Akreditasi IKIP Gunungsitoli Dipertanyakan Mahasiswa

Metrotvnews.com, Gunungsitoli: Ratusan senat mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Gunungsitoli, Nias, Sumatra Utara, menyegel kantor yayasan perguruan tinggi kampus mereka. Para mahasiswa kecewa lantaran unjuk rasa mereka tak digubris yayasan perguruan tinggi, Sabtu (5/6).

Semula, mahasiswa menuntut kejelasan izin operasional dan status akreditasi program studi. Padahal kampus itu telah berusia 45 tahun. Mahasiswa mengaku khawatir ketidakjelasan itu membuat kampus mereka ditutup Kementerian Pendidikan Nasional. Mereka mengancam akan terus memboikot kampus jika tuntutan itu tak dipenuhi.

Sayangnya, tuntutan mahasiswa tak digubris oleh yayasan. Saat mahasiswa mendatangi yayasan, kantor tersebut tutup. Tak satupun anggota yayasan yang bisa mereka temui. Mahasiswa mengamuk. Mereka kemudian menyegel kampus dengan kayu dan seng. Bentrokan antara mahasiswa dan keamanan kampus nyaris terjadi. (www.metrotvnews.com – 5 Juni 2010)

About the author

morigee


Leave a comment ?

11 Responses to Akreditasi IKIP Gunungsitoli Dipertanyakan Mahasiswa

  1. zebua says:

    saya setuju dengan tindakan mhs yg menanyakan status kampusnya…..
    tapi yg mengherankan klo yayasan yg sekaligus pemerintah daerah tidak mau menanggapi apa yg menjadi harapan mhsnya…..
    itu pertanda bahwa pemerintah daerah nias tidak mau klo nias itu mendapat hak sekaligus pendidikan yg layak bagi masyarakatnya….
    dengan demikin pada tahun ajaran 2010-2011 para orang tua dan calon mhs br harus berpikir panjang untuk sekolah ke luar daerah, yg memakan biaya yg lebih mahal…..

  2. yulianus harefa says:

    Saya sangat sedih mendengar kalau status IKIP Gunungsitoli hingga saat ini masih “TERDAFTAR” dan beberapa fakultas/prodinya belum “TERAKREDITASI” yang seharusnya di usia IKIP kebanggaan masyarakat Nias yang hampir mendekati usia “setengah abad” tersebut, hal-hal seperti ini bukan masalah lagi. Karena seharusnya pada saat ini (2010), IKIP bersama beberapa Perguruan Tinggi yang ada dibawah naungan Yayasan PERTI (perguruan Tinggi)Nias telah menjadi, paling tidak, satu universitas, yaitu: UNIVERSITAS NIAS. Inipun bisa dirubah statusnya menjadi satu universitas negeri. Hal ini sangat dimungkinkan terjadi karena melihat usia IKIP dan banyaknya jumlah mahasiswa. Dengan jumlah mahasiswa yang menurut info ada sekitar 8000 orang dan dengan uang kuliah per tahun Rp 1,5 juta; maka paling tidak dana yang terkumpul per tahunnya, bisa mencapai k.l. Rp 12 milyar. Ini bukan jumlah yang sedikit, dan seharusnya kedua masalah di atas tadi, bukan lagi menjadi masalah. Kemana semua uang ini digunakan oleh Yayasan PERTI Nias ? Mungkin sudah waktunya keuangan Yayasan ini diaudit oleh Auditor Indepen supaya semuanya jelas – terang benderang, kemana semua dana tersebut perginya supaya hal ini tidak menjadi preseden buruk bagi pendidikan tinggi Nias kedepan. Selanjutnya, menurut info yang ada; bangunan gedung IKIP bagian depan itu, dibiayai oleh BRR. Oleh sebab itu, sangat ironis sekali kalau dikatakan status IKIP masih juga seperti di awal pendirian IKIP, masih saja “TERDAFTAR” dan fakultas/prodinya belum terakreditasi. Harusnya hal ini perlu juga dipertanyakan oleh anggota DPRD Nias kepada Yayasan PERTI Nias; kalau tidak,lagunya masih seperti yang dulu. Apakah kita masyarakat yang ada di Pulau Nias, sudah cukup puas dengan status IKIP Gunungsitoli saat ini ? Quo Vadis Yayasan Perti Nias ? Mulai sekarang, seharusnya kita semua mendorong berdirinya UNIVERSITAS NEGERI NIAS, kalau tidak, kita semakin jauh ke belakang jika dibandingkan dengan daerah tetangga yang ada di daratan Sumatra. Dan, seandainya Kabupaten Nias tidak mampu lagi mengelola IKIP Gunungsitoli,sudah saatnya mempertimbangkannya untuk diserahkan ke PEMKO GUNUNGSITOLI. Kami yakin, PEMKO G. SITOLI, mampu untuk mewujudkannya menjadi UNIVERSITAS NEGERI NIAS; tentu dengan catatan, harus dibarengi dengan penyerahan progress report serta penyerahan laporan keuangan yang bersih dan transparan serta bertanggunggungjawab. Semoga…

  3. IKIP Gunungsitoli, hadir di Nias telah menjadi tulang punggung dalam membangun SDM di Nias. Kita berterimkasih kepada pendirinya. Namun Pemkab Nias sebagai Pemilik seharusnya akreditasi ini sudah selesai. Hasil sudah dinikmati seharusnya kita pelihara bukan sebaliknya diterlantarkan. Pemkab Nias jangan seperti pepatah yang mengatakan” Habis Manis sepah di buang” Saya Aliozisokhi Fau stambuk 1984 dan selsai akhir 1988 telah banyak memberikan kontribusi bagi daerah Nias selama 17 tahun mengajar di PGAK Dian Mandala, SMP Bungamawar dan SMU Xaverius dan SMK Bakti Luhur Telukdalam. Berapa ribu siswa yang telah saya didik dan sudah menjadi pejabat di kepulauan Nias Sekarang ini. Aneh jika Akreditasi sajapun tak mampu diurus oleh Petinggi-petinggi Yayasan dan IKIP Gunungitoli. Saya berharap IKIP Gunungsitoli tidak ditutup akan tetapi ditingkatkan menjadi Universitas. Ya’ahowu.

  4. Radiely Lahagu says:

    Prihatin bangat kondisi status IKIP Gunung Sitoli. Untuk mendapatkan statusnya aja susah benar,padahal sudah sekian lama beridiri dan meluluskan sarjana pendidikan di pulau nias, parah bangat status terdaftar terus……
    Menurut hemat saya untuk mendapatkan akredistasi perguruan tinggi tidaklah susah apabila pihak yayasan serius untuk mengurusnya dan persyaratanya di penuhi.Kalau kondisi seperti ini yang tidak serius adalah pengurus yayasan itu sendiri ada ketidak cocokan di dalam yayasan, makanya di biarin begitu aja.
    Coba aja di kota besar misalnya jakarta kampus aja masih ada yang ngontrak di ruko-ruko mereka buka jenjang pendidikan D3,S1,S2, akreditasinya sepertinya tidak susah bangat(baca aja spanduk yang ada di depan kampus-kampus yang menempati ruku-ruko tersebut.
    Ayolah serius mengurus status IKIP Gunung sitoli…

  5. Ariston Zebua says:

    From Ariston Zebua
    University Prima indonesia

    Pendapat saya,,,kenapa mahasiswa Nias harus demonstrasi karena IKIP statusnya belum terakreditasi sebagian,toh kemampuan ikip sudah terbukti sampai sekarang,menciptakan mahasiswa yang handal.

    dan mahasiswa tidakperlu pakai demo segala.yang terpenting adalah usa
    ha apa yang ditempuh untuk memulihkan kondisi ini.
    dengan cara jangan menutup IKIP,karna itu bukan solusi hebat,

    IKIP telah lama terbukti kualitas mahasiswanya di banding kan Stie yang baru-baru ini,
    marikita bangun Pendidikan keguruan kita dengan cara dukung Ikip

  6. sudir ziliwu says:

    maju truz mahasiswa…….

  7. YUNIMANWATI ZEBUA says:

    Demo blh2 aja…tp hrs tetap terkendali & b’hati nurani. Klo saat demo menghujat & b’kata tdk senonoh…sbg mhsw aq tdk setuju. Mhsw IKIP GUSIT wajarlah klo tetap m’nyampaikan inspirasinya krn qta tdk bs diobok2 lg…truslah b’juang!

  8. Hatoli Waruwu, SE says:

    Kepada Yth.
    Ketua Yayasan IKIP Gunungsitoli, dalam hal mahasiswa demo mengenai status akreditasi IKIP Gunungsitoli itu wajar karena kampus yang sudah berumur 45 tahun masih belum akeditasi itukan lucu, saya menyarankan akar pihak yayasan berikir bahwa akreditasi itu sekarang sangat penting bayangkan aja di pulau jawa untu masuk pegawai negeri sipil harus dipersyarakan perguruan tinggi inimal terakreditasi B atau A hanya jurus tertentu yang diuperbolehkan Akreditasi C, bayangkan dinias sekarang bagaimana bisa maju kampusnya aja belum akreditasi tapi bisa lulus pegawai negeri ini salah satu masalah, jadi tolong kepada ketua yayasan memperhatikan kualitas mahasiswa, pendidikan Dosen untuk mengajar S1 harus S2 jangan S1 mengajar ke S! itukan tidak boleh fasilitas kampus harus diperhatikan itukan semua syarat-syarat untuk proses akreditasi jadi harus dibuat progres biar ikip Gunungsitoli ini maju jangan karena kkn jadi betah duduk di satu jabatan di kampus tanpa mempunyai pendidikan yang cukup sehingga mengganggung proses akreditasi jadi saya harap usulan dan saran ini diperhatikan,
    Terimakasih saya bangga dengan pulau nias dan harus terus maju dan membenahi diri baik dalam mengembangkan sumber daya manusia maupun dalam mempersiapkan diri untuk beraing dengan daerah lain.

    pada kesempatan ini saya menyampaikan satu motivasi bahwa manusia yang berumur 80 tahun tapi masih mau belajar ia seakan-akan berumur 18 tahun, tetapi manusian berumur 18 tahun tapi sudah tidak mau belajar ia bagaikan orang tua yang sudah berumur 80 tahun yang tidak bisa berbuat apa-apa
    artinya marilah kita tetap belajar dan belajar terus dan mempersiapkan diri untuk masa depan nias yang tercinta ini ke arah yang lebih baik karena hanya dengan pengetahuan pulau nias tercinta bisa berubah kearah yang lebih baik.
    From Hatoli WAruwu, SE
    Tinggal di Tangerang Banten
    Asal Nias Tengah Km 27
    Sekarang sedang study lanjut pasca sarjana di Universitas Mercu Buana jakarta program study Magister Manajemen Sumber Daya Manusia

  9. taufik says:

    PMII ingin menjadi garda terdepan di Nias dalam memajukan pendidikan di Nias yangb selama ini sangat menyayangkan…
    salam PEREGERAKAN wahai seluruh sahabatku…
    TANGAN TERKEPAL DAN MAJU KEMUKA
    ALLAHUAKBAR….

  10. fardin laia says:

    sebenarnya saya sangat prihatin dan sedih mendengar status IKIP sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Nias yang umurnya cukup lumayan tua tetapi belum terakreditasi, kami mohon juga Responbilitas dari para birokrat atau Pemkot pada khususnya untuk saatnya membuka mata bahwa kwalitas lulusan mahasiswa nias juga tidak kalah bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainya yang ada di seluruh indonesia, sebab melihat antusias mahasiswa/siswi, untuk mau belajar sangat besar, jadi apa salahnya kalau semangat ini kita jaga dan pelihara demi masa depan indonesia pada umumnya dan nias pada khususnya,mungkin juga bukan hal biasa kepada pemerintah kita untuk menjadikan IKIP sebagai sebuah Universitas Negeri, tentu dengan memperhatikan beberapa hal, seperti SDA/SDM,APBD, dan sumber anggaran lainya sebagai penunjang berdirinya suatu universitas yang terdiri dari beberapa Fakultas.
    tentu dalam hal ini juga tak lupa kami minta bantuan SDM kepada para lulusan S2,S3, yang ahli dalam bidangnya, semoga kita jangan sampai tua harus mengabdi di luar pulau nias, mari kita melihat kebelakang bahwa masih banyak masyarakat kita yang sangat membutuhkan pertolongan anda, jadi apa salahnya juga kalau sekali – kali berbagi pengalaman/pengetahuan, lewat pengajaran/pengabdian sebagai salah satu dosen di perguruan Tinggi di nias (IKIP).
    sebenarnya faktor utama kenapa sampai sekarang nias juga masih jauh terbelakangan adalah karena setiap mahasiswa/siswi asal pulau nias lulusan dari daerah lain, tidak mau pulang dan lebih memilih tinggal di luar pulau nias, dan banyak realita sampai sekarang bahwa hampir seluruh lulusan luar perguruan tinggi di luar nias lebih memilih untuk mencari pekerjaan/dosen di Perguruan tinggi di luar daerah pulau nias, kalau sudah begini kapan kita SDM kita memenuhi standar, kan tidak masuk akal juga kalau nantinya IKIP menjadi Universitas, cuman ad 1 – 2 lulusan S2/S3 nya.
    untuk daerah yang mau maju perlu sangat membutuhkn SDM demi mengelolah SDA yang sudah ada, terutama jika kita disahkan sebagai Provinsi kep.Nias, nah biar natinya kita tidak meraba – raba, apa salahnya kalau mulai dari sekarang kita mempersiapkan SDM demi memajukan pulau Nias baik dalam segi Pendidikan,kesehatan, ekonomi,dan good governance pada umumnya,sebab mengasihi sesama sebenarnya adalah dengan peduli akan kepentingan orang lain, dan hidup demi kebahagiaan orang lain, semoga ini dapat menjadi motivasi/inspirasi kepada saudar/i, kita lulusan perguruan tinggi di daerah pulau nias, dan harapan saya kita masyarakat nias jangan pernah “mundur dari Laga atau patah semangat” jika kita yakin bias maka kita bisa………..!!!
    ya’ahowu fefu”’Nias bangkit…………….!!!

Reply to fardin laia ¬
Cancel reply

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>