Polres Nias Ringkus Dua Pelaku Pembuat Upal Senilai Rp5,5 Juta

Thursday, May 13, 2010
By nias

Gunungsitoli – Dua orang pelaku diduga pembuat uang palsu (Upal) masing-masing PHJ (22) Warga Desa Hiliduruwa Kecamatan Lotu Kabupaten Nias sehari-hari sebagai Mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Nias dan PH (19) Warga Dusun II Desa Lombuzau’a sehari-hari pelajar SMKN 1 Sitolu Ori, Sabtu, (8/5) diringkus Polres Nias.

Kapolres Nias AKBP Wawan Munawar SIk Msi didampingi Kasat Reskrim Polres Nias AKBP E Hulu Senin, (10/5) di Mapolres Nias kepada sejumlah wartawan membenarkan penangkapan kedua pelaku tersebut dan hingga saat ini kedua pelaku masih ditahan di Polres Nias

Hasil pemeriksaan, dari tangan para tersangka polisi menyita uang palsu senilai Rp5,5 juta dengan pecahan Rp50 ribu. Upal tersebut ada 110 lembar dengan nomor seri yang sama yakni UGD 612845.

Kemudian empat kubik kayu papan dan seng, satu unit monitor merk LG, satu unit CPU komputer pentium 4, satu unit printer merk Canon Pixma MP 145 dan satu unit flas disk.

Kapolres Nias menjelaskan, tertangkapnya para pelaku bermula adanya laporan masyarakat kepada pihak polres Nias. Dari laporan itu, polisi langsung melakukan pengejaran dan pengembangan hingga tertangkapnya kedua pelaku di waktu dan tempat berbeda.

AKBP Wawan Munawar, SIk MSi kepada wartawan menuturkan, dari hasil pemeriksaaan, kronologis kejadian bermula pada Jum’at (16/4), kedua tersangka PJH dan PH membuat atau mencetak upal sebanyak 110 lembar dengan uang pecahan Rp50 ribu senilai Rp. 5,5 juta. Upal dicetak menggunakan satu unit komputer lengkap dengan scanner yang dimiliki PJH. Selanjutnya setelah mencetak upal program pembuatan uang disimpan dalam sebuah flas disk milik PJH.

Usaha Kayu

Kemudian, pada Sabtu, (8/5) tersangka PJH berniat untuk membuka usaha kayu, sehingga PJH berniat untuk membeli kayu kepada Sobadodo Waruwu di Desa Ombolata Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara.

Tersangka PJH menyuruh dan meminta Bantu kepada tersangka PH untuk mengurus membeli kayu dengan menggunakan sepeda motor ke gudang milik Sobadodo Waruwu di Desa Ombolata Kecamatan Lahewa.

Sebelum PH berangkat ke gudang milik Sobadodo Waruwu, PJH bertemu dengan pemilik truk dan meminta untuk mengangkut kayu hasil pembelian mereka dari gudang Sobadodo Waruwu di Desa Ombolata Kecamatan Gunungsitoli.

Sesampainya di gudang Sobadodo Waruwu, tersangka PH langsung melakukan transaksi dengan terlebih dulu, kayu hasil pembelian diberangkatkan duluan dengan menaiki truk yang telah disiapkan sedangkan tersangka PH menyusul dari belakang dengan mengendarai sepeda motor.

Sekitar pukul 17.00 WIB transaksi pembelian kayu sebanyak empat kubik senilai Rp. 6.669.000 terjadi. PH membayar kepada Sobadodo Waruwu dengan uang palsu senilai Rp5,5 juta dan selebihnya PH menjanjikan akan membayar dengan sebuah Hand Phone Merk Nokia N 73 kepada Sobadodo Waruwu.

Merasa curiga dengan uang yang diberikan kepadanya, pemilik kayu Sobaddodo Waruwu langsung menghubungi dan melapor kepada pihak Polres Nias.

Dari penelusuran dan pengembangan pihak polres Nias, Sabtu (8/5) sekira pukul 22.00 WIB di seputaran Jalan Gomo Gunungsitoli tepatnya di depan SPBU Dachi, polisi meringkus PJH yang pada saat itu sedang menumpang di truk yang membawa kayu.

Sedangkan tersangka PH diringkus polisi pada Minggu dini hari (9/5) sekitar pukul 00.30 WIB di seputaran Jalan Sirao Gunungsitoli.

Menurut Kapolres Nias, tersangka PJH pada Oktober 2009 pernah ditahan polisi karena membawa senjata api. Kemudian dari hasil pembuatannya kedua pelaku akan dikenakan pasal 244 KUHP subsider pasal 245 KUHP dengan maksimal ancaman 15 tahun penjara. (www.analisadaily.com – 13 Mei 2010)

6 Responses to “Polres Nias Ringkus Dua Pelaku Pembuat Upal Senilai Rp5,5 Juta”

  1. 1
    Wawan Zendrato Says:

    Makin Parah saja ini Anak nias…….. sangat salah menggunakan fasilitas yang sudah ada..!!

  2. 2
    frans lahusa Says:

    sebenarnya perlu dipikirkan pula oleh pemerintah apa yang menjadi penyebab masyarakat melakukan tindakan pengedaran upal, menurut hemat saya, hal itu dikarenakan faktor minimnya stabilitas ekonomi di nias alias masyarakat susah dapat duit. kita bukan hanya menyalahkan masyarakat, tetapi perlu mengkaji penyebab dari semuanya itu. bahkan ada catatan angka kemiskinan di nias mencapai 68%…ini harusnya menjadi perhatian penting bagi pemerintahan dalam mengelola potensi ekonomi di nias. makasih….ya’ahowu fefu…

  3. 3
    Rizki Mendrofa Says:

    Saya bangga kepada Pak Polisi yang ada Di niAS….harap kinerjanya lebih ditingkatkan lg.

  4. 4
    Lisman hulu Says:

    Saya bangga dengsn kinerja polisi polres nias,apalagi dengan Kasat Reskrim yg baru yg banyak mununtaskan masalah satu per satu namun pasti!!!!!!!!!!
    lanjutkanlah pak polisi tugas-tugas negara ini uhtuk mengayomi dan melindungi masyarakat nias pada khusus nya,dari tindak kejahtan yang dapat mresahkam masyrakat serta merugikan Negara ini!!!!!!!

  5. 5
    Erieli Lombu, S.Sos Says:

    Saran untuk Bapak Polisi yang ada di Pulau NIas, di Nias itu ada hari Pekan dari Hari Senin sampai dengan hari Sabtu, tolong diawasi Pak Polisi banyak copet gadungan, kasihan mereka yang jadi korban. Ok terima kasih.

  6. 6
    meri Says:

    saya setuju dengan pendapat saudara saya frans.tolong pemerintah perhatikan kehidupan nias.aplagi para remaja skarang mereka punya keinginan untuk lanjut pendidikan tapi biaya tak ada.makanya jangan heran jika semua itu terjadi.aku tau tanpa kerja orang tak dapat apa-apa namun apakah pemerintah dah berpartisipasi tentang hidup mereka.saya sangat sedih dengan kehidupan pulau nias

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2010
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31