Archive for April 14th, 2011 | Daily archive page

Nias Tambah Koleksi Situs Megalit

Thursday, April 14th, 2011

MEDAN, KOMPAS.com–Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara, menambah satu koleksi situs megalit temuan di Desa Saita Garamba, Kecamatan Gidö yang merupakan peninggalan sejarah di kepulauan tersebut.

Penjaga Anjungan Pameran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Olin Bobby (24), di Medan, Selasa, mengatakan, temuan megalit itu suatu kebanggaan untuk masyarakat daerah tersebut.

Struktur situs megalit itu, katanya, cukup beragam antara lain berbentuk kuburan leluhur dibuat dari tumpukan batu-batu, bentuk “ni’ogadi”, dan “behu”.

“Batu megalit tersebut saat ini dilindungi dan dilestarikan oleh Pemkab Nias, sehingga peninggalan bersejarah itu tetap terawat dengan baik dan tidak dirusak oleh manusia,” kata Olin yang juga mahasiswa FISIP Universitas Sumatera Utara itu.

Ia menjelaskan, situs megalit Saita Garamba itu hasil temuan masyarakat. Mereka selanjutnya melaporkan temuan itu kepada pemkab setempat.

Pemkab Nias menangani situs bersejarah itu antara lain menjadikan sebagai objek wisata budaya untuk memajukan pariwisata di daerah tersebut. “Situs Batu Megalit Saita Garamba ini berada lebih kurang 34 kilometer dari Kota Gunung Sitoli,” katanya.

Megalit Lahemo dan Maliwa’a

Data yang diperoleh, Pemkab Nias sebelumnya hanya memiliki dua situs megalit yakni Situs Batu Megalit Lahemo di Desa Lahemo, Kecamatan Gidö dan Situs Batu Megalit Maliwa’a, di Kecamatan Idanögawo.

Di antara kumpulan batu-batu Situs Batu Megalit Lahemo terdapat beberapa batu dengan bentuk unik yaitu batu megalit Saita Gari Tuada Ho (tempat sangkutan pedang Tuada Ho,red).

Batu megalit itu berukuran cukup besar, terdiri atas dua lempengan batu yang persis sama dengan memiliki celah (di celah itu Tuada Ho menyangkutkan pedangnya yang cukup besar, red).

Selain itu, batu besar di tanah yang di atasnya terdapat bekas telapak kaki Tuada Ho. Lokasi bersejarah itu lebih kurang 32 kilometer dari Kota Gunung Sitoli.

Struktur batu Megalit Maliwa’a cukup bervariasi antara lain berbentuk “ni’ogadi” dan “behu”. Lokasi batu megalit tersebut lebih kurang 42 kilometer dari Kota Gunung Sitoli.

Kabupaten Nias pascapemekaran pada 2009, memiliki sembilan kecamatan (sebelumnya 34 kecamatan, red.) yakni Gidö, Idanögawo, Bawölato, Ulugawo, Ma’u, Somolo-molo, Hiliserangkai, Botomuzöi, dan Hiliduho, dengan luas wilayah 980,32 kilometer persegi dan jumlah penduduk 127.415 jiwa, beribukota di Gunung Sitoli.

Kabupaten Nias dapat dicapai dengan kapal laut dari Pelabuhan Laut Sibolga menuju Pelabuhan Laut Gunung Sitoli atau pesawat dari Bandara Polonia Medan menuju Bandara Binaka Gunung Sitoli.

Sumber: Kompas, 13 April 2011

Gatot lantik Bupati Nias Barat dan Gunungsitoli

Thursday, April 14th, 2011

GUNUNG SITOLI – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujonugroho, atas nama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia melantik dan mengambil sumpah janji Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat serta Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli pada waktu dan tempat berbeda, Rabu (13/4).

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat, Aroziduhu Adrianus Gulö, SH, MH dan Hermit Hia, SIP oleh Plt. Gubsu, Gatot Pujonugroho, ST ditandai dengan penyematan tanda jabatan dilaksanakan di Aula Serba Guna Kantor Bupati, Kecamatan Lahomi Nias Barat dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Nias Barat, Rabu pagi (13/4).

Rapat paripurna istimewa DPRD Nias Barat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Nias Barat, Tolosökhi Halawa, S.Pd didampingi para wakil ketua dan seluruh Anggota DPRD Nias Barat. Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga, Pj. Bupati Nias Barat, drs. Sudirman Waruwu,  unsur Muspida, para Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Nias Barat, Ketua dan Pengurus Ormas Salom, para tokoh masyarakat serta ratusan undangan lainnya.

Usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat, Plt. Gubsu dan rombongan langsung menuju Gunungsitoli untuk melaksanakan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli. Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli, Drs. Marthinus Lase, M.SP dan Drs. Aroni Zendratö dilaksanakan dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kota Gunungsitoli, dipimpin Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, SE didampingi Wakil Ketua Armansyah Harefa, SE dan Hadirat ST Gea serta para Anggota DPRD Gunungsitoli disaksikan para unsur Muspida, Pj. Walikota Gunungsitoli, Ir. Lakhömizaro Zebua, para pimpinan SKPD dan ratusan undangan.

Plt. Gubsu, Gatot Pujonugroho dalam sambutannya menyampaikan kepada para Bupati/Walikota yang dilantik untuk segera menghilangkan ekses yang terjadi pada pelaksanaan Pilkada lalu. Mulai saat ini mengajak semua pihak termasuk legislatif untuk bergandengan tangan membangun daerah otonom yang baru ini dan Kepulauan Nias secara menyeluruh.

Pada bagian lain Gatot menghimbau semua pejabat yang dilantik untuk dapat segera membentuk satu Forum Bersama Kepala Daerah se Kepualauan Nias guna menyatukan pemahaman dalam menyusun RPMJD dengan mempedomani RPMJD Nasional dan Provinsi Sumatera Utara, disesuaikan dengan visi misi Bupati/Walikota terpilih sehingga saling bersinergi dalam melakukan pembangunan.

Sumber: Waspada, Rabu – 13 April 2011