9. 9
    Prof. Dr. Pulau NIAS, P.hd Says:

    Prof. Dr. Pulau NIAS, P.hd
    September 1st, 2012 at 4:45 am
    Ya’ahowu……………!!!
    Untuk menjadi perhatian kita bersama, saya sebagai putra daerah NIAS, sangat setuju dengan penetapan kota Teluk Dalam sebagai ibu kota Provinsi Pulau Nias, mengapaa….? Alsannya hanya satu?
    . Dari segi budaya, dimana-mana, baik di daerah NIAS itu sendiri maupun diperantauan, bahkan di seluh pelosok tanah air, Teluk Dalam sudah lebih di kenal sebagai icon situs budaya dan sejarah awal Pulau NIAS ( GO MOCH red). dengan adanya lompat batu dan rumah adatnya yang spektakuler.
    bOLEH dIKAJI dan ditelusuri, sampaikan pendapat ANda dengan baik dan realita.
    TUHAN YESUS KRISTUS MEMBERKATI, YA’AHOWU.!!!

  10. 10
    Amir Hasan A Says:

    Di Kab Nias Utara juga ada rumah adat, hanya belum maksimal dipromosikan dan disiarkan. Bapak Binahati Baeha pada masa beliu Kep Nias dimekarkan. Kalau kedua daerah yang diusulkan ini tidak mencapai kesepakatan, maka alternatip lain di Kab Nias utara karena amat potensial. Pelabuhan laut, Pantainya panjang, perkebunan kelapa, karet, pariwisata pantai, perikanan dan tokoh-tokohnya lumayan dapat diandalkan. Tidak usah diributkan dan terburu-buru diputuskan, perjuangan menjadikan satu provinsi Kepulauan Nias (usul nama dari saya)memerlukan waktu yang panjang, melelahkan dan harus dilihat hasil kinerja 5 KDH yang sedang berkuasa. Kelima 5 daerah otonom di Kep Nias pasti ingin di daerahnya, yang terpenting kita serahkan kepada yang punya otoritas untuk menilainnya dan juga masyarakat tidak boleh dikesampingkan. Trims,,,, Yaahowu,,,,!

Pages: [1] 2 3 » Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

June 2011
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930