Pdt. Foluaha Bidaya: ”Karena Kesempatan Ada di Pak Ideal, Ya Kita Dukung”

Tuesday, April 12, 2011
By susuwongi

Pdt Foluaha Bidaya, S. Th, M. Div (diolah dari Akun FB)

Ada hal yang unik pada pelantikan bupati dan wakil bupati Nias Selatan Idealisman Dachi dan Hukuasa Ndruru hari ini (Selasa, 12/4/2011) di Kantor DPRD Nias Selatan. Dari empat pasangan calon yang kalah pada Pilkada pada akhir Desember 2010 lalu, hanya Pdt Foluaha Bidaya, S. Th, M. Div, yang hadir pada acara pelantikan itu.

Ketua Tim Sukses pasangan Idealisman Dachi-Hukuasa Ndruru, Arisman Zagötö, tidak bisa menutupi kekecewaannya dengan ketidakhadiran para kompetitor pasangan mereka. Padahal, harusnya hari ini menjadi momen yang secara simbolik memberi pesan kepada masyarakat bahwa ‘ini saatnya bersatu” untuk membangun Nias Selatan.

Dia juga mengapresiasi sikap kebesaran hati calon wakil bupati pasangan Temafol (Temazisokhi Halawa-Foluaha Bidaya) tersebut. Menurut dia, itulah sikap kenegarawanan yang seharusnya dimiliki oleh semua pihak. Kehadiran Pdt Foluaha Bidaya itu, juga mendapat apresiasi dari Plt Gubsu Gatot Pujonugroho. Sebab, selain dia, semua pasangan lain tidak ada yang hadir, termasuk mantan bupati Fahuwusa Laia dan mantan wakil bupati Daniel Duha yang hari ini resmi digantikan oleh pasangan Idealisman Dachi-Hukuasa Ndruru.

Peristiwa bersejarah ini, bukanlah yang pertama. Sehari setelah Mahkamah Konstitusi (MK) pada 3 Februari 2011, yang mengukuhkan kemenangan pasangan Idealisman-Hukuasa, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda Nisel, pasangan Temafol sebagai peraih suara terbanyak kedua, bergabung dalam kebersamaan dengan pasangan Idealisman-Hukuasa di satu tempat di Jakarta.

Saat itu, baik Temazisokhi maupun Pdt Foluaha Bidaya menyatakan penerimaan mereka atas kemenangan pasangan Idealisman-Hukuasa. Tidak selesai sampai di situ, mereka juga menyatakan dukungannya untuk menyukseskan kepemimpinan pemimpin baru itu. Saat itu juga, Idealisman menyatakan sikap terbukanya yang mengapresiasi sikap pasangan Temafol itu. Juga ajakan untuk bergandeng tangan, demi memajukan Nisel bersama-sama.

Ketika dikonfirmasi mengenai alasan kehadirannya pada acara pelantikan itu, Pdt Foluaha Bidaya mengatakan, terutama untuk menunjukkan kepada masyarakat Nisel tentang jiwa besarnya. Bahwa dalam Pilkada itu, ada yang menang ada yang kalah. “Dan siapa pun yang menang itu, itu adalah kemenangan kita semua,” ujar dia.

Kedua, kata dia, kehadirannya ingin memberi pendidikan politik bagi masyarakat Nisel. Sebagai politisi relijius, begitulah seharusnya yang dilakukan. Dia juga ingin menunjukkan kepada semua pihak, melalui kehadiran itu, bahwa motivasinya mencalonkan diri beberapa waktu lalu semata-mata untuk membangun Nisel, bukan mencari kedudukan
.
“Kalau masyarakat memberi kesempatan kami terpilih, ya kita akan bangun Nisel yang lebih baik. Good government dan clean government. Karena kesempatan itu ada di Pak Ideal, ya kita dukung (mereka),” tegas dia.

Tidak lupa, dia kembali mengingatkan harapan pada kedua figur terbaik ini. Yakni, bagaimana upaya konkrit, agar ke depan Nisel bisa maju. Harus ada perubahan yang lebih baik di semua bidang. Pemerintah baru ini juga diharapkan melakukan terobosan-terobosan baru dan menggiring investor ke Nisel. Tanpa investor, kata dia, Nisel akan sulit membangun.

Kemudian, dia juga minta Idealisman dan Hukuasa agar menggalang persatuan dan kesatuan di semua lapisan dan elemen masyarakat. Menurut dia, sudah saatnya semua bentuk pertikaian dihentikan di Nisel. “Kalau mau membangun tapi terus bertikai tidak akan tercapai tujuannya. Kita dukung sepenuhnya ke arah yang lebih baik. Tapi, kalau dibawa ke arah lebih buruk, pasti tidak akan didukung,” tandas dia. Semoga pelajaran berharga ini, berguna!

‘Harus’ Bekerjasama

Baliho Kampanye Pasangan Idealisman Dachi-Hukuasa Ndruru di desa Bawomataluo. Diambil pada 13 November 2010 oleh Etis Nehe

Diakui atau tidak, Idealisman dan Hukuasa memang harus bekerjsama dengan semua pihak. Setidaknya, karena dua alasan. Pertama, secara hitung-hitungan politik, pada pilkada langsung pada 29 Desember 2010 lalu, pasangan itu tidaklah menang mutlak. Mereka hanya meraih 27.874 suara atau sedikit di atas 30% dari total suara. Terpaut sekitar lima ribu suara saja dari pasangan Temafol. Sedangkan pasangan Fauduasa Hulu-Alfred Laia meraih 22.080 suara, pasangan Daniel Duha-Kamarudin Laia 9.181 suara dan pasangan Sobamböwö Bu’ulölö-To’ölö Bago 6.857 suara.

Dengan demikian, bila semua suara pasangan yang kalah ditotal, maka sebenarnya mayoritas warga Nisel tidak memilih pasangan Ideal. Namun kini, keduanya menjadi pemimpin bagi mayoritas masyarakat yang tidak memilih mereka. Mau atau tidak mau, akan dipaksa bekerjasama.

Kedua, pasangan Idealisman-Hukuasa mengusung jargon ‘serba gratis’ saat kampanye dengan nama “3 Program Cerdas & Berani” (lihat gambar). Ada tiga program mereka. Pertama, pemberantasan korupsi. Untuk hal ini, dalam suatu kesempatan bertemu dengan para tokoh masyarakat Nisel di Jakarta, Idealisman bahkan menyatakan “berjanji di hadapan Tuhan” bahwa di era mereka, menempati jabatan apa pun dan masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Nisel “gak pake bayar’. Dua program lainnya adalah sekolah/kuliah dan pelayanan kesehatan dasar gratis.

Itu adalah program ideal, fantastis dan sedikit terkesan utopis. Program itu tentu saja menyimpan risiko lebih besar dibanding program lainnya. Sebab, ketiga program itu sangat mudah untuk dinilai realisasinya di lapangan. Ketika kenyataannya berbeda, saat itu, keduanya akan segera memanen kritikan, dan kehilangan kepercayaan publik. Dengan mudah, semua sorak sorai kemenangan, akan berganti menjadi cemoohan dan sikap antipati. Sikap yang seharusnya harus dihindari, akibat pengalaman ketidakpuasan atas kepemimpinan di Nisel sejak pemekaran hingga kini.

Dalam beberapa kesempatan berbincang dengan warga Nisel, ada rasa penasaran ingin segera melihat kepemimpinan Idealisman-Hukuasa. Ingin segera melihat realisasi janji-janji pada masa kampanye itu. Namun, pada sebagian orang, rasa penasaran itu juga disertai dengan ekspresi-ekspresi ironik dan pesimistik. Misalnya, “Tafaigi manö dania. Na ya’ia manö niwaö-waöraendre na tena sui bua mbio“. Kita lihat saja nanti, apakah yang mereka janjikan/omongkan itu nanti benar (dilaksanakan) atau sebenarnya hanya omong kosong juga.

Pak Bupati dan Wakil Bupati kami yang baru, masyarakat yang akan Anda berdua pimpin adalah masyarakat yang menyimpan banyak ekspektasi tinggi. Masyarakat yang telah jenuh dengan ketidakpuasan atas kepemipinan selama ini. Juga masyarakat yang karenanya sangat kritis dan dengan mudah akan ‘menghakimi.’ Sebab, mereka ingin perubahan yang nyata. Nisel menjadi lebih baik. Kini, harapan dan tanggungjawab itu ada di pundak Pak Bupati dan Wakil Bupati yang baru.

Selamat melayani, selamat mengabdi. Semoga Tuhan Yesus menyertai. (Etis Nehe)

4 Responses to “Pdt. Foluaha Bidaya: ”Karena Kesempatan Ada di Pak Ideal, Ya Kita Dukung””

  1. 1
    Sirus Laia Says:

    Salut kepada Pak Pdt. Bidaya. Nampaknya Pak Pdt telah mengerti dan menghayati makna demokrasi.

    Saya rasa di mana pun di Indonesia masuk PNS “gak pake bayar”. Tapi di banyak tempat kita tahu bahwa masuk PNS telah dikondisikan supaya pelamar memberi uang rokok atau apalah namanya. Jadi gak pake bayar, tetapi beri uang rokok. Sama saja korupsi, bukan? Semoga Pak Bupati Nisel yang baru memberantas korupsi secara nyata dan hanya ber-retorik.

    Program pendidikan dan kesehatan dasar gratis bukan mustahil bisa diwujudkan. Ada kabupaten lain di Indonesia yang berhasil mengimplementasikan program serupa. Ada yang tahu bagaimana Pak Bupati mewujudkan program ini: analisa pohon masalah, metodologi, rencana implementasi dan budget?

    Selamat membangun.

  2. 2
    hikmat salomo Says:

    Pertama, saya memberi apresiasi besar dan bangga pada sosok Pdt Foluaha Bidaya yang bersedia hadir pada acara pelantikan bupati-wakil bupati terpilih pada hari ini. Kehadiran beliau pada pelantikan ini adalah indikator yang menunjukkan kedewasaan berpolitik. Saya kira amat tepat jika sosok Pdt Foluaha ini masuk dalam kategori poitisi tulen dan religi. Dari peristiwa ini, Pdt Foluaha mengajarkan kita betapa kita harus memahami makna demokrasi yang sebenarnya. Beliau telah menjadi teladan bagi kita, bahwa berdemokrasi itu bukan soal menang-kalah, tetapi lebih pada visi dan misi membangun dan mewujudkan perubahan.

    Kedua, soal kerjasama antara bupati-wakil bupati terpilih dengan elemen yang ada di Nisel. Menurut hemat, kalaupun pasangan Ideal menang mutlak pada pilkada Nisel Desember 2010 yang lalu, bukan berarti kerjasama dengan semua elemen ditiadakan/tidak ada sama sekali. Di mana pun di dunia ini dan siapapun yang memimpin, kerjasama, sangat dibutuhkan dan perlu dilakukan demi keberlangsungan dan terlaksananya semua visi dan misi yang telah dicanangkan. Jadi tidak ada kata tidak untuk kerjasama. Saya kira Pak Idealisman dan Hukuasa memahami hal, karena kedua sosok pemimpin ini sudah lama melalangbuana baik dalam dunia politik maupun birokrasi.

    Ketiga, saya sangat setuju apa yang disampaikan oleh Pdt Foluaha Bidaya, bahwa dalam membangun Nisel membutuhkan investor yang mau masuk ke Nisel. Saya kira untuk pasangan Ideal ini sudah menjadi program khusus dalam pemerintahan mereka. Kemampuan negoisasi dan koneksitas khususnya Pak Idealisman, saya yakin akan dapat mendatangkan investor ke Nisel. Sebagai seorang yang pernah duduk di Senayan, beliau sudah pasti punya pengalaman, kolega, teman yang mau berinvestasi ke Nias. Tahun lalu ada sinyalemen investor Malaysia yang mau berinvestasi di Nisel (Pulau Pulau Batu), mudah-mudahan pak Idealisman dan Hukuasa bisa mewujudnyatakan investasi itu, yang sebelumnya hanya sekedar wacana.

    Keempat, sebagaimana tanggapan sebelumnya 1#, kita harus yakin program Gratis dapat diwujudkan. Dengan adanya investor yang masuk ke Nisel maka akan mampu meningkatkan PAD Nisel dan lebih lagi sektor Pariwisata, Kehutanan dan Kelautan dibangkitkan kembali, saya kira program itu bisa terwujud. Saya sebagai masyarakat jangankan Gratis, subsidi saja bagi saya itu sangat membantu masyarakat kecil. Kalau selama ini harus bayar SPP 50rb rupiah, dengan subsidi tinggal bayar 25rb rupiah perbulan, itu sangat membantu kami.

    Akhirnya, tentunya semuanya itu hanya terwujud bila kita bersatu, kerjasama dan mendukung serta mendoakan mereka supaya diberi kekuatan, hikmat, dan kebijaksanaan oleh Yang Kuasa.

  3. 3
    Sabarudin Manao Says:

    Menarik……

  4. 4
    Eliyusu Ndruru Says:

    Masyarakat
    kami sebagai masyarakat kecil masih menunggu dengan janji-janji itu pak ……
    tapi kami Berharap janganlah sampai hilang rasa persatuan dan kekompakan sebagai masyarakat Nisel
    semoga terlaksana dengan tidak sia-sia.
    terimakasih

    dari

    Eliyusu Ndruru,Ds.Hilisangawola Kec.Lolomatua Kab. Nisel Prop. SUMUT

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2011
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930