Idealisman Dakhi Siap Rangkul Lawan Politiknya Bangun Nisel

TELUKDALAM (Berita): Calon Bupati Nias Selatan terpilih hasil Pemilihan Umum (Pemilu) pada 29 Desember 2010 Idealisman Dakhi mengaku tidak mampu membangun sendiri, namun semua pihak dan bahkan lawan-lawan politik pun akan siap dirangkulnya dalam mem-bangun Kabupaten Nias Selatan.

Demikian disampaikan Idealisman Dakhi saat diwawancarai Berita, Jumat (7/1) seusai rapat pleno terbuka tentang rekapitulasi hasil penghitungan suara di Kantor KPU Kabupaten Nias Selatan.

Kata Idealisman Dakhi, ada yang tidak sejutu, dan ada pula yang tidak sepakat, itu kan sah-sah saja di alam demokrasi. Namun tidak sepakat atau bisa sepakat, itu kan hal biasa juga. Pasangan calon yang terpilih menjadi Bupati Nias Selatan selama lima tahun mendatang mengakui tidak mampu hanya membangun sendiri. Tapi seharusnya merangkul semua pihak supaya sinergitas antara pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang kurang beruntung, itu bisa dipadukan dengan kekuatan pasangan calon terpilih untuk membangun Nias Selatan.

’Ya bargaining, lobi-lobi itu kan sah sah saja dalam politik. Tapi kalau memang kita coba untuk melakukan komunikasi politik, merangkul dan mengalokasikan mereka sesuai keahlian dalam bidang masing-masing. Dan saya pikir, semua calon yang sekarang ini adalah putra-putri terbaik di Kabupaten Nias Selatan,’ ujar Idealisman Dakhi.

Ia katakan tentu sedikit banyaknya mereka itu pasti mempunyai kemampuan untuk memberi kontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Nias Selatan. ‘Jadi, kami (pasangan Idealisman Dakhi/Hukuasa Ndruru) tidak salah kalau seandainya kami merangkul mereka nantinya untuk bisa membantu dalam mewujudkan cita-cita pembangunan di Nias Selatan,’ kata Idealisman.

Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Nisel itu, kata Idealisman Dakhi, patut disyukuri karena bisa berjalan dengan baik dimana anggota Komisioner sudah melaksanakan tugas dengan baik, dan demikian pula pihak pengamanan sudah melaksanakan tugas dengan baik sehingga semua kondusif.

Ia juga menyatakan, kemenangannya bukan kemenangan mereka semata, tetapi kemenangan daripada semua rakyat Nias Selatan secara keseluruhan. Nias Selatan inginkan sebuah perubahan sehingga rakyat harus dimenangkan.

Idealisman Dakhi dan Hukuasa Ndruru tak lupa juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh rakyat Nias Selatan yang telah menyukseskan pesta demokrasi dan telah memenangkan pasangan tersebut. Pasangan itu kembali meyakinkan rakyat Nias Selatan dengan slogan perubahan yang sering diucapkan selama ini pasti akan dilaksanakan dalam proses lima tahun mendatang.

Dengan mempunyai program sebagai visi dan misi, “Cerdas dan berani” yaitu: pertama, pemberantasan korupsi; Kedua, gratis uang sekolah dan uang kuliah; serta ketiga, gratis pelayanan dasar kesehatan masyarakat, yang akan diimplementasikan dalam proses lima tahun ke depan. (ws) (Sumber: beritasore.com – 10 Januari 2011)

Leave a comment ?

21 Responses to Idealisman Dakhi Siap Rangkul Lawan Politiknya Bangun Nisel

  1. Ernny Ndruru says:

    Terimaksih Pak atas ucapanx dlm membangun nias selatan… Kmi yakin ini smua adlh Berkat bgi masyarakat Nisel.
    Slmt menunaikan tugas demi Nisel tercinta…
    P3RU84H4N Y35…….
    TUHAN MEMBERKATI.
    Ernny Ndruru (Gomo-Fanedanu)

  2. gibson says:

    YA’AHOWU
    mudah-mudahan smua bisa di berjalankan dengan baik
    asal lah
    jngan kyak yg kemarin-kemarin
    saya mendukung dlam doa
    smoga tuhan selalu mengikut campur tangan dalam smua perkerjan
    AMin………….

  3. m.halawa says:

    jgn lupa jalan dari bawoluo menuju godu karena bpk juga pernah kampanye disana,buktikan janji bpk klu sudah sah dan jgn lupa ucap syukur sama yang kuasa Tuhan Yesus berkati.

  4. Sam Gulo says:

    Selamat utk Bpk Idealisman Dakhi dan Hukuasa Ndruru, yg baru terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan. Rakyat Nias Selatan, menggantungkan harapannya untuk Anda berdua.

  5. Stadi Dachi says:

    Selamat ya Pak Idealis Dachi dan Pak Hakuasa Nduru.,semoga harapan masyarakat Nias Selatan boleh terjawab melalui kepemimpinan bapak berdua,perubahan pada peradaban sangat diharapkan demi kesejahteraan bersama.( dari : Keluarga Stadi Dachi,S.Pd.,M.Teol dan Etiminaria Waoma, S.Pd )

  6. Marselino Fau says:

    Sumbang saran saja…….

    To : Idealisme Dachi
    Somasi ita mano ho’o fefu bela

    “SAPU yang KOTOR” tidak dapat digunakan untuk membersihkan suatu tempat karena sapu itu akan mengotori tempat tesebut. Demikian juga halnya dalam membangun NISEL. Orang – orang kotor tidak perlu dirangkul untuk masuk gerbong pemerintahan karena mereka akan mengotori gerbong dalam lima tahun kepemimpinanmu kedepan. Bangunlah karakter yang positif untuk aparat pemerintahanmu di Nisel. Tahap pertama, Anda sudah MEMENANGKAN hati warga Nisel. Tahap kedua PERCAYA DIRI sedikit dan YAKIN-lah bahwa masih banyak warga Nisel yang bersih yang dapat memberikan kontribusi untuk membangun Nisel. Lobi-lobi politik sah-sah saja tapi saya sarankan jangan langkah itu yang ditempuh atau dikedepankan karena akan memasung tangan dan kakimu sendiri nantinya. Keputusan ada di tanganmu. Langkah apa yang ditempuh atau dipilih ada dalam tangamu. Jangan kecewakan mereka karena warga Nisel sudah melakukan tugasnya yakni memberikan pilihan mereka kepadamu dan sekarang tugasmu memilih memberi yang terbaik atau lebih buruk untuk mereka dibanding selama 5 thn yang lalu… Ibarat bermain catur… “Kalau salah melangkah” mungkin sulit untuk kembali mempertahankannya. Tinggal nunggu Schak Mati!!!!!!!!!!

    Yahowu…

  7. Pdt. Evin Sarumaha says:

    Pak Idealisman Dakhi dan pak Hukuasa Ndruru, Tuhan Yesus mempercayakan Nias Selatan untuk bangun bagi kemuliaanNya dan bukan untuk kemegahan diri. Karena itu jangan sia-siakan kepercayaan yang Tuhan berikan. Pengalaman adalah guru terbaik. Bupati Fahuwusa Laia bukan saja telah gagal tetapi juga lalai dalam menjalankan amanat Tuhan. Nias Selatan berharap banyak pada Anda, sebab itu berbuatlah sesuai kehendakNya. Selamat untuk Anda. Tuyhan Yesus memberkati. Amin

  8. Bezisokhi Dao says:

    Saya kira segala perbedaan prapilkada harus diakhiri. Saya setuju dgn pak Dachi sbg pemenang pilkada merangkul lawan2 politik selama ini, yg tentunya pd frame yg positif. Kita jgn tralu terbenam dlm konflik kepentingan. Saat kita 1 langkah, 1 visi dan misi membangun Nisel 5 tahun kedepan. Itulah harapan saya dan harapan kita semua. Saya yakin pasangan Ideal pasti bisa mewujudkan visi dan misinya membangun Nisel. Perpaduan 2 potensi kepemimpinan: politisi ulung+birokrat sejati adh bekal membangun Nisel 5 tahun ke depan.

  9. Marselino Fau says:

    Sekedar sumbang saran aja menyambung saran terdahulu “ Kebetulan saya jauh dari spektrum kekuasaan” saya hanya mau mengajak untuk melihat lebih ke dalam ……..

    “Belajar dari Pengalaman” barangkali ini dapat dijadikan sebagai bahan PENCERAHAN

    Mengakomodir lawan politik bukanlah sesuatu yang salah apalagi haram. Itu adalah salah satu solusi tetapi bukan satu-satunya solusi. Dalam teori Ilmu Politik langkah ini sah-sah saja dan tujuannya indentik dengan “mengamankan kekuasaan”. Dan semangatnyapun tidak lepas dari semangat bagi-bagi kue kekuasaan alis ba li niha “fabaduõ khõnia kofi si sambua galasi enaõ ahono dõdõnia”. Kalau hal ini diwacanakan dan diusung dari awal adalah baik untuk meredam manuver rival politik tetapi menjadi tidak kondusif untuk membangun tatanan yang baru yang hendak dicanangkan.

    Saya bisa memahami solusi seperti ini tetapi ketika saya membaca pasangan jiwa pun juga menggugat akhirnya saya berpikir ada apa ini???

    Solusi ini adalah solusi kemenangan sekaligus kekalahan. Mau mengambil hati sekaligus memperlihatkan kelemahan sendiri.

    “Misalnya orang yang berniat mau banding ke MK, bisa jadi mengurungkan niatnya karena ada tawaran kue kekuasaan akan tetapi di sisi lain bila niat ke MK itu utk menguji kebenaran materiil, akhirnya orang menjadi pragmatis dan akibatnya demokratisasi menjadi slogan saja ”. Terlebih lagi akan menjadi kontrapoduktif bilamana ini sungguh diimplementasikan. Roda pemerintahan pasti jalan tetapi cenderung lambat. Lawao bakhoda “mae NAYO” akhari-khari dõdõ da hamega ta darumugi.

    Nah” belajar dari pengalaman” contoh konkrit model akomodatif yang dilakukan oleh pak SBY membuat beliau menjadi lamban dalam mengambil keputusan. Ia terbelenggu, terlalu banyak kepentingan yang harus diakomodir.

    Sekedar saran saja ada pepatah latin “Sapere aude” artinya berani menjadi diri sendiri. Konsekuensinya seorang “Idealis” mestinya kokoh pada prinsip-prinsip idealismenya tidak menjadi Pragmatis hanya sekedara mempertahankan kekuasaan karena bertentangan dengan prinsip logika.

    Yahowu…

  10. Hikmat Salomo says:

    Sikap pasangan Ideal utk merangkul lawan politi selama ini adalah tindakan yang arif dan bijaksana. Bagi saya Pak Idealisman Dachi yg banyak mengenyam pengalaman politik di Senayan selama 5 tahun, tentunya sangat MENGERTI arti sebuah ajakan untuk merangkul lawan politik (berkoalisi); bukan bagi2 jabatan atau proyek. Menurut saya ada beberapa hal yang mendasar mengapa pasangan Ideal merangkul lawan politiknya: 1. Pasangan Ideal memahami bahwa KEMENANGAN yg diraih adalah KEMENANGAN RAKYAT NISEL. 2. Sangat jelas bahwa pak Idealisman Dachi seorang politisi ulung. Dia tidak menganggap kemenangan ini sbg alat pembalasan terhadap lawan, alat kesombongan shg seakan tidak membutuhkan orang lain lagi. Pak Ideal sangat peka dgn pluralisasi politik yg bila ditata dgn baik merupakan sebuah potensi yg luar biasa. 3. Konflik kepentingan prapilkada perlu ditinggalkan. Menyatukan persepsi untuk bangun Nisel adalah langkah yg dibutuhkan. 4. Dalam dunia politik tidak ada musuh abadi, yg ada adalah kepentingan abadi. Sejauh kepentingan mewujudkan program Cerdas dan Berani ada, maka sejauh itu merangkul mereka yg dulu adalah lawan politik adalah pilihan yg tepat. Tetapi jika tidak ada dan atau sebaliknya, koalisi dgn mereka tidak perlu dijalin. Koalisi diperlukan untuk membangun dan memajukan Nisel 5 tahun ke depan. Koalisi bukan bagi kue kpd elite politik sementara rakyat menderita kelaparan; koalisi bukan menciptakan rasa ademnya pemerintahan yg tanpa arah; koalisi bukan menghindari kritik dan rekomendasi dari pihak lawan, bahkan oposisi sangat diperlukan sbg agen kontrol dan pengawasan pemerintahan. Koalisi dibutuhkan mewujudnyatakan visi dan misi.

Reply to m.halawa ¬
Cancel reply

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>