Nias Bangkit dengan Dokter Beasiswa

Yogyakarta (Yaahowu)

Sekitar 98% tamatan SMU di Nias tidak bisa melanjutkan sekolah, karena tidak punya dana. Dari yang dapat melanjutkan sekolah tahun ini, ada 16 orang anak-anak kita dapat diterima secara khusus dengan sistem penerimaan bibit unggul di Fakultas Kedokteran UGM. Demikian sambutan Bupati Nias Binahati Baeha, SH, dalam acara ramah-tamah antara jajaran pejabat teras pemkab Nias dan Nisel dengan warga IKN (Ikatan Keluarga Nias) Yogyakarta serta para mahasiswa program beasiswa BRR Nias di UGM, Rabu malam, 21/3, di Ruang Kalasan Inna Garuda Hotel, Yogyakarta.

Para mahasiswa kedokteran asal Nias dan Nisel, baik S1 (dokter), S2 (master), maupun program dokter spesialis penerima beasiswa yang didukung BRR Nias ini, lanjut Binahati Baeha, telah membuat pernyataan sanggup bekerja di Nias dan Nias Selatan selama 20 tahun setelah lulus, dengan “rumus 3 N + 1” (N adalah masa studi yang ditempuh di FK-UGM).

Program ini merupakan bagian dari peningkatan capacity building dalam rangka memenuhi kebutuhan dokter yang berkualitas di kepulauan Nias. Dengan demikian, program beasiswa dokter ini memiliki dua aspek manfaat, yaitu: peningkatan kapasitas SDM (orang) Nias dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh kepulauan Nias.

Adanya 16 mahasiswa baru calon dokter asal kepulauan Nias di FK-UGM merupakan sebuah ukiran sejarah yang unik. Selama ini belum pernah terjadi mahasiswa masuk ke UGM dalam skala besar, kecuali mahasiswa dari kawasan Nias. Wakil Bupati Nias Selatan, Daniel Duha, SH, menyatakan kebanggaannya karena anak-anak kita bisa masuk ke UGM dan kelak banyak dokter Nias yang mau dan mampu mengabdi di daerah asalnya.

Yang menarik, dari 16 orang mahasiswa baru FK-UGM asal Nias dan Nisel, di dalamnya terdapat 9 orang putri. Wartawan Yaahowu, Victor Zebua, melihat fenomena ini sebagai bangkitnya Nias dan Nisel dari keterpurukan, diindikasikan dengan bangkitnya putri-putri Nias yang 6-7 tahun lagi menjadi dokter-dokter tangguh di Tanö Niha.

Victor Zebua yang juga adalah Konsultan FK-UGM sempat mendapat kesan tertulis dua orang putri Nias yang memperoleh beasiswa dokter ini. Berikut kisah Yunianti Lafau dan Yeti Oktaviana Zebua yang kini tinggal di Asrama Putri UGM “Retnaningsih” Yogyakarta.

Yunianti Lafau: Sejak Kecil Ingin Jadi Dokter
Pada akhir bulan November 2006, saya mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa Kedokteran Program Dokter Umum UGM yang disupport oleh BRR di Nias. Saya mengikuti test itu selama 2 hari. Selama mengikuti test, tidak ada kendala yang berarti yang saya hadapi, semuanya berjalan lancar.

Kemudian, pada awal bulan Maret 2007, saya mendengar informasi bahwa pengumuman seleksi kedokteran itu telah ada, dan nama saya tercantum sebagai salah satu di antara enam belas orang yang dinyatakan lulus. Saya mendengar informasi itu dengan perasaan yang bercampur aduk. Ada rasa senang, puas, dan tertantang. Senang, karena saya berhasil diterima di Fakultas Kedokteran UGM. Puas, karena usaha selama mengikuti seleksi gak sia-sia, dan cita-cita sejak kecil yaitu menjadi dokter akhirnya terwujud. Tertantang, karena saya sadar bahwa dalam masa mengikuti pendidikan kedokteran nanti itu bukanlah hal yang mudah, tetapi membutuhkan tangggung jawab yang besar.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena berkat-Nya lah saya dapat diterima, dan juga kepada orangtua dan keluarga yang sangat mendukung cita-cita saya.

Sebelumnya saya sempat mengikuti perkuliahan di UKRIM (Universitas Kristen Immanuel), Fakultas MIPA, jurusan Ilmu Komputer. Tetapi, saya akhirnya memilih untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran UGM.

Pada saat ini, saya mempunyai keinginan untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan yang telah diberikan ini. Saya akan berusaha agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan waktu yang telah ditargetkan, yakni selama 7 tahun. Dan jikalau Tuhan mengizinkan saya akan berusaha menyelesaikan pendidikan sebelum waktu yang ditargetkan.

Akhirnya, saya mengharapkan bantuan dan dukungan dari dosen-dosen Fakultas Kedokteran UGM, dan kerjasama yang baik dengan teman-teman semua dalam menjalani pendidikan Kedokteran ini.

Yeti Oktaviana Zebua: Saya Harus Bisa Jadi Dokter
Pertama kali saya mendengar program beasiswa kerjasama antara FK-UGM dan BRR Nias saya merasa senang sekali. Itu merupakan peluang emas buat saya untuk meraih cita-cita saya selama ini yang tak dapat terwujud karena kemampuan dana dari orang tua yang tidak mendukung.

Informasi itu saya dengar di bulan Agustus 2006. Sebelumnya saya telah lulus seleksi masuk Akademi Kebidanan Padang Sidempuan. Karena testingnya ditunda terus saya terpaksa harus mengikuti pendidikan di Akbid. Akhirnya testnya dilaksanakan juga pada akhir bulan November oleh tim seleksi program beasiswa yang didatangkan dari FK-UGM. Pelaksanaan testingnya bertepatan dengan pelaksanaan mid-semester di Akbid. Karena begitu besar keinginan saya untuk menjadi dokter saya terpaksa kembali ke Nias untuk mengikuti test dan tidak mengikuti mid-semester sekalipun pihak universitas tidak memberi izin saya nekat berangkat ke Nias karena tekad saya sudah bulat saya harus menjadi seorang dokter dan untuk itu dibutuhkan keberanian dan pengorbanan untuk mencapainya.

Setelah pelaksanaan testing ada begitu banyak teman-teman maupun saudara saya yang datang ke rumah untuk mengucapkan selamat atas keberhasilan saya masuk FK-UGM. Itu merupakan beban moral buat saya padahal pengumuman masih belum keluar malahan terus ditunda ditambah dengan isu-isu adanya penyogokan dan nepotisme menyurutkan optimisme nama saya keluar sebagai salah seorang peserta lulus seleksi.

Pengumuman hasil seleksi baru dipublikasikan pada awal Maret. Betapa senangnya saya saat tahu bahwa saya termasuk dari 16 orang peserta yang lulus seleksi, tak ada kata yang dapat mendeskripsikan rasa senang saya pada saat itu. Saya seperti bermimpi, antara percaya dan tidak percaya. Di satu sisi saya merasa senang dan di sisi lain saya merasa nervous dan terbebani di mana tanggung jawab yang dipercayakan buat kami cukup berat.

Saya mengundurkan diri dari Akbid PSP pada tanggal 8 Maret bertepatan dengan pelaksanaan capping day dengan satu target “saya harus bisa menjadi dokter”.


Keterangan gambar: Kiri: Yunianti Lafau, kanan: Yeti Oktaviana Zebua

Leave a comment ?

17 Responses to Nias Bangkit dengan Dokter Beasiswa

  1. Uchi Bate'e says:

    Selamat berjuang untuk adik-adik skrikandi Nias dan Nisel di bidang kesehatan.
    Buat dik Yeti Oktaviana Zebua, klo gak jadi bidan di Padang Sidempuan, jangan hanya bisa jadi dokter, tapi bertekad pula bisa jadi dokter spesialis kebidanan… Ok? (hehehe).
    Syalom dari Lembang – Bandung.
    Yaahowu!

  2. Toni Hia says:

    Bupati Nias Binahati Baeha, SH: “Sekitar 98% tamatan SMU di Nias tidak bisa melanjutkan sekolah, karena tidak punya dana…”.

    Itu artinya orang Nias miskin banget ya Pak. Setelah sukses “memperkuat sektor kesehatan”, maka telah menunggu kerja yang lebih keras dan lebih rumit lagi Pak, yaitu “memperkuat sektor perekonomian rakyat”. Sebuah tantangan buat Pak Bupati, semoga berhasil.

    Btw, buat putri-putri Nias yang cantik alami, selamat berjuang di rantau orang. Pulang ke Nias harus jadi dokter lho… klo sekarang sih masih cadok alias “calon dokter”… hehehe.

    Salam dari Semarang,
    Yaahowu fefu!

  3. Pak Alang says:

    Cocok kali awak nyang dibilang bang Toni Hia tu. Awak liat di poto, cantik-cantik pulak calon dokter orang kito Nias tu. Samuanyo beasiswo dari BRR. Ini baru paten kerjo BRR. Awak pun angkat topi lah!

    Rajin-rajin kalian belajar yo. Jangan mengkek kalian. Siap kuliah, balek kalian ke Nias. Ndak pala lama nyah kuliah 6-7 tahun tu.

    Awak pun udah bilang samo anak awak si Alang, rajin kau belajar Lang. Manatau BRR kasih pulak kau beasiswo, kek abang-kakak mu itu lah.

    Salam dari bantaran Sei Deli,
    Pak Alang

  4. Sin Liong says:

    Buat adek-adek, selamat menjadi salah satu pilar Nias Bangkit.

    Salam kenal buat adek Yunianti Lafau dan Yeti Oktaviana Zebua. Kisah kalian sampai ke FK-UGM amat menyentuh hati.

    Sin Liong
    si***********@******co.id

  5. B. Zebua says:

    Selamat belajar dan berjuang buat adik-adik di FK-UGM.

    Ternyata dik Yuni Lafau adalah seorang penari moyo berbakat, saya lihat di semiloka (di UKDW) kemarin. Kapan-kapan tampil di Purna Budaya, ya. Profisiat dik!

    Yaahowu!

  6. Ferdy Peace Duha says:

    Bwt sdra/i qm yg kuliah d’UGM terutama jurusan kedokteran,
    d’harapkan agar lbh giat lagi bljar demi utk mmbwa nama
    Pulau NIAS yg kita cintai and jgn sombong kalo dah sukses
    nanti y,,Tetap semangat………GBU
    By :
    Ferdy “PEACE55” & Jhony “RESPECT%”
    Y A’ A H O W U FEFU

  7. Emanuel Duha says:

    teman2 yang kuliah di kedokteran UGM.merupakan salah satu putra/i nias yang berprestasi jadi temen2 sebaiknya memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik2nya. marilah kita semangat untuk membangun tanah kelahiran kita nias. tetap berusahan dan sukses selalu.Yaahowu……

  8. salam kenal buat semuanya. kita jauh2 dari pulau terkecil di ujung sumatra. marilah kita buktikan bahwa kita anak2 nias bisa bersaing dengan anak2 daerah lainnya dengan prestasi yang akan kita raih. kita bersatu kita bisa, kita pisah kita kalah. buat Agnes Zagoto anda telah memulai dan akan mengakhirinya dengan baik.serta memenangkan dengan sukses mengalahkan tantangan, rintangan yang slalu menghadang. Y A A H O W U

  9. JON VENDI LAOWO says:

    SELAMAT YA BUAT KAWAN KAWAN DARI NIAS YANG SEKARANG BELAJAR DI UGM.SAYA HARAP KALIAN DAPAT MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK NIAS KE DEPAN KARENA KALIANLAH SALAH SATU DARI PILAR PULAU KITA NIAS INI.TAPI KALAU UDAH TAMAT JANGAN PERNAH SOMBONG YA DAN JANGAN LUPA KEMBALI KE NIAS UNTUK MEMBANTU ORANG NIAS OK. GBU

  10. Semangat T’rus…bwt tmn2 ato sdr/i yg lg studi Fakultas kedokteran di UGM. Slamat & Sukses buat anda, bawalah masyarakat NIAS menjadi hidup sehat..! dan terhindar dari penyakit, hehehe. YAHOWU fefu He.

Reply to Iwan Gulo ¬
Cancel reply

NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>