Archive for May 4th, 2010 | Daily archive page

Wings Air Terbangi Nias, Tarif Diharapkan Turun

Tuesday, May 4th, 2010

MEDAN – Penerbangan perdana Wings Air dari Bandara Polonia, Medan ke Bandara Binaka, Gunungsitoli, Nias berjalan dengan sukses. Pesawat jenis ATR 72-500 buatan Prancis yang dipiloti Capt. Ferry Novara itu mendarat mulus dengan membawa 72 penumpang. Pendaratan perdana itu disambut oleh Penjabat Walikota Gunungsitoli Martinus Lase dan sejumlah unsur pimpinan daerah di terminal penumpang Bandara Binaka. (more…)

Mendiknas Janji Sederhanakan Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru

Tuesday, May 4th, 2010

Beberapa anggota DPR RI yang membidangi pendidikan minta Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) menyederhanakan sistem penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Banyaknya jalur penerimaan di PTN mengakibatkan calon mahasiswa harus mengeluarkan biaya cukup besar kalau ingin mencoba beberapa jalur agar punya peluang diterima di PTN.

Formulir untuk setiap jalur seleksi harganya Rp 150 ribu sampai Rp 750 ribu. Kalau calon mahasiswa ingin mendaftar di beberapa jalur, biaya yang diperlukan untuk membeli formulirnya saja bisa mencapai jutaan rupiah.

PRIYO BUDI SANTOSO Wakil Ketua DPR RI mendesak Mendiknas segera membuat rumusan sistem penerimaan mahasiswa baru yang sederhana yang bisa mendorong lulusan SMA dan sedejarat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

”Kalau untuk membeli formulir saja sampai jutaan rupiah, bagaimana nasib siswa yang pintar tapi ekonominya lemah? Pemerintah harus memperhatikan hal ini tidak membiarkan PTN membuat sistem penerimaan mahasiswa baru seenaknya sendiri,” kata PRIYO.

Dilaporkan JOSE ASMANU reporter Suara Surabaya, Selasa (04/05), menanggapi saran anggota DPR RI ini MUHAMMAD NUH Mendiknas, mengakui, masuk PTN sekarang cukup berat, disamping sistem penerimaan yang perlu diperbaiki seperti saran anggota DPR daya tampung di PTN sangat terbatas.

Kata M NUH, pemerintah bersama PTN sudah melakukan kajian sistem penerimaan mahasiswa baru yang lebih simpel, tapi ada beberapa PTN yang masih keberatan ingin tetap menggunakan otoritasnya.

”Maunya pemerintah lulusan SMA, MA dan SMK yang akan masuk PTN syaratnya cukup menyodorkan hasil Ujian Nasional (UN). Siapa yang ranking nilainya tinggi itu yang akan diterima, tidak perlu tes lagi, seperti SD melanjutkan ke SMPN dan SMP ke SMAN,” kata M NUH.

GUMILAR RUSLIWA SUMANTRI Rektor Universitas Indonesia (UI) mengatakan, sekolah mahal itu pandangan yang keliru. UI yang disebut-sebut lembaga perguruan tinggi elit, justru termurah. Uang kuliahnya hanya Rp100 ribu sampai Rp7,5 juta berdasarkan kemampuan orang tua BOP berkeadilan.

Dari segi daya tampung di UI memang terbatas. Setiap tahun hanya bisa menampung sekitar 5 ribu mahasiswa S1 reguler, sedang pendaftar mencapai puluhan ribu. Sehingga seleksi penerimaan mahasiwa baru di UI cukup ketat.(www.suarasurabaya.net – 4 Mei 2010)

BI beri beasiswa Rp1,18 miliar per bulan

Tuesday, May 4th, 2010

JAKARTA: Bank Indonesia (BI) akan memberikan beasiswa senilai Rp740 juta–Rp1,18 miliar per bulan kepada 2.960 mahasiswa di 63 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

Deputi Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia BI Edy Setiadi mengatakan sebagai bentuk mewujudkan perkembangan pendidikan di Indonesia, bank sentral akan memberikan Rp250.000 – Rp400.000 kepada masing-masing mahasiswa yang berprestasi secara akademik tetapi kurang mampu dalam administrasi sekolah.

“Kisarannya sekitar Rp250.000 – Rp400.000 per bulan kepada masing-masing mahasiswa yang mendapat beasiswa. Namun, kami akan memberikannya per semester, jadi jumlahnya akan diakumulatifkan,” ujarnya hari ini.

Edy menuturkan jumlah beasiswa yang diberikan memang tidak merata, sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa. Dia mencontohkan, jika iuran kuliah mahasiswa tersebut tinggi dan biaya hidup di daerah itu tinggi, maka dana yang diberikan tentu lebih besar dibandingkan yang iuran kuliahnya rendah.

Beasiswa ini, lanjut Edy, akan diberikan kepada mahasiswa yang telah duduk mulai dari semester V dan akan disubsidi hingga mahasiswa tersebut lulus kuliah.

Hal senada diungkapkan Pjs. Gubernur BI Darmin Nasution. Dia mengatakan BI memang tidak memiliki program sosial (sorporate social responsibility/CSR), namun BI sebagai institusi negara yang mengelola dana dan pembiayaan juga harus ikut berpartisipasi dalam membangun pendidikan di Indonesia.

“Ini merupakan wujud kongkrit atas partisipasi kami dalam dunia pendidikan. Kita harus menyadari memang biaya pendidikan itu mahal, walaupun itu perguruan tinggi negeri. Kami ingin anak yang berprestasi tetapi kurang mampu tetap bisa melanjutkan studi,” ujarnya.

Dengan adanya pemberian beasiswa dari bank sentral, Darmin berharap sektor dunia usaha lainnya juga tambah tergerak untuk ikut membantu menyumbang dalam dunia pendidikan. Dia menilai, saat ini peran dunia usaha memberikan sumbangan pendidikan masih kurang.

Hari ini BI menandatangani kerja sama dengan empat PTN di Jabodetabek dalam rangka pemberian beasiswa tersebut. BI akan memberi beasiswa kepada 240 mahasiswa yang berada di empat PTN, yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Jakarta, dan UIN Syarif Hidayatullah. (www.bisnis.com – 3 Mei 2010)

Wings Air Pesan 30 Pesawat ATR 72

Tuesday, May 4th, 2010

Medan (Berita): Untuk melayani rute pendek dan daerah perintis di seluruh Indonesia manajemen Wings Air telah memesan 30 unit pesawat ATR 72 yang menggunakan baling-baling. Pemesanan tersebut telah dilakukan sejak tahun 2009 lalu.

Hal itu dikatakan Direktur Umum Wings Air Edward Sirait dalam acara peresmian penerbangan perdana di VIP Room Bandara Polonia Medan, Minggu (2/5) siang.

Dijelaskannya, jumlah itu terdiri dari 15 pesawat ATR 72 seri 500 dan 15 lagi seri 600 yang secara keseluruhan akan diterima secara bertahap hingga tahun 2012 mendatang. Menurut Sirait, dari 30 unit yang dipesan itu saat ini Wings Air sudah menerima 5 unit pesawat yang 3 di antaranya sudah dioperasikan menerbangi rute-rute di wilayah Indonesia bagian Timur 2 unit lagi dioperaikan ke wilayah Sumatera yang diberi registrasi PK-WFI dan PK-WFJ.

Dengan pengoperasian pesawat-pesawat baru tersebut Wings Air lanjut Sirait memberi kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan perjalanan ke seluruh daerah Indonesia. “Kedatangan dua pesawat ATR 72-500 yang baru menambah jumlah pesawat yang kini dioperasikan Wings Air menjadi 14 unit terdiri dari pesawt ATR

72-500, enam pesawat MD-80 dan tiga DHC8-300.

Dia menjelaskan, pesawat ATR 72-500 merupakan pesawat berkapasitas 72 tempat duduk, menggunakan mesin Pratt&Whitney 127M sehingga bisa terbang non stop selama 4 jam. Pesawat ini juga dilengkapi interior kabin yang nyaman dan dilengkapi navigasi terbaru serta tidak membutuhkan landasan pacu yang panjang untuk tinggal landas maupun mendarat.

Disebutkannya, penambahan dan peremajaan armada yang dilakukan Wings Air sesuai visi menjadi perusahaan penerbangan swasta nasional yang melayani domestic dan internasional (regional lintas batas) serta mengembangkan rute-rute feeder ke hub-hub utama serta menjangkau lebih banyak daerah yang belum diterbangi penerbangan ukuran lebih besar serta daerah-daerah terpencil.

Dikatakannya, Wings Air akan melayani penerbangan rute Medan-Gunung Sitoli Nias, Medan-Sibologa, Medan – Meulaboh dan Medan-Lhokseumawe dengan pesawat ATR 72 seri 500 secara regular.

Penerbangan perdana dilakukan dengan acara serimonial melepas pesawat ATR 72-500 tinggal landas dari Bandara Polonia Medan menuju Sibolga. Wings Air dijadwalkan menerbangi Medan-Gunung Sitoli pulang pergi dua kali sehari, Medan-Sibolga pulang pergi sehari sekali, Medan–Meulaboh pp sehari sekali dan Medan-Lhokseumawe pp sehari sekali.

Pada acara lounching penerbangan itu dihadiri Gubsu H Syamsul Arifin SE, GM AP II Bandara Polonia Kol. (Pnb) Bram Bharoto Tjiptadi, Kadiv Humas Kombes Baharuddin Djafar, Gubernur LIRA Sumut Henry Halomoan Sitompul MM, Kadis Kominfo Sumut Eddy Syofian serta rombongan wartawan dan mitra kerja Wings Air lainnya ikut terbang menuju Sibolga.

Gubsu Syamsul Arifin pada dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Wings Air diharapkan akan semakin mempercepat pembangunan di seluruh daerah hingga pedalaman Sumatera Utara. Visi Wings Air itu lanjut Gubsu sangat mendukung visinya dalam memudahkan masyarakat bepergian dari kota ke daerah-daerah terpencil atau sebaliknya.

“Saya dulu diberi jimat mantan Gubsu almarhum Raja Inal Siregar dua puluh tahun silam yaitu Marsipature Hutanabe. Jadi dengan tersedianya penerbangan ke daerah pedalaman maka para perantau sudah lebih mudah datang untuk membangun kampong halamannya,” katanya.

Gubsu meminta Wings Air ataupun Lion Air membantu pengembangan kepariwisataan Sumatera Utara dengan membuka rute Medan-Danau Toba-Silangit, Medan-PekanBaru-Silangit dan Medan-Palembang penerbangan wisata paket Medan-Danau Toba-Silangit agar semakin mudah wisatawan maupun para perantau datang ke Danau Toba. “Di Palembang dan Pekan Baru itu banyak orang Batak. Tapi selama ini penumpang dari Medan harus singgah ke Jakarta dulu karena tidak ada penerbangan langsung dari Medan ke Palembang,” sebut Gubsu. (Berita Sore – www.beritasore.com, 3 Mei 2010)