Masyarakat Tapanuli Jangan Mundur Perjuangkan Provinsi Tapanuli

Monday, February 12, 2007
By nias

Rantauprapat (SIB)
Wakil Rektor ULB Labuhanbatu, Pdt Doritz Bidould Tampubolon SH STh mengatakan memperjuangkan pembentukan Provinsi Tapanuli harus tetap tegar, teguh dan pantang mundur. Masyarakat yang tinggal di kawasan Tapanuli jangan pernah ragu untuk mencapai propinsi baru dimaksud. Menurutnya, masyarakat dimaksud harus bersatu padu memperjuangkan pembentukan propinsi itu jika ingin lebih maju dan berkembang.
“Masyarakat di daerah Tapanuli yang menginginkan cita-cita Propinsi Tapanuli harus tetap bersatu padu memperjuangkannya, jangan mundur walau selangkah pun,” ucap Bidould dosen ilmu hukum ULB kelahiran Tobasa, Rabu (7/2), di Rantauprapat. Katanya masyarakat lebih rugi apabila propinsi itu tidak terwujud.

Menurut Wakil Ketua Asosiasi Advokad Indonesia (AAI) Cabang Labuhanbatu ini, dukungan dan perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli, cita-cita dan perjuangan moral demi hajad orang banyak bukan kepentingan pribadi. Alasannya, katanya, selain untuk mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat yang berdomisili di kawasan Tapanuli, pembangunan akan menyentuh lebih dekat lagi bagi masyarakat berbagai etnis yang ada di sana.

elama ini, tambahnya, daerah Tapanuli terkesan “di anak tirikan”. Sehingga nyata tertinggal dibanding dengan daerah kabupaten/kota yang ada di kawasan pantai timur. Padahal kekayaan alam Tapanuli tidak akan habis untuk membangun dan membesarkan Tapanuli.

Tampubolon yang juga Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ULB Rantauprapat mengatakan menyampaikan aspirasi serta mendukung terbentuknya propinsi dimaksud tidaklah menyalahi hukum. Aspirasi itu demokrasi murni yang pantas didukung semua pihak. Demokrasi dimaksud demokrasi yang dibenarkan Undang-undang sehingga masyarakat yang tinggal dan berdomisili di daerah Tapanuli tidak perlu takut bersatu mendukung pembentukan Propinsi Tapanuli.

Masyarakat juga tidak perlu ragu-ragu menyampaikan aspirasinya demi tekad dan cita-cita membangun Tapanuli melalui Propinsi Tapanuli. Akan lebih menguntungkan bagi semua pihak jika propinsi baru ini terbentuk. Karena pembangunan di segala lini akan muncul dan semua lini pula akan berlomba-lomba untuk berkarya dan maju membangun. Baik dari segi ekonomi, sosial budaya, agama, pendidikan, politik akan lebih berkembang.

Dosen ilmu hukum ini menyatakan sangat mendukung sepenuhnya pembentukan Propinsi Tapanuli. Langkah awal pembentukan tim pemrakarsa, penyampaian kebulatan tekad yang dihadiri 30 ribu massa tanggal 12 Januari 2007 yang lalu dan diikuti 10 daerah yang akan bergabung cukup menambah persyaratan administratif  dan kajian akademis yang telah disampaikan ke DPR RI dan Mendagri oleh Ketua Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli Ir GM Chandra Panggabean didampingi Ir Hasudungan Butarbutar MSi (Sekretaris), NP Manurung (Bendahara), Budiman Nadapdap (Wakil Ketua), Ir Nitema Gulo MSi, Immanuel GM Panggabean, Edison Manurung dan NP Manurung, telah memenuhi permintaan akan terbentuknya propinsi yang telah lama diidamkan itu.

Ia berharap, pemerintah pusat dan DPR RI segera merealisasi terbentuknya Propinsi Tapanuli. Masyarakat pun, katanya, tidak perlu segan menggedor pemerintah dan DPR bila terkesan memperlambat demi kepentingan masyarakat banyak.

Pemekaran Labuhanbatu Harus Diperjuangkan
Selain itu, pemekaran Kabupaten Labuhanbatu juga harus didukung masyarakat Labuhanbatu. Masyarakat harus bersatu padu dan bekerja keras memperjuangkannya demi pembangunan yang lebih cepat.

Sebab tujuannya jelas untuk lebih meningkatkan pembangunan di kecamatan-kecamatan, kelurahan /desa dan pelayanan masyarakat yang lebih dekat. Selain pemerintah, masyarakat harus pro aktif, katanya. (ef/c)

Sumber: SIB 10 Februari 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

February 2007
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728